Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 35 Hanny dan Zahra


__ADS_3

Melihat kedatangan Sagara biru wilantara semua warga yang ada di tempat itu merasa gembira apalagi dengan bantuan yang Biru ucapkan.


Andai kata, hati tak merasakan sakit, Rajuk ... emosi hati, jangan sampai merusak rasa,namun ... lagi dan lagi masalah hati tak bisa kita hindari.


Hanny merasa tak nyaman melihat kedekatan Biru dan Zahra, hanya saja ... ia berusaha tetap tersenyum pada semua orang.


"Baiklah, selamat siang semua nya, Saya Sagara Biru Wilantara, Anak dari Tuan Wilantara, kami mengadakan kunjungan kemari, karena istri saya, dokter Hanny berada disini, kami ... bisa menampung semua keluhan warga, dan akan berusaha memenuhi semuanya," ucap Biru seraya menatap kearah Hanny.


"Wah, ternyata suamimu yang menjadi Investor rumah sakit, Ah ... gagal dah menggaet pengusaha besar," bisik dokter Nina


"Aku juga baru tahu hal itu," ucap Hanny.


Beberapa saat kemudian, Biru memberikan bantuan berupa uang pada semua warga dan berjanji akan memberikan bantuan untuk memperbaiki jalan, Mereka semua selaku rombongan Hanny pamitan untuk kembali ke kotanya.


"Tuan Biru, dokter Hanny, kami sangat berterima kasih atas semua bantuan nya, kalian pasangan yang sangat serasi, semoga menjadi suami yang baik dan istri yang baik pula," ucap ketua RT setempat.


"Terimakasih do'anya, Pak" ucap Biru, sedang kan Hanny hanya tersenyum.


"Kalau begitu, kami permisi ya, Pak. Semoga semua warga sehat selalu," ucap Hanny


"Sekali lagi terimakasih,dok" ucap ketua RT


"Sama-sama," balas Hanny dengan tersenyum.


Hanny pun mengambil tas nya, dan langsung melangkah kan kakinya, Namun ... tangannya langsung di tarik oleh Biru (Saga)


"Kau kembali denganku," ucap Biru


"Aku bersama tim ku saja, kau kembalilah dengan rombongan mu," ucap Hanny melepas kan tangannya dari pegangan Biru (Saga)


"Kita searah," ucap Biru


"Tapi kita tak sejalan," ucap Hanny menatap lekat pada manik mata Biru (Saga)


Tanpa mereka sadari ada empat pasang mata yang menyaksikan kejadian itu, Bima menarik tangan Zahra agar masuk terlebih dahulu ke dalam mobil, Tentu ... Bima bisa melihat raut wajah Zahra. Bima berharap ... Biru bisa mengajak Hanny, sayangnya ... Biru masuk sendirian kedalam mobil. Saat Bima melihat kearah mobil Hanny, ia.melihat Hanny yang sudah masuk kedalam mobilnya.


"Dia masih marah padamu,?"tanya Bima

__ADS_1


"Entahlah, padahal aku sudah minta maaf," ucap Biru yang man Bima tidak tahu kejadian lain setelah tragedi malam malam itu.


"Ta sudah lah, kita langsung ke kantor," ucap Biru dengan raut wajah yang tak bisa di artikan. Tentu Zahra merasa sangat bersalah pada Biru ataupun Hanny, karena dialah Hanny sekarang marah sama Biru.


Zahra melihat jam yang melingkar di tangannya, Ia ada janji dengan Hanny, seandainya dia memiliki keberanian, ia akan bicara dengan Hanny saat di tempat tadi.


"Tuan, Saya turun di tikungan itu ya, nanti jam kerja aku pasti kembali tepat waktu," ucap Zahra saat sudah berada di dekat tempat janjiannya dengan Hanny


"Kau mau kemana?" tanya Biru


"Aku ingin bertemu teman, Ya teman, Tuan" ucap Zahra gugup


"Zahra, aku dan kamu bukan hanya sebulan dua bulan, bersama. Aku_" saat Biru ingin berkata, Bima menyentuh pundaknya


"Biru, Zahra memiliki kebebasan bertemu dengan siapapun, sekarang jam sudah menuju waktunya makan siang, jadi ini di luar lingkup pekerjaan, dan kau juga bukan kekasihnya seperti dulu, jadi biarkan dia bertemu dengan siapapun," ucap Bima yang mana membuat Biru bungkam


Akhirnya ... Bima menghentikan mobilnya tepat di tempat yang Zahra katakan.


"Terimakasih, Tuan" ucap Zahra seraya keluar dari mobil itu.


Zahra pun berdiri seraya melihat mobil Biru yang sudah berlalu.


"Lalu, apa urusanmu? Kau mengatakan kalau kau ingin mencoba menjalankan rumah tanggamu dengan Hanny, tapi kau masih mau mengikat Zahra, begitu,! jangan egois kamu , Biru" ucap Bima sengit


"Bukan begitu maksudku, aku hanya tidak ingin Zahra dekat dengan orang yang salah," ucap Biru


"Orang yang salah bagaimana maksudmu? lalu pacaran denganmu apakah benar,?" ucap sarkas Bima


*****


"Selamat siang, Nona Zahra, silahkan duduk," ucap Hanny saat melihat Zahra berdiri di dekat meja yang sudah ia duduki.


Zahra membalas senyuman Hannya, dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Hanny.


"Mbak, nasi Padang dan teh hangat ya, Nona Zahra, pesan apa?" tanya Hanny ramah


"Sama dengan Nona Hanny saja," ucap Zahra tertunduk

__ADS_1


"Dua ya,Mbak" ucap Hanny


"Baik, Nona" jawab Pelayan rumah makan itu.


Setelah kepergian Pelayan itu, Hanny kembali menatap Zahra. .


"Jangan takut, aku tidak akan memakan mu, Kok" goda Zahra


"Aku minta maaf, tentang malam itu ... aku benar-benar tidak tahu kalau kamu ternyata tidak bisa memakan masakan pedas," ucap Hanny dengan wajah yang tulus


"Tidak Nona, anda tidak salah, saya yang salah," ucap Zahra


"Jangan formal begitu, panggil saja, Hanny. Aku benar-benar minta maaf atas malam itu," ucap Hanny.


"Sa ... eh, seharusnya aku yang minta maaf, Nona. Ak_" ucapan Zahra terhenti saat pelayan datang dan meletakkan makanan BBM pesanan mereka.


"Silahkan dimakan," ucap Hanny pada Zahra.


*****


"kau ingin memperbaiki hubungan mu dengan Hanny? ingin mengembalikan perhatian padamu seperti awal, tapi sikapmu.masoh seperti ini pada Zahra,? gila kamu, Hanny hanyalah wanita biasa, dia masih memiliki perasaan, Biru. Begitu juga dengan Zahra, jangan bilang kalau kau ingin keduanya,!" tebak Bima


"Gila kamu, mana mungkin. Bima ... kau tahu aku kan? hanya saja ... butuh waktu untuk melupakan Zahra, tapi ... aku juga tak bisa membiarkan Hanny bersikap seperti ini terus, Dia bukanlah Zahra, dia wanita mandiri, aku takut ... jika dia akan terlepas dari genggaman ku," ucap Biru


"Bukankah itu yang kau inginkan,?"


ucap Bima seraya duduk di sofa ruangan Biru.


*****


"Apakah kalian saling mencintai? Maksudku, sudah berapa lama kalian memiliki hubungan itu,?" Tanya Hanny, yang mana membuat Zahra tersedak oleh ludahnya sendiri.


"Jangan takut, katakan yang sejujurnya padaku, aku tidak suka kebohongan," ucap Hanny lagi yang mana membuat Zahra langsung mengambil air putih di meja dan meminum nya hingga sisa separuh gelas.


"Hampir 2 tahun," ucap Zahra gugup. Tentu itu membuat Hanny terkejut sehingga ia langsung merasa lemas,Hanny menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi dari saking terkejutnya. Mana bisa ia memisah kan dua manusia yang saling mencintai. Hanny mengusap air matanya yang sudah mengalir bebas di pipinya.


"Nona jangan salah faham, tapi ... aku dan Tuan sudah putus, Nona jangan menangis," ucap Zahra yang kini juga ikut menangis.

__ADS_1


"Maafkan aku Zahra, maafkan aku, aku benar-benar minta maaf, aku tidak tahu akan hal itu," Hanny berucap dengan suara yang terisak-isak. Membuat Zahra makin merasa bersalah.


__ADS_2