Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
bab 62


__ADS_3

Waktu berjalan dengan begitu cepat, Kakaknya Biru pun sudah datang bersama tunangan nya, Ia tak menyangka jika Bundanya akan terbating lemah di rumah sakit karena ilah anak kebanggaan nya, Ya... Antara Buru dan Kakaknya, Bundanya lebih bangga pada Biru.


"Bunda, Cepatlah sehat. Bukankah Bunda ingin melihat ku dan Alina menikah?" Tanya Agam seraya menggenggam tangan Bundanya


"Maafkan Bunda, Karena Bunda kalian harus datang kemari dan meninggalkan pekerjaan kalian, " Ucap Bundanya seraya menatap anak dan menantunya


"Apa yang Bunda katakan, Bunda adalah segalanya bagi kami, Malah kami akan sangat menyesal jika kami tidak datang, Bunda jangan pikirkan apapun, Semuanya akan baik-baik saja, " Ucap Alina seraya mengusap kening Mertuanya.


"Tapi tak semudah itu, Alina. Biru sudah sangat menyakiti Hanny, Apakah ini salah Bunda dan Ayah, seharusnya kami tak memaksa Biru saat itu, kami yang egois dan semuanya berakhir dengan luka hati yang Hanny alami, Agam... Katakan pada Biru, Bunda susah ikhlas... Jika ia melepaskan Hanny, dari pada Hanny selalu berada dalam belenggu pernikahan yang akan menyakiti nya terus, " Ucap Bundanya Agam dan Biru dengan air mata yang sudah melewati jalan air matanya.


"Apa yang bunda katakan, setiap masalah pasti ada jalan keluar nya, ingat Bunda... Allah gak suka dengan perceraian, Agam akan bicara dengan Biru, dan juga dengan Hanny, semoga saja masih ada jalan untuk mereka berdua, " Ucap Agam dengan sedih, karena Agam sudah mendengar bahwa Hanny sudah mengirim kan pengacara pada Biru untuk melakukan perceraian.


Beruntung nya Biru menolak, meski terdegfar begitu egoisnya.


*******


"Tuan Arsel, ku mohon... Jika di perusahaan bisalah kita tydak membahas masalah pribadi, Aku dan Biru sudah benar-benar berakhir dan kejadian kemaren hanyalah ke salah fahaman, da aku terpaksa membawa anda dalam hal itu, " Ucap Zahra seraya menatap tajam pada Arsel


"Lalu, apa kau juga bercanda dalam mengatakan jika aku adalah calon suamimu? " Tanya Arsel seraya mendekati wajah Zahra.


"Ya, aku juga terpaksa mengatakan hal itu, mengerti lah, aku dan Biru berhubungan sudah lama, dan Biru melakukan hal kemaren karrna terbawa kenangan masa lalu, aku yakin... Jika Biru sudah membuka hatinya untuk Hanny, jadi plis... Biarkan aku tenang dengan kehidupan ku, dan Terima kasih karena sudah meminjam kan nama untukku, aku pasti tidak akan melupakan kebaikan mu saat itu, " Ucap Zahra

__ADS_1


"Licik sekali kau Nona Zahra, kau memberi harapan lalu mematahkan harapan itu dalam sekejap, hebat... Benar-benar wanita yang hebat, pantas Biru begitu tertarik padamu, baiklah...kalau begitu... Selamat bekerja Nona Zahra, buat lah perusahaan ku lebih maju dari pada perusahaan mantan mu itu, barulah aku percaya jika kau sudah tak mencintainya lagi" Ucap Arsel dengan senyum liciknya, Namun... Zahra tak menanggapi apa yang Arsel katakan. Zahra tahu... Jika sebenarnya Arsel tidaklah jahat, tipe pria itu beda-beda, Biru dan Arsel bukanlah orang yang sama dan tentu kriteria mereka juga tak sama. Arsel terkenal dengan banyaknya wanita di dekatnya, sedangkan Biru, ia tak pernah dekat dengan wanita manapun selama ini.


******


"Kak, kakak ada dimana, Kenapa kakak malah tidak mengabari kami, " Ucap Hanna saat panggilan nya terhubung dengan ponsel Hanny.


"Maaf, kakak sangat sibuk kemaren-kemarennya, bagaimana kabarmu dan Ibu, Kakak harapa kalian baik-baik saja, " Ucap Hanny berharap semuanya tak berdampak dengan kesehatan Ibunya, sebagai mana yang di alami mertuanya.


"Ibu terlihat melamun terus kak, kasihan dia, dan juga Bundahya kak Biru, ia terbaring di rumah sakit, emang bajing*an tuh kak Biru, aku benci dengannya, " Ucap Hana


"Jangan benci kak Biru, ia tidak salah... Kakak yang salah karena sudah menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka. Kau jangan menyalahkan kak Biru saja, salahkan kakak juga, " Ucap Hanny


"Kakak disini korban, yang salah itu kak Biru dan Wanita mura*han itu, jika ia tahu... Kak Biru susah punya istri, seharusnya ia susah mengusir kak Biru saat ia bertamu di rumahnya, Jika ia punya hati, seharusnya saat Kak Biru ingin memeluk nya, ia bisa mendorong nya, tapi apa...! Ia malah menikmatinya," Ucap marah Hana.


"Karena Hana sayang kakak, Hana gak terima jika kakak disakiti begini , mentang-mentang dia ganteng gitu, kesel tau gak ....? " Ucap Hanna


"Sayang, dengarkan kakak baik-baik, Setiap manusia pasti akan ada ujiannya masing-masing, kakak harap kau tidak mencontoh kakak, yang lari dari kenyataan dan meninggal kan masalah, Kakak. Akan kembali setelah hati kakak cukup kuat untuk menghadapi nya. Doakan kakak.. Semoga kakak bisa , " Ucap Hanny


"Aku yakin, kakak pasti bisa, lepaskan kak Biru, masih banyak pria tampan di dunia ini, bukan hanya kak Biru saja yang tampan, tapi jika di lihat-lihat, dokter Jigar juga tampan loh kak, dan juga seperti nya dia suka dengan kakak, buktinya dia sampai emosi saat melihat kakak di sakiti , " Ucap Hana


"Jigar emang baik pada semua orang, Hana. Bukan hanya pada kakak saja, " Ucap Hanny.

__ADS_1


Di saat mereka sedang berbincang banyak pesan yang masuk, wajarlah... Karena Hanny tidak mengaktifkan ponselnya selama berada di persembunyian nya.


[ Kau ada dimana, Han? ]


[ Maafkan aku, aku mengaku salah, tapi ku mohon, kembalilah dan kita bicarakan semuanya dengan baik ]


[ Ku mohon, Hanny. Kembalilah... Mari kita bicara dengan kepala dingin ]


[ Aku akan menemukan mu, dimanapun kau berada ]


[ Aku tidak akan menceraikan mu, Hanny. Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan mu ]


[ Kau berhak marah, marah lah padaku dan pukul lah aku, tapi ku mohon kembalilah ]


Pesan dari Biru, begitu banyak. Belum lagi pesan dari Agam dan Alina, dan. Juga Hana, bahkan ... Dari teman-temannya, tentu juga dari Jigar.


[ Dimanapun kau berada, semoga kau bahagia, ] pesan dari Jigar


Hanny tersenyum membaca pesan itu, Ya... Dialah Jigar, yang selalu mencintai Hanny dalam diam.


[ Terimakasih, Jigar. Kau selalu ada untukku, maaf sudah membuat kalian cemas, aku baik-baik saja, bahkan aku bertemu dengan kakak senior kita, Dokter Juan, aku mengikuti beliau dalam mengadakan seminar di kota ini, dan percayalah aku baik-baik saja, bahkan aku menikmati liburanku, ] Hanny membalas pesan dari Jigar, Karena ia tahu... Pria itu pasti sudah sangat mencemaskan dirinya.

__ADS_1


[ Syukur lah kalau begitu, Ya... Seharusnya kau bersenang-senang, jika aku ada waktu... Aku akan menyusul mu, kau ada di mana? ] tanya Jigar


[ Jangan, Jigar. Kau jangan menyusul ku, aku akan segera kembali dan menyelesaikan masalahku dengan saudaramu, jadi jangan menyusul ku kemari, kemungkinan aku akan kembali dengan Dokter Juan kesana, ] Jigar mengepalkan tangannya kala Hanny menyebutkan nama Juan, Karena Jigar tahu, jika pria itu juga menyukai Hanny.


__ADS_2