
“gimana perkembangan hubungan Lo sama Alya? Ada peningkatan?” tanya Rangga pada Kevin.
Kevin memutar bola matanya jengah. “berhenti bersandiwara deh, Lo jelas udah tahu apa yang terjadi!” jawabnya sedikit jengkel.
Rangga terkekeh geli, ekspresi jutek Kevin terlihat lucu dimatanya.
“selow bro, gak usah pakai otot. Gue kan hanya sekedar nanya aja!”
“pertanyaan Lo basi!”
“kalau basi tinggal di angetin.”
Kevin tak lagi bersuara, dia hanya menatap tajam wajah sahabatnya itu. Dan hal itu membuat tawa Rangga meledak, sedangkan Samuel hanya geleng-geleng kepala.
“udah sih ga, Lo mah bercanda mulu.” ujar Samuel.
“abisnya lucu Sam, mukanya kayak tomat busuk!” balas Rangga di sela-sela ketawanya.
“gue sleding Lo ya?” ancam Kevin, seraya sebelah tangannya terkepal ke udara.
“udah, udah. Tapi seriusan Vin, hubungan kalian baik-baik aja kan?”
Kevin melirik malas ke wajah samuel. “kelihatannya gimana?”
“baik.”
“terus kenapa masih nanya?”
“ya ampun Vin Lo sensian amat sih, kita kan hanya sekedar nanya. belum dapat jatah ya?” celetuk Rangga, membuat Kevin mendelik tajam padanya.
“bacot lo!” cetusnya, lalu menoyor kepala Rangga.
“hahahahaha.. udah bisa ketebak, dia uring-uringan gini karena belum buka puasa. Aduh.. kasian sekali. Makanya jadi orang jangan gengsian, tau rasa kan sekarang?”
Kevin tak kembali bersuara, dia mendengus kesal seraya bersedekap dada. Tanpa harus di jelaskan secara gamblang, sahabat satunya itu pasti sudah tahu tingkahnya selama 3 bulan ini.
Sementara itu Samuel nampak
menahan senyumnya, meski awalnya ia mengira ucapan Rangga adalah bercanda, tapi setelah melihat ekspresi Kevin sepertinya itulah yang terjadi.
Perasaan dokter muda itu senang karena hubungan sahabatnya dan Alya baik-baik saja, semoga saja kedepannya juga akan baik-baik saja.
“berarti udah jebol nih ceritanya? gimana Vin rasanya, enak gak? Punya Lo tahan lama kan?” goda Samuel, sambil menyeringai.
“uhh, 3 jam nonstop!” balas Rangga, kemudian tertawa terbahak-bahak setelah mendapat tabokan maut dari Kevin. “tapi setelah itu dia puasa, salah sendiri punya bini kok dianggurin. Sekalinya udah baikan, malah lagi palang merah. Sabar ya Vin, cuma seminggu kok.” lanjutnya.
“sam, Lo bawa alat dokter Lo gak?”
Samuel mengangguk. “bawa.”
“tolong lumpuhkan semua syaraf bocah gila ini, gue udah gak tahan!”
“hahahaha..” bukannya merasa takut, Rangga malah terus tertawa.
Sedangkan Samuel terkekeh pelan, dan hal itu sukses membuat kekesalan Kevin semakin bertambah.
Sementara itu dari kejauhan nampak Jeremi datang sambil membawa map, dan langsung duduk di samping Samuel.
“lagi ngobrolin apa sih, seru banget kayaknya?” tanyanya.
“gak ada, cuma lagi menertawakan kesengsaraan pengantin baru ini yang gagal belah duren setelah 3 bulan puasa.” jawab Rangga.
“rangga! Lo benar-benar ya.” geram Kevin, lalu melingkarkan sebelah tangannya di leher Rangga dan menekannya.
Tubuh Rangga terjungkal ke belakang, berbarengan juga dengan tubuh Kevin yang sedikit menindihnya. Namun ia tak kesakitan sama sekali, bahkan ia terus saja tertawa sambil melontarkan kata ejekan untuk sahabatnya itu.
“udah dulu bercandanya, gue mau membahas hal serius.” ucap Jeremi.
Mendengar itu Kevin dan Rangga langsung berhenti dan merubah posisi duduknya, menampilkan raut serius. Sebenarnya Rangga sudah tahu akan hal ini, namun kali ini ia memilih nurut saja. Lagipula Kevin perlu tahu tentang silsilah keluarga Alya, yang tak lain adalah keluarga mertuanya.
“soal apa?” tanya Samuel.
“tentang jati diri alya.” jawab Jeremi.
DEG!
mendengar nama istrinya di sebutkan membuat Kevin kaget, perasaannya mulai waspada.
“ada apa?” tanyanya.
Jeremi menghela nafas, sebelum membuka suaranya. “ gue sengaja nyuruh Lo kesini bawa Alya, karena ingin membahas ini. sebenarnya ini masalah keluarga, dan gue gak ada hak apapun untuk membahasnya. Tapi gue penasaran, dan sepertinya Lo juga harus tahu tentang seluk beluk keluarga ayahnya. Tapi sebelum gue membahasnya, apa Lo tahu nama ayahnya Alya?”
Kevin mengangguk. “Ferdinan.”
“hanya itu?”
Kevin kembali mengangguk.
“kalau nama pamannya?”
Kevin diam sejenak, seraya berpikir keras. “kalau gak salah, nama lengkapnya adinata bagaskoro.”
Jeremi manggut-manggut. “oke, soal nama pamannya memang benar. Tapi nama ayah kandungnya bukan cuman Ferdinan, nama aslinya adalah Ferdinan Raka Mahendra. Dia putra bungsu dari Rusman Mahendra, yang kata lain adik kandung dari Bobby Mahendra.”
DEG!
tubuh Kevin seketika membeku ditempat, wajahnya terlihat kaget dengan matanya sedikit membola. Ia jelas tahu siapa keluarga Mahendra, dan sangat mengenalinya.
“itu berarti Alya adalah cucunya pak Rusman?” tanya Kevin memastikan.
Jeremi mengangguk.
__ADS_1
“tapi kenapa dia sampai gak tahu soal keluarga ayahnya, bahkan selama ini dia mengira jika ayahnya hidup sebatang kara?”
“untuk soal itu gue gak tahu pasti, tapi yang jelas pak Rusman meminta gue buat perbarui surat wasiatnya. Di dalamnya berisi surat tanah seluas 100 meter, satu rumah pribadi beserta isinya dan 1 restoran. Sedangkan untuk Selena, ia mendapatkan satu rumah beserta isinya, kebun sawit seluas 50 meter dan saham perusahaan sebesar 75 persen.”
Kemudian Jeremi memberikan map yang sedari tadi ia pegang pada Kevin.
“sebagai perwakilan dari Alya, silahkan Lo periksa sendiri. Hanya saja saat ini gue belum dapat meresmikannya, karena belum di tanda tanganinya. beberapa hari ini pak Rusman sulit dihubungi.”
Pandangan Kevin turun ke map tersebut, dan segera meraihnya. Ia membuka dan membaca dengan teliti setiap barisan kata yang ada disana, dan memang benar disana tertera ada nama Alya dan Selena sebagai ahli waris.
“gue belum sepenuhnya percaya dengan ini semua.” lirih Kevin, seraya tangannya membuka tiap lembar kertas yang ada di map tersebut.
“Lo aja yang suaminya tak percaya, apalagi gue saat mendengar langsung dari mulut pak Rusman.” balas Jeremi.
Lalu pandangannya mengarah ke Rangga. “Lo pasti udah tahu kan soal ini?” tanyanya.
“menurut Lo?”
“ck! Jelaskan semuanya ga, biar Kevin juga percaya. Sebenarnya ada apa dengan keluarga itu, dan kenapa identitas Alya tak pernah ada di biodata Selena.”
Mendengar itu Kevin langsung mengangkat pandangannya, ia menatap penuh ke wajah Rangga yang tenang.
“sama halnya dengan apa yang Lo katakan, ini privasi antar keluarga. Gue--"
“tapi Kevin suaminya, dia berhak tahu! Sekalipun iya mereka sengaja menyembunyikannya atas dasar nyawa, Kevin pasti akan melindunginya. Apa Lo mau lihat dia depresi lagi, karena gagal melindungi Alya untuk kesekian kalinya!” potong Jeremi dengan penuh emosi.
“jer, tahan emosi Lo. Nanti anak cewek pada denger.” bisik Samuel memperingati.
Namun Jeremi tak menggubris, dia tetap pada posisinya dan masih menatap Rangga dengan tajam. Sementara Rangga nampak menghela nafas panjang, jujur sebenarnya ia juga tak mau sampai Kevin depresi lagi tapi untuk mengungkapkan yang sebenarnya ia ragu.
“rangga!”
Sekali lagi. Rangga menghela nafas, kemudian mengangguk. “oke, gue akan jelaskan.”
Lalu pandangan Rangga menatap penuh ke wajah Kevin, seraya sebelah tangannya menepuk pelan pundaknya.
“Lo masih ingat kan dengan ucapan gue waktu Lo suruh gue datang ke restoran, disitu Lo minta untuk tutup mata batin Lo?”
Kevin mengangguk.
“Gue meminta Lo untuk menjaga Alya, bukan semata-mata karena bokap Lo. Tapi ada pihak lain yang ingin mencelakainya, dan hal ini udah pernah gue kasih tahu Lo saat insiden malam dimana Lo udah tahu tentang kebohongan Alya. Masih ingat?”
Kevin kembali mengangguk.
“nah, sekarang gue kasih tahu orangnya adalah dari keluarganya sendiri. Bukan Om Adi, tapi Bobby! Dan..”
“dan apa?” Kevin tak sabar.
“dan soal kecelakaan yang dulu di alami orang tuanya, juga ulahnya.”
“APA!” pekik ketiga pria yang ada didepannya, wajah mereka terlihat begitu kaget.
DEG!
“hah! Papa?”
Rangga mengangguk. “kalian pasti penasaran kan kenapa om aji begitu benci banget sama Alya, padahal Alya tak memiliki salah apapun. Itu karena ada 2 hal. Yang pertama, dia pengen banget menguasai harta warisan nyokap Lo Vin. Makanya dia begitu ngebet nikahin Lo sama Mayra, bahkan dia gak perduli dengan kondisi Lo saat itu. Karena dalam surat wasiatnya harta itu akan jatuh ke tangan Lo saat sudah menikah atau saat usia Lo 25 tahun, Dari sini Lo pasti udah tahu jalan cerita selanjutnya yang bokap Lo tempuh. Dan untuk alasan yang kedua adalah ingin membalas rasa sakit hatinya di masa lalu, karena ibunya alya pernah menolak perasaannya. dia bekerjasama dengan Bobby untuk melenyapkan mereka berdua, dengan cara mesabotase kendaraannya hingga jatuh ke dasar jurang. tapi sebelum kecelakaan itu terjadi, bokap Lo dan Bobby sudah mengirim mata-mata yang menyamar sebagai karyawan biasa di kantornya untuk mencuri data-data penting perusahaan.”
Sejenak senyap, semua orang yang ada diruang tamu itu diam dengan pikiran masing-masing. Tak berbeda jauh dengan Kevin, ia tak menyangka Alya memiliki paman yang begitu jahat. Bahkan sampai tega membunuh adiknya sendiri, dan menjadikan dua keponakannya yatim piatu. Ditambah dengan fakta soal papanya yang punya dendam kesumat dengan orang tua Alya, yang tak lain adalah mertuanya sendiri.
“Dari semua kata yang gue jelaskan tadi, kalian pasti akan mengerti kenapa om aji selalu ingin menyakiti alya. Termasuk soal perpisahan kalian berdua, dan dia juga sengaja mengadakan acara pertunangan Lo sama Mayra disiarkan secara langsung karena dia tahu Alya pasti menontonnya, sekaligus dia juga ingin Alya bisa merasakan apa yang dulu dia rasakan saat melihat ibunya menikah dengan pria lain.”
“tapi masalahnya kan Alya tak tahu apa-apa soal itu? Dia hanya seorang anak, gak ada sangkut pautnya dengan masalah orang tuanya. Egois banget kalau dia ikutan membenci Alya, hanya karena sakit hatinya.” ujar Jeremi.
“seseorang yang memiliki dendam tak akan memikirkan soal siapa yang salah dan siapa yang benar, karena di dalam pikirannya sudah dipenuhi oleh ambisi dan nafsu.” balas Rangga.
“benar juga sih.”
“soal papa yang menginginkan harta mama Ara gue emang dari awal udah tau, tapi.. soal kebenciannya terhadap Alya karena memang ingin membalas sakit hatinya. Gue gak tahu sama sekali.” ucap Kevin setelah sekian lama terdiam.
“jadi dari awal Lo tahu tentang rencana bokap Lo itu Vin? Termasuk soal hubungan gelapnya sama Mayra?” tanya Jeremi dengan mata membola, dan Kevin mengangguk.
“kenapa Lo masih diam aja? Bahkan Lo terima-terima aja saat kalian ingin dinikahkan?”
Kevin menghela nafas. “itu semua demi kesehatan kakek, dan juga demi keadaan. Kalian jelas tahu kan kondisi perusahaan saat itu seperti apa?”
“benar juga! Terus Tante Risa tahu gak soal om aji yang punya hubungan gelap dengan Mayra?”
“gue gak tahu.”
“terus jika Lo Nerima perjodohan demi kakek, kenapa sekarang Lo malah nikahin Alya?”
“itu adalah rencana bang rafa, dia yang ngusulin gue buat nikah diam-diam.”
“hah! Maksudnya gimana?”
“pernah denger gak dengan skandal Selena yang ketahuan pacaran dengan Chandra, dan soal kehamilannya?”
Jeremi mengangguk. “bukankah dia hamil anaknya bang Rafa?” tanyanya.
Kevin menggeleng. “itu bukan anaknya bang Rafa, tapi memang anaknya Chandra. Cuman entah karena alasan apa bang Rafa menutupi itu semua, dan mengakui ke semua media dan keluarga jika itu adalah anaknya.”
“Kok bisa?”
“gue sendiri bingung apa alasan dia melakukan itu, bahkan dia mengakui di depan paman Adi langsung.”
“jangan-jangan bang Rafa suka sama Selena, tapi tak berani bilang. Kan sebelumnya mereka itu sudah kenal lama?” duga Samuel.
“Bisa jadi tuh!”
“entahlah, tapi intinya awal pernikahan gue sama Alya itu sama-sama terpaksa. Ternyata dari pernikahan ini pula gue bisa tahu kalau selama ini dia berbohong soal perselingkuhannya dengan dylan, dan gue juga menyadari kalau perasaan gue ke dia gak pernah berubah. Gue hanya sekedar kecewa aja sama dia, kenapa tak pernah jujur soal ini.”
__ADS_1
“tapi Lo udah tahu kan alasan dia melakukan itu karena apa?” tanya Samuel, seraya sebelah tangannya menepuk pelan bahu kevin.
Kevin mengangguk, wajahnya berubah sendu.
“gue gak bisa bayangkan keadaannya waktu itu seperti apa, menghadapi kekejaman papa seorang diri. Bahkan keluarganya pun tak tahu apa-apa soal ini, dia pendam sendirian. Gue menyesal karena langsung percaya gitu aja, dan menghabiskan waktu 2 tahun hanya untuk membencinya.”
Suasana kembali senyap, keempat pria itu diam dengan suasana hati yang tak menentu. Antara sedih, kaget dan bahagia.
Mereka sedih setelah mengetahui jika Alya memiliki paman yang ingin membunuhnya, kaget soal fakta tentang ayah kandungnya dan aji yang memiliki dendam. bahagia karena kini hubungan dua insan itu kembali baik dan semua kesalahpahaman dimasa lalu akhirnya berakhir.
Jeremi, Rangga dan Samuel sangat mensyukuri itu. Selama hampir 2 tahun mereka bungkam, menutupi fakta tentang kejadian yang terjadi. Bukan maksudnya menyembunyikan, mereka hanya sudah terlanjur janji dengan Alya untuk jangan bicara apapun di depan Kevin. Ditambah mereka juga khawatir jika sampai Kevin tahu, maka aji akan berbuat buruk dengan Alya.
Namun sayangnya alam yang mengungkap itu semua, tak perlu capek-capek menjelaskan. Nyatanya tuhan punya cara tersendiri untuk menunjukkan kebenarannya, termasuk soal fakta tentang jati diri Alya yang sebenarnya.
“yang udah terjadi biarkan berlalu, menyesal boleh asal jangan berlebihan. Yang penting kalian sudah bersama, dan sudah tahu semuanya. Belajarlah dari kesalahan itu agar kedepannya bisa lebih bijak lagi, gue yakin banget Lo bisa lindungi Alya dari jeratan pamannya dan om aji.” ucap Samuel.
Kevin yang mendengar mengangguk pasti, tanpa harus di suruh pun dia akan melindungi istrinya dari semua orang yang ingin mencelakainya.
“gue masih penasaran deh, apa motif utama pamannya sampai tega berbuat keji sama orang tua Alya, kan Ferdinan itu adik kandungnya sendiri?” tanya Samuel.
“apalagi, jika bukan karena harta.” jawab Rangga santai.
“Astaga.. jadi cuma karena harta dan kedudukan sampai tega membunuh saudaranya sendiri? Pantas saja dia bersekutu dengan om aji, karena mereka itu memiliki tujuan yang sama!” geram Jeremi.
“begitulah manusia, selalu merasa tak puas dengan apa yang dimilikinya.” balas Samuel.
Jeremi yang mendengar itu manggut-manggut setuju.
“terus soal identitas Alya yang disembunyikan itu apa? maksudnya kenapa hanya dia aja? Kenapa Selena enggak?” tanyanya kemudian.
Ini adalah pertanyaan yang terus bersarang di otaknya sejak mengetahui Alya memiliki seorang kakek yang cukup terpandang, kenapa hanya Alya saja yang harus di sembunyikan. Sedangkan Selena dibiarkan terungkap?
“itu karena Selena bukanlah kakak kandungnya.”
DEG!
...💐💐💐...
Sementara itu ditempat berbeda, lebih tepatnya di sebuah jalan raya yang agak sepi ada sebuah mobil mewah terparkir di depan halaman rumah minimalis. Di dalam mobil tersebut ada 2 pria yang duduk di jok depan dengan pakaian yang berbeda, pandangan mereka mengarah ke bangunan rumah minimalis itu.
“kau yakin ini rumahnya?” tanya pria yang duduk di jok sebelahnya, penampilannya seperti bos besar.
Pria muda yang duduk di kursi supir itu mengangguk. “benar pak, tapi sekarang keadaan rumah ini sudah kosong.” jawabnya.
“berapa lama?”
“4 bulan.”
Pria yang di sampingnya yang tak lain adalah Bobby itu nampak manggut-manggut. “berarti mereka sudah lama berada di jakarta.”
“benar pak, menurut info yang saya dapatkan jika sebelumnya rumah ini dihuni oleh seorang gadis muda. Selama Bertahun-tahun Dia tinggal sendirian, sebelum akhirnya pindah.”
“pindah kemana?”
“ke korea.”
“terus kenapa dia bisa balik lagi?”
“soal itu saya kurang jelas, tapi yang pasti setelah 2 tahun dikosongkan dia kembali bersama saudaranya yang seorang artis. Beberapa hari setelah itu datang 3 orang lain, 2 pria dan satu wanita. Menurut informasi dari tetangga, mereka adalah keluarga pamannya yang juga tinggal dikorea.”
Bobby yang mendengar penjelasan pria di sampingnya yang ternyata anak buahnya itu nampak tersenyum sinis, kini ia sudah tahu dimana tempat pasti persembunyian orang yang selama ini ia cari.
“tapi pak, apa bapak yakin ingin melakukan ini sama mereka?”
“jelaslah! Kenapa, kau ragu?”
“jujur iya pak, karena sekarang mereka sudah memiliki tameng yang kuat. Apa bapak yakin mampu melawannya?”
“sepertinya kau lupa siapa orang yang telah bersekutu denganku?”
“saya tidak lupa pak, tapi anda juga harus tahu jika kekuasaan pak aji tak sebanding dengan kekuasaan keluarga Zein. Anda tahu kan tentang ibu Anjeli?”
“ya. Siapa yang tidak tahu dengan dia, tapi saya tak perduli. Saya tetap akan menyelapkan mereka, seperti halnya saya menyelapkan orang tuanya dulu.” ujar Bobby dengan senyuman iblisnya.
Anak buahnya yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas, karena ia tahu percuma saja memberi saran pada orang yang di dalam jiwanya sudah di penuhi oleh hasutan setan.
Hanya demi bisa mendapatkan kenikmatan dunia sampai rela membunuh saudaranya sendiri, tanpa Bobby ketahui jika itu hanya bertahan sementara. Sifat keserakahannya itu sudah sangat menguasai, sehingga kehilangan akal sehat.
...💐💐💐...
Hari semakin naik ke peraduannya, sinar matahari yang tadinya hangat kini berubah panas sehingga membuat tubuh manusia yang terkena sinarnya merasa kegerahan.
Sama halnya dengan tubuh seorang wanita paruh baya yang kini sedang berada di sebuah jalanan, kedua tangannya nampak mendorong gagang gerobak bakso seraya terus mengayunkan kedua kaki jenjangnya.
“bakso.. bakso..” teriaknya agak kencang, berharap ada pembeli menahannya.
Namun dari pagi hingga siang begini belum satupun mangkok bakso jualannya laku, padahal perutnya sudah keroncongan minta diisi. Ingin membeli makan namun belum dapat uang, alhasil dia hanya bisa menahannya. Bermodalkan sebotol air mineral, dan sebungkus bakpau rasa coklat sebagai pengganjal perutnya.
Sebenarnya ini kesalahannya sendiri yang telat keliling, karena sebelumnya ia harus pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi suaminya yang masih koma. Sudah terhitung 3 bulan setelah mendapat kabar suaminya itu terbaring dirumah sakit, dan selama itu ia selalu sempatkan menjenguk sebelum nantinya ia pergi jualan.
Wanita itu terus saja melangkahkan kakinya, menyelusuri sepanjang jalan ibukota yang tak pernah sepi dan padat oleh penduduk. Ditemani oleh mulutnya yang di tutupi masker itu berteriak, mengundang calon pembeli.
Hingga langkahnya berhenti saat matanya tak sengaja melihat Baner 3d berukuran besar di satu gedung tinggi, disana ia melihat gambar dua orang beda kelamin yang sama-sama menebar senyuman manis. Di sebelahnya terdapat ada tulisan brand susu yang cukup terkenal.
“selena..” Lirihnya.
Yah, wanita itu memang sedang melihat Baner 3d yang menampilkan wajah Selena dan Rafael. Mereka memang jadi brand ambassador dari produk susu dari perusahaan asing yang memiliki cabang di jakarta.
Semenjak ia berhenti dari dunia keartisan, kehidupan Selena memang tak sepadat saat menjadi artis dulu. Namun bukan berarti dia bisa lepas begitu saja dari media, ada saja wartawan atau Sasaeng yang diam-diam mencari kabarnya. Tapi untungnya selama ini tak ada kabar miring, malahan kehidupannya yang sekarang jauh lebih baik. Membuat para fansnya yang melihat itu merasa senang, karena idolanya bisa menjalani kehidupan yang nyaman.
“tak terasa waktu berlalu begitu cepat, sekarang kau sudah tumbuh menjadi gadis cantik. Bahkan sekarang kau sudah memiliki suami yang baik, dan sebentar lagi akan menjadi ibu.” ucapnya dengan suara pelan, kedua matanya nampak merah dan berkaca-kaca.
__ADS_1