
“Tadi akting kamu bagus banget, kelihatan real! kenapa gak jadi aktor aja sih?” celetuk Alya sambil menatap suaminya yang tengah fokus menyetir.
“Gak minat!” Sahut Kevin ketus, dan tanpa menatap.
“Kenapa? kan enak jadi artis. Selain dapat fans, duit kamu juga Bakal makin banyak.” balas Alya.
Kevin yang mendengar itu menoleh sekilas ke arah istrinya, lalu kembali menatap ke depan. “apa kamu lupa siapa aku, hem? Sejak menjadi embrio aku ini sudah kaya! Dan soal fans, tentu kamu sudah tahu sebanyak apa fans-ku.” Ucapnya dengan nada songong.
Alya memutar bola matanya malas, sifat pede suaminya muncul, walaupun kenyataannya memang begitu sih. Tanpa harus menjadi artis pun suaminya itu memang sudah ada banyak fans, ditambah dia keturunan orang kaya dan pewaris tunggal keluarga ibunya yang miliarder. Sudah pasti dompetnya tak pernah kempes!
“Itu kan dulu sebelum nikah, sekarang kamu udah punya istri. Pasti ya para fans kamu pada lari! Dan juga, kamu beri aku dua kartu sekaligus! gak takut apa uangmu aku habiskan?”
Kevin tersenyum tipis, sangat tipis hampir tak terlihat.
“Meskipun kamu nanti buat belanja banyak barang branded atau beli pernak pernik tentang idolmu pun, Uangku gak akan habis tujuh turunan! Beli saja apapun yang kamu mau, karena disana ada hakmu. Dan mulai sekarang ubahlah penampilanmu itu, biar orang lain tak merendahkanmu lagi.”
Kevin masih teringat dengan ucapan kedua orang tua mayra, yang menghina Alya. meskipun mereka menikah sementara, tapi tetap saja sebagai seorang suami tidak terima istrinya dipandang rendah seperti itu.
Sementara Alya langsung menatap tubuhnya sendiri, dia juga sempat berkaca di depan spion yang ada di tengah.
“Memangnya kenapa dengan penampilanku, perasaan gak ada yang aneh. Bahkan ya baju yang aku pakai ini hasil pemberian desainer terkenal yang pernah sponsori kak Lena.” ucapnya.
“Aku tahu, Tapi pikiran orang tak selalu sama. ingat, sekarang statusmu itu sudah berubah, jadi penampilanmu juga harus berubah! Lagian aku heran, punya kakak seleb kok gak di manfaatin.”
“Ya aku gak mau aja dipandang begitu Vin, jika mereka tahu aku adik dari kak Selena pasti mereka semua pada deketin aku.”
“Kan bagus, kamu jadi banyak teman.”
“Iya memang tapi mereka semua gak pada tulus, kamu pasti ngertilah maksud aku.”
“Hm.. ya ya aku paham, tapi tetap saja kamu harus ubah penampilanmu. Ingat sama omonganku semalam!”
“Baiklah, Tapi nanti jangan marah ya kalo nanti uangmu berkurang banyak!”
“ya.”
“Oh iya Aku mau tanya deh, emang bener ya soal omongan kamu tadi. Kamu beneran memelihara harimau?”
“Gak!”
“Lah, tadi waktu dirumah kamu--”
“Aku memang memelihara hewan tapi bukan harimau, tapi kucing Oren dan aku beri nama Leon! Nanti deh pas nyampe apartemen kamu akan tahu.”
“Hah!”
“Kenapa? Kamu percaya ya sama omonganku tadi di rumah?” tanyanya seraya menoleh sekilas ke arah istrinya.
Alya mengangguk tanpa bersuara, wajahnya nampak cengo. Sedangkan Kevin yang melihat itu terkekeh pelan.
“Dasar gadis bodoh, segitu aja percaya.” Ucap Kevin sambil Sebelah tangannya mengacak rambut Alya, namun langsung di tepis oleh si empu.
“Gimana gak percaya, orang wajahmu aja kelihatan serius gitu.” Gerutunya sambil memasang wajah cemberut.
“Berarti aktingku benar-benar bagus.” balas Kevin dengan nada santai.
“Iya bagus! Saking bagusnya membuat orang serangan jantung!” Cetus Alya.
“termasuk kamu?”
“iyalah! Aku malah sempat berpikir bakal di jadikan makanan sama harimau kamu itu.”
Kevin yang mendengar itu tertawa kecil, sedangkan Alya yang melihatnya semakin menekukkan wajahnya.
“Kan biar mereka percaya dan gak ada yang berani ganggu kamu.” ucap Kevin di sela-sela ketawanya.
“Kalau mereka nekad gimana?” tanya Alya.
“Gampang, tinggal lempar aja ke taman safari.” jawab Kevin.
“Jahat bener sih!”
“Biarin!”
Alya yang mendengar itu geleng-geleng kepala, lalu melayangkan tatapannya ke depan. Setelah itu tak ada obrolan lagi, Kevin fokus menyetir dan Alya sibuk melihat-lihat jalanan.
Hingga beberapa menit setelahnya Kevin menghentikan mobilnya saat berada di lampu merah, suasana jalanan terlihat cukup padat padahal masih pagi.
“aku mau beli itu! tolong panggilkan.” Ucap Alya saat melihat penjual minuman yang berada di dekat jendela Kevin.
Tanpa kata kevin pun membuka kaca mobilnya, memanggil seorang remaja laki-laki yang penjual minuman.
“Air minumnya dua dek.” seru kevin, dan dengan sigap si penjual itu lari mendekatinya dan memberikan 2 botol air mineral.
Saat Alya ingin menyodorkan uang, tangan Kevin mendorongnya. Lalu dia membuka laci dashboard mobilnya, mengambil uang 100 ribu dan memberikannya pada si penjual.
“Duh kak gak ada kembalian, Ada uang pas?”
“ambil saja.”
Mendengar itu si penjual nampak senang. “Terima kasih kak.” Lalu dia berlalu pergi, dan Kevin kembali menutup kaca jendelanya.
“Lapar gak? Kebetulan di depan sana ada restoran seafood.” Tanya Kevin seraya memberikan satu botol minum ke Alya, setelah sebelumnya membuka penutupnya.
“Enggak terlalu kok. Memang Apartemen kamu masih jauh?”
“tinggal satu putaran lagi.”
“Disana ada bahan masakan gak? Biar nanti aku masak deh.”
Kevin tak langsung menyahut, dia nampak melirik ke arlojinya.
“Gak usah! Kalau jam segini biasanya ada pelayan datang, dia gak akan masak jadi lebih baik kita cari makan dulu aja.”
Alya manggut-manggut. “Oke deh, terserah kamu aja.”
Tak berselang lama lampu sudah berubah hijau, Kevin kembali melajukan mobilnya. Hingga akhirnya dia berhenti di depan restoran seafood yang dia maksud tadi, dan suasananya cukup ramai.
Sebelum turun, Kevin memberi Alya masker warna putih dan topi dengan warna senada. Gadis itu menerimanya dan langsung memakainya, sedangkan Kevin hanya memakai masker saja.
Kevin yang kala itu memakai Hoodie kebesaran warna hitam dan celana jeans warna biru sobek-sobek nampak seperti idol korea yang sering wara Wiri di bandara, dan hal itu tak luput dari pandangan Alya.
“Aku berasa kayak lagi dating sama idol.” Celetuk Alya sambil memperhatikan penampilan suaminya.
“Anggap saja seperti itu, kan suamimu ini anak pemilik agensi besar.” balas Kevin.
Alya mencebikkan bibirnya kesal. “Sombong amat sih pak?”
Kevin tertawa pelan. “Bukan sombong tapi aku bicara fakta, udah ah ayo turun.”
__ADS_1
Mereka pun turun dari mobil, Kevin jalan cepat mendekati istrinya dan menggenggam tangannya. lalu mereka jalan bersama masuk ke restoran, Setelah sebelumnya sudah mengunci mobilnya.
Saat mereka melintas, semua pengunjung menatap ke arah mereka berdua dengan tatapan berbeda. Ada yang takjub, kaget dan ada pula yang terlihat biasa saja. mungkin sebagian dari mereka ada yang tahu jika itu adalah Kevin dan Alya, dua orang yang sedang viral di sosial media.
Kevin membawa Alya ke meja kosong barisan tengah, lebih tepatnya meja nomor dua.
“Mau makan disini apa di bungkus aja?” Tanya Kevin lagi seraya membuka maskernya, dan menyimpannya di meja.
Alya juga melakukan hal yang sama, dia membuka masker dan topinya. Untungnya bagian dalam restoran itu cukup sepi, hanya ada beberapa anak muda yang sepertinya hanya sekedar nongkrong.
“Terserah kamu Vin, aku mah ngikut aja.” Jawab Alya.
“Makan disini aja deh, nanti kita bungkus buat Kenzo. Soalnya dia sudah ada disana.” Ucap Kevin, seraya tangannya merapikan rambut Alya yang berantakan.
Pria itu tak menyadari jika perlakuannya itu membuat jantung istrinya cenat cenut dan membuat orang-orang disana baper, Mereka bagaikan melihat adegan romantis yang ada di drama Korea.
Alya hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu mereka mulai sibuk membuka buku menu. Saat sudah menentukan pilihan makanan apa yang ingin di pesan, Kevin memanggil waiters.
Secepat kilat seorang waiters cewek yang memang sedari tadi memperhatikan pasangan itu segera berlari ke arah mereka sambil membawa buku kecil dan pulpen, dia mencatat semua apa yang pasangan itu pesan. Begitu selesai dia kembali pergi ke dapur restoran.
...💐💐💐...
“Wah, bukannya itu Kevin dirgantara kan? Yang lagi ramai dibicarakan karena mendadak menikahi wanita lain.” Ucap salah satu pengunjuk wanita yang duduk di kursi luar.
Kebetulan restoran itu kacanya bening, sehingga pengunjung lain yang duduk di luar bisa melihat kondisi yang ada di dalam.
Tiga pengunjung restoran berjenis kelamin wanita itu duduk di dekat jendela, nampak ketiganya memakai seragam SMA. Sepertinya mereka adalah murid nakal yang bolos sekolah.
Memang benar, sejak Kevin memposting foto pernikahannya dengan Alya, jagat Maya kembali ramai. Bukan hanya di sosial media saja, bahkan acara gosip pun ikut membicarakan mereka.
Belum reda dengan kabar Rafael dan Selena akan menikah, kini menambah dengan kabar pernikahan dadakan Kevin. Dan yang membuat mereka terkejut adalah pria itu menikahi wanita lain, wanita yang sama waktu Kevin mengadakan konferensi pers dirumah sakit.
Mulai dari situ mereka mengklaim jika Kevin dan Alya memang ada hubungan khusus, bahkan ada yang menyimpulkan ada kisah cinta segitiga.
Gadis SMA itu mengatakan dengan nada heboh sambil jari telunjuknya mengarah ke tempat Alya dan Kevin duduk, dan kedua matanya melebar.
“Hah, mana mana?” Saut temannya tak kalah heboh.
“Itu yang duduk di barisan tengah, dia sama cewek. Apa mungkin itu istrinya ya?”
Kedua temannya pun menoleh ke arah yang di maksud.
“Wah.. iya bener itu Kevin! Ternyata kalau lihat secara langsung dia lebih ganteng ya, mirip idol K-Pop.”
“Mirip siapa?” Tanya teman satunya lagi.
“Itu loh yang namanya jongkok, yang suka nyanyi gelantungan di udara kayak monyet! euphoria yeye.. yeye...”
“Heh, sembarangan aja nama idol gue diganti jongkok! Mana ngatain gaya nyanyinya kayak monyet lagi, Yang bener itu namanya Jungkook!” Sungutnya tak terima.
“Nah itu maksud gue! Hehehe.. maaf deh, kepleset dikit. lagian kan emang bener dia kalo nyanyi suka gelantungan kayak monyet.”
“Udah diem Lo ah, sekali lagi hina bias gue, gue tampil Lo.”
“tampil-tampil, yang ada tampol Maemunah!”
“itu dia, gegara Lo nih!”
“Iya iya elah galak bener kayak emak emak penagih hutang!”
“ceweknya kelihatan biasa aja ya, gak kayak tunangannya itu. Cantik dan modis!”
Kedua temannya kembali menatap ke dalam, menilai penampilan Alya yang memang terlihat biasa saja. Bahkan jauh dari kata modis.
“Tebelan mana Sama jukyung?”
“Si tunangannya itu lah!”
“Hahaha.. Bener banget! Syahrini kalah mungkin.”
“Lewat!” Sambil memperagakan orang yang sedang menyembelih.
“Hahahaha..”
“di poles dikit dan ganti gaya pakaiannya, pasti deh makin cantik dari tunangannya. Ibaratnya dia itu kayak IU, terlihat biasa namun terkesan anggun. Duh mendadak gue kok jadi ngefans sama dia ya, sapa sih namanya.”
“Kalau nama akun di instagramnya sih Alyasara.” Timpal temannya sambil menunjukkan layar ponselnya.
Lalu kedua temannya merebut ponselnya, mereka meng-scroll beranda akun Instagram milik alya. Disana sudah banyak ribuan foto dan video yang Alya unggah, sebagian besar foto bersama arina dan Jessica, sedangkan foto Selfinya hanya ada beberapa.
Ketiga wajah remaja itu nampak shock saat mengetahui ternyata Alya berteman dengan Jessica, putri konglomerat nomor satu se-asia, terlebih mereka juga sempat melihat Alya foto bersama keluarganya. Dan ketiga remaja itu menyimpulkan jika Alya memang dekat dengan keluarga Jessica.
“Fix! Gue yakin dia bukan cewek sembarangan! Penampilannya aja kayak biasa, tapi siapa tahu dia juga anak konglomerat yang lagi nyamar.”
“Hahaha.. kebanyakan nonton Drakor lu! Mana ada anak orang kaya nyamar jadi cewek miskin! Nyari penyakit itu namanya.”
“Ye.. siapa tahu aja dia lagi belajar hidup mandiri, terus dia terpaksa menyamar agar gak ada yang ngenalin.”
“Bisa jadi sih, tapi enggak ah kurang cocok! Wajahnya aja gak ada aura aura anak gedongan!”
“Hem.. ini nih tipe orang yang suka Mandang sesuatu hanya dari luarnya aja!”
“Bener banget tuh! Lagian ya mau cocok atau gak itu bukan urusanmu! yang menjalani kan mereka. Gak usah jadi fans nyebelin kayak beling deh!”
“Ya ya ya bombayah!”
“Hahaha..”
“Oh mohon maaf kawan kawanku, aku army garis keras yang selalu mengucapkan! Yoongi marry me?”
“Kalo lu bilang 'yoongi marry me' maka taehyung akan jawab 'do you love me?'”
“Terus Jungkook jawab 'i don't know speak English.'”
“Hahahaha..”
Tiga remaja itu pun tertawa terbahak-bahak karena kekonyolannya, sampai pengunjung lain sesekali melirik ke arah mereka.
...💐💐💐...
Sementara itu di dalam restoran pesanan Alya dan Kevin sudah sampai, mereka pun langsung menyantapnya.
Selang beberapa menit kemudian nampak makanan Kevin sudah habis, sedangkan Alya belum. Bahkan terbilang masih utuh.
Kevin menatap wajah istrinya yang muram, cara makannya pun seperti malas.
“Kamu kenapa sih makan kayak gak berselera gitu? Gak suka sama makanannya?” Tanya Kevin dengan kening berkerut.
Alya menggeleng.
__ADS_1
“Lalu?”
Gadis itu melirik Kevin sekilas lalu menghela nafas, dia meraih ponselnya yang ada di meja kemudian menyerahkannya ke suaminya.
“Kamu baca itu.” Ucapnya lesu.
Kevin menurut, dia membaca apa yang ada di layar ponsel istrinya. Seketika pria itu tersenyum sinis.
Ternyata Alya menunjukkan jejak komenan pedas para netizen menyangkut postingannya, disana mereka pada menghujat Alya dengan kata-kata tak pantas.
Sesaat yang lalu Alya memang memposting sebuah video singkat di instagramnya, itu pun hanya menunjukkan tangannya saja yang dia letakkan di meja. Tak lama setelahnya postingannya sudah di banjiri like dan komentar dari para netizen.
Kevin kembali meletakkan benda pipih itu ke meja.
“Udah aku jelaskan tadi malam kan, jangan dengarkan! Anggap saja cacian mereka itu sebagai pelebur dosa kamu.”
“Mungkin menurutmu itu hal sepele tapi enggak buatku, sebagai sesama wanita aku paham perasaan mereka.”
“Terus kamu maunya gimana? Mau mundur? Telat!”
“Bukan begitu juga maksudnya.”
“Lalu apa? Kamu mau Aku harus nikahin Mayra juga, gitu?”
Alya diam.
“Aku anggap diammu adalah jawaban!”
Gadis itu menghela nafas.
“Apa yang sudah kita lakukan ini salah Vin, karena diluar sana banyak pihak yang keberatan. Terlebih Mayra! Aku-”
“Terus kamu maunya apa? Kalau kamu suruh aku nikahin Mayra, itu sama aja bohong! Buat apa aku nikahin kamu kalau ujung-ujungnya aku bakal nikah sama Mayra juga.”
“Terus soal media ini gimana Vin, kamu bisa lihat kan? Mereka mengutarakan kebenciannya sama aku.”
Kevin beringsut mendekat, meraih kedua tangan Alya dan menggenggamnya erat, kedua mata bulatnya menatap dalam netra istrinya.
“Aku kasih tahu kamu ya, Orang yang menulis itu sebagian adalah temannya Mayra, tentu saja mereka akan menghujatmu! Dan bukannya sebelumnya kamu sudah biasa dengan kondisi seperti ini, kenapa sekarang malah ngeluh. Hem?”
“iya memang, tapi apa kamu ngerti dengan posisiku?”
“jelas! Tapi kamu juga mesti ngerti gimana keadaanku sekarang, dan kamu pasti tahu aku bagaimana.”
Jeda sejenak. Dengan jarak wajah keduanya yang dekat, jari Kevin menyelipkan rambut Alya ke belakang telinga, lalu beralih ke belakang dan mengusapnya lembut.
“Percaya deh sama aku, hal beginian tuh akan hilang dengan sendirinya. Jadi kamu gak usah pikirkan itu lagi, oke?”
“Kalau mereka gak berhenti juga gimana?” Tanya Alya.
“Kamu cukup diam, tulikan telingamu dan butakan matamu untuk hal-hal yang tak penting seperti ini! Lagipula ada aku yang akan selalu menjaga dan melindungimu, jadi jangan takut lagi ya?”
Alya diam sejenak kemudian mengangguk tanpa bersuara.
“Habiskan makananmu, aku mau ke toilet dulu.”
Lagi-lagi Alya mengangguk, setelah itu Kevin beranjak dan berlalu menuju toilet.
Selama Kevin pergi, Alya kembali melanjutkan makannya sambil sesekali melirik ponselnya.
Memang benar komenan jahat yang ada di postingan Kevin sebagian besar adalah akun temannya Mayra, dan sebagiannya lagi teman-teman SMA-nya dulu. mereka yang berasal dari kaum sultan terus menuliskan ucapan benci, cacian bahkan sampai ada yang mengungkit soal hubungannya dengan Dylan.
Mungkin mereka pikir dengan kata-kata jahat itu, Alya akan langsung mundur. Atau mungkin mereka ingin Alya depresi dan berakhir bunuh diri, seperti kasus-kasus para idol Korea yang meninggal dengan cara tragis karena ketikan jahat netizen.
Alya memang sempat down dan tak percaya diri, tapi dia tak sebodoh itu. Mungkin apa yang dikatakan suaminya memang benar, hal seperti ini tak akan bertahan lama. Mereka akan berhenti sendiri jika dirinya tak merespon.
10 menit kemudian Kevin sudah kembali dari toilet dan Alya juga sudah menghabiskan makanannya.
Kevin berjalan ke meja kasir untuk membayar, setelah itu dia kembali mendekati Alya sambil membawa kantong kresek berisi makanan untuk Kenzo.
Alya kembali memakai masker dan topinya, begitu pun dengan Kevin yang kembali memakai maskernya, kepalanya dia tutupi dengan tudung Hoodie. Lalu mereka berjalan keluar restoran menuju mobilnya.
...💐💐💐...
Sekitar setengah jam Kevin dan Alya sudah sampai di apartemen, Alya menatap serius ke gagang pintu berusaha menghafal. Disana jari suaminya itu nampak menekan beberapa angka, dan gadis itu kaget saat menyadari kata sandi apartemen Kevin memakai tanggal lahirnya.
Ketika suara kata kunci terbuka, Kevin segera mendorong pintu itu sambil menarik tangan Alya untuk masuk dan kembali menutupnya.
Mata gadis itu berkelana ke seluruh isi apartemen suaminya, suasananya tak kalah mewah dengan rumah orang tuanya. Apartemen bernuansa serba putih dengan lantai dua itu nampak bersih, rapi dan tentunya wangi.
Kevin adalah pria yang perfeksionis, dia suka kebersihan dan wewangian. dia juga suka dengan warna yang cerah namun tak mencolok, dan apartemen yang sebagian besar bernuansa putih itu memang ciri khasnya seorang 'Kevin Zayn dirgantara.'
“Kamu duduk aja disini, aku mau naruh ini di dapur.” Ucap Kevin yang dijawab dengan anggukan.
Kevin pun berlalu pergi, sedangkan Alya jalan pelan ke sofa yang ada di ruang tamu. Koper mereka sudah di letakkan sudut ruangan itu.
Meong..
Tak lama Terdengar suara kucing, Alya celingukan mencari suara itu dan seketika senyum cerahnya terbit saat melihat seekor kucing ukurannya hampir sama seperti bayi manusia dan berwarna Oren itu datang menghampirinya.
Meong..
Wajah kucing itu mendongak sambil bola matanya yang warna hitam itu menatapnya, mungkin hewan itu sedang bertanya tentang siapa dirinya.
Alya pun segera mengangkatnya dan mendudukkannya ke pangkuannya, kedua tangannya mengusap bulu tebalnya hingga ke ekor panjangnya dan sesekali menciumnya. Dia begitu gemas sekali dengan kucing tersebut.
“Apa kamu yang bernama leon?” Tanya Alya.
Meong..
“Kenalin, namaku Alya dan aku adalah majikan barumu.”
Meong..
“Lucu banget sih.”
Alya kembali mencium kucing itu dengan gemas, seketika itu pula dia sudah sibuk bermain dengan kucing peliharaan suaminya itu.
Sekitar dua menit kemudian datang sosok pelayan wanita muda, mungkin sekitaran umur 30-an. Dia datang membawa nampan berisi jus jeruk lalu meletakkannya di meja.
“Selamat datang nona muda, silahkan di minum.” Ucapnya ramah sambil sedikit menunduk.
“Terima kasih.” Sahut Alya sambil tersenyum tipis, tangannya tak hentinya mengusap bulu Leon dengan sayang.
Reaksi pelayan itu sama seperti pelayan yang ada di rumah mertuanya, dan hal itu membuatnya bingung. Pasalnya ini bukan kali pertama dia melihat reaksi pelayan seperti itu, waktu dirumah mertuanya juga gitu. Bahkan mereka semua tak ada yang berani menatap, pasti pada menunduk.
Ting! Tong!
Terdengar suara ada yang menekan bel dari arah luar, pelayan muda itu bergegas ke arah pintu dan membukanya.
__ADS_1
Alya melihat ada sosok pria tampan, tinggi, putih dan memakai pakaian casual berdiri di ambang pintu yang juga menatap ke arahnya dengan wajah terkejut.
“Kau siapa?”