
Setelah memakan waktu dua jam perjalanan, akhirnya mobil Kevin sudah memasuki area parkir bandara. Seperti biasa, suasana bandara Soekarno Hatta selalu ramai. Tak terkecuali hari ini.
Kevin dan Rendy nampak mengeluarkan satu persatu koper dari bagasi, sementara Alya, paman, serta bibinya menunggunya di teras bandara.
Setelah semua koper di keluarkan dan suara kunci mobil terdengar, mereka mulai masuk dalam bandara.
Adinata beserta anak dan istrinya jalan lebih dulu di depan sambil menggeret koper masing-masing, sementara Alya dan Kevin jalan di belakang.
Selama di perjalanan masuk bandara, Kevin tak henti-hentinya memperhatikan wajah istrinya yang sendu. Dia paham gadis itu sedang sedih karena keluarganya akan pulang ke Seoul, pria itu pun langsung menarik tubuh istrinya ke pelukannya lalu mengusap lembut puncak kepalanya.
“Udah jangan sedih gitu, nanti kalau ada waktu kita akan pergi kesana.” Bisik Kevin di telinga Alya.
Alya yang mendengar itu langsung mendongak, wajahnya berubah senang. “Beneran?” Tanyanya dengan mata berbinar.
“Hm..” jawab Kevin dengan dehemen. “Jadi ubahlah wajahmu itu, berikan mereka senyuman agar tak merasa khawatir.” Sambungnya, lalu mengalihkan pandangannya ke depan.
Alya menurut, dia pun langsung merubah Wajahnya menjadi ceria.
Gadis itu memang merasa sedih karena harus berpisah dengan keluarga pamannya, ditambah nanti kakaknya juga akan pergi. Meninggalkan dirinya di Indonesia sendirian.
Sebenarnya ini bukan kali pertama Alya akan tinggal sendiri di Jakarta, sejak awal masuk SMA dia sudah hidup sendiri. Namun tetap saja perasaan sedih itu terus timbul.
Kalau dulu Alya akan tinggal sendirian dirumah, tidak untuk sekarang. Kini statusnya sudah berubah, dia bukan lagi gadis lajang yang bisa bebas pergi kemana saja. Sekarang Dia sudah menjadi seorang istri, dan dia akan tinggal bersama suaminya.
Mungkin kedengarannya menyenangkan, dia sudah menikah dengan pria yang dirinya cintai. Impiannya sudah terkabul! tapi sayangnya keadaannya yang berubah, pria itu sudah tak mencintainya lagi.
‘goda dia dengan status Lo sebagai istri.’
Tiba-tiba saja ucapan arina tadi malam terngiang-ngiang di telinga Alya, haruskah dia melakukan itu agar Kevin bisa mencintainya lagi? Tapi bagaimana soal perjanjian yang sudah dia sepakati bersama kevin, mampukah dia membayar dendanya?
Tapi jika nanti dia menggoda Kevin dan suaminya itu mau, maka tamatlah riwayatnya. Kebohongan yang selama ini dia simpan akan terbongkar. Tapi dia juga tak rela jika harus melihat Kevin bersama wanita lain, setidaknya tunggulah sampai masa kontrak itu berakhir.
‘tuhan, kau pun sudah tahu betapa aku sangat mencintainya tapi aku juga tak mau egois begini. lambat laun masa itu pasti datang, dan aku harus bisa menerimanya. tuhan, tolong beri tahu aku apa yang harus kulakukan sekarang?’
...💐💐💐...
“Setelah ini kita mau kemana?” Tanya Kevin sambil menatap wajah istrinya.
“pulang.” Ucap Alya datar sambil kedua tangannya melipat di perut, pandangannya lurus ke depan.
“Gak mau pergi Kemana dulu gitu?” Tawarnya.
“Enggak.” Sahut Alya, lalu dia membuang wajahnya ke kaca.
“Yakin nih? Mumpung aku lagi baik loh.”
“Gak, aku pengen cepat-cepat pulang. Capek!”
mendengar jawaban sang istri, Kevin tak lagi bersuara. Dia memilih langsung menyalakan mesin mobilnya, dan berlalu dari sana.
Setelah sejam yang lalu pesawat yang keluarga pamannya tumpangi sudah lepas landas, Alya memang langsung minta pulang. Saat ini Mood gadis itu sedang buruk, dan sayangnya Kevin tak menyadari itu.
Tentu saja! Karena suaminya itu memang cuek terhadap lingkungan, termasuk dirinya.
Mungkin!
Mood Alya yang sedang buruk itu tentu ada alasannya, siapa lagi jika bukan karena suaminya itu.
Kenapa begitu?
Jadi.. sesaat setelah pesawat yang adinata beserta anak dan istrinya terbang, Kevin sempat mengajaknya ke cafe yang ada di bandara, Mereka makan siang bersama disana.
Awalnya biasa-biasa saja, tak ada yang aneh. Meskipun banyak mata memandang mereka, mungkin karena tak menyangka bisa melihat mereka di bandara.
Namun orang-orang itu tak ada yang berani mendekat, hanya saja tangan-tangan nakal mereka yang beraksi. Yaitu merekam ataupun memotretnya, tapi baik Alya maupun Kevin menghiraukan itu dan mereka pun menikmati makanannya dengan hikmat. Hingga akhirnya muncullah sosok Jenifer disana, wanita cantik berparas imut itu menyapa Alya dan Kevin dengan nada ceria dan tentunya wajah sumringah.
Tapi Alya tahu saat mata sipit wanita itu meliriknya, ada aura kesinisan terpancar di matanya. begitu dia menatap Kevin, wanita itu berubah sikap menjadi wanita baik dan ramah. Dan tanpa rasa malu lagi Jenifer langsung duduk di samping Kevin, sedangkan dirinya duduk di depan.
Sementara respon Kevin, tentu saja tetap dingin dan jangan lupa dengan wajah datarnya. namun anehnya, pria itu selalu menanggapi wanita itu dengan baik. Berbeda sekali jika saat bersama Mayra dulu, Kevin selalu terlihat kesal dan ingin marah-marah terus.
Alya sudah tak heran lagi kenapa Kevin begitu, sikap mereka memang sudah begitu sejak SMA. Makanya banyak mengira kalau Kevin dan Jenifer itu memiliki hubungan khusus, padahal mereka hanya sekedar ngobrol biasa. Dan karena hubungan mereka yang terlihat dekat pula yang membuat Alya selalu salah paham pada Kevin dulu, bahkan alasan mengapa hubungan mereka sempat putus nyambung pun karena Jenifer yang selalu mendekati Kevin.
Untuk beberapa menit Kevin dan Jenifer terlibat obrolan panjang, topik obrolan mereka yang awalnya saling menanyakan soal keberadaannya disana hingga berujung ke pekerjaan. kebetulan Jenifer yang baru saja menjabat sebagai direktur di perusahaan keluarganya itu memiliki kontrak kerjasama dengan perusahaan Kevin, Dan.. selama itu Alya di acuhkan oleh dua orang itu.
Keterlaluan memang! Apakah suaminya itu tak menyadari jika sikapnya ini membuat istrinya cemburu?
Alya cemburu? Tentu saja! Hati istri mana yang tak panas melihat suaminya begitu akrab dengan wanita lain di depan matanya sendiri, meskipun itu hanya sekedar teman biasa.
Dan apakah Kevin menyadarinya? Jelas tidak!
Seorang Wanita mungkin bisa menyembunyikan perasaan cintanya, tapi soal cemburu? Tidak! Dia tak akan pernah mampu menyembunyikan rasa itu, meskipun sudah berusaha keras. Itu yang saat ini Alya rasakan, dan sialnya pria yang dia cemburui tidak peka.
Karena merasa tak tahan lagi dia pun langsung mendorong kursi dan berdiri, dan itu membuat obrolan Kevin dan Jenifer berhenti. Dua orang itu menatapnya dengan penuh tanya tanya.
“Aku mau pulang!” Ucapnya dengan nada ketus.
Gadis itu meraih tas Selempangnya dan berlalu begitu saja, Kevin yang melihat itu pun menjadi panik. Dengan cepat dia mengambil dompet dan mengeluarkan beberapa lembar uang warna merah lalu meletakkannya di meja, selepas itu ia pamitan pada Jenifer dan segera berlari mengejar langkah istrinya.
...💐💐💐...
“Kenapa kamu membawaku kesini? Aku kan sudah bilang, aku ingin pulang.” Ucap Alya pada suaminya kala dia baru keluar dari mobil.
__ADS_1
Sementara Kevin hanya diam, pria itu menyenderkan punggungnya ke badan mobil. Kedua tangannya melipat di depan perut, dan pandangannya lurus ke depan.
Semilir angin terdengar cukup nyaring, menerbangkan rambut dan pakaian pasutri itu. Sinar matahari begitu menyengat, namun mereka tak merasakan kepanasan. Mungkin karena kencangnya angin laut, dan suara ombak yang begitu menenangkan.
“Kenapa kamu diam saja? Apa sekarang kamu mulai bisu?”
Namun lagi-lagi Kevin hanya diam dengan posisi sama, dan hal itu membuat Alya semakin kesal.
“Oke, gak apa-apa kamu gak usah jawab. Percuma saja aku ngomong sama kamu, gak bakal direspon juga!”
Kemudian gadis itu kembali membuka pintu mobil mengambil tasnya dan kembali menutupnya cukup kencang, lalu pergi dari sana.
Namun sebelum langkahnya banyak, dengan cepat Kevin menahannya. “mau kemana?” Tanyanya dengan nada dingin.
“Pulang!” Jawab Alya ketus.
Gadis itu berontak agar tangannya di lepaskan, namun Kevin malah mencengkram tangannya.
“Lepaskan aku!” Serunya.
“Sebenarnya kamu ini kenapa sih? Sejak keluar dari cafe sikap kamu berubah! Ada masalah?” Tanyanya dengan kening berkerut.
Alya tak menjawab, dia menatap wajah suaminya jengkel dan dadanya bergemuruh.
“Lepaskan aku Kevin!” Kali ini gadis itu berteriak, membuat pria di depannya terperanjat kaget.
Namun tetap saja Kevin tak mau melepaskannya.
Saat ini mereka berada di tepi pantai yang cukup terkenal di Jakarta, suasana disana sangat ramai. Banyak anak-anak, remaja maupun para orang tua pada menikmati indahnya angin laut dan pemandangan cukup mendukung.
Kevin memarkirkan mobilnya cukup jauh dari keramaian, agar orang lain tak terganggu dengan keberadaan mereka.
“Kevin, kamu dengar aku gak sih? Lepaskan!” Teriak Alya lagi.
Gadis itu terus berontak, sekuat tenaga dia berusaha melepaskan cengkraman kevin. Namun bukannya melepaskan, pria itu malah menariknya ke pelukannya. Yang mana itu membuat si empu kaget, terlebih Kedua tangan kevin merengkuh pinggangnya dan jarak wajah keduanya sangat dekat.
“Jaga sikapmu Al, ini kita ada di tempat umum! Kalaupun ada masalah, selesaikan dengan baik. Jangan langsung terbawa emosi, nantinya kamu menyesal sendiri!” Ucap Kevin dengan nada bisik.
“Sudah aku bilang, aku gak apa-apa dan aku juga gak lagi ada masalah. Aku hanya ingin pulang! Kamu ngerti gak sih?” Elak Alya, wajahnya merona.
Entah karena terlalu kesal atau memang ingin menangis, Alya sendiri tak tahu. Tapi yang pasti dia ingin pergi dari sana dan tak mau dekat-dekat dengan suaminya.
“Beneran gak ada masalah?” Tanya Kevin sekali lagi.
“Gak! Sekarang lepas.”
Kevin diam sejenak kemudian menggeleng, dan tanpa aba-aba lagi dia menunduk kemudian mencium bibir alya. Sontak saja alya kaget, matanya melebar. Dengan cepat dia mendorong dada suaminya, dan aksi ciuman itu pun terlepas.
Kevin mengangkat sebelah alisnya. “why, kita udah sering melakukannya jadi kamu gak usah sok kaget gitu.”
“t-tapi itu kan dulu waktu kita masih pacaran, sekarang kan keadaannya udah beda.”
“apa bedanya sama sekarang, terlebih kita juga udah nikah. Sekalipun nanti aku berbuat mesum disini gak ada yang berani larang.”
Mendengar itu mata Alya melotot. “jangan macam-macam kamu ya, ingat sama surat perjanjian.”
Kevin mendengus. “aku selalu ingat itu!”
Selepas mengatakan itu tangan Kevin menekan kepala Alya untuk bersandar di dadanya dan semakin mempererat pelukannya, pria itu mengelus lembut kepala istrinya.
Di perlakukan seperti itu Alya hanya bisa diam, dia pasrah dalam pelukan hangat suaminya. Emosi yang tadi sudah memuncak pun seketika hilang begitu saja, di gantikan dengan kenyamanan.
“Aku tahu kamu saat ini sedang tak baik-baik saja.” Bisiknya. “Sekarang bilang sama aku apa yang terjadi, hm?” Tanyanya.
Alya membisu, pikirannya sedang tak karuan. Perlakuan Kevin dari dulu selalu sama, tak ada satupun yang berubah. Setiap dia sedang marah ataupun emosi, pria itu selalu memeluknya seperti ini.
“Apa kamu masih sedih karena keluargamu pulang?” Tebak kevin.
“Tidak!”
“Lalu?”
“Aku sudah bilang tadi, aku gak apa-apa. Kenapa kamu gak percaya banget sih?” Cetus Alya. “Dan juga kenapa kamu pengen banget tahu, bukankah kita sudah sepakat agar tak saling tahu soal urusan pribadi masing-masing?” Sambungnya.
“Jadi ini soal pribadi? Apa ini soal laki-laki itu?” tanyanya.
Alya mengernyit kemudian mendongak untuk menatap wajah kevin. “Laki-laki itu? Maksudmu siapa?”
“Andreas. Apa sikapmu berubah gini karena dia?”
Mendengar itu Alya diam sejenak, dia nampak sedang berpikir keras.
‘apa dia pikir aku begini karena andreas?’ batinnya bertanya.
“Iya!” dustanya.
kepalang tanggung, jadi ya sudahlah lanjutkan saja. Alya tak mungkin mengaku cemburu dengan Jenifer, kebohongannya selama ini akan terbongkar.
“Apa yang sudah dia lakukan padamu? Apa dia menyakitimu?” cerca Kevin dengan mata melebar.
Alya yang mendengar itu mengernyit heran. “Apa urusanmu? Mau dia menyakitiku ataupun tidak, itu tak ada urusannya denganmu kan?” Jawabnya.
__ADS_1
Andai saja suaminya itu tahu, sifatnya berubah karena kesal dengan dirinya yang mengacuhkannya. Selain itu dia juga masih cemburu begitu mengingat kejadian tadi di cafe.
Kevin yang mendengar ucapan Alya langsung melepaskan pelukannya, wajahnya langsung berubah kaku dan tatapan matanya menajam.
“Ya, kamu benar. Aku gak akan perduli apapun soal masalah pribadimu, tapi perlu ku ingatkan. Jagalah sikapmu selama kita ada di depan umum.” Desisnya.
‘dia bilang aku harus menjaga sikapku? terus dia sendiri enggak gitu?’
Alya tersenyum kecut, kedua tangannya kembali mendorong tubuh Kevin, kemudian jalan mundur.
“Aku tahu!” ucapnya.
Lalu dia berbalik badan, dengan kedua tangan melipat di perut dan wajah cemberut Alya jalan maju mendekati pantai.
Sementara Kevin masih diam ditempat, menatap kepergian istrinya sambil tersenyum smirk. Tak lama setelah itu dia pergi menyusulnya.
Pada akhirnya.. Siang itu mereka habiskan dengan bersenang-senang di pantai, melepas penat setelah hari sebelumnya sibuk mengurusi pernikahan dan permasalahan yang terjadi.
Pasutri yang tengah hangat diperbincangkan di seluruh media itu kini terlihat sedang saling bermain air laut, menciptratkan satu sama lain dan di akhiri dengan saling kejar-kejaran layaknya anak kecil.
Seketika itu pula rasa kesal Alya terhadap suaminya pun menghilang, Digantikan dengan suara gelak tawa yang sangat menular ke diri Kevin.
Kevin yang selama ini selalu memasang wajah kaku dan mata tajamnya itu kini terlihat hangat, bibir tipisnya tak henti-hentinya tersenyum disusul dengan suara tawa lepas. Dan semua itu berkat satu orang.. yaitu Alya.
Semua orang yang ada disana melihat tingkah mereka pun tersenyum, seakan bisa merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan. Dan tanpa harus di kasih tahu lagi, orang-orang sudah tahu jika mereka adalah sepasang pengantin baru yang sedang viral.
...💐💐💐...
“Sudah Al, aku capek.” Keluh Kevin sambil berjongkok, kedua tangannya yang mentengteng sepatu nampak bertumpu di lutut dan nafasnya terdengar tak beraturan.
“Dasar payah, percuma aja badan gede tapi gak ada tenaganya.” Ejek Alya dengan nada setengah teriak sambil berkacak pinggang.
Jarak antara dirinya dan sang suami cukup jauh, sehingga dia harus teriak agar Kevin bisa mendengarnya.
“Kamunya aja yang larinya kecepetan!” Elak Kevin dengan wajah jutek, dia tak terima di anggap payah oleh isterinya sendiri.
“Alasan aja kamu mah! Ayo dong lari lagi, kejar aku sampai dapat!” Seru Alya, gadis itu terus berjalan mundur dengan kaki telanjang.
“Udah ah, stop! Ingat, kaki kamu belum sembuh bener. Jangan lari lagi. Pakai lagi nih sepatu kamu.” Ucap Kevin memperingati sambil menyodorkan sepatu Alya yang sedari tadi dia tenteng.
Alya menggeleng. “Enggak kok, kaki aku sudah gak sakit lagi. Nih, lihat aku lompat-lompat aja udah gak sakit.” Sahutnya dengan meloncat-loncat.
Tapi tiba-tiba..
“Arrgghtt!” Alya berteriak dan berakhir jatuh di atas pasir basah.
“Alya!” Kevin langsung berlari kencang saat melihat istrinya jatuh, dan wajahnya terlihat panik. Ketika sudah dekat, dia duduk berjongkok. Mata bulatnya begitu awas memperhatikan tubuh istrinya.
“Kamu gak apa-apa? Mana yang sakit?” Tanyanya.
Alya menggeleng sambil terkikik, merasa lucu dengan ekspresi wajah kevin.
“Aku gak apa-apa Vin, tadi aku hanya kaget lihat anak kura-kura yang hampir aku injak.”
“Hah! Anak kura-kura?”
“Iya, itu disana.” Alya menunjuk ke arah kura-kura mini berada dengan telunjuknya.
Kevin mengikuti arah yang istrinya maksud, dia pun menghela nafas lega. “Ya ampun aku kira kaki kamu sakit, bikin panik orang aja!” Omelnya.
“Hehehe.. maaf.”
“Ya udah ayo bangun, baju kamu jadi kotor gini kan jadinya. Sebaiknya kita pulang aja deh!”
“Jangan pulang dulu Vin, aku mau lihat sunset.” Pintanya.
“Tapi baju kamu kotor dan basah Al, kalau dibiarin nanti kamu bisa masuk angin.”
“Tapi aku pengen banget lihat sunset.” Rengek Alya dengan suara manja.
“ck, Gak ada! Kita pulang aja.”
“Ayolah Vin, please..”
Kevin yang mendengar itu membuang nafas kasar, tak tega juga jika harus menolak.
“Ya udah oke, kita akan tetap disini. Nanti aku akan telpon Kenzo saja untuk bawa baju ganti.”
Mendengar itu Alya sangat senang, permintaannya di penuhi oleh suaminya.
CUP!
Saking senangnya gadis itu sampai mengecup singkat pipi suaminya, yang mana itu membuat si empu kaget.
“karena tadi kamu cium aku tiba-tiba, maka aku juga melakukan hal yang sama! Bagaimana, kaget kan?”
Kevin tak merespon apapun ucapan Alya, dia hanya diam membeku di tempat dengan kedua matanya menatap wajah istrinya.
“dan Terima kasih sudah mau menuruti permintaanku.” Ucap Alya dengan senyum mengembangnya.
DEG!
__ADS_1
Kevin merasakan jantungnya berdetak tak karuan saat melihat senyuman Alya, senyuman yang sama saat ia menyadari telah jatuh cinta pertama kalinya.