TERPAKSA MENIKAH (Cinta Sang Pewaris)

TERPAKSA MENIKAH (Cinta Sang Pewaris)
BAB 60~Story Love Old


__ADS_3

[Kamu lagi ada dimana?]


Kevin pura-pura bertanya agar Alya tak curiga, padahal dia sudah tahu.


“lagi di cafe depan kampus. Oh iya nanti aku ijin ya mau ajak Jessica dan arina main ke apartemen, gak apa-apa kan?”


[Gak apa-apa, asal jangan bikin rusuh.]


Jessica dan arina yang mendengar itu dengan kompak muncul, dan berkata.


“Lo tenang aja Vin, gue gak bakal bikin rusuh apartemen Lo tapi mau bikin dapur Lo kosong melompong!” cetus Jessica.


“gue juga mau kuras semua duit Lo yang ada di ATM buat belanja cemilan, biar Lo miskin!” saut arina dengan nada judes.


Bukannya merasa kesal, Kevin malah tertawa lepas. Yang mana itu membuat kedua gadis itu bengong sejenak, beda halnya dengan Alya yang nampak biasa saja.


“silahkan saja, puas-puasin deh!”


‘si kutub Utara sudah mencair.’ batin Jessica merasa takjub.


‘pawangnya sudah kembali, maka dia pun kembali melunak.’ batin Arina.


Arina sangat yakin jika Kevin masih ada rasa terhadap Alya, namun sepertinya ada sesuatu yang membuatnya menutupinya.


‘ternyata keputusan gue untuk menyuruh Alya membuat Kevin bisa menyukainya lagi memang tak salah, keduanya memang masih memiliki rasa. ya tuhan.. apa ini sebuah pertanda darimu jika mereka memang berjodoh?tapi disini gue masih bingung kenapa Kevin selalu bersikap ketus pada Alya, dan seolah-olah membencinya. apa itu hanya pura-pura? sekalipun iya, kenapa? padahal menurut info beredar di internet, Kevin dan Alya selalu terlihat mesra layaknya pasangan suamiisteri pada umumnya, bahkan dia sampai menyewa bodyguard untuk menjaga Alya?’


Arina terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri tentang sikap Kevin pada Alya dan saat di tempat umum.


Di luar rumah Kevin selalu bersikap seolah-olah sangat menyayangi Alya, tapi sahabatnya itu pernah berkata jika sedang berduaan Kevin selalu bersikap dingin dan ketus padanya.


Jika memang Kevin acuh dan tak memiliki perasaan apapun lagi terhadap Alya, tak mungkin dia sampai menyewa bodyguard segala. Apa.. mungkin dia melakukan itu untuk melindungi Alya dari papa-nya?


‘tuhan.. aku tak tahu apa yang sedang Kevin rencanakan tapi.. satu pintaku, persatukanlah mereka kembali dalam satu cinta. aku ingin melihat Alya bahagia bersama orang dicintanya dan tak merasa tersakiti lagi.’


...💐💐💐...


Setelah menghabiskan waktu hampir 5 jam di cafe, 3 sekawan itu akhirnya pergi dan kembali ke gedung kampus.


Jika saat pagi mereka masuk dalam satu kelas, tidak untuk siang ini. Di kelas berikutnya Alya hanya masuk sendiri, namun sebelumnya kedua sahabatnya sudah mengantarnya ke dalam kelas.


Setelah memastikan keadaan Alya aman, Jessica dan arina berlalu keluar menuju kelas masing-masing.


Alya melirik ke jam tangan pemberian Kevin, jarum masih menunjukkan angka setengah satu. Sembari menunggu kelas mulai Alya mengambil novel kesukaannya, dan dalam hitungan detik dia sudah hanyut dalam dunia fantasi.


Alya memang selalu membawa koleksi novel-novelnya setiap bepergian, karena selain memasak, hobi lainnya adalah membaca. Jika tak ada kegiatan penting biasanya Alya akan menghabiskan waktunya untuk membaca, tapi mengingat sekarang dia sudah menikah sepertinya kebiasaannya itu jarang di lakukan.


Jika Alya sibuk dengan novelnya, maka beda halnya dengan mahasiswa lain yang ada disana. Mereka menatap Alya dengan sinis serta iri dengki.


Sebenarnya ingin sekali salah satu dari mereka membully Alya, sama seperti apa yang Tiara lakukan pagi tadi. Tapi jika mereka nekad, bukan hanya terancam kena hukuman dari pihak kampus, namun pekerjaan orang tuanya juga akan ikut terseret.


Mereka tentu sangat tahu betapa berkuasanya keluarga dirgantara, terlebih Alya juga dalam perlindungan keluarga abhyvandya. Berani menyentuhnya walah hanya seujung rambut, auto menjadi gelandangan.


Jadi yang bisa mereka lakukan hanya diam dan memperhatikan, serta menahan dalam-dalam keinginannya untuk mengusik Alya.


“sumpah gue Gedeg banget lihat wajah dia yang sok polos itu, pengen rasanya gue cakar-cakar karena udah berani merebut Kevin dari my queen gue mayra.” gerutu salah satu mahasiswi yang duduk di belakang.


“sama! Tapi mau gimana lagi, sekarang dia sudah ada tameng kuat. Berani nekad, bisa abis keluarga gue!” saut temannya yang duduk di depannya.


“lagi pula coba deh liat, seluruh tubuhnya sudah di labeli barang branded semua. Terlebih jam tangan yang dia pakai itu, bukannya itu barang terbaru dari perusahaan Zeous Group ya?”


“ah iya.. dua Minggu lalu sebelum kabar pernikahan kakaknya Kevin beredar, mereka kan baru mengeluarkan produk baru.”


“he'eh, kemarin nyokap gue baru beli dan sumpah ya jam tangan itu mewah banget. Cocoklah buat anak muda milenial kayak kita yang suka nongkrong, dan katanya juga jam tangan itu di fasilitasi koneksi modern. Semacam GPS gitu.”


“iya betul, jadi pengen beli deh.”


“belilah..”


“ck! Mana ada duit gue, harganya mahal boo..”


“huh, dasar miskin! Paling-paling harganya tak sampai 20 juta.”


“sembarangan aja kalau ngomong, gue ada duit ya. Cuma lagi di batasi aja sama bokap.”


“kasihan... Makanya jangan kebanyakan clubbing, jadinya di batasi kan. Hahahaha..”


“sialan Lo! Bukannya prihatin, malah ketawain.”


Samar-samar Alya mendengar percakapan dua mahasiswa yang duduk di belakangnya, menggubah tentang dirinya dan jam tangan di pakainya. Jujur dia kaget setelah mendengar itu, namun ia tetap diam.


Di liriknya kembali jam tangan itu, Alya akui desain jam tangannya memang mewah. Bahkan di bagian sisinya di lapisi emas, dan dia meyakini itu adalah asli.


Sesuai dengan perkataan dua mahasiswa tadi, setelah menikah Alya memang di fasilitasi bermacam barang branded. Meski ini hanya pernikahan sementara, tapi Kevin selalu memberikannya barang-barang mewah.


Alya Sebenarnya risih dengan itu semua, tapi untuk menolak pun tak mampu. Belum bicara apa-apa saja, suaminya itu sudah melototinya. Lagipula Alya juga paham kenapa kevin memberinya barang-barang itu, apalagi jika bukan untuk merubah penampilannya agar terlihat seperti orang kaya. Dengan begitu tak ada lagi yang berani menghinanya.


Penampilan Alya sekarang memang tak terlalu mencolok, dia tetap berpenampilan santai. Mungkin yang membuatnya beda adalah kali ini Alya memakai perhiasan, biasanya dia selalu polosan. Di tambah sekarang dia juga memiliki kawalan seorang bodyguard, sehingga membuat orang lain yang menatapnya sebagai nona muda.


Waktu terus bergulir, satu persatu mahasiswa mulai masuk memadati kursi. Pertanda jika kelas akan segera di mulai, tak lama setelah itu masuk seorang wanita khas seorang dosen sambil memeluk beberapa buku di dadanya.


“selamat siang anak-anak..” sapa dosen tersebut.


Dengan serempak seluruh mahasiswa menjawab, setelahnya sang dosen mulai memberi basa-basi ringan sebelum akhirnya ia mempersilahkan seseorang untuk masuk kelas.


Dalam hitungan detik suasana kelas menjadi senyap, kala seorang pria muda, tinggi dan berparas tampan khas orang Asia mulai memasuki kelas.


“hari ini kita kedatangan mahasiswa baru, dia pindahan dari universitas Korea. Silahkan perkenalkan dirimu.”


Mahasiswa baru itu mengangguk sambil tersenyum.


“halo semuanya, nama saya andreas. Senang bisa bertemu dengan kalian.” ucapnya sambil melambai-lambaikan kedua tangannya, kemudian sedikit membungkukkan badannya tanda sapaan khas orang Korea, tak lupa ia juga melemparkan senyum tipisnya.


seisi kelas mulai ricuh, sebagian dari mereka bersorak senang mendapat teman baru yang tampan. terlebih kaum wanita yang mengidolakan artis Korea, Karena visual Andreas ini memang seperti idol Korea. tinggi, putih, bermata sipit, serta wajahnya yang baby face. Tak lupa juga dengan gaya rambutnya yang cepak bagian belakang, tapi di depan sedikit berponi yang sengaja di atur mengembang.


Sementara Alya yang menatap Andreas dengan wajah terkejutnya, ia merasa tak percaya dengan penglihatannya kali ini.


‘kenapa dia pindah kuliah disini? bukannya tahun ini dia akan lulus?’ batin Alya bertanya-tanya.


“silahkan duduk Andreas, di sebelah sana ada kursi kosong.” ucap sang dosen, mempersilahkan Andreas untuk duduk di kursi barisan ketiga, dan itu tepat di samping Alya.

__ADS_1


Andreas mengangguk sambil terus menebarkan senyumannya yang kata wanita yang menggilainya mirip Baekhyun.


“hai baby, kita bertemu lagi.” bisik Andreas pada Alya setelah duduk di tempatnya, pria itu terlihat senang sekali bisa bertemu dengannya.


Alya membisu, keningnya berkerut kerut dalam tanda tak menyukai sapaan pria itu.


...💐💐💐...


Sementara itu di tempat lain mingyu memasuki ke sebuah restoran yang berada di pusat kota, ia berjalan santai ke satu meja yang sudah di tempati oleh seorang pria berparas bule dan berpakaian casual.


Sebelumnya ia sudah janjian dengan sahabatnya yang baru pulang dinas dari luar negeri itu, dan mengajaknya bertemu di restoran biasa mereka jadikan tempat nongkrong.


“woy bro!” seru mingyu saat sudah dekat, sambil mengangkat sebelah tangannya untuk mengajaknya tos.


Pria bule yang tadi sibuk dengan ponselnya sambil menyeruput minumannya langsung mendongak, dia tersenyum dan membalas jabatan tangan mingyu, Kemudian ia mengajaknya duduk.


“udah lama?” tanya mingyu basa basi.


“lumayan.. 1 jam lebih.” jawabnya dengan nada tertahan.


Bukannya merasa bersalah, mingyu malah ketawa. Asem, memang!


“sorry lah, tadi gue mampir dulu ke kantornya kevin.”


“ngapain Lo disana? Bukannya kalian lagi marahan ya?” tebak pria itu dengan kening berkerut.


“itu dia kenapa gue datang kesana, karena gue mau selesaikan kesalahpahaman ini.” desah mingyu.


“terus gimana, berhasil?” tanyanya penasaran, meski dia sudah tahu jawabannya.


“gatot!” ketus mingyu.


Seketika itu pula tawa renyah pria bule itu terdengar.


“hahahaha.. mampus! Makanya kalau apa-apa itu di pikirkan dulu. Udah tau tuh anak benci banget sama Mayra, tapi Lo malah nekad bawa ke pesta bang Rafa. Jadi sekarang tanggung sendiri akibatnya.” cibirnya.


Mingyu nampak mengacak-acak rambutnya prustasi.


“ck! Abisnya mau gimana, gue udah terlanjur janji sama tuh cewek buat nemenin ke pesta. Mana tau kalau dia pergi pake baju begituan. gue pikir semuanya akan baik-baik saja, tapi Kevin malah langsung mencabut investasinya dari kantor bokap. Alhasil gue terusir dari rumah!”


“ckckck.. kasihan sekali kau nak, hahahaha..”


“sialan Lo!”


“itu masih mending lah di usir dari rumah, daripada nama Lo di hapus dari kartu keluarga. Hayo.. pilih mana?”


“iss.. jangan sampe lah, alamat gak bakal dapat warisan gue!”


“makanya.. lain kali mah Lo mesti lebih hati-hati lagi kalau berurusan sama Kevin, setelah balik dari inggris dia makin serem tau.”


Mingyu manggut-manggut mengiyakan ucapan pria yang ada di depannya. “lo bener, tadi aja gue hampir di tembak sama dia karena bicara yang enggak-enggak tentang istrinya.”


“dari dulu dia kan emang sensitif, macam cewek lagi pms! senggol dikit aja langsung kena bogeman. Terlebih ini yang di ganggu orang terdekatnya, eh tapi gue penasaran Lo ngomong apa aja tentang istrinya?”


“gue cuma bilang kalau dia itu udah pelet Kevin pakai guna-guna agar bisa menikahinya!”


“iya.”


“masa sih di jaman sekarang ada yang pake gituan?”


“namanya juga orang kepepet, bisa aja kan? Lagian gue bilang kayak gitu juga bukan tanpa sebab, tapi temannya sendiri yang bilang begitu. Gak mungkin kan mereka mengatainya begitu jika gak tahu.”


“bisa aja sih, eh tapi emang Lo denger langsung dari temannya?”


“enggak, gue lihat dari videonya.”


“video apaan? Jangan bilang film biru?”


“otak lu ya ngeres Mulu! Lagian Mana mungkin Kevin mau nonton film begituan, di antara kita semua hanya dia yang buta tentang gituan!”


“yee.. itu kan dulu waktu jaman sekolah, siapa tau dengan bertambahnya jaman dia nonton. Di tambah dia pernah kuliah di Inggris, yang notabenenya disana pergaulannya bebas!”


“tetap aja ah, gue gak percaya. Gue yakin seribu persen tuh anak masih polos!”


“iya iya deh, terus dia nonton video apa dong?”


“jadi tadi tuh ada orang yang mengirim video ke Kevin, di dalam video itu ada Alya yang sedang adu mulut dengan cewek. Kayaknya sih teman kampusnya, dia menghina Alya dan menganggapnya pelakor karena udah merebut Kevin dari Mayra. Selain itu temannya membawa-bawa nama Dylan segala, kan gue langsung berpikiran buruk. Secara kita sendiri tahu kelakuan Dylan kayak apa, suka gonta-ganti cewek!”


Pria di depan mingyu itu nampak diam, wajahnya terlihat serius. “tadi Lo bilang siapa, Alya?” tanyanya.


Mingyu mengangguk. “iya, nama bininya Alya.”


Pria itu kembali diam. “kok namanya sama sih kayak nama mantannya.” gumamnya, namun mingyu masih bisa mendengarnya.


“mantannya? Maksud Lo siapa? Setahu gue Kevin cuma punya mantan pacar pas SMA aja.”


“nah, itu maksud gue. Mantan pacarnya juga namanya sama!”


“alah.. paling cuma namanya aja sama, gak tentu orangnya juga!”


“mungkin! Eh tapi beneran ya Kevin udah nikah sama cewek lain, dan namanya Alya? Terus Lo udah ketemu sama dia?”


Mingyu mengangguk. “iya, Lo belum tau?”


“udah, cuma gue belum tau wajah dan nama ceweknya.”


“masa sih Lo belum tau, dia kan udah publikasi pernikahannya ke sosmed.”


“yaelah.. kayak Lo gak tau gue aja, gue kan jarang buka sosmed. Nonton tv aja hampir gak pernah. Gue tau berita itu juga dari cewek gue!”


Mingyu yang mendengar itu memutar bola matanya malas. “iya deh, seorang Jeremy Anthony mana mungkin sih membuang waktunya untuk melakukan hal tak berguna seperti itu.” cibirnya.


“itu Lo tau.” kekeh Jeremy. “tapi seriusan namanya Alya?” tanyanya.


“iya! Gak percayaan amat.”


“nama panjangnya apa?” tanyanya lagi.


“emm.. gue gak tau nama aslinya siapa, tapi coba deh cek akun instagramnya. Namanya alyasara. Kevin nandain akunnya waktu publikasi.”

__ADS_1


Dengan cepat Jeremy meraih ponsel pintarnya yang ada di meja, kemudian mulai mengotak-atik.


“astaga..” pekik Jeremy sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.


“kenapa?” tanya mingyu.


“i-ini kan Alya!”


“lah, namanya kan memang Alya. Tadi kan udah gue kasih tau.” dongkol mingyu.


“bukan, bukan.. maksud gue mantan Kevin waktu SMA itu Alya! Alya yang sekarang menjadi bininya!”


DEG!


Sejenak mingyu terdiam dengan kedua kelopak matanya berkedip-kedip, hingga akhirnya..


“what! Seriuosly!” seru mingyu dengan mata membola.


“yes! nama aslinya itu Alya syaraswati, dia itu adik kelas gue dan Kevin.”


“jadi maksud Lo Alya ini, Alya mantannya Kevin waktu SMA? Mereka satu orang?”


Jeremy mengangguk. “iya. Wah.. gue gak nyangka ternyata akhirnya mereka menikah, padahal menurut kabarnya waktu awal tahun masuk kuliah mereka di kabarkan putus.”


Mingyu tak bisa mendengar lagi ucapan Jeremy, pikirannya sudah melalang buana. Mungkin inikah jawaban dari pertanyaannya soal sikap Kevin waktu pagi tadi?


Lalu mingyu teringat saat pertama kali melihat Alya di apartemen, waktu itu mingyu dengan sadar melihat perlakuan hangat kevin terhadap alya. Tidak seperti sedang bersama Mayra, yang selalu dingin dan selalu memasang wajah kaku.


‘pantas saja dia marah banget waktu lihat ada orang yang menghinanya, ternyata Alya itu mantan pacarnya dan mungkin saja Kevin masih ada rasa sama dia. makanya dia begitu murkanya, ya tuhan.. kenapa gue baru sadar sekarang sih!’


Kemudian senyum licik terbit di wajah mingyu, membuat Jeremy yang menatapnya aneh. “Lo kenapa deh?” tanyanya kemudian.


Pandangan mingyu kembali mengarah ke Jeremy. “gue baru sadar akan sesuatu!” jawabnya.


“apaan?”


“Lo tahu kan sikap Kevin terhadap Mayra atau ke cewek lainnya selama ini kayak apa?”


“jelas! Dia selalu berkata ketus dan memasang wajah garang.”


“beda jika udah sama Alya, dia berubah menjadi hangat. Ya meski wajahnya tetap datar, tapi gue bisa lihat dari tatapannya.”


Mendengar ucapan mingyu membuat seringaian Jeremy terbit, kemudian dia mencondongkan wajahnya ke mingyu.


“jadi.. dari sini Lo bisa menilai kan bagaimana isi hati sahabat kita itu?” tanya Jeremy, dengan menaik-turunkan kedua alisnya.


“pasti!” kemudian mingyu menghela nafas lega. “akhirnya keinginan gue untuk bertemu dengan gadis hebat itu terwujud juga, gue gak nyangka ternyata dia adalah Alya. Tapi gue masih heran kenapa Kevin bisa jatuh cinta sama cewek seperti dia?”


Jeremy mengerutkan keningnya seraya menegakkan kembali badannya. “emangnya kenapa sama Alya? Menurut gue dia cantik juga kok, manis, pintar lagi! Asal Lo tau ya, di sekolah Alya terkenal cerdas dan mandiri karena di umur segitu dia bisa menghidupi dirinya sendiri, dan.. yang jauh lebih penting adalah, Alya itu penyabar. buktinya dia bisa melunakkan Kevin dan membuatnya bucin!”


“Orang sedingin Kevin bisa bucin?” mingyu ragu.


“bisa lah! Lo gak tau aja sebucin apa dulu dia, bahkan jauh sebelum mereka pacaran Kevin sudah menunjukkan sisi lemahnya.”


“sisi lemahnya? Maksudnya?”


“gak perlu gue jelaskan juga Lo pasti paham..”


Mingyu diam sejenak. “ah.. i see.. terus kalau mereka memang saling mencintai kenapa bisa putus? Gue pernah dengar cerita dari Dendi jika mereka sering putus nyambung.”


Sebelum menjawab Jeremy nampak menghela nafas, sambil bersedekap dada. “namanya juga menjalin hubungan, pasti tak selamanya mulus. Ada aja batu krikil yang menghadang hubungan mereka. Jangankan pacaran, hubungan suami istri saja selalu ada masalah kan?”


“kalau soal itu mah gue paham, tapi yang jadi pertanyaannya kenapa?”


“biasalah, ada pihak ketiga dan campuran restu orang tua. Di tambah dengan sikap Kevin yang mudah emosi dan trovokasi, jadinya begitulah. Ajaibnya hubungan mereka terus begitu sampai lulus sekolah. ya.. mungkin emang pada dasarnya mereka itu saling mencintai, jadi kayak gak bisa berpisah lama-lama. Makanya dulu gue sempat kaget denger kabar Kevin tiba-tiba pindah kuliah ke Inggris.”


“terus habis itu mereka masih berhubungan?”


“masih, tapi hanya bertahan beberapa bulan aja. Setelah beredar rumor Alya selingkuh dengan Dylan, mereka putus. abis itu Alya menghilang.”


“menghilang gimana?”


“ya hilang.. lost kontak, semua aksesnya di hapus. Rumahnya pun kosong. Gue pernah nanya keberadaan alya ke sahabatnya tapi dia gak mau ngasih tau, katanya privasi.”


“terus soal hubungannya dengan Dylan Gimana?”


“abu-abu! Gak ada kejelasan pasti perihal rumor itu, ya.. intinya Alya menghilang, kabar itu juga ikutan menghilang. Malah ya hari dimana Alya pergi, Dylan sedang kencan dengan wanita lain. tapi.. gue curiganya ini hanya akal-akalan Alya saja supaya bisa melepas kevin, karena semasa sekolah dulu banyak banget yang mau hancurin hubungan mereka. Ditambah bapaknya juga kurang setuju.”


“belum tentu! Bisa aja mereka memang pernah selingkuh, tapi hanya terjadi sekali. Macam cinta satu malam.”


“masuk akal juga sih.. terus itu kenapa mereka bisa menikah? Jujur gue kaget kalau wanita yang Kevin nikahi itu Alya, gue pikir bukan dia.”


Mingyu mengangkat bahunya tanda tak tahu. “jelasnya sih kurang tau, tapi kayaknya Kevin sengaja menikahinya agar tak bisa menikah dengan Mayra.”


“bisa juga mereka menikah karena masih cinta.”


“entahlah, gue pusing denger cerita kisah mereka. Mending Lo tanya langsung lah sama orangnya.”


“Lo yang baru denger aja udah pusing, apa kabarnya kami berempat yang jadi saksi bisu kisah mereka!”


“itu mah derita kalian! Hahahaha..”


“hmm.. udahlah nanti gue ajak mereka ketemu langsung. Gue juga pengen interogasi Alya. Gara-gara dia kan Kevin sempat...”


“udah, udah.. soal itu jangan di bahas lagi, gue gak mau inget-inget. Yang penting kita sudah lega Kevin sudah bisa hidup normal sekarang, ya meski tak sepenuhnya.” potong mingyu.


“apa dia masih suka kambuh?”


“iya, contohnya tadi pagi setelah melihat video Alya. Anxiety-nya kambuh, dia udah bisa nahan diri sih tapi malah berimbas ke tubuhnya.”


Jeremy yang mendengar itu menghela nafas panjang, wajahnya berubah sendu.


“udah jangan pasang wajah begitu, gak pantes!”


“gue kan lagi prihatin sama nasibnya kevin.”


“tapi orangnya lagi gak ada disini, udahlah kita bahas yang lain aja.”


Jeremy mengangguk, dan mereka pun mulai mengobrol mengenai kehidupan masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2