TERPAKSA MENIKAH (Cinta Sang Pewaris)

TERPAKSA MENIKAH (Cinta Sang Pewaris)
BAB 39~Gumpalan Lemak Lucu


__ADS_3

“Grandma.” Panggil Kevin saat sudah didekat neneknya itu.


Sosok wanita tua namun masih terlihat sangat cantik dan berparas bule itu menoleh ke asal suara, wajah yang tadinya nampak serius kini berubah hangat. Dia tersenyum lebar saat melihat cucu kesayangannya datang.


“Oh.. cucuku akhirnya datang juga.” Ucapnya sambil jalan mendekat, merentangkan kedua tangannya agar Kevin lari ke pelukannya.


Satu hal kebiasaannya setiap kali kevin datang menemuinya, Anjeli selalu merentangkan tangannya dan kevin akan berlarian padanya dan berakhir di pelukannya.


Kalau dulu dia harus berjongkok dulu untuk menyamai tinggi badan Kevin waktu kecil, kini sekarang dia harus berjingjit karena bocah kecil itu sudah tumbuh dewasa dengan postur tubuh lebih tinggi darinya.


Tanpa melepaskan genggaman tangannya pada Alya, Kevin berjalan cepat ke arah Anjeli lalu memeluk wanita itu dengan satu tangan.


“Kemana aja sih, lama banget.” Ucap Anjeli seraya melepaskan pelukannya.


“Biasalah, anak muda.” Sahutnya.


“Ck, kamu ini..”


Lalu pandangan Anjeli mengarah ke Alya, yang mana itu membuat perasaan gadis itu tak karuan karena wanita tua yang suaminya panggil Grandma itu menatapnya lekat.


“Apa dia istrimu?” Tanyanya.


“Iya grandma, namanya Alya.” Jawab Kevin.


“Cantik sekali, pintar banget kamu pilih istri.” Pujinya.


“Cantikan mana sama yang kemarin?” Tanya Kevin jahil.


“Cantik wajah bisa aja di bentuk, tapi cantik hati itu yang tidak bisa.” Jawab Anjeli.


Ucapan Anjeli seakan menggambarkan jika Alya memang tak secantik Mayra, namun yang pasti hatinya tak kalah cantik. Anjeli juga meyakini cucunya memilih Alya untuk dijadikan istri pasti ada maksud tertentu, terlebih wanita itu tahu gadis yang saat ini ada dihadapannya adalah cinta pertamanya Kevin.


Di tatap lagi wajah Alya, Anjeli tersenyum bahagia melihat gadis itu. tak ada tanda sinisan ataupun ketidaksukaan di wajah tua-nya, Yang ada hanya rasa bahagia dan haru. bahkan bola matanya yang berwarna biru laut itu nampak berkaca-kaca, dan tanpa rasa ragu dia pun segera memeluk gadis itu erat.


“Selamat datang di keluarga kami ya nak, dan terima kasih sudah mau menikah dengan cucuku yang nakal ini.” Ucap Anjeli dengan nada pelan.


“I-iya ny-”


Anjeli segera melepaskan pelukannya, dan langsung memotong ucapan Alya yang ingin mengucapkan kata nyonya.


“Panggil aku grandma, karena mulai sekarang kamu sudah menjadi cucuku!”


Alya mengangguk, seraya tersenyum kaku. “Iya, grandma.”


Anjeli tersenyum senang. “Akhirnya grandma nambah cucu perempuan juga.” Ucapnya riang.


“Apa selama ini grandma tak pernah menganggapku sebagai cucumu?” Celetuk seorang wanita muda tengah menggendong bayi yang sudah berdiri di belakang Anjeli.


Anjeli, Kevin dan Alya yang mendengar itu sontak saja langsung mengarah padanya.


“Astaga anak ini, ya tentu saja grandma menganggapmu cucu juga.”


“Terus tadi kenapa bilang begitu?” Wajah wanita itu nampak cemberut.


“Apa kamu tidak dengar dengan jelas apa yang grandma bilang tadi? Nambah cucu, bukan tak punya cucu! Sepertinya habis melahirkan, telingamu jadi bermasalah!”


“Hehehe Mianhae grandma, tadi Hani hanya bercanda aja kok.”


“Ck, kamu ini bikin orang salah paham aja. Udah sini, kenalan sama Alya dulu.” Titahnya sambil melambaikan tangannya.


Hani menurut, dia pun mulai berkenalan dengan Alya yang di ketahui istrinya Kevin. Hani adalah saudara sepupu perempuan tertua Kevin dari pihak keluarga Tamara.


Alya sendiri sebenarnya sudah kenal dengan Hani, dia tahu Hani adalah CEO di agensi kakaknya bernaung. Hanya saja dia belum pernah bertemu secara pribadi.


Setelah Hani dan Alya berkenalan, satu persatu personil keluarga besar itu mulai berdatangan. Di mulai dari Haris, paman Kevin dari pihak Marissa beserta istri dan kedua anaknya dan sepupu-sepupu Kevin lainnya yang kebanyakan berwajah bule.


Bahkan Ardian, suaminya Hani yang asli orang Indonesia juga ikut nimbrung. Mereka semua menyambut Alya dengan baik dan suka cita, tak ada satupun dari mereka mengucilkan atau merendahkan Alya. mereka memuji penampilannya yang sangat cantik dan anggun, membuat si empu merona malu.


keluarga besar kakek Fandy juga begitu, semuanya menerima dan memuji Alya. Hanya satu orang yang tidak bisa menerima kehadiran Alya, yaitu papa mertuanya yang kini menatap wanita itu dari kejauhan dengan penuh kebencian. Entah karena alasan apa yang membuat pria itu begitu membenci wanita itu, padahal keluarganya saja bisa menerimanya dengan baik.


Melihat interaksi keluarga suaminya padanya, Alya merasa sangat senang dan bahagia. rasa khawatir yang sejak tadi menghantuinya tentang keluarga Kevin yang akan menolaknya ternyata tak pernah terjadi, Mereka justru menerimanya dengan tangan terbuka. Gadis itu seakan bisa merasakan lagi memiliki keluarga lengkap, bisa merasakan perasaan kasih sayang dari ibu, ayah, nenek, kakek dan saudara lainnya. Perasaan yang sejak kecil pernah hilang dari hidupnya dan semua itu berkat Kevin, suaminya.


Namun seketika rasa bahagia itu langsung menghilang saat mengingat perjanjian mereka, rasa bahagia ini akan berakhir dalam satu tahun ke depan. Dan setelah itu hidupnya akan kembali ke semula. Alya tak tahu ke depannya akan kuat atau tidak menjalani hari-harinya tanpa sosok Kevin lagi, apakah kedepannya dia akan baik-baik saja atau malah sebaliknya? Entahlah.


...💐💐💐...


“Jangan banyak melamun, nanti kesambet.”


Alya yang kala itu sedang duduk di kursi tamu bersama sepupu-sepupu bule Kevin langsung mendongak saat mendengar itu, mata beningnya menatap sosok Kevin sudah berdiri disampingnya sambil memegang gelas berisi anggur merah. Gadis itu pun menggeleng.


“Aku gak melamun Vin, hanya aku lagi mikir aja. Ternyata keluargamu baik semua, gak seperti yang aku pikirkan.” Sahutnya.


Sebelum bersuara lagi Kevin nampak menarik kursi kosong yang ada disamping istrinya lalu duduk di sana, kemudian menegak minumannya.


“Aku kan sudah bilang, tapi kamunya aja yang keras kepala.” Cetus Kevin seraya mencubit pipi istrinya.


Cubitan Kevin kali ini agak keras sehingga membuat Alya mengaduh, dia pun memukul pelan tangan suaminya agar bisa lepas.


“Iya iya maaf.. aku kan hanya khawatir aja.”


“Kebanyakan khawatir nanti cepat tua! Kan gak lucu kalau ada yang lihat akunya masih muda, tapi kamunya udah tua. nanti dikira aku brondong yang nikah sama tante-tante.”


“Ih, kamu mah.” Rajuk Alya seraya memukul bahu Kevin.


Bukannya merasa kesakitan, pria itu malah terkekeh. Namun itu hanya sebentar, selepas itu wajahnya kembali datar.

__ADS_1


“Lapar gak?” Tanyanya kemudian.


Alya mengangguk. “Lumayan, tadi kan kita langsung berangkat belum sempat makan.” Jawabnya.


“Oke, Tunggu sini.”


Kevin kembali bangun, dia jalan ke arah meja panjang yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman. Sekitar tiga menit kemudian, Kevin kembali datang dengan membawa satu piring berisi nasi dan lauk yang sangat banyak, lalu meletakkan piring itu ke hadapan Alya.


“Banyak banget Vin, aku mana sanggup habisin.” Protesnya.


“Harus sanggup, biar gemuk! Kamu gak sadar apa kalau badan kamu itu kurus banget?”


Mendengar itu Alya langsung menatap tubuhnya sendiri, tubuhnya memang kecil tapi tak sekurus yang Kevin bilang. Ada bagian-bagian tertentu yang terlihat berisi, yang tak semua orang tahu.


“Perasaan waktu jaman awal-awal masuk kuliah badan kamu itu berisi, kenapa setelah tinggal di Korea badan kamu kayak tengkorak gini. Apa selama disana kamu makan angin?”


Dikatain seperti itu membuat wajah gadis itu cemberut.


“Aku bukannya kurus vin tapi ini tuh ideal! Semua cewek yang ada di Korea emang badannya segini.” Elak Alya, dia merasa kesal dikatain kurus.


“Ideal apaan, ngaco aja. Nih dada kamu aja rata kayak bocah SD!” Ejeknya sambil menunjuk-nunjuk ke dada Alya dengan dagunya.


Padahal kenyataannya tidak, dada Alya cukup besar. Bahkan Kevin sudah menyentuhnya tadi pagi dan begitu pas di tangannya, tapi karena dia tidak suka dengan perubahan tubuh Alya yang semakin kurus dari terakhir yang dia lihat sehingga ucapannya melipir kemana-mana.


Mata Alya langsung melebar saat mendengar kata terakhir suaminya, sedangkan Kevin tersenyum smirk.


“Gak usah kaget gitu kali, sebelum kita nikah aku kan sudah lihat semuanya. Hanya belum rasain aja! Apa kamu udah lupa soal tragedi malam waktu kamu di culik?” Ucap Kevin lagi dan itu membuat istrinya semakin terkejut.


“Kamu! J-jadi yang nolongin aku di malam itu beneran kamu?” Tanyanya dengan mata membola.


“Kalau bukan aku yang nolong, terus ngapain aku suruh Kenzo untuk jaga kamu dirumah sakit?”


“T-tapi-gimana-”


“Udah cepetan makan dan jangan banyak bicara!” Potong Kevin cepat.


“Kamu harus jelasin ke aku dulu Vin, darimana kamu tahu aku disana? Dan--”


“Nanti aku ceritain tapi gak sekarang! Udah cepetan makan.”


Alya menghela nafas panjang seraya menundukkan pandangannya, dia melihat ke arah piring berisi makanan yang mirip seperti gunung.


“Aku gak mungkin habisin ini semua, kamu bantuin aku lah.”


“Gak mau.”


“Vin..”


“Makan!”


“kamu sadis bener sih jadi suami.”


“Iya iya..”


Alya pun segera meraih sendok dan garpu yang ada di piring, lalu mulai menyendokkan nasi beserta lauknya kemudian memasukkannya ke mulutnya.


Sementara Kevin memilih kembali meneguk minumannya sambil mengotak-atik ponselnya. Tak lama setelah itu dari arah samping muncul arina dan Jessica, mereka segera jalan mendekat saat melihat Alya dan kevin.


“Kalian baru datang?” Tanya Alya saat kedua sahabatnya itu sudah duduk bergabung.


“Iya nih, tadi gue jemput arina dulu dan tadi juga sempat terjebak macet.” Jawab Jessica. “Acaranya belum dimulai kan?” Tanyanya.


“Belum kok. Kak Selena aja masih sibuk di makeup.” Jawab Alya.


Tadi setelah acara perkenalan dengan keluarga suaminya, Alya dan Kevin memang sempat datang ke kamar hotel dimana Selena sedang di dandani oleh make-up artis. Disana kakaknya tak sendiri, melainkan ada bibinya. manager dan asistennya yang selama ini ikut kerja dengannya juga sudah ada disana.


“Syukur deh, oh ya Kalian udah lama ya datangnya?” Kali ini arina yang bertanya.


“Hm.. lumayan.” Jawab Alya lagi sambil memasukkan makanan ke mulutnya.


“Lo tumben-tumbenan makannya banyak, biasanya suka dikit?” Ucap Arina sambil matanya melirik ke makanan Alya.


Alya yang mendengar itu mendengus. “Terpaksa! Karena disuruh sama si tuan muda!” Ucapnya ketus, lalu melirik ke arah Kevin yang hanya menampilkan senyum smirk.


Jessica dan arina yang menyadari itu nampak saling pandang, kemudian tersenyum.


“Ya gak apa-apa kali Al, malah bagus. Kata orang, wanita yang sudah menikah dan bentuk tubuhnya berubah itu tandanya bahagia.” Ucap Jessica.


“Bener tuh, bunda gue juga pernah bilang gitu.” Sahut arina menimpali.


Lalu gadis itu mencondongkan wajahnya ke telinga Alya. “Akan jauh lebih bagus lagi kalau perut Lo juga ikutan di isi oleh gumpalan lemak yang lucu.” Bisiknya, kemudian kembali menjauhkan wajahnya.


Mata Alya langsung membola kala mendengar itu, dia paham apa yang di maksud Arina.


“Bro!”


Tiba-tiba terdengar suara laki-laki dari arah belakang, nampak pria itu jalan mendekat dan menepuk pelan bahu Kevin. Sontak saja hal itu membuat Kevin kaget dan langsung menoleh, disana dia melihat sosok Aiden.


Kevin berdiri dan menjabat tangan Aiden, seketika itu pula kedua pria itu terlibat obrolan panjang dan terlihat begitu akrab. Alya dan arina nampak heran, beda halnya dengan Jessica yang terlihat biasa saja.


“Datang sama siapa Lo?” Tanya Kevin.


“Sama bokap dan nyokap, noh mereka ada disana.” Jawab Aiden sambil jari telunjuknya mengarah ke tempat orang tuanya yang nampak mengobrol dengan tamu lain.


Lalu dengan jahilnya ia mencolek dagu Jessica, Membuat si empu mendelik sebal.

__ADS_1


“Siapa tahu aja kali ini bawa gandengan.” Sahut Kevin.


“Gaklah, gue masih fokus ke kerjaan. Belum mau mikirin cewek.”


Kevin yang mendengar itu memutar bola matanya. “Ingat sama umur, Lo sama bang Rafa itu gak terlalu jauh.”


“Hm..” Aiden tak terlalu merespon ucapan Kevin, dia melirik ke Alya dan arina yang sedari tadi memperhatikan interaksinya dengan Kevin.


“Kenapa kalian natap kami kayak gitu?” Tanya Aiden.


“Kalian udah saling kenal?” ucap Alya balik nanya.


“Iya, kalian kelihatan akrab banget.” Ucap arina menimpali.


“Lah, Lo gak tahu ya? Kakak gue sama Kevin itu pernah satu kampus waktu di Inggris, hanya saja Abang gue lulus duluan.” Sahut Jessica.


“Benarkah? Aku gak tahu soal itu, Lo juga gak pernah cerita.” Ucap Alya.


“ya mana gue tau kalo Lo sama Kevin ada hubungan, lagian juga buat apa coba cerita kalau waktu itu kalian udah jadi mantan!”


“iya juga sih.”


“Lo gak pernah cerita sama bini Lo Vin?” Aiden bertanya sama Kevin.


“Belum.” Jawabnya singkat.


“Termasuk juga soal yang--” Aiden tak melanjutkan ucapannya, begitu melihat Kevin mengangguk samar.


“oh iya, gue punya kado spesial buat Lo.” ucapnya lagi, lalu merogoh saku jasnya. memberikan sebuah kotak berukuran kecil berhiaskan pita pada Kevin.


“Apa ini?” Tanyanya.


“Buka aja kalau pengen tahu.” Jawab Aiden sambil menyeringai.


Kevin langsung membuka kotak itu, dan dia langsung berdecak kesal saat melihat isinya. Sedangkan Aiden malah tertawa lepas melihat ekspresi Kevin.


“Sialan Lo! Ngapain coba ngasih gue kado ginian!”


“Kan biar cepet Vin.”


“Tanpa barang ini gue sendiri juga bisa kali, Lo pikir gue gak mampu apa?”


“gak ada salahnya kan untuk jaga-jaga, siapa tahu nanti punya Lo gak bisa hidup. Nah, pakailah itu.”


“brengsek Lo!”


“hahaha..”


“Emang Isinya apaan sih, kok Lo kesal gitu?” Tanya arina dengan memasang wajah penasaran, begitupun dengan Alya dan Jessica.


Kevin dan Aiden saling lirik dengan ekspresi berbeda. Kevin menampilkan wajah kesal, sedangkan Aiden tersenyum jahil sambil mengerlingkan sebelah matanya.


“Gak, bukan apa-apa.” Jawab Kevin ketus sambil tangannya menutup kembali kotak itu dan memasukkan ke saku dalam jasnya.


“Disimpan baik-baik Vin, siapa tahu nanti butuh. Dan gue ingatkan mainnya harus pelan-pelan biar gak lecet.” Bisik Aiden.


“Berisik Lo!”


“Hahahaha..”


...💐💐💐...


“Maaf nona, anda tak boleh masuk.” Ucap salah satu penjaga pintu masuk aula pesta sambil Sebelah tangannya melayang ke udara, menahan Mayra untuk masuk.


“Minggir kalian!” Seru Mayra, dia berusaha ingin menerobos masuk dua penjaga yang berbadan besar itu, namun tak bisa.


Sedangkan mingyu yang berdiri tak jauh darinya nampak gelisah.


Sudah hampir 10 menit mereka disana, dua penjaga itu menahannya untuk tidak memasuki area pesta.


Sebenarnya hanya Mayra saja yang tak di ijinkan masuk, karena sebelumnya dia mendapat perintah dari pemilik pesta agar jangan membiarkan wanita itu masuk.


Tapi mingyu tak tega jika harus meninggalkan wanita itu disana, terlebih melihat penampilannya yang seperti pengantin. Dan tentu saja hal itu membuat tamu yang baru datang menatap ke arahnya.


Sebelumnya mereka memang sudah tahu yang akan menikah di tempat itu adalah dirinya, namun batal karena Kevin sudah menikah dengan wanita lain. Sedangkan pesta itu akan tetap di lanjutkan, hanya saja pengantinnya di ganti.


Awalnya mereka bingung dan bertanya-tanya kenapa Kevin harus menikahi wanita lain, bahkan di sosial media para netizen yang kebanyakan fans Mayra pada protes, mereka tak terima Mayra di perlakukan seperti itu. Apalagi penggantinya adalah Alya yang levelnya sangat jauh dari Mayra.


Sosok Mayra sendiri di dunia hiburan bukanlah di anggap orang asing, dia adalah seorang model terkenal yang wajahnya sering muncul di majalah remaja. Selain itu dia juga seorang selegram, dia sering meng-endorse pakaian atau makanan yang kekinian dan pengikutnya pun sudah hampir jutaan.


Selama ini sosok Mayra itu di kenal baik, murah senyum dan selalu berbuat kebaikan. Setiap dia keluar rumah, ada saja orang yang meminta foto dan tanda tangannya. Bahkan tak jarang Mayra juga memposting foto atau video bersama para fansnya di insta Storynya.


Padahal kenyataannya yang memposting itu semua bukanlah Mayra sendiri, melainkan asistennya yang bernama sita. Tapi untuk saat ini sita sedang cuti, dia pulang kampung dengan alasan orang tuanya sedang sakit. Lagipula semingguan terakhir ini Mayra tak ada jadwal pemotretan karena akan menikah.


Sikap yang selama ini Mayra pertontonkan nyatanya berbanding terbalik dengan sifat aslinya, dia yang selama ini di kenal sebagai wanita cantik layaknya bidadari ternyata memiliki sifat sombong dan angkuh. Suka menyuruh bawahannya seenaknya, dan jika dirinya tak merasa puas maka dia akan marah-marah bahkan menyiksa.


“Sebaiknya anda pergi dari sini sebelum kami berbuat kasar!” Ancam salah satu penjaga itu.


“Cih, memangnya siapa kalian beraninya mengusirku. Apa kalian lupa aku adalah calon istrinya Kevin?” Seru Mayra dengan pedenya, sepertinya wanita itu sudah benar-benar gila.


“Saya tahu nona tapi apa nona juga lupa tuan Kevin kini sudah menikah dengan wanita lain, jadi anda bukan lagi calon istrinya melainkan mantan.”


“Aku tak perduli! Aku akan tetap menikah dengan Kevin, minggir kalian!”


Mayra jalan maju, kedua tangannya berusaha mendorong tubuh besar dan tinggi dua penjaga itu. Namun kekuatannya tak sebanding dengan tenaganya, dan akhirnya tubuhnya jatuh ke lantai karena dua penjaga itu mendorongnya.

__ADS_1


Mingyu yang melihat itu nampak meringis, dia ingin berlari ke arahnya, membantu wanita itu berdiri. Namun seketika langkahnya terhenti kala melihat seseorang dari dalam pesta, orang itu tengah berjalan cepat ke arah Mayra dengan wajah merah padam.


‘ini mah lebih seram dari yang gue kira, nasibmu malah bener deh may. dahlah daripada gue dapat masalah lebih besar lagi, lebih baik gue kabur aja!’


__ADS_2