
Malam menjelang, jam pun sudah menunjukkan pukul 8 malam. Saat ini, Selena sedang berdiri di depan pagar pembatas di balkon kamarnya. Rambut hitam legam panjangnya bergerak-gerak karena di terpa angin malam, Kedua tangannya bertumpu di atas pagar besi berwarna kuning keemasan, Tatapan matanya menatap kosong ke langit yang penuh dengan bintang.
Pikirannya melayang ke peristiwa yang menimpanya beberapa bulan yang lalu, peristiwa yang membuat hidupnya hancur berkeping-keping tak tersisa dan itu karena satu orang bernama, Chandra Danendra.
Selena masih tidak menyangka jika laki-laki yang teramat sangat dia cintai itu, tega berbuat seperti itu padanya.
Ya, Selena akui dia memang masih sangat mencintai Chandra walaupun pria itu berkali-kali menyakitinya dan berakhir menikahi wanita lain, Meskipun begitu dia tidak bisa membenci pria itu apalagi berniat untuk mengganggu pernikahannya. seperti apa yang Renata kira, sebaliknya justru Chandra lah yang selalu mengganggunya.
Awalnya Selena sempat marah karena laki-laki itu telah memperkosanya, namun entah kenapa dilubuk hatinya ia merasa senang karena laki-laki pertama yang menyentuhnya adalah Chandra. pria yang sangat dia cintai dan pria itu pun merasakan hal yang sama, dia bahagia walaupun Selena bukan wanita pertama yang dia tiduri.
Entah karena terlalu cinta atau memang bodoh, selena memutuskan untuk berhubungan lagi dengannya. tentunya secara diam-diam, mengingat dirinya yang berprofesi sebagai artis terkenal dan Chandra seorang CEO muda dari perusahaan besar yang cukup terkenal di dunia bisnis maupun dunia Maya, ditambah dengan statusnya yang sudah beristri dan beranak satu.
Hampir setiap malam mereka selalu menghabiskan waktu berdua, mengulang percintaan mereka entah itu di hotel maupun di apartemen milik Chandra.
Entah karena mereka yang terlalu pintar menyembunyikan hubungan atau memang ada pihak lain yang membantu sehingga tak ada yang menyadari tentang hal itu, bahkan Alya dan Rendy yang sering berinteraksi dengan Selena saja tidak tau, apalagi paman dan bibinya yang hubungannya tak terlalu dekat.
Awalnya tak ada masalah, semuanya berjalan dengan lancar se gimana mestinya. Namun yang namanya bangkai, mau Sepintar atau secerdik apapun kita menyembunyikannya pasti akan tercium juga. Seperti kemarin, saat pertemuannya dengan Chandra di hotel itu semuanya terbongkar, mereka kepergok tengah bercumbu mesra di atas ranjang oleh Renata.
Ternyata selama ini Renata sudah mengetahui hubungannya dengan suaminya namun dia memilih diam, karena dia sedang merencanakan untuk menghancurkannya dan inilah rencananya.
Sebelum Renata melabraknya dan mengumbarnya ke awak media, dia sempat mengabadikan adegan itu di ponselnya untuk berjaga-jaga jika nanti mereka kembali berhubungan lagi. Itulah kenapa saat Selena mengatakan tengah hamil, Chandra tak mau mengakuinya dan menyuruhnya untuk menggugurkannya. karena pria itu takut jika istrinya akan menyebarkan video itu ke media.
Chandra pikir setelah mengatakan itu Renata akan bungkam, Namun dia tak menyangka jika kedatangannya di hotel itu tidaklah sendirian. dia datang bersama para wartawan, dan lebih tak menyangkanya lagi istrinya itu mengatakan kalau suaminya telah selingkuh dengan model terkenal bernama Selena di depan mereka. Seketika berita itu pun melebar dan menjadi hot news hingga ke seluruh dunia.
Tok!.. Tok!.. Tok!..
Lamunan Selena buyar begitu mendengar suara ketukan pintu, dengan cepat dia mengusap pipinya yang basah dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan lalu berbalik badan, berjalan menuju pintu kamarnya.
Ceklek!
Pintu pun terbuka dan menampakkan sosok Alya sambil membawa segelas susu. Ah.. iya Selena baru ingat kalau belum minum susu hamilnya.
“Sebelum tidur kakak harus minum susunya dulu biar Dedek bayinya sehat.” ucap Alya dengan wajah cerianya, lalu berjalan pelan masuk kamar dan meletakkannya di atas meja nakas yang ada di samping ranjang.
“Kakak kan udah sering bilang, kamu jangan banyak gerak dulu. Kaki kamu itu belum sembuh bener!” Omel Selena yang ditanggapi sang adik dengan kekehannya.
“Iya kakakku yang bawel, udah sini duduk.” Ucap Alya.
Selena membisu di tempat, dia menatap lekat wajah Alya.
“Kak, kok diam? Ayo sini.” Ajak Alya yang saat ini sudah duduk di sisi ranjang kakaknya.
“Kakak akan nurut kalau kamu juga nurut sama omongan kakak!” Tegas Selena.
Alya menghela nafas. “Baiklah.”
“Janji ya?”
“Iya! Udah sini, gak capek apa berdiri Mulu.”
Selena nurut, dia jalan mendekat dan duduk di sisi ranjang. Dia meraih gelas yang sedari tadi Alya pegang, kemudian meminumnya sampai tandas lalu kembali memberikannya pada gadis itu.
Alya tersenyum saat susu yang dibawanya sudah habis. “Ya udah kakak istirahat yah.” ucapnya.
lalu Alya pun berdiri berniat ingin keluar dari kamar Selena, namun dengan cepat wanita itu menahannya.
“Ada apa? Kakak butuh sesuatu?” Tanya alya.
Selena menggeleng kemudian menepuk-nepuk kasur. “Sini duduk dulu, kakak pengen ngomong sesuatu.”
Alya menurut, dia pun kembali duduk di sisi ranjang.
“Sebelumnya kakak mau nanya dulu sama kamu, tapi kamu harus jawab jujur.”
Alya mengangguk.
“Sebelum kamu kesini, apa kak Rendy datang menemuimu dan mengatakan sesuatu?”
Alya tak langsung bicara, matanya menatap dalam wajah selena. dia tahu ucapan selena mau ke arah mana.
“Pasti kakak ingin menanyakan soal tawaran pak Rafael kan?”
Alya memang sudah mengetahui tentang syarat yang Rafael ajukan, Rendy sudah mengatakan semuanya.
...💐💐💐...
•FLASHBACK•
Alya terlihat sedang merapikan piring-piring kotor bekas makannya bersama keluarganya yang masih tertata di meja makan, dia menumpukkan semua itu lalu membawanya ke wastafel dan langsung mencucinya, di bantu oleh bibinya.
Sebenarnya Yuna sudah melarangnya, namun bukan Alya namanya jika langsung nurut. Gadis itu tetap ingin melakukannya, Yuna pun tak bisa memaksa karena sudah tahu wataknya.
Setelah semuanya selesai, Alya mulai meninggalkan dapur lalu pergi menuju kamarnya. Sementara Yuna pergi ke ruang tamu sambil membawa secangkir kopi untuk suaminya yang sudah duduk disana sambil nonton tv.
“Alya, tunggu!” panggil Rendy, pria itu baru saja keluar dari pintu taman sambil tangannya menggenggam ponselnya.
Alya yang kala itu mau membuka pintu kamarnya seketika berhenti, lalu menoleh ke belakang.
“ada apa kak?” tanyanya saat Rendy sudah berdiri di hadapannya.
“Kakak mau bicara hal serius sama kamu.”
Alya mengernyit. “Hal serius apa?”
“Kita bicaranya di dalam saja.” dia pun membawa gadis itu masuk kamar dan menggiringnya untuk duduk di sofa yang ada disana.
“Mau ngomongin apa sih kak, kayaknya penting banget.”
Rendy mengangguk. “iya, ini sangat penting!”
“apa itu?”
ehem ... Rendy berdehem untuk meredakan tenggorokannya yang tiba-tiba kering.
__ADS_1
“Sebelumnya kakak mau nanya dulu, apa hubungan kamu sama Andreas?”
Gadis itu mengernyit heran, kenapa kakak sepupunya itu menanyakan soal Andreas? Apa hubungannya?
“Andreas? Kak Rendy kan sudah tahu kalau Andreas itu seniorku di kampus.”
“kalau soal itu kakak tahu tapi tadi pagi Selena bilang kalau dia sering ngajak kamu keluar, bahkan dia pernah melamar kamu. Apa itu benar?”
Alya mengangguk. “Iya benar, tapi aku langsung menolaknya. Emang kenapa sih kak?”
“Berarti kamu sama dia gak ada hubungan spesial?”
“Gak ada kak, aku sama dia murni berteman. Lagipula setiap dia ajak jalan, aku selalu bawa teman lainnya kok.”
Mendengar itu Rendy manggut-manggut, dia percaya dengan ucapan alya.
“Kalau sama pria Lain?”
“Gak ada kak, saat ini aku gak ada hubungan sama siapapun!” Tegas Alya. “Memang kenapa sih kakak nanya gini?”
“Jadi gini, sebelumnya kakak minta maaf sama kamu. Mungkin permintaan kakak ini akan sulit kamu wujudkan, jujur kakak juga berat tapi ini gak ada jalan lain.”
“Jangan bertele-tele deh kak, langsung aja ada apa?” wajah Alya terlihat sangat penasaran.
Sebelum menjawab, Rendy nampak menghela nafas seraya memejamkan matanya sejenak. “tadi.. pak Rafael datang kesini.”
Mendengar nama Rafael di sebutkan membuat mata Alya melebar, pikiran gadis itu mulai buruk. Namun sebisa mungkin dia terlihat tenang, siapa tahu pria itu hanya sekedar berkunjung.
“L-lalu?”
“Dia menawarkan bantuan.”
“Bantuan apa maksudnya?”
“Pak Rafael mau menolong Selena, dia akan mengaku kalau dia adalah ayah biologis dari bayi yang Selena kandung dan dia juga siap untuk menikahinya.”
Hal pertama yang Alya rasakan saat itu adalah senang, akhirnya ada juga orang baik yang mau menolong kakaknya. Tapi yang membuatnya heran kenapa pria itu sampai segitunya menolong Selena, bahkan dia rela pura-pura menjadi ayah dari anak yang kakaknya kandung? Sedekat itukah hubungan mereka?
“Serius kak, pak Rafael bilang begitu?”
“iya, Tapi.. itu tidak gratis.”
“Tidak gratis? Jadi harus bayar gitu?”
“Iya, dan yang bisa membayarnya hanyalah kamu.”
“Hah! M-memang pak Rafael minta apa?”
“Pak Rafael bersedia menikahi Selena jika, kamu juga bersedia menikah dengan adik bungsunya.”
DEG!
menikah dengan adik bungsunya? Itu artinya Kevin? Dia harus menikah dengan Kevin? Mantan kekasihnya!
Alya tak habis pikir bagaimana bisa Rafael memintanya untuk menikahi adiknya, sementara seluruh dunia pun sudah tahu jika Kevin akan menikah dengan mayra. Bagaimana dengan perasaan wanita itu begitu tahu calon suaminya menikahi wanita lain?
“Kakak kurang tahu jelasnya, tapi yang Kakak tahu mereka menikah karena perjodohan dan Kevin menolak itu.”
“Tapi kak aku-”
“Please Al, ini demi kebaikan kakakmu juga agar karirnya dapat terselamatkan. Kamu gak mau kan kakakmu sedih karena impian yang selama ini dia rintis hancur dalam sekejap?”
Alya membisu, dia bingung harus bicara apa.
“Kak Rendy tahu kamu masih mau kuliah, tapi kata Rafael itu tidak jadi masalah. Dia akan membicarakan hal ini pada Kevin.”
Gadis itu menggeleng kecil sambil memejamkan matanya. menikah dengan Kevin? Memang itulah impiannya sejak pria itu melamarnya dulu, tapi apa bisa dia menikah dengannya yang sekarang sudah membencinya? Apa bisa dia menghabiskan hidupnya bersama pria yang sudah tak menginginkannya lagi? Apa bisa?
Masih teringat dengan jelas pertemuan terakhir mereka sebelum dirinya memutuskan pergi ke Korea, pria itu menatapnya dengan penuh kebencian setelah mengetahui perselingkuhannya dengan Dylan.
•END•
...💐💐💐...
“Jadi gimana, kamu setuju?” tanya Selena.
“A--aku gak bisa kak.” Jawab Alya terbata.
“Kenapa? Apa kamu sudah mencintai pria lain dan.. apakah pria itu adalah Andreas?”
Alya mengernyit. “andreas?”
selena mengangguk. “iya, pria yang selalu antar jemput kamu tiap hari, dia pacar kamu kan?”
“dia hanya temanku saja kak.”
“Bukannya dia pacar kamu?”
Kerutan di kening gadis itu semakin dalam. “Kata siapa? Aku sama Andreas hanya teman biasa, gak lebih! Kan kakak tau sendiri aku lagi fokus sama kuliah belum mau mikirin cowok.”
“Tapi kalian sering jalan berdua, bahkan dia pernah melamarmu.”
Alya menghela nafas seraya memejamkan matanya sekilas, merasa kesal karena harus mengingat tentang pria itu.
Memang benar, saat dia masih kuliah di Korea dia sempat dekat dengan pria yang bernama Andreas. Sosok pria tampan yang cukup populer di kampus karena kepintarannya, tingginya sekitar 170 cm, kulitnya putih bersih dan Dia adalah seniornya di fakultas ekonomi. Selain tampan dan juga pintar, pria itu juga dikenal sebagai Casanova.
Andreas memang sering mengajaknya jalan keluar namun sering juga Alya menolaknya. Bukan maksud sok jual mahal, hanya saja dia merasa kurang nyaman jika berada satu lingkaran dengan pria itu padahal selama ini Andreas selalu bersikap baik dan ramah tapi tetap saja dia kurang nyaman. Mungkin karena julukannya sebagai Casanova sehingga dirinya risih, entahlah.
Pernah pada suatu hari dia menyatakan cintanya dan berniat akan menikahinya, namun dengan tegas Alya langsung menolaknya dengan beralasan ingin fokus kuliah.
Setelah penolakan itu, Alya sempat pikir hubungan mereka akan berubah menjadi canggung tapi ternyata Andreas terlihat biasa saja seakan tak terjadi apa-apa, Alya pun merasa lega.
Namun khayalannya tak sesuai dengan ekspektasi, pria itu ternyata diam-diam mendekati kakaknya dan berusaha menarik perhatiannya. berharap dengan begitu selena bisa membujuknya dan menerima perasaannya. bahkan sampai sekarang Andreas masih terus berusaha menghubunginya, walaupun kini mereka berada di tempat yang berbeda.
__ADS_1
“Enggak kak, aku sama dia gak ada hubungan apa-apa. Dia memang pernah menyatakan perasaannya tapi langsung aku tolak!”
“Kenapa? Apa kamu memiliki pria lain?”
“Gak ada pria lain kak, Aku hanya gak mau memberinya harapan palsu yang nantinya akan membuatnya sakit hati. dan aku juga tahu kakak selalu meresponnya!”
Selena mendesah pelan. “Kakak hanya kasihan aja sama dia Al, kelihatannya dia cowok baik-baik dan bertanggung jawab.”
Alya melirik selena sebal. “tak ada yang tau tentang Isi hati orang lain kecuali tuhan! Jadi jangan menilai seseorang hanya dari luarnya saja.”
selena membisu, bibir ranum warna merah jambu itu tertutup rapat. ucapan alya seakan sedang menyindirnya.
“Terus kenapa?”
Lama alya terdiam hingga akhirnya dia mengeluarkan suaranya yang membuat Selena dirundung kesedihan.
“Aku ingin fokus kuliah dulu kak, maaf.”
“Jadi kamu menolaknya?” Nada bicara Selena terdengar kecewa.
“Maaf..” lirihnya.
Selena menghela nafas berat, wajahnya terlihat sendu. Dia sudah menduga Alya pasti akan menolaknya.
“Apa kamu tidak bisa pertimbangkan kembali keputusan kamu Al?” Tanya Selena, dia masih berharap adiknya itu bisa merubah keputusannya meskipun itu nihil.
“Maaf kak aku tetap gak bisa.” saut Alya sambil menggeleng.
“Kasih kakak alasannya kenapa kamu menolak?” Desak Selena.
Alya mendesah. “aku kan udah kasih tau jawabannya.”
“Al, kalau alasanmu hanya soal kuliah kamu tenang aja, setelah menikah kamu masih bisa melanjutkannya sampai wisuda.” ucap selena meyakinkan.
“Lagipula menikah muda itu bukanlah sesuatu yang buruk, itu malah bagus. selain itu kakak juga bisa tenang ninggalin kamu disini karena sudah ada yang menjagamu.” lanjutnya.
“Kak, aku udah dewasa! Bukan anak kecil lagi yang harus di jaga, aku bisa menjaga diriku sendiri kok.” Seru Alya.
“Iya kakak tau kamu sudah dewasa tapi tetap aja kakak khawatir, kamu itu adik kakak satu-satunya. Kakak gak mau apa yang kakak alami sekarang, kamu alami juga.”
Jeda sejenak.
“Sejak kejadian yang kemarin kamu alami kakak selalu pikiran, gimana nanti kakak tinggal terus kamu disini sendirian. Kalau kamu sudah menikah kan aman, setidaknya ada yang tanggung jawab. Kakak harap kamu ngerti dengan omongan kakak ini.” Ucap Selena dengan wajah sendu.
Alya diam sejenak kemudian meraih kedua tangan Selena dan menggenggamnya erat.
“Aku akan baik-baik saja kak, lagipula disini aku gak sendiri. Masih ada kedua sahabat aku, mereka pasti akan menjagaku, Bukankah sebelumnya aku juga pernah hidup sendiri?”
“Kakak paham Al, tapi kedua sahabatmu itu tak selalu menemanimu 24 jam kan? Mereka pasti punya kesibukan masing-masing, jadi kakak mohon kamu setuju yah?”
“Maaf kak aku tetap gak bisa!”
“Al--”
apapun yang ingin Selena ucapkan semuanya tertahan begitu melihat Alya berlalu begitu saja dari kamarnya.
Wanita yang tengah hamil muda itu menghela nafas berat, raut wajahnya terlihat sangat prustasi.
Drrrttt..
Beberapa detik setelah kepergian Alya tiba tiba ponselnya yang ada di atas meja nakas menyala dan menampilkan nama Chandra disana, biasanya dia akan antusias menerima panggilan pria tersebut yang berakhir mengobrol panjang sampai tengah malam, namun kali ini Selena bergeming, dia hanya menatap benda itu dengan datar hingga panggilan itu berakhir.
Ting!
Sebuah notifikasi pesan masuk, Selena meliriknya. Seketika raut wajahnya berubah.
{Bersiap-siap lah, lusa dan keluargaku akan datang untuk membicarakan soal pernikahan kita.}~Rafael
dengan cepat Selena meraih benda pipih itu dan langsung membalas pesan Rafael.
{Bapak sudah berbicara sama mereka? Apa mereka akan menyetujuinya?}~selena
Beberapa detik kemudian Rafael membalasnya.
{Iya, aku sudah mengatakannya. Tentu saja mereka setuju setelah aku mengatakan kamu sedang mengandung anakku. Awalnya papa marah dan kakek sempat drop, tapi kamu tenang saja semuanya baik-baik saja dan mereka menyetujuinya.}~rafael
Membaca balasan dari Rafael, Selena nampak kaget.
{Lalu bagaimana kondisinya sekarang?}~selena
Wanita itu menggigit bibir bawahnya, dia merasa tak enak karena sudah membuat pria sepuh itu kembali sakit.
Rafael kembali membalas.
{Kakek sudah membaik, dia hanya terkejut saja mendengar berita ini.}~rafael
Selena nampak menghela nafas lega sambil tersenyum tipis.
{Syukurlah.. tapi sepertinya kita tak jadi menikah deh pak.}~selena
{Kenapa? Apa Alya menolaknya?}~rafael
{iya, dari awal aku sudah menduganya dia akan menolak. Aku dan rendy udah berusaha keras untuk membujuknya tapi dia tetap tidak mau.}~selena
TIK TOK.. TIK TOK..
Detik demi detik terus berlalu di gantikan menit, Selena terus menunggu balasan dari Rafael. namun hingga 1 jam dia menunggu belum ada balasan apapun dari pria itu.
Drrrttt..
Ponselnya kembali bergetar, Selena berpikir itu dari Rafael tapi ternyata Chandra lah yang menelponnya. dan kali ini panggilan video.
‘mau apalagi dia?’
__ADS_1