TERPAKSA MENIKAH (Cinta Sang Pewaris)

TERPAKSA MENIKAH (Cinta Sang Pewaris)
BAB 30~Jangan Sentuh Istriku!


__ADS_3

“Hei, Kenapa kamu minum minumanku?” Tanya Kevin dengan nada tinggi.


“Tenggorokanku seret gara-gara makan roti tadi.” Jawab Alya santai sambil meletakkan gelas yang sudah kosong itu di meja.


“T-tapi kenapa di habiskan!”


Alya mengelap sudut bibir dengan jari jempolnya, kemudian tersenyum simpul.


“Biar kamu gak bisa minum jus alpukat yang manis ini, jaga kesehatanmu baik-baik suamiku.. karena aku gak mau jadi janda muda.”


Setelah mengatakan itu Alya segera berlalu pergi ke samping villa tanpa memperdulikan raut wajah suaminya yang kesal karena omongannya.


“Ya! Sudah habiskan minumanku, sekarang malah mendoakan aku cepat mati! Dasar istri sialan!”


Namun tak ada sahutan dari Alya, gadis itu tetap melangkah jauh meninggalkan suaminya.


kevin menatap kepergian istrinya dengan penuh kekesalan, hingga sosok gadis itu menghilang dari pandangannya.


“PELAYAN!” teriak kevin lantang sehingga suaranya menggema.


sedetik kemudian terdengar suara langkah kaki dan datanglah seorang pelayan.


“saya tuan.” ucapnya sambil sedikit menundukkan kepalanya.


“ambilkan saya air putih, cepat!” Titahnya.


Secepat kilat Pelayan itu pun langsung mengambilkan apa yang Kevin inginkan, lalu meletakkannya di meja. Setelah itu berlalu pergi setelah tuan mudanya memberi kode lewat kedua jarinya.


Kevin menyambar kasar botol minuman yang sudah pelayannya ambilkan, dia meneguknya hingga setengah.


“Ken..”


“Ya, tuan.”


“Cari informasi selengkapnya tentang Seli.”


Kening Kenzo berkerut. “maksud anda, seli--”


“ya! Seliandra Maharani, pacarnya jakson.” potong Kevin cepat.


“Untuk apa tuan mencari informasi tentang nona Seli, dia sama sek-”


“Dalam dunia ini tak ada yang namanya tidak mungkin, dan kita jangan terkecoh dengan penampilan luarnya saja.” Potong Kevin.


“Maksud tuan apa? Saya benar-benar tak mengerti?”


“Sudah, Lo ikuti aja apa yang gue suruh. Nanti juga Lo akan tahu jawabannya.”


Setelah mengatakan itu Kevin nampak menyeringai misterius, lalu kembali menenggak minumannya hingga habis.


Meskipun masih dilanda kebingungan, Kenzo tetap melakukan apa yang tuan mudanya itu inginkan.


...💐💐💐...


Alya menatap ke arah jendela sambil berpangku tangan, tatapan mata gadis itu nampak kosong. Saat ini Kenzo, Kevin dan alya sedang berada di dalam mobil. Mereka tengah ada di perjalanan pulang ke Jakarta.


Sesaat yang lalu setelah dia menerima telepon, Kevin langsung mengajaknya untuk pulang ke Jakarta. Dan tentunya Alya tahu suaminya itu akan membawanya kerumah orang tuanya, untuk dikenalkan sebagai istrinya.


perasaan takut dan cemas pun melanda, meskipun sebelumnya sudah di beri tahu tetap saja dia merasa takut.


Alya mendesah, sambil menyenderkan tubuhnya ke sandaran kursi. Sementara itu Kevin yang sedari tadi main ponsel mendengar ******* sang istri, langsung menoleh.

__ADS_1


“Apa yang sedang kamu pikirkan?” Tanyanya.


Alya yang mendengar suara itu langsung menoleh, matanya bersibobok dengan mata suaminya yang menatapnya datar. Sejenak gadis itu terdiam, kemudian menggeleng sambil tersenyum tipis.


“Gak ada.” jawabnya.


Kevin tak lagi bertanya, dia kembali fokus dengan ponselnya. Jemari kekarnya begitu lincah bermain di layar datar itu, Sebelah Sudut bibir pria itu nampak terangkat, hingga menimbulkan senyum smirk. Tak lama setelah itu dia menyudahi bermain ponsel, mematikannya dan menyimpannya di kantong celana bahannya.


“Vin, Aku boleh nanya gak?” Alya kembali bersuara.


“Apa?” balas Kevin tanpa menoleh.


“A-apa orang tuamu akan merestui pernikahan kita? Apa mereka tak akan marah?”


Kevin diam sejenak, lalu merubah posisi duduknya dan kini ia menghadap sepenuhnya ke arah alya.


“Jadi itu yang sedari tadi kamu pikirkan?” ucap Kevin balik nanya.


“I-iya, maaf.”


Mendengar itu, Kevin menghela nafas kasar. “Oke, dengerin aku baik-baik. Apapun respon orang tuaku nanti, aku minta kamu jangan menyerah. semuanya udah terlanjur terjadi, kita udah nikah! bang Rafa dan kakakmu juga besok akan menikah. Jadi mau gak mau kamu harus hadapi semuanya.”


“Tapi Vin papamu kan benci banget sama aku.”


“Alya, Rasa benci itu bisa di ubah asal kamu pintar mengakalinya. lagipula pernikahan ini kan hanya bertahan sampai setahun, dan selama itu aku gak akan melarang apapun semua tentang kamu. Termasuk soal masalah pribadi, begitupun sebaliknya. Yang penting kamu ingat dengan statusmu sekarang. Setelah masa itu berakhir, kamu akan aku bebaskan dan aku juga gak akan muncul di hidupmu lagi.”


Mendengar kata terakhir Kevin membuat wajah Alya memerah, dalam hati dia menolak itu tapi kenyataannya itulah yang terjadi. Pernikahan mereka memang hanya sebatas pernikahan kontrak, yang batas waktunya hanya setahun.


Dia masih ingat sebelum pernikahan di selenggarakan, Kevin memberikan selembar kertas yang berisi surat kontrak.


Disana tertulis selama setahun mereka akan menjalani pernikahan kontrak, mereka akan bersikap harmonis layaknya pasangan suami istri.


Namun itu hanya berlaku di depan umum dan keluarga saja, selebihnya mereka akan seperti dua orang yang tak saling kenal. Bahkan disana juga tertulis masing-masing pihak tak ada yang boleh mencampuri urusan pribadi, jika peraturan itu dilanggar maka si pelanggar harus bayar denda 100 juta.


Alya saat membaca isi kontrak itu tentu saja merasa sedih, tapi mau bagaimana lagi. Dia sudah terlanjur menyetujuinya dan mereka juga sudah menikah, mungkin ke depannya dia harus menguatkan hatinya jika nantinya Kevin sudah menemukan wanita pilihannya.


‘apakah ini yang dinamakan hukum karma?’ gumam Alya dalam hati.


“Aku janji selama itu aku akan menjagamu layaknya seorang suami, dan aku pinta kamu harus menjaga nama baikku sebagai suami. Kamu ngerti kan maksudku?”


Alya mengangguk. “Tanpa kamu harus jelaskan juga aku sudah tahu apa tugasku sebagai istri, kamu tenang aja selama kita masih berstatus suami istri, aku gak akan macam-macam.”


Ucapan Alya terdengar tegas dan serius, tanpa pria itu sadari jika di dalam hatinya sudah hancur lebur.


Dan.. mulai saat ini gadis itu bertekad akan menyembunyikan semua perasaan cintanya terhadap Kevin, dan akan berpura-pura tak mencintainya lagi.


Kevin tak bersuara saat Alya mengatakan itu, wajahnya tetap datar dan terkesan dingin.


“Aku mau tidur bentar, kalau udah sampai bangunin aku.” Ucap Alya.


kemudian dia berbalik badan, memunggungi suaminya yang masih menatapnya.


“Hm..” Kevin membalasnya dengan deheman, lalu kembali merubah posisinya seperti semula.


Sementara itu dalam diam Alya menangis, air hangat itu tak henti-hentinya membasahi pipinya walaupun sudah berulang kali dia hapus dengan jarinya.


‘biarkanlah rasa ini ku simpan sampai mati dan tanpa kau tahu, bahwa dihari ini masih bertahta atas namamu.’


...💐💐💐...


Selama menghabiskan waktu satu setengah jam, akhirnya mobil yang Kenzo, Kevin dan alya tumpangi sampai juga dirumah Dylan.

__ADS_1


Kevin menggenggam erat tangan Alya, mereka jalan perlahan menuju teras rumah yang pintunya sudah terbuka lebar.


“are you oke?” tanya Kevin dengan nada berbisik, seraya menatapnya.


Wajah Alya kali ini nampak pucat pasi dan tubuhnya merasa panas dingin serta jantungnya berdetak tak karuan. Ingin rasanya dia kabur dari situasi ini tapi itu mustahil, semuanya sudah terlanjur terjadi.


Alya membalas tatapan Kevin, kemudian mengangguk seraya tersenyum. “aku hanya gugup.” ucapnya.


“santai saja ya, ada aku disini yang akan menjagamu.” balas Kevin, seraya tangannya mengusap lembut kepala Alya.


Mendengar itu Alya tersenyum tipis, hatinya merasakan sedikit lega saat Kevin mengatakan itu. Lalu pandangannya beralih ke tangannya, disana tangan suaminya menggenggam tangannya begitu erat.


‘oh tuhan maafkanlah aku, karena dulu melepas begitu saja genggaman ini. kini aku kembali mendapatkannya, namun apakah akan berakhir Selamanya?’


Langkah keduanya sudah dekat dengan pintu utama, dan di saat itu pula mereka mendengar suara ramai dari dalam. apakah dirumah itu sedang kedatangan tamu?


Dari arah dalam nampak Dylan menatap ke luar, bergegas ia pun berjalan mendekati Alya dan Kevin. wajah kakak keduanya itu terlihat masam.


“Lagi ada tamu?” Tanya Kevin saat Dylan sudah berdiri di hadapannya.


Pria itu menggeleng. “Mereka semua sudah datang.”


Kevin mengernyit. “Maksud Lo ap-”


“Sayang, kamu sudah datang nak.”


Ucapan Kevin terhenti kala mendengar suara seorang wanita, dengan cepat dia menoleh ke arah suara dan betapa terkejutnya dia begitu melihat sosok Marissa disana.


Bukan hanya ada Marissa, tapi disana juga ada...


Mayra!


“Mama kapan datang?” Tanya Kevin dengan suara lembut, raut wajahnya berubah. menghiraukan kehadiran Mayra yang menatapnya tajam.


“Tadi malam nak. Setelah mendapat kabar dari kakakmu tentang papa, mama dan kakek langsung pesan tiket.” Jawab Marissa.


Lalu pandangan wanita itu lari ke Alya yang sedari tadi diam, dia pun tersenyum. Merasa di tatap, Alya tersenyum tipis sambil sedikit menundukkan wajahnya memberi hormat.


“Ngapain Lo disini?” Tanya Kevin ketus, dia menatap wajah Mayra sinis.


“Apa aku salah datang kerumah calon suamiku?” jawab Mayra balik nanya dengan nada manja.


Tak ada jawaban dari Kevin, pria itu hanya mencebikkan bibirnya kesal. Sementara itu Mayra mendelik tajam ke arah Alya, saat menyadari  Kevin menggenggam erat tangannya.


“Hey pelakor, berani-beraninya kamu menyentuh calon suamiku.” Serunya.


Mayra maju selangkah, niatnya ingin melepaskan pagutan tangan keduanya. Namun aksinya itu terhenti saat mendengar ucapan kevin.


“JANGAN SENTUH ISTRIKU! Seujung kuku saja Lo menyentuhnya, maka gue pastikan besok adalah hari terakhir Lo hidup!”


DEG!


Bagaikan tersambar petir disiang bolong saat Mayra mendengar itu, dia luar bisa terkejut, matanya membola. Dia seakan tak percaya apa yang di dengarnya.


“Apa maksudmu dengan istri?” Tanya Mayra.


“Gue dan Alya sudah menikah kemarin, dan sekarang dia sudah menjadi istriku!” Jawab Kevin.


Lalu dengan santainya dia mengangkat tangannya yang masih menggenggam tangan Alya, disana terlihat ada sepasang cincin emas melingkar di jari manis masing-masing. tak lupa Kevin juga mengecup punggung tangan istrinya itu, dan hal itu mampu membuat Mayra dan Alya jantungan.


Beda halnya dengan Marissa dan Dylan yang nampak menahan senyum, dylan memang sudah mengatakan semuanya apa yang terjadi kemarin pada ibunya tersebut.

__ADS_1


“A-apa!” Pekik Mayra.


“Mulai sekarang berhentilah menyebutmu calon istriku, karena gue gak mau alya salah paham.”


__ADS_2