Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 15 Tiga Hati Yang Tersakiti


__ADS_3

Hanny kini menumpahkan air matanya di teras belakang rumah Saga, Apakah tidak ada harapan dan kesempatan lagi? Kenapa seakan ia yang bersalah dalam pernikahan ini. Hanny tak pernah merasakan sakit seperti ini, dan ternyata tangsi itu di lihat langsung oleh Saga dari atas kamar Hanny. Terlihat jelas tubuh Hanny yang gemetar, bahunya naik turun, dengan sesekali ia menyeka air matanya.


'Ckkkk ... Kenapa aku lakukan ini padanya? Maafkan aku Hanny, tapi kenapa kau minta 1 bulan ? bukankah waktu 1 tahun itu lebih pasti dalam drama pernikahan ini?' bathin Saga seraya terus menatap Hanny yang masih setia menatap pemandangan belakang rumah Saga. Namun ... Saga terkejut kala melihat Agam yang muncul dari belakang tubuh Hanny. Entah apa yang mereka bicarakan, tapi terlihat jelas, Hanny tersenyum dan mengusap air matanya secara bersamaan. Terlihat juga Agam yang mengusap ujung kepala Hanny, mungkin seperti seseorang memberi semangat pada adiknya.


'Apakah Hanny menceritakan semuanya pada kak Agam?' bathin Saga


*****


"Nona Zahra, ada Tuan Dito katanya dia sudah membuat janji dengan Tuan Saga" ucap karyawan bagian resepsionis


"Baiklah, suruh keruangan ku, Ya" ucap Zahra dengan senyuman nya.


Setelah mengatakan itu, Zahra pun melanjutkan langkah kakinya, kini ia masuk keruangan Saga dengan hati yang tak menentu. Jika kemaren ia masuk dengan senyuman sekarang ia dengan tangisan dalam hatinya. Ia harus terbiasa dengan hal seperti ini, bahkan setiap saat ia akan merasakan hal seperti ini. Karena bukan kata putus yang menjauhkan hati mereka tapi karena ada hati lain yang di paksa masuk diantara mereka.


Tok ... Tok ... Tok


"Masuk" ucap Zahra seraya memeriksa berkas yang ada di hadapannya


Seketika pintu terbuka, disana terlihat Tuan Dito dan juga sekertaris nya.


"silahkan masuk Tuan, Duduklah" ucap Zahra saat ia sudah berdiri dan menyambut kedatangan Dito


"Terimakasih, Nona Zahra. Kapan Tuan Saga bisa aktif lagi ke kantor?" tanya tuan Dito sebagai awal pembicaraan mereka


"Kemungkinan dua hari lagi Tuan, tapi ... Tua. Saga mengatakan, jika saat ini ... ia harus melakukan panggilan Vidio Call saat kalian sudah datang" ucap Zahra

__ADS_1


"wah, pengantin baru masih bisa memikirkan pekerjaan, Hebat sekali" puji Dito


"Ini berkas yang sudah kami siapkan, Silahkan Nona Zahra periksa terlebih dahulu" ucap Sekertaris Dito


Zahra mengambil nya dan melihat lembar demi lembar berkas itu, seperti yang sudah di sepakati.


"Baiklah, Tuan_" sebelum Zahra meneruskan perkataannya, Dering ponselnya berbunyi dan di situ terlihat nama Tuan Saga, Nama yang susah ia ubah sebelum ia berangkat bekerja tadi.


"Selamat pagi, Tuan" jawab Zahra melalui Vidio Call nya. Saga tak menjawab, Namun ....ia terus menatap pada wajah yang begitu ia rindukan. Tentu Zahra juga demikian, tapi Zahra sadar bahwa di hadapan nya saat ini ada Tuan Dito dan juga sekertaris nya, Ia tak ingin ada yang curiga dengan tatapan itu.


"tuan, Tuan Dito susah ada s


disini, silahkan anda bicara dengan beliau" ucap Zahra membuyarkan pandangan Saga terhadapnya


"Selamat pagi, pengantin baru, cie ... wajahnya yang berseri, Bagaimana rasanya? nikmat tidak?" Goda Dito.


"Perusahaan kami sudah menerima kerjasama dengan perusahaan mu, jadi aku harap, kau tidak mengecewakan ku" Saga terus menatap pada Dito dan Sekertaris nya. Tanpa ia sadari, Hanny masuk kedalam kamarnya dan di lihat oleh Dito, Karena Hanny lewat di belakang Saga.


"Wah, kecantikan istrimu benar-benar patut di akui, Saga. tanpa make up pun, ia begitu cantik, beruntung nya menjadi kau" ucap Dito memuji kecantikan Hanny, Tentu Saga langsung menoleh kearah belakang ya, dan benar saja, Hanny kini kembali keluar kamar, setelah mengambil sesuatu dari kamarnya.


"Bukankah wanita memang semuanya cantik?" tanya Saga


"Beda lah, Saga. Kecantikan istrimu itu beda, dia adem kalau di lihat, ah pasti sangat menggairahkan saat malam pertama mu" ucap Dito yang membuat hati Zahra panas dan gelisah.


Namun ... apa yang di katakan oleh Dito semuanya benar.

__ADS_1


Dengan sekuat hati Zahra mencoba untuk tersenyum dan melebarkan dadanya yang terasa sesak seketika.


Tanpa ia sadari panggilan itupun telah berakhir, Iya bahkan tidak tahu dan tidak mendengar apa yang dibahas oleh Dito dan juga saudara mengenai pekerjaan, Iya larut dalam lamunannya.


"Nona Zahra, saya tidak tahu ... mengapa anda begitu Kuta dengan godaan pesona Tuan Saga, Apalagi anda dan Tuan Saga setiap hari satu ruangan dan selalu bersama, Apakah anda tidak pernah jatuh hati padanya?" tanya sekertaris Dito yang mana ia dan Dito memiliki hubungan yang tak biasa. Tentu Zahra menjadi salah tingkah dengan pertanyaan itu, ia tak tahu harus jawab apa.


Zahra tersenyum lalu menjawab setiap pertanyaan dari sekertaris Dito.


"Tertarik mungkin aku merasakan itu, Nona. Hanya saja ... aku harus sadar diri, siapakah aku ini, aku hanyalah wanita biasa yang berusaha mencari pekerjaan, dan beruntung nya aku ada di posisi ini, berharap lebih sepertinya akan membuat ku lebih serakah" ucap Zahra dengan berusaha tersenyum.


"Menurut ku sangat di sayangkan jika kita melepas kan mangsa seperti Tuan Saga" ucap Sekertaris Dito dengan terkekeh.


Zahra tersenyum mendengar candaan itu, Dito yang baru saja keluar dari kamar mandi menjadi heran melihat kedua wanita itu terkekeh dengan candaan yang Dito tidak ketahui.


"Hei, apa yang kalian tertawakan, Rasti ... kita harus pergi sekarang, Nona Zahra, kami sangat puas dengan anda, lain waktu ... kami harap kami bisa makan siang bersama dengan anda dan Tuan Saga" ucap Dito


"Ya, Tuan Dito benar, saya harap Nona Zahra bisa mengatur waktu untuk itu, karena sangat sulit bagi kami untuk satu meja dengan Tuan Saga" ucap Rasti sekertaris Dito


"akan saya usahakan, Tuan. Dan terimakasih untuk kerjasama nya, semoga kedepannya bisa lebih sukses" ucap Zahra seraya mengantar kan mereka hingga kedepan pintu ruangan nya.


Zahra menutup pintu dengan mengembuskan nafas kasarnya. Sejenak ia terdiam seraya menatap kursi, dimana Saga selalu menjahilinya.


'Aku ingin pergi, agar semua bayangan ini hilang, Saga. Aku harus mencari pekerjaan dan harus pergi sejauh mungkin, semoga takdir berpihak padaku, dan aku menemukan pekerjaan yang lain ' bathin Zahra.


*****

__ADS_1


"Apa yang kalian bicarakan ? kenapa kau terlihat begitu bahagia tadi," tanya Dito seraya mendekatkan wajahnya pada wajah Rasti, Tentu Rasti langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Dito.


"Aku hanya bilang, Sayang ....kalau melepaskan mangsa seperti Tuan Saga, Kamu lihat sendiri kan! Zahra wanita yang cantik, dia juga sangatlah profesional, sangat di sayangkan kalau dia tidak bisa menggoda Tuan Saga" ucap Rasti seraya mendekatkan wajahnya dengan wajah Dito, Sehingga bibir mereka kini saling menempel satu sama lain, membuat nafas mereka saling beradu.


__ADS_2