Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 26 Tiga Hati Yang Tersakiti


__ADS_3

"Nona makin salah paham, aku harus bagaimana, Saga!" ucap Zahra yang kini sudah tidak tahu harus bagaimana


"Kenapa sampai begini ... ? Kenapa dia datang tanpa ada kabar ? Sial! Hanny seharusnya kau mendengar penjelasan ku dulu " umpat Saga dengan kesal dan merasa bersalah.


"Nona kesini, mungkin ingin memperbaiki masalah, tapi aku sudah mengacaukan nya lagi, Maafkan aku Saga ... Maafkan aku, lebih baik, aku berhenti saja bekerja " ucap Zahra


"jangan katakan apapun, Zahra. Ini bukan salah mu juga, seharusnya aku jujur dari awal pada Hanny, Ah ... kenapa jadi begini" teriak Saga


*****


'Benar kan, semua yang kau takutkan adalah kenyataan, Hanny. Saga memiliki wanita lain, Tapi kenapa aku merasakan sakit hati ini, Tuhan ! kenapa hati ini sakit banget,' bathin Hanny yang kini entah kemana mobil membawanya, tapi yang jelas, bukan ke rumah sakit, bukan juga kerumah nya.


[Assalamualaikum, dokter Hanny, masih ingat denganku ? aku ada di kota tempat dokter Hanny tinggal, Jika ada waktu ... aku ingin ingin bertemu dengan dokter Hanny] pesan dari seseorang yang Hanny abaikan. Namun ... ia sudah membaca saat layar ponselnya menyala. Hanny berhenti di sebuah pinggiran jalan, Ia menumpahkan tangisnya di dalam mobil. Meluap kan rasa sakit yang selama ini tidak pernah ia rasakan.


*****


"Bunda yakin, kalau Saga dan Hanny bisa datang malam ini ? Bunda sudah mengabari Saga ?" tanya sang suami


"Belum, sih Yah. Bunda coba telfon Saga ya" ucap sang bunda seraya mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Saga..


Tak butuh waktu yang lama,Saga mengangkat ponselnya.


"Assalamualaikum, Bunda" ucap Saga dengan suara yang ia buat setenang mungkin


"Saga, Apakah Hanny menghubungi mu? tadi Bunda bilang, ingin mengajak kalian makan malam nanti, Apakah kau bisa ?" tanya Bunda


"Hanny bilang bagaimana sama Bunda?" tanya Saga


"Dia bilang apa katamu nanti, tapi sampai sekarang Hanni belum menghubungi Bunda,Apa mungkin dia tidak menghubungimu ya? tanya sang Bunda


"Dia sudah menghubungi ku, Bun. mungkin Hanny ada pasien. Kami tidak bisa janji Bunda, takut nya Saga telat datangnya" alasan Saga

__ADS_1


"Tapi bunda sudah sangat merindukan Hanny, sayang, Kebetulan, kakakmu dan Alina menunda penerbangan nya, kapan lagi bisa berkumpul " ucap Bundanya


"Baiklah, Saga usahakan ya, Bun" ucap Saga


"Nah, Begitu dong, lagian besok hari libur, kalian bisa bermalam disini" ucap lagi sang Bunda.


"Baiklah, Bunda. Saga selesai kan pekerjaan yang dulu, Ya bun" ucap Saga


"Baiklah, Nak. jaga kesehatan, dan jaga Hanny baik-baik " Ucapan itu adalah ucapan akhir sebelum panggilan itu terputus.


Bagaimana Saga akan menghadapi semua ini, Hanny ... dia sekarang tidak tahu dalam keadaan gimana, Marah, sakit hati dan kecewa itu sudah pasti, Bagaimana caranya ia akan mengajaknya makan malam ia saja tidak punya keberanian untuk bicara dengan Hanny.


[Hanny, aku tahu ... aku salah, maafkan aku, semuanya tak seperti yang kau lihat dan tidak seperti yang kau dengar, aku dan Zahra memang sempat memiliki hubungan khusus, tapi itu sudah berakhir saat aku menikahi mu, percayalah, Kau jangan salah faham, aku mohon .... dengarkan aku baik-baik, sekarang kau ada dimana?] pesan itu Saga kirimkan setelah menghubungi pihak rumah sakit dan menanyakan keberadaan dokter Hanny, sayangnya ... mereka mengatakan kalau Hanny keluar dan belum kembali.


Tentu Saga sangat tahu ... Hanny tidak mungkin ke rumah sakit, jika ia dalam keadaan terluka. Ya ... dialah Hanny, wanita yang selalu tertampil ceria dan tersenyum.


Tapi sudah sering kali, Saga telah membuat nya menangis.


"Zahra, aku akan mencari Hanny, kau tangani Perusahaan dengan baik, laporkan jika ada hal yang terjadi" ucap Saga pada Zahra


"Baik" ucap Zahra seraya mengekori langkah Saga yang menuju keluar ruangan nya.


Zahra sakit saat melihat Saga mencemaskan wanita lain tapi apa yang bisa ia lakukan, Hanny adalah istrinya, dan ia telah merusak hubungan mereka.


'Ini kesalahan ku, aku harus bisa membuat Nona Hanny memaafkan Saga, dan mau bertahan dengan Saga, jika mereka bercerai, akulah orang yang paling merasa bersalah' bathin Zahra


Saga terus menyusuri jalan, hingga ia ingat bahwa ponsel Hanny mengaktifkan lokasi dimana ia berada. Saga menggunakan itu dan mencari Hanny.


Sayangnya ... Hanny mematikan ponselnya, sehingga keberadaan nya tak bisa Saga lacak


Namun ... di tengah-tengah kebingungan Saga, ada pesan dari Bima

__ADS_1


[Istrimu, jangan sampai di ambil lelaki lain, kau tahu ... banyak yang menunggu jandanya] pesan Bima dengan gambar Hanny yang kini duduk dengan seorang pria yang tentu, Saga tahu siapa pria itu.


Dia adalah paman Bima yang kini sudah menggelar Doktor muda, tentu ... Saga mengerti dengan apa yang Bima katakan.


Pamannya Bima menyukai Hanny, itu yang Bima katakan saat itu. banyak yang menunggu janda Hanny.


'Sial, siapa yang akan membuat Hanny menjadi Janda? malah aku akan membuat Hanny semakin terikat denganku, aku tidak akan membiarkan satu pria pun mendekati nya, karena dia milikku' bathin Saga yang mana ia langsung membawa mobilnya menuju ke kediaman Bima.


Dalam perjalanan, banyak hal yang Saga pikir kan. Ia juga tahu kalau Jigar juga mencintai Hanny. wanita yang selalu ia sakiti ternyata menjadi incaran para lelaki hebat.


'Hanny, maafkan aku, seharusnya kau mau mendengarkan penjelasan ku, aku dan Zahra sudah sama-sama memilih untuk melepaskan hati itu, Tapi kenapa .. kenapa setelah semua yang aku dan Zahra lakukan malah terjadi kesalahpahaman seperti ini' bathin Saga seraya membawa mobilnya


*****


"Kapan kak Senior tiba?" tanya Hanny


"Tadi malam, Maafkan aku, karena tak bisa menghadiri acara pernikahan mu dengan Tuan Saga" ucap lelaki yang di panggil senior oleh Hanny


"Tidak apa-apa kak, aku tidak menyangka kalau ternyata, Kakak senior adalah pamannya Tuan Bima" ucap Hanny seraya melihat kearah Bima yang juga duduk bersama mereka


"Silahkan di minum" ucap senior itu.


"Terimakasih kak," ucap Hanny


"Aku harap, kapan-kapan bisa berkunjung kerumah sakit tempatmu bekerja" ucap senior itu


"Akan menjadi sebuah kehormatan bagi kami, jika dapat kunjungan dari Dokter hebat seperti mu kak" ucap Hanny seraya tersenyum pada Seniornya.


"Kau tega sekali, Bima. Hanya mengundang istriku tanpa suaminya" suara itu mampu membuat Hanny terkejut, Begitu juga dengan pamannya Bima. Bima dan Pamannya sama-sama berdiri dan melihat kearah suara yang ternyata adalah Saga. Tapi tidak dengan Hanny.


"Maafkan aku,Tuan saga. Aku yang mengundang istrimu, aku kira kau sedang sibuk bekerja" ucap pamannya Bima seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Saga. Tentu ... Bima dan Hanny tahu, bahwa ada tatapan tidak suka Saga pada pamannya Bima.

__ADS_1


__ADS_2