
Malam ini malam yang baru untuk kedua pasangan, Biru dan Hanny kini mulai saling membuka diri, sedangkan Jigar sudah mulai menyadari jika Zahra tidaklah bersalah.
"Mas, nanti siang aku gak bisa makan bareng ya, ada pertemuan di luar dengan para dokter senior, " Ucap Hanny seraya mengusap mulutnya dengan tissu.
"Baru aku juga ingin mengatakan itu, Klien minta kita makan bersama di luar juga, kak jaga diri ya, kasih kabar, Mas nantinya, " ucap Biru yang juga mengusap mulutnya dengan tissu.
Hanny tersenyum lalu mencium punggung tangan Biru, Biru membalasnya dengan mencium kening Hanny.
Merekapun melangkah bersama menuju keluar rumah. Rumah itu menjadi sepi tanpa adanya pembantu. Hanya ada mereka berdua dirumah itu. Bersih-bersihpun mereka memilih melakukan berdua.
Mereka sama-sama menaiki mobil karena mereka sama-sama ada pertemuan. Biru dan Hanny sama-sama mengingat moment indah tafi malam, bahkan Hanny harus menggunakan baju ber-ketah panjang karena ulah Biru yang membuat beberapa tanda di lehernya.
'Aku berharap... semuanya akan berjalan dengan baik-baik saja setelah ini, ' bathin Hanny seraya tersenyum dengan indah.
Ya, awal bangun Hanny merasakan ada yang aneh ketika berjalan menuju kerumah sakit, tapi Hanny adalah seorang dokter tentu dia akan faham akan hal itu.
Disisi lain, Biru juga demikian, Meskipun ia sudah lama. pacaran dengan Zahra, tapi untuk tahap yang lebih lanjut Biru tidak pernah melakukan. Bersama Zahra ia hanya sebatas pelukan.
__ADS_1
'Kenapa rasanya selalu ku ingat Biru.... kau bisa gak fokus kerja kalau ingat akan malam tadi, ' bathin Biru seraya tersenyum sendiri dengan masih terus mengemudi mobilnya.
...----------------...
"Aku baik-baik saja, Apakah aku merepotkan tua semalam? Maafkan aku... ,'' ucap Zahra lirih, Zahra beringsut seraya menahan sakit kepalanya.
Jigar bangun dan mendekati Zahra, menataik tubuh Zahra dalam pelukannya.
" Maafkan aku Zahra, Kain sampai seperti ini karena aku, '' ucap Jigar seraya menenggelamkan kepala Zahra ke dada bidangnya.
''Tuan tidak salah, Tuan akan selalu benar, aku yang salah dalam hal ini,'' ucap Jigar dengan posisi Zahra sadar penuh. Ia yang menahan dadanya dengan tangannya, agar tidak bersentuhan dengan dada Jigar kini terasa melemah.
Jigar melepaskan pelukannya dan mengatup wajah Zahra.
'' Aku ingin memulai semuanya denganmu, kita akan menjalin hubungan sesuai dengan keinginan hati kita aku tahu dalam hatimu kau ingin pernikahan ini berjalan seperti pernikahan lainnya, dan sekarang aku juga menginginkan Apa yang kau inginkan, beri hubungan ini kesempatan sekali lagi, Zahra,'' ucap jigar Seraya menatap mata Zahra.
'' apakah Tuan yakin ingin menjalani hubungan ini denganku? Aku adalah wanita yang telah merebut kebahagiaan Nona Hani, Aku adalah wanita yang menyebabkan Nona Hani menangis, aku juga wanita yang menyebabkan......'' ucapan Zahra terhenti ketika jigar menutup mulut Zahra dengan telapak tangannya.
__ADS_1
'' Jangan katakan apapun lagi, itu bukan salahmu tapi salahku. Aku yang telah salah memilihmu dan aku hanya melihat Sisi Hani saja tanpa melihat Sisi darimu, seharusnya yang paling aku kasihan di dalam hal ini adalah kamu Zahra, tapi apa yang aku perbuat aku malah menyalahkanmu dan menyakitimu,'' ucap Jigar
...----------------...
''Kenapa Mama melarang Bibi untuk memanggil Jigar dan Zahra?'' tanya Papanya Jigar
'' jigar dan Zahra saat ini telah memberikan kesempatan pada hubungan mereka, mereka masih tidur jadi Mama tidak ingin mereka terganggu karena sarapan ini, Biarlah mereka melanjutkan istirahatnya nanti biar pipi mengantarkan makanan ke atas,'' ucap Mamanya Jigar.
''Mama, Papa, Apakah hubungan orang dewasa itu emang rumit seperti ini? " Tanya adiknya Zahra.
''Tidak ada yang rumit jika kita menjalaninya dengan bersama dan kerjasama, Sayang'' jawab ibunya Jigar.
'' Apakah kakakku akan bahagia dengan pernikahan ini?'' tanya adiknya Jigar yang membuat ibunya Jigar dan Papanya langsung menoleh ke arah adiknya Zahra.
'' Maksudmu apa, nak?'' tanya mamanya Jigar.
''Selama ini aku selalu melihat Kak Zahra menangis, aku yakin jika itu berhubungan dengan Kak Jigar, tapi meskipun begitu Kak Zahra selalu mengatakan kalau dia hanya merindukan ibu,'' ucap adiknya Zahra. mendengar penuturan dari anak kecil itu mama dan Papanya Jigar saling melempar pandangan, mereka juga bukanlah orang bodoh yang tidak mengetahui hubungan Jigar dan Zahra yang memiliki jarak yang sangat jauh, Namun bukan berarti mereka tidak bisa diperbaiki dan tidak bisa didekati, hanya saja mereka masih membutuhkan jalan dan proses yang panjang, namun ketika melihat kejadian tadi pagi... Mamanya juga sangat yakin jika mereka sudah saling memperbaiki diri dan saling membuka hati.
__ADS_1
'' Mama sangat yakin jika Kak Zahra jujur padamu Mungkin saja dia sangat merindukan Ibu kalian, Nanti Mama akan mengatakan pada Kak Jigar untuk membawa kalian berdua ke makam orang tua kalian, kita akan bersama-sama berdoa di sana agar hubungan Kak Jigar dan juga Kak Zahra bisa langgeng hingga menua nanti,'' ucap mamanya Jigar Seraya mengelus kepala adiknya Zahra.