
Hanny menarik nafasnya dalam-dalam, Ia sudah yakin dengan keputusan nya, Setelah surat ith sudah Biru Terima, Hanny pun kana kembali ke kotanya.
Ibunya menangis , Ia tak menyngka jika anaknya akan mendapatkan sikap seperti itu dari suaminya.
"Aku mencintainya, Bu... aku terlanjur mencintainya, Rasanya sakit, Bu... apakah keputusan yang Hanny ini benar? Bukankah cinta tak harus memiliki, Hanny ingin Mas Biru dan Zahra bahagia bu," ucap Hanny saat menghubungi Ibunya
"Lalu bagaimana denganmu, Nak? bukan kah kau mengatakan jika kau mencintai suamimu,?" tanya sangat Ibu.
"Bukankah Ibu yang paling mengerti Hanny? Hanny gak mungkin bahagia di atas penderitaan Mas Biru, Bu... " Hanny berusaha tersenyum meski ia tahu, Jika ibunya tidak mungkin melihat bahwa Hanny tersenyum.
"Ibu selalu mendukung mu, Nak. Tapi... Ibu sangat kecewa dengan suamimu, Kenapa ia tidak terus terang di awal, Jika ia mencintai wanita lain, Ibu yang mana yang tak sakit hati saat melihat putri nya menangis dan terluka. Hanny adalah kebanggaan Ibunya, Ia selalu menahan semuanya sendirian, Karena itulah, Hanny menjadi wanita yang kuat dalam segala hal.
"Yang perlu ibu tahu, Hanny baik-baik saja, Salam untuk bunda dan Ayah Maafkan Hanny, Hanny menyerah, " ucapan Hanny bersamaan dengan menetes nya air matanya lagi.
"Hana sedih dengan kabar ini, Ia sampai tidak mau keluar kamar, Kasihan dia" ucap Ibunya.
...****************...
Tanpa Ibunya sadari, Hana keluar dari kamarnya dengan sembunyi- sembunyi, entah ke mana anak yang baru saja menduduki sekolah menengah atas itu, yang pasti Iya memiliki tujuan.
__ADS_1
'Aku tidak bisa membiarkan kakakku mengalami hal seperti ini, Kak Biru keterlaluan, aku menyesal, Aku menyesal karena sudah mengagumi Kak Biru, Iya sama saja dengan pria yang lainnya tidak bisa setia dengan satu wanita jika memang sebelum menikah Ia memiliki kekasih, seharusnya dia mengatakan lebih awal, Sehingga kakakku tidak mengalami hal menyakitkan seperti ini,' bathin Hana
'Sakit tanpa luka, itu yang kakak ku rasakan. Kakakku selama ini sudah banyak berkorban, dan saat ini... ia mengorbankan perasaan nya hanya demi kalian yang tak tahu diri, ' bathin Hana dengan tetesan air mata, membayangkan hati kakaknya yang sedang hancur saat ini.
Kini tanpa di rasa Hana sudah sampai di depan perusahaan Biru. Ia pernah datang sekali dalam perusahaan itu, Jadi resepsionis sudah ada yang mengenali Hana sebagai adik ipar dari CEO-nya.
"Nona mau cari Tuan Biru?" tanya resepsionis
"Iya, dia ada kan di ruangan nya?" tanya Hana
"Maaf, Nona. Tuan Biru saat ini tidak ke kantor, Bunda beliau masuk rumah sakit, kemungkinan... beliau saat ini ada di sana, "ucap resepsionis itu.
"Begitu ya, baiklah... terimakasih, " ucap Hana Hana langsung meninggal kan perusahaan itu.
...****************...
"Tentu, Karena aku Nona Hanny pergi, aku takut... aku takut apa yang Nona Hanny ucapkan akan ia lakukan, " ucap Zahra pada Arsel
"Apa yang akan ia lakukan?" tanya Arsel
__ADS_1
"Melepaskan Mas Biru, " papar Zahra yang mampu membuat Arsel terdiam.
Hanny memang terkenal dengan hatinya yang sangat baik, dokter muda yang mampu memikat banyak hati para lelaki.
"Jangan terlalu bersedih, kau tak sepenuhnya bersalah, Biru yang sudah keterlaluan, seharusnya dia yang disalahkan, Bukankah kau sudah mengatakan bahwa kau sudah ikhlas dengan pernikahannya, Zahra aku tahu hubunganmu dengan Biru sangatlah dalam, Tapi kau sudah mengambil keputusan yang benar dengan menjauh dari kehidupan Biru, " ucap Arsel
"dokter Hanny bukanlah wanita biasa, Ia tak akan menyalahkan mu , tapi, dia akan menyalahkan dirinya sendiri karena Ia berpikir dia yang telah masuk dalam hubungan kalian,"
"itu yang aku takutkan, aku benar-benar merasa bersalah padanya, Aku ingin bertemu dengannya Tuan Arsel, " ucap Zahra seraya menatap mata Arsel dengan penuh harapan.
"Kau jangan menatap ku seperti itu, Aku bukan temannya Biru, jadi ... aku tidak akan membantu dia, " ucap Arsel seraya berdiri dari duduknya.
"Aku dan Biru, memiliki persaingan dalam segala hal, hubungan kami tidak pernah akur mulai sejak dulu, Banyak persaingan di antara kami, dan aku bahagia jika melihat nia hancur seperti saat ini, kehilangan kekasih, dan juga seorang istri sesempurna dokter Hanny, " ucap Arsel penuh dengan penekanan.
Sejenak Zahra terdiam, Ia juga tahu akan hal itu.
Zahra tersenyum dalam kesakitan.
"Apakah kalian tidak bisa baikan, Bukankah bisnis kalian sudah berbeda, hidup kalian juga sudah banyak yang berubah, Kenapa hanya karena satn kesalahan, Kalian bisa bermusuhan seperti ini, " ucap Zahra
__ADS_1
"Kecemburuan yang tidak berguna, hanya karena ia pergi tanpa pamitan, Apakah kau akan sebenci itu padanya, Hingga kau ingin menghancurkan bisnis nya,?" tanya Zahra
"Aku malah ingin menikahimu, agar dia merasakan sendirian, Rasa kesepian, seperti yang aku alami dulu, Apakah pantas Biru di katakan sahabat, saat ia pergi meninggalkan kedua sahabatnya dalam masalah besar, Bukankah seorang sahabat itu selalu ada untuk sahabat yang lainnya ,tapi dia malah pergi meninggalkan kita dengan alasan mengejar cita-cita," ucap Arsel.