
Biru dan Hanny juga ikut berpamitan untuk kembali, Ayah bIru susah mengatakan padanBiry dan Hanny, jika mereka harus pulang bersama, dan belajar untuk saling melupakan.
Mungkin jika hanya mengatakan, itu akan mudah firasa, tapi percayalah, melepas sesuatu yang menyakiti kita itu tidaklah mudah.
''Baiklah, kalian hati-hati, dan Biru ingatlah! ini adalah kesempatan terakhirmu dari Hanny bahkan dari kami semua, jadikan apa yang terjadi selama ini sebuah pelajaran, dan jadikan pelajaran itu sebagai cambuk agar kau tidak mengulang kesalahan itu lagi, tapi di balik itu.... Kami sebagai orang tua Jigar sajmnagt berterimakasih karena kalian, Jigar sekarang sudah memiliki istri, Hanny... Maafkan tante, bukan maksudnya tante tidak menyukaimu untuk Jigar, tapi tante sadar dan sangat tahu, jika kau mencintai suamimu, " ucap Mamanya Jigar secara terang-terangan.
"Saya faham dengan apa yang tante maksud, " ucap Hanny yang juga merasa tak nyaman.
"Kalau begitu, kami pamit dulu tante," ucap Biru pada tante dan Om-nya.
Makanya Jigar, bukannya tidak menyukai Hanny, mereka bahkan menyukai Hanny, tapi mereka tahu, Hanny mencintai Biru. Putaran cinta yang membuat banyak hati terluka.
...----------------...
__ADS_1
Zahra susah keluar dari kamar mandi, ia menggunakan baju tidur dengan bentuk kelinci kesukaannya, Jigar yang melihat baju tidur Zahra, ingin tertawa dengan sekeras mungkin, Apalagi Zahra dengan lucunya memakai topi kelincinya.
Zahra langsung duduk di depan meja rias, dan meloloskan crem yang selalu ia pakai sebelum tidur.
"Eh, kau tidak ada baju tidur lainnnya apa? Kenapa harus baju seperti itu?" ucap Jigar yang sudah tidak tahan melihat penampilan Zahra, Bukankah pengantin di malam pertama harusnya pakai. lingerie atau baju seksi, Kenapa Zahra malah beda?
"Kenapa? Apakah kau mau pakai juga aku masih ada satu warna pink, ambil saja di tempat bajuku, " jawab Zahra tanpa melihat kearah Jigar.
"Aku, Pakai baju seperti itu?" tanya Jigar dengan tak percaya.
Ucapan Zahra langsung terhenti, ketika ingin menyebut nama itu.
"Kalau tidak mau yang sudah, jangan nanya-nanya, " ucap Zahra yang kini kembali fokus pada Crem di wajahnya.
__ADS_1
"Aku ingin bicara sesuatu padamu, "ucap jigar dengan serius
"Apakah kau akan memberikan sebuah catatan perjanjian antara kita seperti di novel-novel atau di film-film? "tanya Zahra Seraya menoleh ke arah Jigar. tentu Jigar terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Zahra, dari mana ia memiliki pikiran seperti itu.
"Apa kau terlalu sering baca Novel? Jika benar kau hapus saja aplikasinya, karena kau akan menyamakan semua kehidupan nyata dengan yang ada di novel, padahal penulisnya hanya berimajinasi saja, " ucap Jigar.
"Itu kan katamu, ada kok yang kisah nyata, bahkan banyak, kau saja yang tidak tahu, " Ucap Zahra.
"Terserah, aku ingin bicara serius denganmu, mungkin kita menikah tanpa dasar cinta dan jujur aku hanya ingin balas dendam padamu, tapi melihat mamaku yang begitu menyukaimu, aku harap kau bisa bersikap baik padanya, meskipun kau membenciku, Tapi aku harap kamu memperlakukan orang tuaku dengan baik karena mereka tidak tahu apa-apa tentang kita,'' ucap Jigar.
' Aku bahkan berharap jika pernikahan ini bisa berjalan selamanya, meskipun kita tidak saling mencintai tapi aku juga berharap suatu saat kita memiliki satu rasa yaitu cinta, Aku selalu bermimpi untuk menikah satu kali dalam hidupku, tapi mungkin harapan dan mimpiku itu hanyalah angan yang tak bisa aku gapai, melihat dirimu yang tidak akan pernah mencintaiku sepertinya aku harus sadar dan bisa berkaca siapa diriku ini,' batin Zahra.
''Kenapa malah diam?'' tanya Jigar.
__ADS_1
''Aku pasti melakukan apa yang kau katakan,'' ucap Zahra.
''Apalagi orang tuamu memperlakukanku dan adikku dengan sangat baik, tanpa kau beritahu pun aku akan tetap memperlakukan mereka dengan sangat baik, Terima kasih karena telah mengizinkan aku untuk merasakan kasih sayang orang tua, "ucap Zahra Seraya memberanikan diri untuk menatap mata Jigar.