Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 103


__ADS_3

"Mau berkunjung ke rumah bibi? " Tanya Jigar pada Zahra.


"Bibi? Maksudnya? " Tanya Zahra.


"Rumahnya Biru, " jawab Jigar.


"Terserah mas saja, " ucap Zahra.


"Bibi belum sehat betul, entah kenapa kesehatannya selalu turun, " ucap Jigar.


"Bibi punya sakit jantung ya, Mas? Apakah tidak apa-apa kalau aku kesana, Mas tahu sendiri bagaimana bibi padaku, " ucap Zahra seraya terus melangkah. Sedangkan adiknya Zahra sudah jalan duluan di depan, Jigar merasa sangat kasihan pada adiknya itu karena merasa tidak punya teman.


"Eh, Junior... Kau mau beli game? " Tanya Jigar yang mana membuat anak kecil yang pernah memarahinya itu berhenti seketika.


''Game?" Tanya adiknya Zahra.


"Iya, Nanti Kalau kakak pulang bekerja kita main bersama, atau apa bisa mengerjakan Zahra untuk bermain,'' ucap Jigar.


''Tidak usah, Mas. Kalau ada Game, waktu belajarnya akan berkurang,'' ucap Zahra

__ADS_1


''Itu tidak akan terjadi sayang, aku jamin, adikmu ini adalah sosok anak yang akan sukses di masa depan, betul kan, Junior?'' Ucap Jigar pada adiknya Zahra


''Dengarkan kakak, jika nanti gamenya sudah datang Ingatlah pesan kakak, jika ada tugas dari sekolahan maka kau harus mengerjakan tugas itu terlebih dahulu sebelum kau main game, setelah kau mengerjakan tugas sekolah ataupun sudah belajar maka kau bebas bermain game itu sepuasnya, Tapi Ingat jaga kesehatan jangan lupa istirahat,'' ucap Jigar pada adiknya Zahra.


''Siap kakak, idih... panggil kak Zahra sayang, awas jangan sakiti kakakku lagi, '' ucap adiknya Zahra pada Jigar.


''Siap komandan!" Ucap Jigar weraya memberi hormat pada adiknya Zahra.


suasana makin terlihat begitu indah ketika matahari mulai tenggelam, warna jingga semakin membuat pemandangan di perjalanan terlihat begitu indah, Zahra benar-benar menikmati perjalanan pertama kali bersama Jigar. Iya sengaja membuka pintu jendela mobilnya, agar bisa menikmati hembusan angin di wajahnya.


Zahra menatap wajah jigar yang begitu serius membawa mobilnya, tanpa sadar bibirnya tersenyum, Iya merasa bahagia karena akhirnya hati Jeger yang kaku ini bisa mencair, kesalahpahaman yang terjadi selama ini. Akhirnya bisa terselesaikan dengan baik, bener apa yang dikatakan pepatah bahwa kita tidak perlu Berbicara banyak untuk membenarkan diri kita kepada orang yang selalu menganggap kita salah, tapi diamlah dan buktikan dengan sikap kita, karena kita tidak bisa menjelaskan kebenaran pada orang yang selalu menyalahkan kita tapi kita akan selalu benar di mata orang yang menyukai kita. jika kita tidak merasa bersalah atas apa yang terjadi dalam kehidupan ini maka Diamlah dasarkan semuanya pada Tuhan, karena tangan Tuhanlah yang akan membolak-balikkan semua takdir.


Ketika pengalaman jatuh cinta di maknai sebagai takdir langit dan tidak bisa dijangkau oleh siapapun sementara pernikahan adalah wajah lain dari jatuh cinta yang terengkuh pada nasib dan takdir lalu di sajikan bumbu bumbu harapan pada orang yang di tuju.


''Kalian datang, duduklah!'' ucap Bundanya Biru ketika melihat kedatangan Biru dan Hanny.


''Bagaimana keadaan Bunda?''Tanya Hanny.


''Bunda baik, Bunda akan selalu baik ketika melihat kalian bersama seperti ini, tetaplah bersama, Nak!'' Pinta Bundanya Biru.

__ADS_1


''Do'akan saja Bunda, Semoga Biru tidak mengulang kesalahan yang sama,'' ucap Biru Seraya memegang tangan bundanya.


''Amin, Banyak-banyaklah berdo'a, semoga kalian segera diberi momongan agar bisa menjadi penguat hubungan kalian,'' ucap Bundanya Biru. Hanny tersenyum melihat kearah Biru, begitupun dengan Biru. Mereka sama-sama ingat akan kejadian semalam.


Sungguh hari yang sangat terasa berbeda.


''Hanny, ikutlah dengan Bunda, Bunda punya sesuatu untukmu, " ucap Bundanya Biru.


''Kenapa Bunda tidak kasih di sini saja, kenapa main rahasia-rahasiaan dengan Biru,'' ucap Biru seraya menahan tangannya Hani.


''Bunda hanya ini memberikan jamu tradisional untuk Hanny, ini bagus untuk wanita dan juga bisa untuk program hamil, kamu mau?'' tanya Bunda Biru.


''Ah, baiklah... Jangan lama-lama Bunda, Sayang... Aku langsung ke kamar saja ya, '' ucap Biru.


''Hei, kamu ke sini mau menjenguk Bunda apa mau tidur?'' tanya Bundanya Biru.


''Ya jenguk Bunda, lah. Oh iya Bunda, mana Ayah?'' Tanya Biru.


''Ayahmu baru saja keluar, ada telepon dari keluarga kakak iparmu, '' ucap Bundanya.

__ADS_1


''Pasti mereka ingin hubungan kakak dan kak Alina segera di sah-kan. Mereka udah lama tunangannya, '' seru Biru seraya menaiki tangga rumahnya menuju kekamarnya.


__ADS_2