TERPAKSA MENIKAH (Cinta Sang Pewaris)

TERPAKSA MENIKAH (Cinta Sang Pewaris)
BAB 49~Rahasia Kelam


__ADS_3

“Mayra! Kamu ada disini juga?” tanya Alya dengan mata membola, dia terkejut dengan kehadiran wanitu itu.


Mendengar hal itu Mayra tersenyum sinis. “kenapa, apa gue gak boleh datang kesini?” ucapnya balik nanya.


“oh.. enggak, ini tempat umum. Semua orang bebas bisa datang kesini, hanya saja aku kaget karena kamu datang secara tiba-tiba.” balas Alya, lalu tersenyum ramah.


“apa kabar.” tanyanya kemudian, seraya tangannya menyentuh lengan Mayra.


Namun wanita itu menepisnya kasar, ia menatap Alya dengan tajam. “jangan sentuh! Gue gak mau pada akhirnya bakal masuk rumah sakit, karena terkena virus berbahaya dari Lo!”


Jika biasanya orang lain di katain seperti itu akan tersinggung, beda halnya dengan Alya. Gadis berusia 21 tahun itu hanya diam saja, sambil memasangkan wajah polosnya. Ini bukan kali pertama dirinya mendapat hinaan seperti itu, jadi dia tak akan kaget lagi.


“maaf..” lirih alya.


Mayra berdecih, matanya menelisik penampilan alya yang kini sudah berubah.


Alya, si gadis miskin yang dulu dia sering hina itu kini sudah tak ada lagi. meskipun dengan dandanan dan pakaian yang di pakainya terkesan sederhana, namun ada aura tersendiri yang membuatnya berbeda. Terlebih sekarang dia juga sudah dikenal oleh seluruh dunia sebagai menantu keluarga dirgantara.


Mungkin tak banyak yang tahu, dan mungkin saja Kevin sendiri tak tahu jika sebelumnya Alya dan Mayra sudah saling mengenal cukup lama. Ya, mereka memang sudah saling kenal tapi bukan berarti mereka berteman baik.


Alya mengenal Mayra karena dulu dia sering melihat wanita itu menghampiri Kevin di sekolahnya, pada jaman SMA dulu. Sedangkan Mayra kenal Alya dari cerita dari temannya, dan temannya itu satu sekolah dengan Alya, temannya itu juga salah satu geng siswa perempuan yang sering membullynya.


Awalnya Mayra memang biasa saja saat temannya menceritakan hal apa saja yang dirinya lakukan pada Alya, Tapi semenjak Alya di kabarkan dekat dengan Kevin, membuatnya menjadi penasaran. Pasalnya yang dia tahu Kevin sangat sulit dekat dengan orang lain, terlebih ini adalah perempuan. Dirinya saja yang sejak awal masuk SMP sangat susah bisa dekat dengannya, tapi kenapa dengan Alya Tidak?


Karena penasaran Dia pun mulai mencari tahu semua hal tentang riwayat hidupnya, sejak itulah Mayra tahu siapa Alya sebenarnya yang ternyata berasal dari keluarga cukup berada.


ayah Alya adalah seorang CEO di perusahaan properti, namun entah bagaimana ceritanya perusahaan itu dikabarkan sudah di akusisi oleh perusahaan lain. Banyak yang mengira ayahnya Alya memiliki utang banyak dan tak bisa membayarnya, maka dari itu dia mengorbankan perusahaannya.


Sementara ibunya seorang chef terkenal dan sudah memiliki beberapa restoran, namun hingga sekarang tak ada yang tahu bagaimana nasib restoran yang dimiliki ibunya itu seperti apa. Selain itu, Mayra juga mengetahui soal Alya yang memiliki kakak seorang artis.


Jujur Mayra kaget, dia tak menyangka Alya yang selama ini dikenal gadis miskin nyatanya memiliki keluarga berada Dan terpandang. Terlebih dia memiliki saudara seorang artis terkenal. Tapi dia sedikit heran kenapa selama ini tak ada kabar berita apapun soal itu, di biodata Selena pun tidak tertulis memiliki adik. Apakah mereka sengaja menyembunyikannya dari awak media?


Entahlah, apapun itu Mayra tak perduli. Tujuannya saat itu hanyalah ingin mencari tahu seluk-beluk kehidupan Alya, sehingga mampu menarik perhatian pria dingin seperti Kevin.


hingga pada akhirnya Mayra menghampiri Alya, dan mulai membullynya. Bahkan dia pernah mengancam akan menghancurkan keluarganya jika tak mau menjauh dari Kevin, Mayra tahu Alya masih memiliki keluarga dari pihak ibunya dan dia akan gunakan itu untuk mengancamnya.


Tentu saja Alya yang mendengar itu terlihat sangat ketakutan saat keluarganya di bawa-bawa ke dalam urusan pribadinya, sumpah demi apapun dia tak mau terjadi apa-apa dengan keluarga satu-satunya yang dia miliki itu. Tanpa berpikir panjang lagi gadis itu pun mengiyakan apapun yang Mayra inginkan, dan dia pun berjanji tak akan menemui Kevin lagi.


Namun bukannya menjauh, Mayra malah mendengar kabar jika Alya dan Kevin sudah berpacaran. Dan hal itu sempat membuat seisi sekolah heboh, terutama Mayra yang merasa tak percaya. Namun nyatanya berita itu memang benar setelah dia melihat postingan Instagram Kevin, pria itu memposting satu foto sepasang tangan saling menggenggam. Tak hanya foto, di hari yang sama Kevin juga memposting satu video singkat di akun tiktoknya.


Dalam video itu Kevin tak menampakkan diri, hanya ada wajah Alya yang tengah jalan sambil menggenggam setangkai bunga mawar sambil tersenyum manis, terlebih sebelah tangannya juga seperti di genggam erat oleh tangan kekar yang di yakini tangan kevin.


Tak hanya itu, dalam video itu juga tertera ada beberapa caption yang cukup membuat hati Mayra dan wanita yang menyukai kevin sakit hati berjamaah.


“gak usah sok bersikap baik sama gue, sekarang Lo senang kan bisa merebut Kevin dari gue, Lo puaskan lihat kehancuran gue?” ucap Mayra tertahan.


Alya menggeleng. “aku gak bermaksud begitu may, Tapi--”


“tapi apa hah! Lo pake pelet apa sih sehingga kevin milih nikahin Lo ketimbang sama Gue? Padahal dulu Lo khianati dia!” potong Mayra.


Alya bungkam. apa yang dikatakan Mayra tak sepenuhnya benar, dan wanita itu tentu saja tahu apa alasannya kenapa dirinya dulu melakukan hal itu.


“hianat?” beo Alya, wajah gadis itu terlihat tak ramah.


“sepertinya kamu lupa ya dengan masalah kita di masa lalu? Oh.. apa perlu aku kasih tahu Kevin aja, hal apa saja yang kamu dan papa aji lakukan padaku dulu, hm?”


Jeda sejenak, Alya menyondongkan wajahnya ke wajahnya Mayra.


“termasuk.. soal kamu pernah hamil anaknya papa?” Bisiknya.


Mendengar hal itu wajah Mayra berubah pias, matanya melebar dan jantungnya berdebar kencang. dia menyentuh bahu Alya lalu mencengkramnya, yang mana itu membuat si empu meringis.


“jangan berani-beraninya Lo lakukan hal itu, jika masih sayang sama keluarga Lo!” desis Mayra dengan rahang menyatu.


Sebelum kembali bersuara, Mayra nampak celingukan. “gue tahu pernikahan kakak Lo yang pelakor itu dengan kak Rafa hanya sandiwara, gue gak akan segan-segan habisin dia dan bayinya kalau Lo berani ngaku sama Kevin!”


Alya yang mendengar itu bukannya takut malah terlihat emosi, kedua tangannya yang menggantung nampak terkepal erat dan matanya menatap wanita yang ada di depannya dengan tajam.


Mayra yang menyadari itu menurunkan tangannya dari bahu Alya, lalu menatap wajahnya remeh.


“kenapa, mau marah? Memang itu kenyataannya kan, kakakmu itu PELAKOR!” seru Mayra, seraya menuding wajah Alya.


Mayra sengaja mengeraskan suaranya di akhir katanya agar semua orang yang ada disana bisa mendengarnya, dan itu berhasil. Seluruh pengunjung restoran menatap ke arahnya, mereka mulai berbisik-bisik dan bertanya-tanya apa maksud yang di ucapkan Mayra.


“jaga ucapanmu ya, kakakku bukan pelakor!” ucap Alya dengan nada tertahan.


“kalau bukan pelakor lalu apa sebutan yang pas untuk wanita yang suka merebut laki orang, ******?”


“tutup mulutmu itu, kakakku tidak seperti yang kamu kira!” cetus Alya, dan kini gantian jarinya mengarah ke wajah Mayra. “lagi pula sebelum mengatai orang lain, sebaiknya berkaca dulu agar gak malu! Apa kamu lupa soal video itu, Hem?” sambungnya.


“apa maksudmu?”


Alya tersenyum miring. “tanpa aku jelaskan pun kamu sepertinya sudah paham apa maksudku, Jadi aku sarankan mulai sekarang berubahlah.”


“Minggir!”


Alya ingin membuka pintu mobil, namun dengan cepat Mayra mendorongnya hingga tubuhnya terhuyung ke belakang. Namun untungnya gadis itu masih bisa menahan bobot tubuhnya, jika tidak mungkin dirinya akan jatuh.

__ADS_1


“jangan pernah menyentuh mobil calon suamiku, Lo gak pantas naik mobil sebagus ini. Dasar cewek miskin, pelakor murahan!” cerca Mayra tak tahu malu.


Alya ternganga mendengar ucapan Mayra, apa wanita itu masih belum sadar juga dengan statusnya sekarang? Dan apa dia juga tidak malu koar-koar di depan umum, sementara seluruh penjuru Antero pun sudah tahu siapa dia.


Alya tertawa pelan seraya mengibaskan rambut panjangnya dengan gaya arogan, lalu kembali jalan mendekati Mayra.


“calon suami yang kamu maksudkan itu siapa, hm? Apa segitu prustasinya kamu ditinggal Kevin sampai lupa apa statusku? Oke aku akan jelaskan, kamu bisa lihat ini kan?” Alya menunjukkan cincin pernikahannya dengan Kevin yang melingkar di jari manis kirinya.


“aku dan Kevin sudah menikah secara resmi, dan kamu juga pasti sudah tahu kan. Aku ini sekarang sudah menjadi istrinya, jadi aku berhak dong masuk mobilnya!” sambungnya.


Mayra tak langsung membalas, dia terlihat menahan geram. Namun apa yang Alya katakan memang benar, tapi tetap saja dia masih belum terima dan sampai kapanpun dirinya tak akan rela Kevin yang tampan dan kaya raya bersanding dengan wanita miskin seperti Alya. Menurutnya yang pantas menjadi istrinya Kevin hanyalah dirinya, bukan Alya maupun wanita lain.


“jangan bangga dulu Lo, mentang-mentang udah menikah dengan Kevin sekarang Lo mau sok berkuasa? Cih, dasar benalu!”


“kalau aku benalu, terus kamu apa? Parasit?”


“jaga ucapan Lo ya!” sentak Mayra.


“kenapa? Omonganku benar kan? kamu ingin menikahi Kevin hanya karena hartanya doang kan?”


“gak!”


“ck! udahlah Mayra, kamu ngaku aja kalau selama ini kamu gak pernah mencintai Kevin melainkan mencintai hartanya! Ya aku sih paham ya, hidup tanpa uang itu memang sulit terlebih melihat gaya hidupmu dan keluargamu itu yang selalu glamor. Makanya kamu selalu mengincar Kevin dari dulu, karena kamu tau dari kedua kakaknya, hanya Kevin sendiri yang mewarisi kekayaan keluarga Zain. Namun sayangnya Kevin malah nikahin aku ketimbang kamu! Kasihan sekali..”


“tutup mulut Lo itu, gue gak kayak Lo yang gila harta!”


“kenyataannya memang gitu kan? Bahkan kamu menjual tubuhmu pada laki-laki hidung belang demi uang. Ah.. bukan hanya itu, kamu juga menggratiskan tubuhmu ke papa mertuaku hingga hamil pula. Aku gak kebayang deh gimana jadinya kalau mama Marissa tahu soal ini, terutama keluargamu. lagian yah, Apa ayahmu itu tak pernah memberimu uang sehingga kamu nekad jual diri?”


Mayra membisu, namun tatapan matanya begitu tajam menghunus ke netra Alya. Dia geram dengan gadis itu yang mengatakan semua perbuatan bejatnya di tempat umum, ditambah dengan pandangan para pengunjung lain yang beralih menatapnya dengan ekspresi tak terbaca.


Kini rahasia kelam yang sudah dia kubur dengan rapat-rapat terbongkar, pasti setelah ini akan ada muncul beritanya tentang omongan Alya tadi.


Wajah Mayra sudah merah padam, kedua tangannya pun terkepal kuat. Dirinya malu sekaligus menahan geram, hingga akhirnya dia tak tahan lagi dan melayangkan tangannya untuk menampar Alya.


PLAK!!


...💐💐💐...


Di lain tempat, Andreas nampak memasuki ke sebuah rumah tak layak huni. Semua sisi rumah itu penuh dengan tanaman liar yang sudah meninggi dan lantainya sangat kotor dan bau.


Sepanjang langkahnya memasuki rumah yang minim cahaya itu, banyak sekali Putung rokok dan bekas botol minuman air keras.


Langkahnya langsung terhenti saat sudah di tengah-tengah ruangan yang suasananya sangat gelap, namun Andreas masih bisa melihat ada seseorang yang duduk di sudut ruangan dengan kedua kaki dan tangannya di pasung. Kepalanya menunduk dan rambutnya yang panjang sangat acak-acakan, sehingga wajahnya tak nampak sedikit pun.


Andreas tak tahu siapa orang itu, namun yang pasti dia tahu kalau orang itu adalah seorang wanita.


“dion!” panggil Andreas dengan nada sedikit tinggi, hingga menimbulkan bunyi bergema.


“ngapain Lo kemari?” tanyanya seraya jalan mendekat, lalu duduk di kursi plastik tepat di samping orang di pasung.


“gue butuh bantuan lo.” jawab Andreas to the poin.


“apaan? Jangan terlalu sulit ya, karena gue harus jaga dia!” ucap Dion seraya melirik ke samping.


Andreas jalan mendekat. “gak susah kok, gue cuma minta bantu tolong cari informasi tentang mereka.”


Selesai mengucapkan itu, Andreas menyerahkan selembar foto yang pernah kakeknya kasih. Pria yang bernama Dion itu mengambil foto tersebut, menatapnya heran.


“mereka siapa? Anak-anak Lo?” tebak Dion sambil menatap kembali wajah Andreas, sebelah alisnya nampak terangkat.


“sembarangan aja kalau ngomong, belum aja nikah mana bisa punya anak!” cetus Andreas tak terima.


“yaelah jaman sekarang apa sih yang gak bisa, lagian kan waktu di korea Lo sering one night stand sama cewek sana. Siapa tahu ada salah satu dari mereka bunting dan melahirkan!”


“gak ada lah, tiap gue main selalu pakai pengaman jadi hal yang mustahil bisa hamil. Lagipula gue udah lama tinggalin aktifitas itu, sekarang Gue mau hidup sehat dan damai!” Andreas tersenyum saat mengatakan itu.


Apa yang di ucapkannya memang benar, semenjak merasakan jatuh cinta pada Alya Andreas memang langsung meninggalkan kebiasaannya itu. meskipun pada akhirnya cintanya tak pernah terbalaskan, setidaknya Hidupnya kini sedikit jauh lebih baik, hubungan dirinya dengan orang tuanya yang dulunya canggung pun, kini kembali menghangat.


Dion nampak manggut-manggut, meskipun tak di pungkiri ada senyuman ejekan terbit di sudut bibir tipisnya.


“lalu siapa mereka, setahu gue Lo gak punya saudara cewek?”


“mereka saudara sepupu gue.”


“hah, seriusan? Kok gue baru tau?”


“panjang ceritanya. Pokoknya Lo harus bisa dapat informasi mereka secepatnya!”


“okelah, itu mah perkara mudah. Yang penting bayarannya cocok.”


“gampang di atur, gue bakal langsung transfer DP-nya.”


Setelah itu Andreas merogoh kantong celananya dan meraih ponselnya, mengotak-atik sebentar hingga terdengar suara notifikasi dari ponsel Dion.


“udah gue transfer ya.”


Dion nampak sangat senang pasalnya uang yang dikirimkan Andreas sangat besar.

__ADS_1


“oke, sip.”


setelah itu Andreas pamit dan berlalu dari tempat tersebut.


...💐💐💐...


PLAK!


Satu tamparan keras mendarat sempurna di pipi milik Mayra, bukan Alya pelakunya melainkan sosok gadis remaja cantik berambut pendek.


Tanpa di duga sebelumnya, saat detik-detik Mayra ingin menampar Alya, datang sosok gadis remaja dan tanpa aba-aba lagi langsung menampar Mayra.


“seujung kuku saja Lo sentuh dia, maka gue gak segan-segan bakal patahin tangan Lo!” ancam gadis itu dengan suara tertahan.


Sejenak Alya dan Mayra terdiam, mereka begitu kompak menatap wajah imut gadis itu dengan mata melebar. Terlebih Mayra yang terkejut kena tamparan keras, hingga mengakibatkan sudut bibirnya terluka.


“Tina!” pekik Alya dengan mata membola, dia tak menyangka dengan kedatangan Tina yang secara kebetulan begini.


Christina hendricks Kusuma, itulah nama lengkapnya. Sosok gadis remaja berparas cantik dan imut. Dia adalah adik bungsu dari Rangga dan Adrian.


Alya dan Tina memang sudah saling mengenal cukup lama, dan selama ini juga hubungan mereka cukup baik meskipun terhalang jarak.


Tina menoleh. “kakak baik-baik aja kan? Dia gak nyakitin kakak kan?” tanyanya.


Alya mengangguk. “iya, aku baik-baik saja.”


Mendengar itu Tina bernafas lega, untung dia datang tepat waktu sehingga Alya tak sempat dilukai oleh Mayra.


Sebenarnya Tina sendiri sudah lama ada di restoran itu, tadinya dia disana bersama temannya untuk membahas tugas sekolah dan dia tadi juga melihat kedatangan Alya bersama Kevin. Namun dia tak langsung menghampirinya karena masih berdiskusi dengan temannya, mungkin setelah selesai dengan tugasnya dia akan menyapa mereka.


Namun setelah selesai, Tina malah melihat Alya pergi keluar bersama seorang pria bule berpakaian serba hitam. Tina tak mengenali siapa pria itu, namun saat melihat pin berbentuk bunga mawar merah yang berada di atas saku bajunya Tina langsung meyakini jika pria bule itu adalah salah satu anak buahnya keluarga dirgantara.


Semua orang yang bekerja di keluarga dirgantara memang memiliki pin tersebut, karena itu adalah lambang khusus untuk pengenalan diri.


Bergegas dia pun segera membereskan beberapa bukunya yang ada di meja dan memasukkannya ke tas, lalu berlari mengejar langkah Alya.


Saat sudah di dekat pintu masuk, dirinya malah bertabrakan dengan pelayan restoran yang tengah membawa nampan berisi pesanan pelanggan. Alhasil semua makanan itu jatuh ke lantai, dia pun langsung membantu bereskan itu semua.


Begitu selesai dia kembali bangkit dan melanjutkan langkahnya, namun alangkah terkejutnya dia begitu keluar malah melihat Alya cekcok dengan Mayra. Dia merasa geram saat mendengar kata-kata Mayra yang mengatai Alya gadis matre, terlebih Mayra juga menghina Selena sebagai pelakor. Meskipun kabar itu benar, tetap saja tak etis mengatakannya di depan umum, Itulah kenapa saat dia melihat Mayra ingin menampar Alya, Tina langsung berlari ke arahnya dan beralih menampar wanita itu.


“lo siapa hah, jangan ikut campur sama urusan gue!” seru Mayra.


Mendengar itu Tina kembali menoleh ke arah Mayra, dia tersenyum sinis. Sepertinya Mayra tak tahu siapa Tina Sebenarnya.


“lo gak perlu tau siapa gue, yang jelas gue pengen jelaskan jika Lo berani ganggu kak Alya lagi maka itu artinya Lo cari mati!”


“heh bocil, jangan sok ngancem gue deh. Gak bakal mempan! Lagian apa Lo gak tau siapa gue, hah!”


“gak tau, dan gue gak mau tau!”


Mayra geram, dia pun kembali menggerakkan tangannya untuk menyakiti Alya, namun dengan sigap Tina menahannya dengan sedikit menggeser posisi tubuhnya. Hingga akhirnya dia berdiri di hadapan Alya.


“lepaskan tangan gue bocah si--Aarrghh!”


Tanpa memberi aba-aba lagi, dengan sekali gerakan Tina langsung mempelintir tangan Mayra hingga ke belakang tubuhnya. Dan hal itu membuat si empu menjerit kesakitan.


“gue udah bilang tadi kan, tapi Lo masih ngeyel aja. Jadi tanggung sendiri akibatnya!”


Setelah mengatakan itu Tina semakin menekan tangan Mayra hingga terdengar suara retakan, sontak saja jeritan Mayra semakin kuat.


Mayra menghiraukan ucapan Tina, dia tetap berusaha bergerak agar bisa terlepas. Namun aksinya itu tak membuahkan hasil, karena Tina selalu bisa membaca pergerakannya.


Suasana di sana pun sudah semakin ramai, hampir semua pengunjung yang ada disana merekam semua adegan itu sambil berkomentar. Ada yang merasa kagum dengan keberanian gadis itu, ada pula yang merasa ngeri dengan kemampuannya melumpuhkan orang. Padahal secara fisik Tina terlihat gadis cantik bertubuh mungil, namun siapa sangka dia memiliki kekuatan dari apa yang terlihat.


‘gila nih bocah makan apa sih, tenaganya kuat banget!’ gerutu Mayra dalam hati.


“tina lepaskan Mayra, dia kesakitan.” pinta Alya setengah berteriak.


“tapi dia udah menghina kakak yang tidak-tidak, bahkan dia hampir menampar kakak. Aku gak terima, dia harus dapat pelajaran.”


“tak apa Tina, kakak udah biasa di perlakukan seperti itu. Jadi lepaskan dia ya, apa kamu gak malu dilihatin orang?”


Tina menggeleng. “aku gak perduli! Siapapun yang berani gangguin kakak bakal aku kasih pelajaran yang setimpal!”


“kakak mohon Tina, lepaskan dia! Kalau media sampai tahu kamu nyakitin orang maka Daddy dan kedua kakakmu bakal marah sama kamu.”


Mendengar itu Tina diam, dia nampak berpikir.


“tapi kak-”


“kakak mohon Tina, lepaskan dia. Kakak gak mau kamu mendapat masalah karena hal ini. Kamu pasti tahu kan siapa dia?”


Tina tak bersuara, dia hanya mengangguk. Dirinya tentu tahu siapa Mayra, dan sebenarnya dia tak merasa takut sama sekali jika orang tua Mayra melaporkannya. Soal daddy-nya dan kakak keduanya mungkin akan marah, beda halnya dengan kakak sulungnya yaitu Adrian. Pasti pria itu akan terus membelanya.


Tapi jika dia tetap mengikuti egonya, Alya yang akan kena imbasnya dan Tina tak mau itu terjadi. Akhirnya dengan berat hati gadis itu pun melepaskan Mayra.


“pergi Lo, dan ingat baik-baik pesan gue tadi. Awas Lo!” ancamnya.

__ADS_1


Mayra tak bersuara, namun matanya menatap tajam wajah Tina dan Alya bergantian. Tak lama setelahnya, ia pun berlalu pergi sambil menahan lengannya yang sakit.


“sialan! Kenapa sekarang banyak sekali orang-orang penting yang melindunginya? Kalau begini caranya, aku bakal susah mendekatinya.”


__ADS_2