
Luka hati, luka diri, Hanny kini merasakannya. Saga dengan tega berkata kasar padanya di hadapan teman-temannya, Tidak kah ia menghargai nya sedikit saja.
*****
"Maafkan aku, Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat masalah ini, aku benar-benar tidak sengaja" ucap Zahra
"Tapi Hanny yang menjadi korbannya sekarang, Kalau kau sudah tahu tidak bisa makan-makanan pedas, Kenapa kau malah memakannya, Zahra! Apa kau sengaja melakukan ini?" tuduh Bima pada Zahra, Membuat mata Zahra membulat tak percaya, Dito dan Sekertaris Dito saling mengangguk kan kepalanya, membenarkan apa yang di ucapkan Bima.
"Itu tidak benar, aku ti_"
"Biar aku antarkan Zahra pulang, maafkan kejadian ini" suara Saga yang tiba- tiba membuat Zahra menghentikan perkataannya.
"Kau masih ingin mengantar kan Zahra, di saat Istrimu pergi, Aku harap kau melepaskan Hanny, Saga. Jika kau masih belum bisa melupakan masa lalu ini,Hanny wanita yang baik, Dia tidak pantas mendapatkan pria brengsek seperti mu" ucap Bima yang langsung meninggalkan kediaman Saga, dan yang membuat Dito dan sekertaris nya terkejut adalah ucapan Bima yang terakhir.
Bima Pradito, Sahabat Sagara mulai sejak kecil, Ia tahu perasaan Jigar pada Hanny begitu juga dengan perasaan Paman Bima yang juga menggilai Hanny. Paman Bima yang umurnya selisih 3 Tahun dengan Bima itu, Adalah seorang Dokter ahli bedah di luar Negeri, Hanny dan Paman Bima bertemu saat Hanny ada seminar. Rasa kagum dan rasa penasaran selalu paman nya ceritakan pada Bima, tak di sangka ... Wanita pujaan Pamannya itu di jodohkan dengan sahabatnya. dan sekarang ... Hanny mendapatkan perlakuan semacam itu dari Saga.
*****
"Akhirnya kau datang juga, Kau tahu ... Dokter di sebelahku ini tidak semangat kalau tidak ada kamu" ucap Dokter Nina seraya memeluk Hanny
"Im Sorry, Aku tidak bawa hadiah malam ini, Hadiahnya nyusul besok, tidak apa-apa" ucap Hanny dengan sedikit kikuk.
Jigar tahu, ada hal yang terjadi pada Hanny. mata sembab wanita yang begitu ia inginkan terlihat jelas, Meski mungkin Hanny sudah berusaha menutupi nya dengan make up nya.
"Baiklah, Karena sahabat kita sudah datang, kitanbisa mulai acaranya" ucap Dokter Nina pada yang lainnya, Semuanya bertepuk tangan.
Acara potong kue pun telah selesai, Semuanya sudah bersenang-senang, ada yang menari dan ada yang menikmati hidangan, ada yang bersenda gurau, Semua itu di saksikan oleh Hanny dengan bibir yang tersenyum. Ia sendiri memilih untuk duduk di dekat jendela, Menikmati dua pemandangan, yang sama-sama membuat hatinya merasa sedikit terhibur.
"Apa ada masalah?" tanya Jigar tiba-tiba duduk di depan Hanny
"Tidak ada, Hei ... kau tidak ikut mereka" ucap Hanny seraya melihat kearah teman-temannya yang sedang menari
"Bukan gayaku, Hahhaha" ucap Jigar dengan tawanya, Tentu Hanny juga tahu itu.
__ADS_1
"Bagaimana acara makan malamnya tadi? Apakah terjadi sesuatu?" Jigar menatap Hanny, mencari kebenaran dari wajah wanita yang selalu terlihat ceria itu
"Tidak ada, semuanya berjalan dengan lancar, karena itulah aku bisa kemari" Hanny tersenyum seraya mengambil gelas di hadapannya dan menyesap minumannya
Jigar menatap lekat lagi pada sosok di hadapannya, Ia melihat kebohongan di wajah Hanny. Hanny akan selalu menghindari tatapan Jigar jika ia sedang berbohong.
Tapi Hanny tidak akan mungkin bercerita, Meskipun Jigar memaksanya, apalagi masalah rumah tangganya.
"Udah, jangan pandang aku kayak gitu, Tidak ada yang terjadi, semuanya baik-baik saja,Udah ah ... Ayo ... kita nikmati saja pesta ulang tahun Dokter Nina" ucap Hanny yang kini sudah berdiri dan ikut menari dengan teman-temannya.
Jigar bisa melihat Hanny ingin terlihat bahagia di depan semua teman-teman nya, dan itu malah membuat tangan Jigar mengepal.
*****
"Cari Nona Hanny, dan minta maaflah, Mas" ucap Zahra saat sampai di depan rumah Zahra
"Aku minta maaf, karena aku, Nona Hanny pergi" ucap Zahra
"Sudahlah, kamu jangan merasa bersalah, aku disini yang salah, aku yang sudah membentaknya, Baiklah ... kau istirahat lah, aku akan langsung mencarinya" ucap Saga pada Zahra. Zahra pun turun, sedangkan Saga langsung meninggalkan halaman rumah Zahra.
"Suster, saya Saga, Suaminya Dokter Hanny" ucap Saga pada salah satu Suster yang berjaga di sift malam
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan" ucap ramah Suster itu
"Apakah Dokter Hanny ada di sini, soalnya saya lihat di ruangannya tidak ada seorang pun" ucap Saga, Ya ... terlebih dahulu Saga melihat Hanny di ruangannya, tapi ternyata wanita itu tidak ada.
"Dokter Hanny masuk sift siang, Tuan, dan ia hari ini pulang lebih cepat," ucap suster yang lainnya yang tahu akan jadwal Hanny.
Saga semakin merasa bersalah, Hanny sudah bela-belain pulang lebih awal, hanya karena ingin masak untuk acara makan malamnya dengan teman-teman nya, tapi, Apa yang Hanny dapatkan, cacian, dan hinaan darinya.
'Oh Tuhan, Terkutuk lah aku ini' bathin Saga seraya menggusar rambutnya kebelakang. Lalu ia kembali memencet ponselnya berharap sang istri mengangkat ponselnya, Tapi ternyata salah, Hanny malah menonaktifkan Nomor nya.
"Sus, Kalau boleh tahu, Dokter Hanny punya teman dekat disini, Maksud saya ... Apakah Dokter Hanny memiliki sahabat baik,?" tanya plin-plan Saga
__ADS_1
"Dokter Hanny dekat hanya dengan Dokter Jigar dan Dokter Nina, dan kebetulan malam ini adalah acaranya Dokter Nina, Tuan" ucap suster itu lagi.
Saga sedikit mulai tenang, Ia sedikit berharap kalau Hanny ada di acara itu.
"Terimakasih Sus, Kalau boleh tahu, acaranya di adakan dimana?" tanya Saga
"Di Cafe xxxx Kalau gak salah, Tuan" jawab Suster itu lagi.
"Oke, Terimakasih ya sus" ucap Saga lalu meninggalkan kedua suster yang masih terus menatapnya.
"Wah, Suami Dokter Hanny keren juga, ya " bisik Suster itu pada suster satunya
"Baru tahu, pantaslah Dokter Hanny tidak dekat dengan pria lain" balas Suster yang lainnya.
Saga hampir frustasi menghubungi Hanny, namun tak kunjung ada jawaban, Lalu ia teringat dengan Jigar. Ia pun menghubungi saudara sepupunya itu.
Dua panggilan pun terhubung, Namun ... Jigar lebih memilih dari keramaian.
"Hallo" ucap Saga
"Ada apa? tumben menelfon ku" ucap Jigar ketus
"Aku tahu kau tidak suka padaku karena wanita incaranmu menjadi istriku, tapi Jigar ... itu bukanlah kesalahanku kan! Ayolah jangan menyalahkan terus" ucap Saga
" Aku tidak pernah menyalahkan mu, Saga. Malah aku ikut bahagia, tapi ... dengan apa yang sudah kau lakukan pada Hanny, Apakah aku akan bahagia dan memaafkan mu? Aku tidak tahu apa yang terjadi dalam rumah tangga kalian, tapi ... aku sudah berulang kali melihat Hanny menangis karena mu, dan aku sudah tidak bisa memaafkan mu, Dengarkan aku baik-baik Sagara Biru Wilantara, Lepaskan secara baik-baik jika hanya akan di buat menderita" ucap Jigar yang tidak bisa lagi menahan emosinya.
"Katakan padaku, apakah dia saat ini bersama mu, dimana kalian sekarang?" tanya Saga
"Mana ada dia bersama ku, Kau suaminya ... Seharusnya kau tahu dimana istrimu" ucap Jigar
"Jigar jawab aku, akan aku jemput dia" ucap Saga
"Cari saja sendiri" ucap akhir Jigar sebelum sambungan itu terputus.
__ADS_1
'Apa yang sebenarnya terjadi, Tidak mungkin Saga akan cemas begitu jika sesuatu yang besar tidak terjadi, Apakah Hanny tahu akan hubungan Saga dan Zahra? lalu Hanny cemburu dan marah?' bathin Jigar yang terus menatap sosok yang sedang bercanda dengan teman-teman nya.
'Biarlah dia kelimpungan sendiri, sedikit pelajaran saja buatmu, Saga' bathin Jigar lagi dengan bibir tersenyum lalu mendekati Hanny dan yang lainnya.