
Cara Tuhan mencintai hambanya seringkali tak dapat di jangkau oleh akal, karena apa? Karena akal manusia terbatas, sedangkan cinta Tuhan pada kita teramat sangat luas. Maka dari itu di butuhkan hati yang bersih, ketulusan iman dan iklhas untuk bisa membaca pesan cinta-nya.
Kadang jika ada seorang ayah yang baru menegur anaknya kala ia sudah mendekati jalan yang ramai, jika seorang ibu kadang menegur anaknya kala dilihatnya ia mulai nakal. Namun tidak demikian dengan cinta Tuhan, karena cinta Tuhan kepada hambanya melebihi cinta orang tua kepada anaknya, walau kadang harus memberinya dengan sebuah ujian.
Maka jangan terburu-buru berburuk sangka kepada tuhan, jika kadang hidupmu terasa sesak, ada masalah, kecewa, sakit dan hal-hal yang tak kamu sukai menimpamu, mungkin itu cara tuhan mencintaimu dan agar dirimu berubah menjadi lebih baik lagi.
Sebagai contohnya..
ketika kamu terlalu berharap pada seseorang, kadang tuhan memberikanmu kekecewaan. Ketika kamu terlalu semangat mengejar dunia, kadang tuhan memberimu kegagalan. Ketika kamu terlalu bersenang-senang, kadang tuhan memberikanmu air mata. Ketika kamu terlalu mencintai sesuatu yang kamu miliki, kadang tuhan memberikanmu kehilangan. Ketika kamu terlalu banyak melakukan dosa, kadang tuhan memberikanmu musibah dan ujian.
Begitulah.. kadang tuhan memberikan hal-hal yang tak kita sukai menimpa kita, karena Tuhan mencintai kita. Sebab bisa jadi dengan berbagai musibah dan ujian, itu adalah cara tuhan menghapus dosa-dosa kita, sehingga kelak di akhirat kita mendapat derajat yang tinggi.
Karena itu jika segala sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi menimpa kita, maka biasakan diri untuk belajar iklhas dan sabar. Sebab dengan cara itu, tuhan ingin menyampaikan pesan cinta-nya, karena Tuhan sebaik-baiknya memiliki rencana, dan tuhan maha tahu hikmah di balik itu semua.
Mungkin... Bagi sebagian orang akan beranggapan benar, namun tak sedikit pula berpikiran jika apa yang dialaminya adalah sebuah kesialan dan mengklaim tuhan tak adil.
manusia memang boleh berencana, namun mereka seakan lupa jika semua itu Tuhanlah yang menentukan.
Sama halnya dengan hati, kita tak akan pernah bisa menentukan pada siapa kita akan jatuh cinta. Maka dari itu, jangan pernah menaruh harapan pada seseorang yang belum tentu memiliki perasaan yang sama terhadap kita, jika itu sudah terjadi maka diri kita yang akan terluka.
Dan hal seperti itu sudah di alami oleh seorang hamba yang memiliki paras cantik dan berperawakan sempurna, yaitu Mayra.
Selama ini hidupnya selalu di penuhi dengan cinta dan kebahagiaan dari orang-orang sekitarnya, terlahir dari anak orang kaya dan memiliki paras menawan membuatnya selalu di puja-puja. Apapun yang dia inginkan orang tuanya selalu bisa memenuhi, begitu pun di lingkungan sekolahnya. Disana ia menjadi primadona sekolah karena semua laki-laki berlomba-lomba mengejarnya, Ditambah dengan profesi pekerjaannya yang sebagai selebgram, semakin banyak pula yang mengidolakannya.
Namun sayangnya hanya ada satu laki-laki yang tak pernah menyukainya, bahkan sekedar meliriknya saja enggan. Dialah Kevin, teman sekolahnya yang terkenal cuek namun memiliki banyak penggemar.
Karena sifat cueknya itu pula membuat Mayra penasaran dan ada niatan untuk mendapatkannya. Dia merasa tertantang untuk membuat pria itu bisa bertekuk lutut di hadapannya, setelah itu ia akan menghempaskannya.
Beberapa teman satu gengnya pernah mengatakan jika Kevin adalah cowok yang paling sulit untuk di dekati, namun pada saat itu Mayra tak perduli. Dia tetap percaya diri, dengan bermodalkan wajahnya yang cantik dia bisa membuat Kevin jatuh cinta padanya.
Berbagai cara telah dia coba untuk bisa dekat dengan Kevin atau sekedar bertegur sapa dengannya, tapi usahanya itu berakhir sia-sia. Benar apa kata temannya, Kevin memang sangat sulit di dekati!
Seiring berjalannya waktu, usahanya yang ingin membuat Kevin jatuh cinta padanya tak pernah membuahkan hasil. malah kini keadaannya berbalik, dirinyalah yang jatuh cinta pada pria itu. Gadis itu menginginkan Kevin bisa menjadi miliknya, hanya miliknya! Dan itu selamanya.
Namun sungguh sayang perasaannya yang sudah tumbuh dari jaman putih biru itu tak pernah sekalipun terbalaskan, dan mungkin bisa dibilang Kevin tak mengganggapnya ada.
Tentu saja, karena Kevin memiliki sifat cuek terhadap lingkungan. Terlebih wanita. Ditambah pria itu juga sangat membenci kehadirannya karena selalu mengganggunya.
Yah, Mayra selalu berpikir mungkin itu alasan satu-satunya kenapa Kevin begitu membencinya. Selain itu ia juga tahu apa alasan kenapa Kevin tidak ingin berteman dengan wanita, itu dikarenakan setelah mengetahui fakta tentang kisah orang tuanya.
Tapi entah kenapa saat SMA kevin dikabarkan tengah dekat dengan siswa baru yang ternyata seorang gadis dari keluarga miskin, dia bisa bersekolah disana karena mendapat beasiswa. Di sekolahnya gadis itu terkenal cupu, namun memiliki otak pintar dan selalu mendapat Bullyan dari teman sekelasnya.
entah karena derajatnya yang rendah atau karena dia bisa dekat dengan Kevin yang memang kala itu dikenal sebagai siswa pria paling tampan dan jenius. Banyak yang beranggapan kalau gadis itu yang duluan menggoda kevin, karena pernah sekali salah satu teman kelasnya memergoki mereka tengah berduaan di belakang sekolah, dan teman yang memergokinya itu adalah temannya Mayra.
Padahal Waktu jaman SMP, hampir setiap waktu Mayra selalu mengganggunya. Mengekori kemanapun Kevin pergi, bahkan saat pria itu ingin pergi ke kamar mandi pun ia ikuti, hanya untungnya tak ikut masuk.
Dari awal masuk sekolah hingga lulus Mayra melakukan itu tanpa lelah, dan respon Kevin tentunya kesal. Bahkan tak segan-segan pria itu membentaknya di depan semua murid, namun Mayra tetap terus melakukannya.
Sayangnya setelah lulus SMP dan akan masuk ke SMA, Mayra sudah tidak bisa satu sekolah lagi dengan Kevin. Karena pria itu meminta pihak sekolah yang dia inginkan untuk memblokir nama mayra, namun gadis itu masih bisa mengetahui semua aktifitas Kevin lewat temannya yang memang satu sekolah dengan Kevin.
...💐💐💐...
Mayra jalan perlahan di sebuah jalanan yang cukup sepi, namun masih ada beberapa kendaraan lain yang lewat. wanita itu terus melangkah, dengan ditemani oleh suara tangisannya yang cukup menyayat hati.
Setelah beberapa menit yang lalu dia tak sengaja melihat Alya di sebuah restoran dan sedikit membuat keributan disana, namun akhirnya dia tetap kalah karena ada gadis remaja yang membelanya. Bahkan hingga sekarang tangannya pun masih sakit akibat di pelintir oleh gadis yang dirinya sendiri tak tahu siapa, namun wajahnya memang tidak asing.
Mayra mengusap pipinya yang basah oleh air mata, begitu terbayang masa lalunya yang selalu mengejar cinta Kevin. Dia sadar apa yang dilakukannya itu memang bodoh, mengejar laki-laki yang sekalipun tak pernah meliriknya. Bahkan dia harus mengorbankan sesuatu yang sangat berharga baginya demi bisa bersanding dengan pria yang dicintainya itu, namun kenyataannya dia harus menelan pil pahit saat mendengar ucapan Kevin yang ternyata sudah menikahi mantan kekasihnya.
Hati wanita manapun pasti akan hancur setelah mendengar berita seperti itu, terlebih ia mendengar kata-kata itu keluar dari mulutnya sendiri. Ia tak menyangka jika selama ini diam-diam Kevin dan Alya masih berhubungan, padahal dia tahu Kevin sangat membenci Alya setelah tahu Alya berselingkuh dengan Dylan.
Angan-angannya yang ingin menjadi istrinya Kevin sudah melambung tinggi, bahkan saking bahagianya dia sudah menyiapkan beberapa nama untuk anaknya bersama Kevin kelak.
Namun nyatanya angan hanya tinggal angan, impiannya yang besar itu tak pernah terlaksana. Dirinya bagaikan jatuh dari atas tebing yang sangat tinggi setelah mendengar ucapan Kevin yang sudah menikahi Alya, bahkan dengan tanpa rasa belas kasihan sedikitpun pria itu memamerkan kemesraannya bersama alya di depan matanya.
Kini wanita itu berpikir tuhan seakan benar-benar membencinya, kenapa dia selalu merasakan menderita. Dan kenapa orang yang menjadi rivalnya malah selalu mendapat kebahagiaan, bahkan Mayra merasa sekarang Alya banyak pelindungnya.
“ini benar-benar gak adil! Tuhan.. kenapa kau memberiku takdir hidup seperti ini!” Gerutunya dengan nada sedikit kesal, namun setelahnya ia malah terisak.
Jika ada orang lain yang melihat keadaannya sekarang mungkin akan mengira dirinya gila, berbicara sendiri lalu menangis sambil mengacak-acak rambutnya. Ditambah pakaiannya yang lusuh.
Sungguh hebatnya efek dari rasa patah hati itu, hanya karena manusia bisa membuat manusia lainnya menderita. Hal seperti itu harusnya tak akan terjadi, jika kita bisa mengontrol perasaan kita sendiri. Namun kembali lagi ke awal, kita tak akan bisa menentukan pada siapa hati kita labuhkan.
__ADS_1
Cukup lama Mayra mengayunkan kakinya yang entah akan membawanya kemana, selama itu pula dia selalu bergumam tak jelas dan berakhir menangis tersedu-sedu, bahkan sesekali dia berteriak.
Langkahnya tiba-tiba berhenti saat sudah berada di jembatan, saat ini dirinya memang berada di jalan raya yang di bawahnya ada jurang dan sepertinya sangat dalam.
Mayra tak tahu dirinya berada di daerah mana, soalnya tadi dia naik taksi dan menyuruh si supir taksi membawanya keliling kota. Hingga akhirnya Mayra meminta turun di daerah yang entah apa namanya dan suasananya jauh dari keramaian.
Wanita itu menunduk ke bawah jembatan, tak ada apapun disana selain rumput liar yang memanjang dan ada beberapa batu besar. Pikirannya mulai tak waras, dirinya ada keinginan mengakhiri hidupnya dengan cara meloncat dari atas jembatan. Mungkin dengan cara seperti itu dirinya tak akan merasakan sakit lagi dan bisa melupakan rasa cintanya terhadap Kevin.
“mungkin ini jalan terbaik satu-satunya untuk semuanya. Hidupku sudah hancur dan tak ada satu orang pun yang menginginkanku, jadi lebih baik aku mati saja.” ucapnya dengan nada pelan, serta air matanya yang kembali keluar.
Setelah itu kedua tangannya sudah bertumpu di pagar pembatas, dan perlahan-lahan satu kakinya sudah mulai terangkat untuk naik ke tiang lainnya.
“selamat tinggal papa, selamat tinggal mama.. maaf, aku harus pergi dengan cara seperti ini, aku sudah tak sanggup lagi..” ucapnya lagi.
Kini tubuh Mayra sudah berada di ujung tiang pembatas jembatan, dia berdiri dengan wajah sedikit mendongak dan matanya terpejam. Hingga akhirnya jemari lentiknya mulai melepaskan pegangannya dan dia pun terjatuh.
GREEP!
Namun saat hal mengerikan itu benar-benar terjadi, ada sepasang tangan yang menahannya dan suara bentakan seseorang.
“apa kau sudah gila! Apa kau pikir Masalah akan langsung selesai jika kau mati dengan cara seperti ini? Dasar gadis bodoh! ”
Mayra yang mendengar kata-kata itu tentu merasa kesal, terlebih setelah mendengar ucapan terakhirnya. Dengan perasaan dongkol dia menoleh ke belakang, dalam benaknya dia sudah siap mengeluarkan sumpah serapah bagi orang yang sudah mengatainya bodoh dan menggagalkan aksinya untuk bunuh diri.
Namun saat sudah menoleh, dirinya semakin kesal setelah tahu siapa orang yang telah menahannya.
“lepaskan aku, biarkan aku mati. Gak ada gunanya aku hidup, semuanya sudah hancur!” seru Mayra, seraya menepis genggaman orang itu.
“berhenti berpikiran bodoh Mayra, semuanya belum terlambat. Kamu masih ada peluang untuk merebut semuanya!” sahut orang itu yang tetap teguh menahan pergerakan Mayra agar tak jatuh.
“omong kosong! Lepaskan aku!” kali ini ia berteriak.
“percayalah padaku, kamu masih bisa merebut Kevin dari cewek miskin itu. Kau tenang saja, Aku akan selalu ada di belakangmu. Jangan sampai perjuangan kita selama ini untuk menyingkirkannya berakhir sia-sia.”
Mendengar kata-kata itu, Mayra langsung diam. Dia seakan sedang memikirkan ucapan orang itu, namun itu hanya sebentar. Setelahnya ia kembali berontak.
“tidak, Semuanya sudah terlambat! Masa depanku sudah hancur, karirku pun sudah berantakan ditambah sekarang aku gagal menikah dengan Kevin! Semuanya hancur, hancur!” teriaknya lagi, dan setelahnya dia menangis meraung-raung.
“tenanglah Mayra, semuanya bisa di bicarakan dengan baik-baik. ayo turun dulu.” bujuk orang itu dengan suara lembut.
Mayra menggeleng. “tidak mau!”
“hey dengar, jika kamu memilih mati itu sama saja kamu mengaku kalah dari Alya. Pengorbananmu selama ini akan berakhir sia-sia, selain itu apa kamu gak mikirin perasaan orang tuamu? Mereka pasti sedih melihat anaknya mati dengan cara mengenaskan!”
Mayra kembali diam, namun isakannya masih bisa terdengar. Ucapan orang itu memang ada benarnya, jika dirinya memilih mati sekarang pasti Alya akan merasa menang dan orang tuanya pun pasti akan sedih.
“apa om yakin aku masih bisa membuat Kevin bisa kembali padaku? Sedangkan om sendiri tahu kan saat dia membawa alya ke rumah, dia menatapku penuh benci! S-selain itu juga Kevin memiliki videoku.” ucap Mayra dengan wajah sedihnya.
Orang yang Mayra panggil om itu nampak tersenyum, kemudian ia mengangguk.
“tentu saja. Dibandingkan dengannya, kau jauh lebih menarik. Kau bisa gunakan tubuhmu untuk menggodanya.”
“apa om pikir Kevin akan tergoda jika aku benar-benar lakukan itu? Tentu tidak! Dia bukan seperti om yang suka main perempuan!” cetus Mayra, menatap sinis wajah orang yang berdiri di belakangnya.
“hahahaha.. sepertinya kau lupa ya jika dia adalah keturunanku, bahkan wajahku saja menempel padanya. Ada pepatah mengatakan, buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya. Percayalah, meski dia kelihatan tak tertarik padamu dia tetap pria normal yang memiliki nafsu. Om yakin dia Tak akan menolak jika kau sudah naked di depannya.”
Yah, orang yang saat ini menahan Mayra untuk bunuh diri adalah aji. Tak sengaja tadi saat mau perjalanan pulang dari rumah kawannya, dia melihat seorang wanita yang berjalan sendirian di pinggir jalan dan postur tubuhnya sangat mirip dengan Mayra, meski awalnya ragu karena memperhatikan penampilannya yang biasa saja.
Namun karena penasaran akhirnya dia pun mendekatinya, siapa sangka jika ternyata itu memang dirinya.
Jantungnya hampir saja mau lepas dari tempatnya saat melihat aksi Mayra yang ingin melompat dari atas jembatan, dengan gerakan cepat dia pun langsung membanting setirnya dan segera keluar dan untungnya dia bisa menahannya.
Untuk saat ia masih sangat membutuhkan Mayra untuk bisa memisahkan Alya dan Kevin, dirinya tak akan rela harta kekayaan yang Tamara miliki akan jatuh ke tangan Alya. Apalagi saat nanti Alya memiliki keturunan dari Kevin, itu akan semakin sulit baginya untuk menguasai seluruh aset dari mendiang mantan istrinya.
Maka dari itu sebisa mungkin dan sebelum semuanya terlambat, aji menyuruh Mayra untuk menjebak Kevin agar bisa menghamilinya. Dirinya sangat yakin rencananya kali ini akan berhasil.
...💐💐💐...
“oke, gue balik sekarang dan thanks infonya.” ucap Kevin pada Rangga, seraya bangkit dari duduknya.
Rangga yang mendengar itu ikutan berdiri, pria bermata segaris itu mengangguk. “ingat pesan-pesan gue barusan, jangan gegabah dan yang paling penting kontrol emosi lo.” sahut Rangga.
__ADS_1
Kevin mengangguk. “iya.”
Setelah bersalaman antar lelaki, Kevin bergegas keluar dari ruangan Rangga. Dia pun keluar dari restoran tersebut menuju parkiran, tempat dimana mobil dan istrinya berada.
namun begitu tiba disana dan membuka pintu belakang, Kevin di kejutkan dengan kehadiran Tina yang berada di dalam mobilnya bersama Alya.
“Loh Tina, kamu disini?” tanya Kevin heran.
Mendengar suara Kevin membuat pandangan dua gadis itu yang awalnya menatap layar ponsel seketika teralihkan, mereka menatap wajah Kevin dengan berbeda ekspresi.
“eh, hai kak Kevin.” sapa Tina.
Tak ada reaksi tak berarti dari Kevin, wajah pria itu yang awalnya kaget langsung berubah datar. “sejak kapan kamu disini?” tanyanya kemudian.
“belum lama kok, aku disini hanya nemenin kak Alya nonton konser bts doang.” balasnya.
Ya memang benar, saat ini mereka tengah menonton konser offline BTS di ponsel Alya yang sudah ia unduh dari grup satu komunitas tentang KPop.
Sebenarnya sesaat setelah kepergian Mayra Tina berencana akan langsung pulang, namun dia berpikir alangkah lebih baik jika dia tetap disana sampai Kevin kembali. Bukan apa-apa, hanya saja dia khawatir Mayra akan kembali datang dan mencelakai Alya. Padahal Alya sendiri sudah menyuruhnya pulang, bahkan dia memberi tahu jika dia akan baik-baik saja karena Sean sudah kembali.
Namun gadis itu tetap keukeuh pada keputusannya untuk menemaninya, pada akhirnya Alya lebih memilih mengalah.
Selama menunggu Kevin kembali mereka habiskan waktu dengan mengobrol, dari mulai membicarakan soal keberadaan Tina disana hingga aktifitas masing-masing. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menonton ulang konser boyband kesukaan Alya.
Kevin manggut-manggut begitu mendengar ucapan Tina. “terus, setelah ini kamu mau kemana.” Tanyanya.
“pulang deh kayaknya, tapi aku nebeng ya?” jawab Tina, lalu nyengir.
“gak bisa. Setelah ini kami mau pergi ke rumah sakit!”
Mendengar kata rumah sakit membuat wajah Tina berubah, perasaannya mulai tak enak.
“hah! Rumah sakit, ngapain? Kak Alya sakit, Atau kak kevin?”
“gak ada yang sakit, kita hanya pengen konsultasi ke dokter sisil!”
Seketika senyap, Tina nampak cengo mendengarnya. Gadis itu tentu tahu siapa dokter Sisil yang Kevin Maksud, dokter Sisil adalah saudara sepupunya dari pihak ayahnya yang berprofesi sebagai dokter kandungan. Sementara itu, Alya yang tak tahu siapa dokter Sisil kaget dengan ucapan suaminya.
“kamu ini ngomong apa sih? Siapa itu dokter Sisil, bukannya kita cuma mau checkup kaki aku ke dokter Samuel ya? kenapa malah ke dokter lain?”
Kevin tersenyum manis, sambil menatap alya. yang mana itu membuat istrinya itu terpana. “ya ampun sayang, apa kamu lupa sama obrolan kita semalam, hm? Selain mau checkup ke Samuel, kita juga bakal kontrol ke dokter kandungan. Bukankah kamu ada rencana program hamil?”
DEG!
Alya yang mendengar itu seketika membeku di tempat, wajahnya terlihat kaku serta matanya membola. Jantungnya serasa mau jatuh ke dasar perut saat Kevin mengucapkan kata sayang, terlebih saat Kevin mengatakan program hamil.
“a-apa! Program hamil?” tanya Alya terbata.
Kevin mengangguk.
“oh.. jadi kalian mau program hamil. Baguslah.. semakin cepat semakin baik. bikin yang banyak ya kak, biar aku sering main. Duh, aku gak kebayang deh bakal secakep apa anak kalian nanti kalau orang tuanya saja seperti kalian.” ucap Tina dengan senang.
“pastinya bakal cakep banget. kamu tenang saja, Kami bakal buatkan banyak keponakan yang lucu!”
Tina yang mendengar itu tertawa kecil. “ya udah kalo gitu aku pulangnya naik taksi aja.”
“sama Rangga aja, tadi dia ada diruangannya.”
“ah enggak deh kak, aku mau pulang sendiri aja sekalian nanti juga aku mau mampir ke toko buku dulu.”
Setelah itu Tina berpamitan pada Alya dan Kevin, kemudian berlalu keluar dari mobil. setelahnya Kevin menyusul masuk mobil dan menutup pintu, sejurus kemudian Kevin terkejut dengan tindakan Alya yang memukuli tangan dan dadanya.
“aduh duh duh.. ya ampun Al, kamu apa-apaan sih! Kenapa mukulin aku?” ronta Kevin.
“kamu yang apa-apaan! udah gila kali ya, kenapa kamu ngomong gitu sama Tina?” protes Alya.
“ya terus kenapa kalo aku ngomong gitu sama dia, toh kita juga udah nikah! Gak ada masalah kan?”
“masalah lah, apa kamu lupa sama omongan kamu kemarin?”
Sebelum menjawab Kevin nampak menghela nafas. “aku selalu ingat apa saja yang aku ucapkan, tapi bukan berarti itu akan terlaksana. Soal pikiran mereka yang membenarkan atau tidak, bukan urusanku. Yang penting sekarang kita lakukan saja peran kita dengan baik.”
__ADS_1
Alya diam. Apa yang Kevin ucapkan memang ada benarnya, apa salahnya jika Kevin mengatakan itu pada Tina ataupun orang lain. Dirinya dan kevin sudah menikah, dan seluruh dunia pun sudah tahu akan hal itu. Jika pada akhirnya nanti dia tidak bisa membuat Kevin mencintainya lagi, dirinya hanya bisa pasrah.