Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 100


__ADS_3

Suara riuh musik membuat Hanny menutup telinganya. Hingga ia sampai di tempat sang suami yang mana suaminya berada di ruang kedap suara, mungkin meskipun Hanny berteriak Biru tidak akan mendengar suaranya namun terlihat sekali wajah suaminya dari jendela bersama dengan dua wanita.


''Maaf Nona, anda tidak bisa masuk,'' cegah penjaga di luar ruangan.


''Saya adalah takj wanita yang di undang khusus oleh tuan Biru, '' ucap Hanny


Terlihat dua penjaga ith saling melemparkan pandangan.


'' Kalau kalian tidak percaya saya bisa menghubungi Tuan biru sekarang juga,'' ucap Hani. mendengar apa yang diucapkan oleh Hani kedua penjaga itu pun membukakan pintu untuk Hani, tentu membuat sama orang langsung melihat ke arah pintu yang terbuka.


Betapa terkejutnya biru ketika melihat sang istri ini berdiri tepat di hadapannya. tanpa berkata apapun Hani langsung duduk di samping biru dengan menyingkirkan wanita yang terus saja menempel pada suaminya.


''Maaf karena kedatangan saya mungkin membuat kalian semua terkejut tapi perkenalkan saya adalah Hanny, istri dari tuan Biru, jadi tuan Biru tidak membutuhkan pendamping wanita,'' ucap Hani Seraya menatap ke arah klien Biru.


'' Maaf tuan Biru, apakah Anda memang berniat membawa istri anda? Bukankah ini adalah urusan perusahaan?'' tanya Sang klien


''Lalu apa salahnya jika saya membawa istri saya tuan, meskipun ini adalah urusan perusahaan, tapi kehadiran istri saya tidak akan mengganggu pembahasan kita,'' ucap Biru yang merasa terselamatkan dengan kedatangan Hani.


'' Anda sangat tidak profesional Tuan Biru, Saya yakin istri anda akan melarang anda untuk banyak minum hari ini,'' ucapkan klien Biru


''Anda salah Tuan, Saya tidak akan menghalangi suami saya untuk minum sebanyak apapun, tapi saya akan melarang suami saya didekati oleh wanita-wanita yang akan merusak citranya,'' ucap Hani Seraya melihat ke arah kedua wanita yang masih setia duduk di samping Biru.


''Tuan Biru sudah memiliki pendamping sekarang kalian pergilah!'' ucap Hani pada kedua wanita itu.


''Anda tidak bisa mengusir kami Nona, karena yang memesan kami adalah tuan...,'' ucapan itu terhenti ketika melihat tatapan Hanny.


"Baiklah kalau begitu saya putuskan untuk membatalkan kerjasama ini!" ucap Hani Seraya menatap ke arah Biru, tentu ucapan Hani mampu membuat klien Biru langsung menatapnya dengan tajam.


''Anda tidak bisa membuat keputusan sepihak Nona Hani, meskipun Anda adalah istri Tuan Biru tapi keputusan itu sepenuhnya milik Tuan Biru,'' ucap kliennya.

__ADS_1


''Tapi saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh istri saya tuan, saya sudah menuruti anda untuk membahas pekerjaan di sini tapi anda tidak mengatakan bahwa kita harus minum banyak dengan didampingi oleh wanita lain, Apakah anda memiliki niatan yang terselubung dalam kerjasama ini?'' tanya Biru Seraya menggenggam tangan Hanny. Beberapa saat suasana menjadi hening, klien Biru langsung memberikan kode pada kedua wanita itu untuk meninggalkan Biru.


"Aku pernah mengalami semua ini dan aku tidak ingin apa yang aku alami dulu terjadi lagi, sekarang nama Mas Biru mulai baik kembali dan aku tidak ingin nama itu ternodai lagi dengan masalah wanita" bathin Hanny.


"Silakan kalian memulai pembahasan kalian, Saya tidak akan ikut campur dalam urusan itu, " ucap Hani.


...----------------...


''Siapa namamu?' tanya Arsel.


''Hana tuan?'' jawab Hana.


''Nama yang cantik secantik orangnya, '' ucap Arsel seraya menyerahkan berkasnya kembali pada Hana.


'Terimakasih tuan, kalau begitu saya permisi, '' ucap Hana seraya berjalan mundur dan keluar dari ruangan Arsel.


Sedangakan Hana merasakan sangat gugup ketika mendengar Arsel memujinya.


Hana-pun segera kembali keruangan kepala divisinya, lalu menyerahkan berkas yang tadi sudah di tanda tangani oleh Arsel.


''Hana, kau boleh istirahat. Pekerjaanmu sellau bagus sebagai karyawan magang, ini adalah tipe dari. perusahaan untukmu atas perintah tuan Arsel, selamat ya ... Kamu adalah satu-satunya anak magang yang paling beruntung sepanjang tahun ini, karena Ini pertama kalinya Tuan arsen sangat menyukai kriteria pekerjaan anak magang, semoga setelah kau selesai makan kau bisa bergabung di perusahaan ini,'' ucap ketua divisi Hana.


''Wah, benarkah Pak? Terimakasih pak, terimakasih banyak, semua juga berkat bimbingan dari bapak,'' ucap Hana Soraya mengambil Amplop yang diberikan oleh ketua divisinya.


'' Berterima Kasihlah pada Tuhan Arsel karena beliaulah yang memberikan ini padamu, dan tunjukkanlah padanya kualitas sebenarnya dirimu,'' ucap ketua divisi itu caranya tersenyum dan memberi semangat pada Hana. di sisi lain arsal tersenyum membayangkan jika Hana saat ini sangat gembira menerima Amplop yang ia berikan pada ketua divisinya.


...----------------...


''Kau yakin akan mengantarkan kami. ke. makan. orang tua kami, katakan ya lumayan jauh dari sini?' hanya Zahra ketika ia sudah bersiap.

__ADS_1


''Malam. mertuaku, tentu aku akan mengantarkanmu, kalau bukan aku lalu siapa?wajahmu juga masih pucat, kalau tambah parah, nanti kapan indehoy-nya, '' ucap asal Jigar.


Zahra terdian ketika Jigar mengatakan indehoy. Ia masih takut berharap banyak.


''Tunggulah, aku ambil jaket kulit dulu, '' ucap Jigar.


''Biar aku yang ambilkan, '' ucap Zahra.


''Tidak usah, kau masih sakit. Hanya ambil jaket doang, '' ucap Jigar seraya melangkah menuju ke lemari bajunya.


Tak Butuh waktu lama akhirnya Jigar pun kembali Seraya memakai jaketnya, sungguh Zahra terpesona dengan ketampanan sang suami.


''Hei, kenapa? Apakah aku sangat tampan?'' tanya Jigar percaya diri.


''Sangat, '' ucap Zahra dengan masih menatap Jigar, namun seketika Zahra tersadar akan apa yang diucapkan. Jiger yang mendengar Pengakuan itu langsung tersenyum serta mencubit kedua pipi Zahra.


''Jika aku tampan maka ketampananku adalah milikmu, jika aku jelek maka aku akan membuat kejelekan itu pergi, sehingga seorang Zahra akan terus menatap Jigar,'' ucap Jigar.


''Ucapannya tidak nyambung loh, Mas,'' ucap Zahra Seraya mengusap kedua pipinya.


''Hahahhaha, iya ya... mana ada wajahku jelek, sudah dari belum lahir aku sudah ditakdirkan menjadi orang tampan,'' ucap Jigar dengan percaya diri.


Jigar-pun merangkul pinggang Zahra dan keluar dari kamarnya, yang aman adiknya Zahra susah dari tadi menunggunya.


''Kenapa kalian lama sekali? Kasihan adik kalian, '' ucap Mamanya Jigar.


''Biasa, Ma... Lagi belajar menggoda istri, aku kan ingin seperti Papa yang suka menggoda Mama,'' ucap Jigar membuat Zahra tersenyum.


''Kau ini, sudah sana jalan, hati- hati loh, jaga menantu Mama dengan baik, salam dan doa untuk orang tuamu, Nak,'' ucap mamanya Jigar seraya mengelus pipi Zahra.

__ADS_1


''Terimakasih, Ma, '' ucap Zahra seraya mencium punggung tangan mertuanya.


Jigar benar-benar sangat menyukai hubungan mamanya dengan Zahra. Padahal mamanya tidak kenal sama sekali dengan Zahra. Yang mamanya Jigar tahu hanyalah Zahra adalah mantannya Biru.


__ADS_2