Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 12 Tiga Hati Yang Tersakiti


__ADS_3

Waktu seakan berjalan dengan cepat, Saga yang masih tengah gusar, karena sebentar lagi, mereka akan membawa Hanny kekediaman nya, tentu ... mereka akan berdiri berdua di atas tempat yang sudah di sediakan untuk pengantin baru.


Saat Saga gusar, suara pintu terbuka membuat nya sadar, Ia melihat kearah pintu, dan melihat Hanny masuk dengan nampan di tangannya, Ia membawa kopi


"Ini minumlah dulu, aku tahu ... Mas sedari tadi tidak istirahat, Kamarnya panas ya ... ?" ucap Hanny seraya meletakkan nampan di atas nakas. Saga mengabaikan apa yang Hanny katakan dan lakukan, semua yang Hanny lakukan, seakan tidak ada artinya di mata Saga.


"Aku akan bersiap, Mas minumlah dulu kopinya setelah itu, mandilah" ucap Hanny yang kini melangkah masuk kedalam kamar mandi.


Saga yang melihat expresi Hanny yang seakan tidak terusik dengan sikap acuh nya semakin merasa kesal.


'Ah, Sial. Oh tuhan ... kuatkan hati Zahra' bathin Saga seraya menatap langit-langit kamar Hanny.


Sambil menunggu Hanny keluar dari kamar mandi, Saga menyesapi kopi yang di bawa Hanny. Rasanya sangat pas seperti yang Saga sukai.


*****


'Saga, ku harap kau bisa menjaga perasaan Hanny, Kau tidak akan mendapatkan wanita yang lebih baik darinya jika kau sia-siakan dia, Jika kau menyakiti nya, aku tidak akan segan lagi padamu' bathin Jigar seraya menatap taman yang terpapar di hadapannya.


Jigar kini duduk di depan rumah Hanny yang sangatlah Asri, dengan pemandangan bunga yang indah di pandang.


Jigar merutuki nasibnya, kenapa Hanny harus di jodohkan ? Sehingga ia kehilangan kesempatan, untuk mengutarakan perasaannya.


Suara ketukan pintu terdengar di kamar Hanny, Saga yang melihat Hanny masih sibuk dengan rambutnya, ia langsung membuka pintu itu, yang ternyata Bundanya yang mengetuk pintu. Wajah datar Saga langsung berubah, ia berusaha tersenyum pada sang Bunda.

__ADS_1


"Saga, kau sudah siap kan, Nak? dimana istrimu?" tanya sang Bunda seraya berusaha melihat kearah dalam kamar Hanny


"Masuklah, Bun. Dia masih menyisir rambutnya" ucap Saga seraya memberi jalan pada sang Bunda.


Sang Bunda pun masuk kedalam kamar menantu nya.


"Bunda" ucap Hanny seraya meletakkan sisirnya dan menghampiri Bundanya.


"Sayang, Maaf ya ... Bunda main masuk kedalam kamarmu" ucap Bundanya Sagara


"Apa yang Bunda katakan, masuklah " Hanny menuntun sang Bunda, terlihat jelas kasih sayang diantara keduanya, Saga menyaksikan bagaimana Bundanya menatap Hanny dengan kagum, Saga tahu ... kalau Hanny adalah seorang Dokter, yang sudah banyak menyembuhkan penyakit anak-anak, tapi itu kan pekerjaan nya dan tentu adalah kehendak -Nya.


"Hanny, kau jangan ambil hati, jika Saga mengatakan hal yang kurang berkenan di hatimu, Saga anaknya baik, hanya saja ... dia jarang berinteraksi dengan orang lain, kecuali orang yang ia suka, Bunda harap, kau bisa mengerti akan dirinya," ucap sang Bunda seraya sesekali melihat kearah Saga.


Tak butuh waktu yang lama, bersamaan dengan tenggelamnya matahari, Keluarga Tuan Tara memboyong keluarganya Hanny kekediaman nya. Hanny dan Sagara 1 mobil dengan sopir pribadi Saga yang mengendarai nya. Sedangkan yang lainnya menjadi 4 mobil yang beriringan.


Di dalam mobil suasana hening, Tidak ada suara yang keluar dari ketiga manusia yang ada di dalam mobil itu, Hanny menikmati pemandangan dari jendela mobil, sedangkan Saga terlihat sibuk dengan ponselnya, entah apa yang ia lihat dan yang ia kerjakan, Hanny tidak ingin tahu akan semua itu, karena ia sadar ... dari perkataan Saga tadi siang, sudah sangat jelas, bahwa Saga saat ini belum menerima Hanny sebagai istrinya, dan Hanny tidak ingin membuat Saga tidak suka akan dirinya.


'Aku harap, suatu saat kau bisa membuka hatimu untukku, Mas. Kita menikah karena Perjodohan, tapi sumpah yang kita ambil bukanlah sumpah mainan, aku akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu' bathin Hanny seraya menatap Sang yang masih terus mengabaikan keberadaan nya.


Sesekali Hanny melihat bibir Saga tersenyum seray terus menatap ponselnya. Entah hal apa yang membuat suaminya itu tersenyum, tapi itu adalah senyuman pertama kali yang Hanny lihat.


Tanpa mereka sadari, mereka sudah sampai l, Ya ... mobil yang Saga dan Hanny sampai terlebih dahulu, menyadari mereka sudah sampai, Saga langsung turun tanpa melihat ke Hanny, meninggalkan Hanny sendirian di mobil. Sakit ... tentu, Saga meninggalkan Hanny tanpa menoleh sedikitpun. Hingga tubuhnya hilang dari balik pintu rumah besar bahkan sangat besar. Menyadari akan situasi yang tidak nyaman, Sopir itu turun dan membukakan pintu untuk Hanny.

__ADS_1


"Terimakasih, Pak" ucap Hanny berusaha menahan sesak di dada.


"Sama-sama Nona, Silahkan masuk, sebentar lagi Tuan dan Nyonya akan sampai" ucap Pak Sopir itu.


"Iya,Pak." ucap Hanny seraya tersenyum.


Namun ... Hanny ragu untuk melangkah kan kakinya, Benar ... jika dirinya adalah menantu di rumah ini, hanya saja ... Dia pertama kali menginjakkan kakinya di rumah ini, tapi sudah di tinggal kan oleh suaminya, Tidakkah ia punya rasa kemanusiaan sedikit saja, pikir Hanny. Air mata sudah menggenang di bola mata Hanny, hanya saja ... Hanny berusaha agar tidak terjatuh, karena ia melihat ada beberapa mobil yang sudah memasuki pagar tinggi. Hanny lebih memilih diam di samping mobil, Ia menunggu keluarga suaminya turun, Tentu tangan Jigar mengepal saat melihat Hanny sendirian di dekat mobil.


'Keterlaluan kau Saga' bathin Jigar dengan kesal. Tentu kekesalan itu di lihat oleh Agam. Agam menahan tangan Jigar, saat Jigar ingin menghampiri Hanny yang sudah ada di hadapan Bundanya.


"Tapi adikmu sudah sangat keterlaluan, Agam!" pekik Jigar pada Agam


"Aku tahu, tapi ... bukan saatnya kau berulah, aku tahu, kau menyukai Hanny, tapi sayangnya orang tuaku menyukainya " ucap Agam


"Aku yang akan menegur Saga" imbuh Agam berharap kekesalan Jigar mereda.


"Hanny, Diaman Saga, kenapa kau sendirian ?" tanya Bundanya Saga yang mana Ibunya Hanny menatap nya juga, seakan pertanyaan Bundanya Saga adalah pertanyaan nya juga.


"Mas Saga tadi sudah menemani Hanny disini, Bun. Tapi ia pamit karena ingin ke kamar mandi katanya" bohong Hanny, membuat bunda dan ibunya merasa lega, Terutama Tuan Tara yang tadi sudah terlihat emosi.


"Baiklah, Mari masuk semuanya" ucap Tuan Tara pada semua orang, yang mana di dalam rumah sudah di dekorasi dengan begitu indah.


Dan itu semakin membuat hati Saga makin sakit dan terluka.

__ADS_1


__ADS_2