TERPAKSA MENIKAH (Cinta Sang Pewaris)

TERPAKSA MENIKAH (Cinta Sang Pewaris)
BAB 70~Balas Dendam


__ADS_3

Sampai di mobil, Kevin memasukkan barang belanjaannya di pintu bagasi. baru setelah itu gantian dirinya ikutan masuk pintu depan, menyusul Alya yang sudah duduk manis di kursi sebelah.


Kini mobil mewah Kevin sudah jalan, membelah jalanan ibukota di malam hari. Suasananya masih terlihat ramai karena memang masih sore, dan sepanjang jalan tak henti-hentinya Alya melihat begitu banyak pasangan anak muda melintas dengan kendaraan motor.


Tok.. Tok.. Tok..


Alya terkejut saat mendengar suara itu, dan spontan ia menoleh ke arah suara. Ternyata asal suara itu dari kaca mobil samping Kevin duduk, Alya melihat ada seseorang memakai helm full face yang mengendarai motor gede tengah mengetuk-ngetuk kaca dan di belakangnya ada seorang wanita berpakaian seksi dan memakai helm senada.


“hey, buka!” teriaknya.


Namun Kevin bergeming, ia tetap fokus menyetir meski wajahnya terlihat kesal.


“hey, anak manja buka kacanya! Kalau enggak, gue pecahin nih!” serunya lagi dan kali ini bernada ancaman.


“vin, dia siapa?” tanya Alya.


Kevin menoleh sekilas ke arah Alya. “bukan siapa-siapa, abaikan saja!” jawabnya dengan ketus.


“tapi--”


Tok.. Tok.. Tok..


Alya kembali di kejutkan dengan suara ketukan, namun kali ini bagian kaca sampingnya dan penampilan orang yang mengetuk kacanya pun tak kalah jauh dari orang yang mengetuk kaca sebelah kevin.


Kevin yang melihat itu pun menggeram.


“BUKA!”


Alya sedikit menggeser posisi duduknya saat mendengar suara bentakan itu, di tambah dengan suara ketukan yang kini terdengar kasar Membuatnya takut.


“Vin..” lirih Alya seraya menengok ke wajah suaminya yang kini terlihat kaku dan pandangannya mengarah ke depan.


“kencangkan sabuk pengamanmu dan pegangan yang kuat.” ucap Kevin.


“t-tapi kenapa?”


Kevin kembali menoleh ke arah istrinya dan menatapnya tajam. “lakukan saja dan jangan banyak tanya!” gertaknya.


Tanpa kembali protes, Alya langsung melakukan apa yang Kevin ucapkan.


“tutup matamu dan jangan berani buka sebelum aku suruh. Mengerti?”


Alya mengangguk cepat tanpa suara, kemudian dia menutup matanya rapat-rapat.


Kevin kembali melayangkan tatapannya ke depan, lalu langsung menaikan kecepatan mobilnya, tak dia perdulikan dengan pekikan orang-orang tadi yang mengetuk kaca mobilnya.


“Sialan! Kejar dia..” teriak si pengendara motor ke arah teman-temannya begitu menyadari Kevin mengebut.


Segerombolan motor itu yang terdiri dari 30 unit langsung mengiyakannya dan mereka pun ikutan mengebut, berusaha mengejar mobil Kevin yang sudah melampaui jauh.


Dan terjadilah aksi kejar-kejaran antara mobil Kevin dan segerombolan geng motor, mereka tak perduli dengan suasana jalanan yang masih ramai oleh kendaraan lain.


“terus kejar dia sampai dapat!” teriaknya lagi, dan semakin mempercepat laju motornya.


Motor lain pun begitu, mereka begitu semangat untuk mengejar mobil Kevin.


...💐💐💐...


Di dalam mobil Kevin terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan maksimal, namun ia berusaha melakukannya dengan hati-hati karena saat ini ia tak sendiri, melainkan ada istrinya.


Tak pernah terbayangkan olehnya jika akan bertemu dengan geng motor yang selama ini menjadi musuh bebuyutannya, terlebih sekarang ada Alya dan pasti istrinya itu sedang ketakutan.


Sesekali kepalanya menoleh ke belakang, para gerombolan motor itu masih berhasil mengejarnya. Lalu pandangan Kevin mengarah ke Alya, tanpa bisa di pungkiri Kevin merasa resah begitu menyadari wajah Alya yang berubah pucat.


meski saat ini gadis itu menutup matanya dan tak tahu apa yang terjadi, tapi Kevin yakin istrinya itu bisa merasakan jika saat ini situasinya sangat bahaya.


Kevin terus mempertahankan laju mobilnya, meski kini atensinya terpecah namun ia berusaha untuk fokus. hingga tanpa sadar dia sudah memasuki ke jalanan sepi dan gelap, yang jarang sekali di tempuh oleh kendaraan lain.


Sementara Alya masih dengan posisinya, ia tetap menutup matanya dan berpegangan erat yang ada di atas mobil Kevin.


Degup jantungnya terpacu lebih cepat saat tubuhnya terpental ke belakang, sesekali juga tubuhnya oleng kiri dan kanan mengikuti gerakan setir yang berbelok.


Jika saja ia tak memakai sabuk pengaman dan berpegangan, mungkin tubuhnya sudah jatuh ke bawah dan kepalanya terbentur badan mobil.


Ckit!!


Terdengar decitan yang begitu nyaring, di akibatkan dari gesekkan keras antara aspal dan ban mobil dan Alya merasakan tubuhnya oleng ke depan, lalu ke kiri.


“vin..” panggil Alya dengan suara bergetar, namun matanya tetap tertutup.


“tetap tutup matamu!” titah Kevin dengan suara tertahan.


“A-aku takut Vin..”


Alya mendengar ******* panjang dan sepertinya itu berasal dari mulut suaminya.


“jangan takut, ada aku disini yang akan terus menjagamu.” ucap Kevin.


Alya diam, ia merasa Dejavu saat mendengar kata-kata itu, seperti pernah dengar sebelumnya.


Lalu ingatannya lari ke masa di mana ia pernah dikurung di tempat sepi dan gelap akibat dari ulah kakak kelasnya semasa SMA dulu, dia ditinggal seorang diri disana. Suara teriakannya yang meminta di lepaskan tak pernah di hiraukan oleh teman-temannya, bahkan mereka tertawa terbahak-bahak. hingga akhirnya alya merasa lelah, dan hanya bisa menangis.


saat dia sudah di ambang kepasrahan, pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka dengan kasar dan datanglah seorang laki-laki dengan pakaian basahnya serta wajah cemasnya. Pria itu pun menolongnya dan membawanya keluar dari sana, pria itu pun mengatakan yang sama persis seperti apa yang Kevin tadi katakan.


Bukan hanya ucapan, tapi laki-laki yang menolongnya pun sama. Pria itu adalah Kevin, yang kini menjadi suaminya.


Yah, dialah pria itu. Dewa penyelamatnya dan juga pangeran berkuda putih yang berhasil membawanya keluar dari dunia kesengsaraan, sejak bersamanya hidupnya di penuhi oleh cinta dan kasih sayang yang tulus.


Meski tak di pungkiri badai besar selalu menerpanya, namun Alya mencoba bertahan. Hingga pada akhirnya keteguhannya runtuh akibat ulah sang mulia raja yang tak pernah menyukainya, dia pun memutuskan pergi menjauh dari sang pangeran.


Alya terpekik saat merasakan ada sentuhan hangat di bagian pipi kirinya, dan tentunya ia tahu itu adalah tangan suaminya.


Alya langsung melepaskan pegangan tangannya dari atas mobil, beralih ke tangan Kevin. Ia menggenggam lengan kekar itu dengan erat, seakan-akan ia takut kehilangannya lagi.


mata alya terbuka, ternyata suaminya itu masih mengendarai mobilnya dengan satu tangan.

__ADS_1


“apa mereka masih mengejar?" Tanya Alya, dan itu membuat Kevin menoleh.


“aku kan sudah bilang, jangan buka matamu sebelum aku suruh!” seru Kevin menghiraukan pertanyaan Alya.


Alya menggeleng. “aku pengen lihat.”


“lihat apa?”


“kamu kebut-kebutan.”


Kevin berdecak seraya menarik kembali tangannya dan menyentuh gagang setir. “pegangan yang kuat!”


“tapi aku gak mau tutup mata, boleh?”


“hm..”


Alya pun langsung melakukan apa yang Kevin suruh, sayup-sayup ia mendengar derungan motor dari arah belakang.


“vin, sepertinya mereka datang lagi!” Alya panik.


Tak lama setelah itu alya melihat Sinar cahaya dari arah belakang lewat kaca spion, dengan cepat ia menoleh dan benar saja segerombolan motor itu sudah berada di belakang mobil Kevin.


Sementara Kevin yang mendengar itu tersenyum smirk, sambil melirik ke kaca spion. Setelah itu ia mempercepat laju mobilnya, dan para geng motor itu kembali tertinggal.


Semakin lama Jalanan yang Kevin lalui semakin sepi dan gelap, hanya terdengar suara mesin mobil dan lolongan anjing. Membuat Alya yang phobia dengan keadaan seperti itu menjadi resah, namun perasaannya sedikit lega karena saat ini ia sedang bersama suaminya.


Dirasa sudah aman, Perlahan-lahan laju mobil Kevin merendah. Kevin sengaja memasuki area hutan untuk antisipasi jika nanti para geng motor itu kembali menemukannya, mungkin untuk beberapa saat ia akan bersembunyi disana.


Sementara Alya sibuk melihat-lihat ke sekitar, ada begitu banyak pohon tinggi dan semak belukar. Tak lama setelahnya mobil pun berhenti, membuat Alya langsung menatap ke arah Kevin.


“kenapa berhenti disini?” Tanyanya.


“kita sudah aman, mereka gak akan menemukan kita karena saat ini kita berada di pinggiran hutan.” jawab Kevin.


“hah! Pinggiran Hutan?” pekik Alya, dan Kevin mengangguk.


Tak lama setelah itu Kevin mematikan mesin mobilnya, otomatis lampunya juga ikutan mati.


“jangan di matikan lampunya Vin, aku takut.” cicit Alya.


Kevin menghela nafas, sebelum akhirnya ia menyalakan lampu dalam mobil. Matanya melirik ke arah Alya yang juga sedang menatapnya, kemudian menarik tubuh istrinya ke dekapannya.


“jangan takut, ada aku disini.” bisiknya tepat di telinga Alya.


Nampak sebelah tangannya mengusap kepala Alya, dan sebelahnya melingkar di pinggangnya.


Tanpa kata lagi Alya langsung membalas pelukan Kevin, ia memejamkan matanya seraya melingkarkan kedua tangannya ke pinggang suaminya dan menyembunyikan wajahnya di ceruk lehernya. Ia langsung merasa nyaman saat tubuhnya sudah menempel dengan tubuh Kevin, apalagi dengan aroma khasnya yang membuatnya candu.


Jika Alya merasa nyaman, berbanding terbalik dengan Kevin yang sedang gelisah. Ia menelan ludahnya susah payah saat merasakan hembusan nafas hangat Alya di ceruk lehernya, dan itu langsung menjalar ke seluruh tubuhnya yang mendadak merasa panas.


Terlebih ia juga merasakan Alya tak memakai dalaman, sehingga ia merasakan empuknya dua gunung kembarnya yang menabrak dadanya. Dan tanpa bisa di cegah lagi, inti tubuh bawahnya yang ada di balik celana trainingnya seketika bangun.


‘ah! sialan.’ umpatnya dalam hati.


Karena tak mau terjadi yang tak di inginkan, segera Kevin melepas rengkuhannya namun Alya langsung menahannya, bahkan kini istrinya itu mempererat dekapannya.


“tetap seperti ini Vin, aku benar-benar takut.”


Kevin mendesah prustasi, ingin rasanya ia menerkam istrinya sekarang juga, tapi ia sadar situasinya sangat berbeda dan dia juga masih ingat dengan ucapannya kemarin.


Kepala Kevin langsung menunduk saat merasakan tangan Alya bergerak menyentuh perutnya, lalu naik ke dadanya kemudian kembali ke punggungnya.


“kamu ngapain sih?” tanyanya.


Alya mendongak “perut dan dada kamu keras banget, pasti rajin olahraga ya?” balas Alya dengan pertanyaan serta suaranya terdengar parau.


“hm..”


hanya itu yang bisa Kevin keluarkan, suaranya seakan tercekat di tenggorokan sehingga tak mampu keluar. Aroma strawberry yang keluar dari rambut Alya membuat libidonya memuncak, ia tak tahu apakah akan kuat menahan hasratnya jika keadaannya sudah begini.


“aku boleh ikutan olah raga ya, tapi nanti setelah kakiku sembuh.”


“hm..” ia memalingkan wajahnya.


Alya tersenyum senang, meski jawaban Kevin hanya deheman saja. Lalu ia melonggarkan pelukannya, sebelah tangannya menyentuh sisi wajah kevin dan menariknya agar bisa kembali menatapnya, lalu mencium bibirnya sekilas.


“makasih.” ucapnya sambil tersenyum lebar.


Dalam beberapa saat Kevin mematung, ia kaget dengan tindakan Alya yang tiba-tiba. Selama mereka pacaran dulu Alya tak pernah menciumnya duluan, selalu dia yang memulai.


Namun sepertinya sekarang tidak, karena wanita polos dan lugu yang pernah dia kenal dulu sudah tak ada lagi. Kini wanita itu sudah menjelma menjadi wanita penggoda, bahkan Kevin berpikir ini bukan kali pertama Alya mencium duluan laki-laki.


Kevin tak memungkiri jika ia kecewa saat mengingat Alya sudah tidak suci lagi, ia tak rela wanita yang kini berada di pelukannya itu sebelumnya sudah pernah bersentuhan, bahkan pernah berbagi peluh dengan pria lain.


Itulah kenapa ia tak mungkin bisa menyentuh Alya, meski saat ini tubuhnya mendukung untuk melakukan itu. Selain karena ia membencinya karena sudah menghianatinya, Kevin juga punya prinsip untuk tidak menyentuh sesuatu yang bekas orang.


Tapi pada kenyataannya setiap dia bersentuhan dengan Alya ada sesuatu yang menariknya untuk jangan berhenti, sama halnya seperti sekarang.


“vin..” panggil Alya seraya melepas rengkuhannya.


Kevin kembali melirik saat mendengar suara itu, suara yang terdengar merdu di telinganya dan dia melihat wajah Alya berubah sayu.


hasratnya semakin menggebu saat pandangannya menatap ke bibir Alya, belahan bibir tipis dan berwarna merah muda itu terlihat begitu menggoda dan pada akhirnya ia tak bisa mengontrol dirinya lagi untuk tidak menyerang Alya.


Kevin ******* bibir Alya dengan rakus, dan membuat Alya yang tadi ingin kembali bicara terpekik kaget.


namun itu hanya sebentar, setelahnya Alya terlihat biasa saja. Ia Membiarkan suaminya itu untuk mengeksplor mulutnya, bahkan saat ini Alya turut membalasnya meski kewalahan.


Beberapa menit kemudian Kevin melepaskan ciumannya, dia menatap mata istrinya dengan mata berkabut.


“kamu pasti sudah ahli dalam hal ini kan? maka lakukanlah dengan baik.” bisik Kevin seraya ibu jarinya mengusap lembut bibir Alya yang bengkak.


DEG!


Alya yang mendengar itu tentu saja kaget, ia tak percaya Kevin bisa mengatakan itu. Apakah Suaminya itu sekarang sedang menginginkannya?

__ADS_1


“vin, kamu--”


“kamu tenang saja, aku tak akan sampai menidurimu.” potong Kevin.


GUBRAK!


Bagaikan sudah berada di atas awan, namun tiba-tiba langsung turun dan jatuh ke dasar tebing berbatuan. Sakit! Itulah yang Alya rasakan setelah mendengar ucapan terakhir Kevin selanjutnya, ternyata pria tampan bergelar sebagai suaminya itu tak betul-betul menginginkannya.


Alya kecewa.


...💐💐💐...


Sementara itu di sebuah gang, tepatnya di markas geng motor bernama Zervanous nampak ricuh. Bukan karena ada keributan ataupun penyerangan, melainkan para anggotanya tengah berusaha menenangkan sang ketua geng yang mengamuk.


Seorang pria tampan, tinggi dan berkulit coklat itu nampak menggenggam kayu balok berukuran besar. Ia melayangkan benda itu ke tubuh semua anggotanya, ia kesal karena sudah gagal menangkap Kevin.


Namun untungnya sang ketua hanya menyerang kaum laki-laki saja, sedangkan kaum wanita di bebaskan. Bahkan anggota wanita yang terdiri dari 5 orang kini sedang asyik makan di dalam markas, membiarkan kaum laki-laki merasa sengsara.


“dasar bodoh kalian semua, menangkap satu orang saja tidak becus!” makinya dengan suara lantang.


“maafkan kami bos, tapi kevin melajukan mobilnya dengan cepat dan dia menggunakan gerakan acak sehingga kami tak bisa mengejarnya.” ujar salah satu pria yang berambut cepak dan bertubuh tambun.


Pria itu adalah bernama Hendrik, di dalam geng itu dia di juluki sebagai papa bear karena tubuhnya yang tinggi dan besar.


“itu benar bos, beberapa kali kami udah coba menghadangnya namun Kevin seakan udah tau taktik kita.” balas pria lainnya yang bernama Andra.


“tentu saja! Karena dia bukanlah orang sembarangan, maka dari itu jika kita ingin melumpuhkannya, kita harus tahu apa kelemahannya.” ujar seseorang dari arah belakang.


Secara serempak anggota geng, beserta sang ketua menoleh ke arah suara. Mereka melihat sosok pria berparas Asia memakai pakaian serba hitam, dengan topi terbalik tengah berdiri di depan warung markasnya.


“Sanha!” pekik si ketua geng yang bernama Roni.


Pria yang di panggil sanha pun tersenyum. “hai bro..” sapanya sambil mengangkat sebelah tangannya.


Bergegas Roni jalan mendekat, mereka berjabat tangan ala lelaki.


“bagaimana kabar Lo?” tanya Roni.


“gue baik.” jawab sanha. “jadi gimana, tadi Lo abis ngejar Kevin?” tanyanya.


“iya tapi dia berhasil lolos, padahal tangan gue udah gatel pengen adu jotos sama dia!” jawab roni.


“Lo masih dendam sama dia?” tanya sanha lagi.


“jelas! Dendam gue gak akan pernah hilang selama dia masih hidup. Nyawa harus di balas dengan nyawa!” desis roni sambil mengetatkan rahangnya.


Sanha yang mendengar itu tersenyum licik. “itu memang benar, Lo harus balas kematian Alisa padanya!”


“tentu saja! Udah cukup selama ini gue diam, membiarkan dia hidup tenang setelah kematian adik gue. Tapi sekarang tak lagi, gue pastikan dia akan mati di tangan gue sendiri!”


Sanha manggut-manggut seraya menepuk bahu Roni.


“untuk menyerang Kevin jangan hanya pakai otot, tapi pakai otak juga. Lo tau kan sekarang dia udah jadi CEO di perusahaan keluarganya?”


Toni mengangguk. Sejak Kevin di kabarkan sudah pulang dari Inggris, Roni memang tak pernah melewatkan satu berita pun tentang Kevin, termasuk soal pernikahannya.


“dan Lo juga pasti tahu kan dia udah nikah?”


Lagi, Roni kembali mengangguk.


Siapa yang tak tahu akan hal itu, semua orang pun sudah tahu. Kabar tentang Kevin yang batal menikah dengan Mayra dan memilih menikahi wanita lain secara diam-diam menjadi trending topik di berbagai media, bahkan hingga saat ini berita tersebut masih viral.


“nah, itu dia. Jika Lo pengen menghabisinya, Lo perlu tau dulu apa kelemahannya.”


“memangnya apa kelemahannya?”


“apalagi jika bukan keluarganya, terutama istrinya.”


Roni yang mendengar itu diam sejenak, ia tentu paham apa maksud dari ucapan sanha dan karena ini pula ia tadi berusaha ingin menangkap Kevin karena ia melihat pria itu sedang bersama istrinya.


Meski pada awalnya Roni tak merencanakannya, pada saat itu ia baru saja pulang balapan yang di selenggarakan di luar kota. Mana tahu jika dalam perjalanan ia melihat Kevin baru saja keluar dari supermarket bersama seorang wanita, tanpa membuang waktu lagi ia mengarahkan anggotanya untuk mengejarnya.


Namun apalah daya, mereka gagal mendapatkannya karena Kevin semakin lihai dalam dunia balapan. Bahkan ia sudah menguasai beberapa triknya, yang biasa mereka lakukan setiap membegal kendaraan lain.


Yaps, geng motor yang di ketua oleh Roni memang bukan sekedar suka balapan saja. Mereka sering melakukan pembegalan, perampokan bahkan sampai pernah membunuh targetnya saat melawan. Bukan hanya itu, mereka juga suka menjual organ tubuh manusia dan narkoba.


“gue tau apa maksud Lo, tapi asal Lo tau untuk mendekati istrinya itu tidaklah mudah. Kevin berhasil menjaganya begitu ketat, selain itu wanita itu juga terlihat bukan seperti wanita sembarangan. Ada tameng yang jauh lebih kuat dari Kevin.”


Sanha mengernyit, ia tak paham dengan ucapan Roni.


“maksud Lo?”


“wanita itu dalam bawah lindungan seorang mafia yang terkenal bengis, Marvin Abhyvandya!”


DEG!


Marvin Abhyvandya? Sanha tentu tak asing dengan nama itu, Marvin adalah seorang mafia asal Amerika yang terkenal akan kekejamannya, di tambah dengan marganya.


Cukup mendengar nama abhyvandya saja membuat orang bekerja di dunia kantoran pasti langsung ketakutan, karena keluarga itu memang terkenal kejam dalam dunia bisnis selain keluarga dirgantara.


Tak terkecuali sanha, ia langsung bergidik ngeri begitu mengingat kejadian beberapa waktu lalu saat papanya pernah berurusan serius dengan keluarga itu. Hanya karena salah memberikan profosal tentang kerjasama membuat rahasia keluarganya bertahun-tahun lalu terkuak, dan kini ayahnya mendekam di penjara.


“Lo serius, wanita itu di lindungi Marvin?” tanya sanha.


Toni mengangguk. “ya.”


“tapi.. setahu gue istrinya itu hanyalah gadis biasa, bahkan berasal dari keluarga miskin?”


Sanha sudah mencari tahu semua hal tentang siapa Alya dan darimana keluarganya berasal, namun ia baru tahu jika Alya ada hubungannya dengan keluarga abhyvandya.


“memang, tapi dia berteman dengan anak bungsu dari keluarga itu. Dan beruntungnya gadis itu diterima dengan baik oleh mereka, bahkan sudah di anggap anak. Jadi sekarang Lo ngerti kan kenapa Marvin mau melindunginya?”


Sanha manggut-manggut, kini ia paham.


“terus rencana Lo apa sekarang?”

__ADS_1


“tentu saja mencari celah untuk mendekati wanita itu, gue yakin dengan cara itu Kevin pasti akan langsung muncul.”


Sanha yang mendengar itu tersenyum smirk.


__ADS_2