Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 29 Tiga Hati Yang Tersakiti


__ADS_3

Di kantor, Zahra kini sudah menata hati dan berfikir apa yang akan ia katakan pada Hanny, Ia kini sudah duduk di kursinya, setelah beberapa saat pintu ruangan itu terbuka, ia melihat Saga yang masuk, tatapan mereka bertemu sejenak, Namun ... setelah itu, Saga memalingkan pandangannya dan memilih untuk duduk di kursinya, tidak menyapa Zahra sama sekali.


'Kau tidak bicara dengan ku, Saga. Apa yang harus aku jawab nanti pada Nona Hanny, Apakah jawabanku akan semakin membuat maslaah rumit ? aku takut ... aku takut jawabanku akan salah, bicaralah Saga, aku mohon' bathin Zahra seraya melihat kearah Saga. Namun ... Saga tidak melihat kearahnya sama sekali.


Zahra pun mulai menundukkan wajahnya, merasakan sakit di hatinya.


"Zahra, tolong ini serahkan pada Anwar, suruh cek lagi" ucap Saga yang tiba-tiba ada di hadapan Zahra. Tentu Zahra terkejut dan langsung berdiri, Saat Zahra ingin tersenyum, Saga langsung meninggalkan meja Zahra dan meletakkan berkas itu di meja Zahra.


Dingin, kaku. itulah sikap yang kini Saga tunjukkan pada Zahra.


'Seharusnya ini yang harus kita lakukan, berusaha bersikap layaknya atasan dan bawahan, dan meskipun diluar, kita sebagai orang asing sekarang, Saga ... aku hanya berharap kau bahagia,' bathin Zahra seraya mengusap air matanya.


Zahra mengambil berkas itu lalu keluar dari ruangannya, saat pintu tertutup, Saga melihat kearah Zahra. Ia menghela nafasnya dan mengusap kasar wajahnya.


'Zahra, kita memang harus begini, Entah kenapa ... kini aku selalu merasa bersalah pada Hanny, Dia wanita yang baik, begitu juga denganku, aku tidak tahu harus berbuat apa, Aku sudah mengambil sumpah untuk menjaga dan bertanggung jawab akan dirinya, Janji dan sumpah yang harus benar-benar aku jaga, Aku berharap ... kau mendapatkan pria yang jauh lebih baik dariku, yang bisa memberikan kebahagiaan untukmu dan juga adikmu, Maafkan aku karena tidak bisa memenuhi sumpah dan janjiku padamu' bathin Saga menatap arah Zahra.


Beberapa saat kemudian, Sang sekuat bingkai foto di mejanya, Ia pun mengambil foto itu, mengusapnya dengan lembut, Tapi ... Saga langsung meletakkan bingkai foto itu di dalam laci meja kantornya.


mengambil ponselnya dan mengubah wallpapernya.


'Dulu ... kau salah semangat bagiku, Tapi ... sekarang, kita sudah tak bisa dan tak memiliki hubungan apapun lagi.


Dalam sekejap, semua foto Zahra sudah terhapus dari galeri ponselnya.


Saga pun menyandarkan tubuhnya dan menengadahkan kepalanya menatap langit-langit ruangannya.


*****


"Pak Anwar, Pak Saga ingin berkas ini di cek kembali, masih ada kesalahan di dalam ya, setelah selesai di perbaiki, Pak Anwar berikan kepada saya lagi " ucap Zahra dengan tersenyum pada Pak Anwar.


"Maaf, Mungkin ini kesalahan saya, kurang teliti, Terimakasih Nona" ucap Pak Anwar pada Zahra

__ADS_1


"Baiklah, tidak apa-apa. Kesalahannya tidak terllau fatal juga, Baiklah pak, saya keruangan saya dulu" ucap Zahra seraya berlalu dari ruangan Pak Anwar , selalu ketua di bagian Divisi pemasaran.


'Saya tahu, hubungan mu dengan Tuan Saga, tapi aku salut padamu, Zahra. kau berlapang dada menerima dan melepaskan Tuan Saga, jika wanita lain, mungkin mereka akan mempertahankan Tuan Saga, melihat kekayaan dan kedudukan Tuan Saga' bathin Anwar saat melihat kepergian Zahra.


Ya Anwar sempat melihat Saga dan Zahr berkencan berdua, Mereka terlihat begitu romantis dan serasi, sayangnya ... mereka kini tak jodoh, yang membuat Anwar kagum adalah sikap lapang dada Zahra, menerima semua yang terjadi pada cintanya.


*****


"Bima, aku akan pergi ke rumah, untuk menemui Ayah dan Ibumu, kau tak mau ikut ?" tanya Juan


"Tidak,Paman. Bima mau mengembalikan mobil Saga dulu " ucap Bima


"Ah, baiklah ... kalau begitu paman pergi dulu" ucap Juan pada Bima.


Sedangkan Bima juga mengambil kunci mobil Saga dan hendak mengembalikan nya ke rumahnya.


'Semoga saja hubungan mu dengan Hanny membaik, Saga. jangan kecewakan Hanny- bathin Bima seraya membawa mobil Saga.


"Tuan, apa anda akan pulang? maksud ku, ini ada berkas dari pak Anwar" ucap gugup Zahra


"Letakkan saja di meja, besok baru aku cek lagi, kau boleh pulang juga sekarang" ucap Saga berusaha bersikap biasa dengan Zahra


"terimakasih Tuan" ucap Zahra seraya menundukkan wajahnya, jika dulu ... Saga tidak suka Zahra menundukkan wajahnya tapi saat ini, itu adalah aturan bagi bawahan dan atasan. setelah menatap Zahra beberapa saat kini Saga pun meninggalkan ruangannya dan hendak menjemput Hanny.


*****


"Cie ... cie ... yang lagi nungguin sang suami nih ye" goda dokter Nina


"Dia itu sibuk, kemungkinan dia tidak akan jadi menjemputku" ucap Hanny


"Eh, mana bisa begitu ... tuh mobilnya dah datang, Eh Han ... suamimu ganteng banget, hati-hati ya, para Pelakor itu suka yang keren dan berduit kayak suamimu" ucap dokter Nina

__ADS_1


"kalau misal aku yang jadi Pelakor bagaiaman, dok?" tanya Hanny


"ih, mana ada kamu yang jadi Pelakor, toh ... kamu menikah sama Si Tuan Saga, dia lagi sendiri kan? jangan ngacok kalau ngomong" cebik dokter Nina


"Assalamualaikum, aku tidak terlambat, kan?" tanya Saga


"waalaikumsalam" jawab Hanny dan Nina secara bersamaan


"Tidak kok, hanya saja ... istrimu ini sudah tidak sabar menunggu"ngidam dokter Nina pada Saga, Terlihat Saga tersenyum namun beda dengan Hanny


"dokter Nina, kalau begitu ... saya duluan ya" ucap Hanny yang tak ingin dokter Nina semakin menggodanya.


Namun ... saat Hanny dan Saga hendak melangkah, tiba-tiba Jigar datang dan menghadang langkah keduanya.


"Wih, keren. Tuan Saga datang menjemput sang istri," ucap dokter Jigar


"Hai, Jika aku ada waktu,pasti aku akan menjemput istriku" ucap Saga dengan tersenyum kearah Jigar


"Benarkah? aku harap ... itu bukan hanya bualanmu saja" ucap Jigar sinis, terlihat jelas Hanny melihat ketidak sukaan Jigar pada sang suami


"Sepertinya kau kurang piknik, Jigar. kapan-kapan mainlah kerumah, kita bisa mengobrol banyak hal disana, Ayo " ucap Saga seraya menarik tangan Hanny dan menggenggamnya. Hanny hanya bisa mengikuti langkah Saga.


Tentu arah pandangan Jigar terus tertuju pada Saga dan Hanny. Tangan Jigar terkepal menahan kesal. Jigar tahu ... beberapa hari yang lalu, Saga terus menyakiti Hanny, dan sekarang ... ia dengan seenak hati melakukan hal manis. Seakan melupakan luka dan sakitnya hati Hanny.


*****


"Bunda mengundang kita makan malam, Apa kau masih ingin masak? lebih baik gak usah ya ... kita makan diluar saja sekarang" ucap Saga


Hanny menoleh kearah Saga


"Bukan maksud ku begitu, kau lelah ... Hanny ... maaf kan aku akan ucapanku saat itu" ucap Saga

__ADS_1


"Aku mengerti, aku tidak ingin makan, aku sudah makan barusan, kita pulang saja, Kalau mas belum makan, makanlah dulu" ucap Hanny seraya menyandarkan kepalanya ke jendela mobilnya. ..Tatapannya masih kosong, Hanny mengingat ajakan pertemuan nya dengan Zahra besok pas makan siang.


__ADS_2