Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 77


__ADS_3

Malam ini Jigar benar-benar bermalam dirumah Hanny. Ia tak bisa tidur memikirkan apa yang Hanny katakan, Entah kenapa tekadnya Jigar untuk menikahi Zahra adalah hal yang paling ia inginkan, Selain ingin menghentikan masalah yang sama, Ia juga ingin membalas Biru. Bagaimana rasanya jika wanita yang kita cintai dekat dengan pria lain, bukankah sangat menyakitkan.


''Huf, Jigar, kau harus pastikan besok pada Zahra, Kau harus tetap menikahu wanita itu, Jika tidak maka kau akan terus melihat Hanny-mu menangis dan terluka, Ayolah... kau pasti bisa, Jika kau sudah me ilah dengan Zahra, kau juga bisa menjadi kan Zahra alat untuk melupakan Hanny, setelah semua musim dan misi Zahra berhasil, kau dan Zahra bisa mengakhiri pernikahan kalian, " gukam Jigar.


Tak butuh waktu lama Jigar langsung mengambil ponselnya dia mencari nama Zahra yang sudah ia simpan sejak lama. benar saja iya langsung menekan pesan untuk Zahra.


[ Apakah kau sudah tidur,?] tanya Jigar dalam pesannya


[ bantuan Bagaimana aku bisa tidur jika anda menawarkan pernikahan secara mendadak,] balas Zahra dengan Emoji kesal.


[ saya tahu jika Tuan sangat mencintai Nona Hani tapi tidak begini caranya Tuan, Tuan sama saja dengan menyiksaku secara perlahan aku sudah menjelaskan bahwa aku sudah menghindar dari tuan biru tapi Anda tidak pernah percaya padaku,] pesan Zahra berikutnya


[ besok aku ingin bicara dari hati ke hati denganmu, Aku akan menunggumu di restoran tepat jam makan siang,] balas Jigar.

__ADS_1


setelah saling bertukar pesan akhirnya jigar pun bisa memejamkan matanya begitupun dengan Zahra.


...----------------...


''' Kau yakin tidak ingin sarapan pagi di sini,?'' tanya Hani pada Jigar


'' Maaf bukannya aku ingin menolak, Tapi aku lupa, jika aku saat ini ada janji dengan pasien, Dia akan pulang sebentar lagi, '' ucap Jigar seraya memakai jaketnya.


'' Baiklah kalau begitu aku tidak akan menahanmu, tapi Sesampainya di sana kau harus langsung sarapan,'' ucap Hanny


Hanny ikut tertawa dengan apa yang Jigar katakan. Seketika bayangan Biru terlintaa dalam ingatan nya.


'' Baiklah sampaikan pada ibu jika aku sudah pergi ,'' ucap Jigar, karena saat ini ibunya Hani sedang ke pasar untuk membeli bahan untuk dimasak.

__ADS_1


''Baiklah, Ibu juga pasti mengerti, Kau hati-hati, salam untuk semua dokter disana, '' ucap Hanny seraya melambaikan tangannya pada Jigar, begitu juga dengan Jigar.


Tak Butuh waktu lama akhirnya mobil Jigar pun keluar dari halaman rumah Hani, namun saat Hanny Ingin menutup pintu rumahnya, ada sebuah mobil yang masuk kembali, sesaat Hani mengenali siapa pemilik dari mobil tersebut. benar saja ternyata dia adalah Biru. Ia datang sepagi ini ke rumah Hanny.


''Assalamu'alaikum,'' ucap Biru yang kini tatapan nya bertemu lagu dengan tatapan Hanny.


''Waalaikumnsalam, warahmatullahi wabarakatuh, " jawab Hanny.


'' Mas ingin bicara denganmu Dek, '' ucap Biru pada Hani


'' Silakan masuk, Mas. biar kubuatkan kopi dulu," ucap Hanny, seraya ingin melangkahkan kakinya untuk pergi.


akhirnya Biru pun masuk dan duduk di ruang tamu sedangkan Hanny membuatkan biru Secangkir Kopi.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama akhirnya Hani pun muncul, di saat itu terlihatlah Biru yang mengambil foto Hani dan menatapnya dengan penuh rasa kagum.


Tatapan sendu yang tak pernah Hanny lihat dari Biru untuknya.


__ADS_2