
Menyadari hari semakin malam, Hanny pun keluar dari ruangan nya. Biar bagaimanapun ia harus pulang, Ada suami yang harus ia layani besok, meski hanya sekedar masak, Tapi Hanny ingin yang terbaik.
"Dokter Hanny mau pulang? ini sudah jam 10 malam, Dok. Jarang sekali ada taksi" ucap pak satpam rumah sakit
"Iya ini pak, Emmm ... bapak sift malam ya, kalau boleh, aku pinjam sepeda motor bapak gimana? aku harus pulang soalnya pak" ucap Hanny
"Sepeda motor saya jelek, Dok. Kalau Dokter mau, silahkan saja di bawa" ucap Pak Satpam itu
"Terimakasih ya, Pak. Besok pagi saya akan kembalikan" ucap Hanny sambil mengambil kontak sepeda motor satpam itu dari tangannya
"Hati-hati Dokter " ucap pak Satpam
"Ini untuk bapak beli kopi nanti" Hanny mengulurkan selembar uang merah ketangan pak Satpam, Namun ...pak satpam itu menolaknya.
"Tidak usah, Dok"
"Ambil saja pak, saya sedih loh kalau bapak nolak" ucap Hanny seraya menutup resleting tas nya
"Terimakasih ya Dokter, Semoga Dokter selalu bahagia" ucapan adalah Doa, Hanny Meg-Amin kan ucapan pak satpam itu dan berlalu membawa sepeda matic milik pak satpam.
*****
Sedangkan Saga masih terngiang-ngiang akan ucapan Jigar yang mengandung ancam baginya.
'Hanny bukanlah wanita yang kekurangan akan pria di sekitarnya, banyak pria sukses yang jauh di atasnya yang menginginkan nya, Hanya saja ... Hanny terlalu berharga sehingga ia tak pernah menjajakan hatinya pada siapapun, Dan sekarang ... lelaki beruntung itu jatuh padamu, tapi sayangnya kau malah menyia-nyiakan nya karena wanita lain, Saga ... jika kau tidak menginginkan Hanny, Aku pun mau mengganti kan posisimu, Maka janganlah sentuh dia sampai kalian benar-benar berpisah' ucapan pertama yang paling Saga ingat dari Jigar
__ADS_1
Saat Saga mau mengingat lagi ucapan Jigar, tiba-tiba pandangan nya tertuju pada sosok yang mengendarai sepeda motor masuk ke pagar rumah nya. Saga mengamati dengan seksama sosok itu. Ia terkejut saat melihat Hanny yang mengendarai motor itu. Ia baru ingat bahwa Hanny tidak membawa mobilnya.
'Oh Tuhan, di jam segini ia mengendarai sepeda motor tanpa ada jaket yang ia pakai' bathin Saga
Saat hati Saga tersentuh, Ia tak sengaja melihat kearah Ponselnya yang menyala dan menampakkan wajah dan senyuman Zahra, membuat nya mengurungkan niatnya untuk menghampiri Hanny. Ia melihat ada pesan yang masuk, yang ternyata dari Dito.
[ Kapan aku bisa bertemu dengan istrimu yang banyak mengatakan bagaikan bidadari di dunia nyata] pesan dari Dito.menguat Saga akan niatnya, Namun sayangnya ... Saat Dia keluar dari kamarnya,Ia sudah melihat Hanny yang masuk kedalam kamarnya dengan tangan memeluk tubuhnya sendiri. Saga yakin ... wanita itu pasti kedinginan.
Saga pun kembali ke dalam dan membalas pesan dari Dito.
[Besok aku baru masuk kantor, lusa saja kau bawa sekertaris mu juga, Karena Zahra juga akan datang, kita bahas kerja sama kita sekalian] balas Saga
Saga pun merebahkan tubuhnya, Ia sudah tenang melihat wanita itu kembali ke rumahnya nya dengan selamat. mengingat ucapan Jigar bahwa ia tidak akan melepas kan Saga jika terjadi sesuatu pada Hanny.
Namun ... Saat Saga ingin memejamkan matanya, Suara langkah kaki membuat ia membual lagi matanya. Ia bangkit lalu melihat siapa yang menuruni tangga, benar saja Hanny yang berjalan menuju kearah dapur.
'Dia baru pulang kerja, Apakah dia tidak lelah?' bathin Saga
Terlihat Hanny membuat kopi dari mesin yang ada di dekat nya. setelah minum kopi buatannya, Hanny melanjutkan membersihkan peralatan masaknya.
"Tidak ada piring kotor, Apakah Mas Saga belum makan, Ya?" gumam Hanny yang bisa di dengar oleh Saga, Ada hati yang tersentuh. Dia sudah menyakiti Hanny berulang kali tapi Hanny masih memikirkan dirinya.
Melihat Hanny yang hendak meninggalkan dapur, Saga langsung bergegas pergi pula,Bagaikan maling yang hampir ketahuan, Saga langsung masuk kedalam kamarnya. Benar saja ... baru beberapa saat Suara ketukan pintu di kamarnya terdengar. Entah karna gengsi atau karena takut ketahuan, Saga yang berdiri di depan pintu, tidak menjawab ketukan pintu Hanny.
"Mas, Ini aku Hanny, Mas belum makan malam? Mas ... bangun, Makan malam dulu meski sedikit " suara Hanny sedikit di keras kan, Mungkin pikir Hanny, agar Saga mendengar nya. Namun ... berulang kali Hanny mengetuk pintu, Tetap saja tidak ada suara.
__ADS_1
"Mungkin mas Saga sudah tertidur, Maafkan aku ya, Mas" gumam Hanny namun bisa di dengar oleh Saga.
Merasa tidak ada suara yang terdengar Hani pun langsung meninggalkan depan kamar Saga. Hanny pun masuk kedalam kamarnya dengan lesu, Lelah ... pasti ia rasakan. Ia menghempaskan tubuhnya di ranjangnya dan langsung tertidur pulas.
Pagi menyambut, Hanny bangun lebih pagi dari biasanya. Ia Segera belanja di tukang sayur yang tak sengaja melintas di depan Rumahnya nya. Ia banyak membeli bahan masakan, Dari daging, Ikan dan sayuran.
"Orang baru ya, Neng?" tanya Tukang sayur keliling
"Iya, Pak." jawab Hanny seraya memilih sayuran
"Biasanya daerah sini gak ada yang beli, Neng. Maklum lah hanya orang-orang kaya yang ada di sini," ucap Tukang sayur
"Biasanya Bapak jualan di sebelah mana?" tanya Hanny
"Di daerah perumahan yang ada di sana, Neng" ucap tukang sayur yang menunjukkan area perumahan .
Rumah yang Saga dan Hanny tempati berada dekat dengan area perumahan Jadi tidak membuat Hany kelelahan untuk pergi ke pasar.
[ Ralat untuk semua ya, tempat yang Saga dan Hanny tempati bukan apartemen tapi sebuah Rumah, Yang lainnya akan saya Revisi nanti, Jika ada tulisan Apartemen nya]
Setelah berbelanja, Hanny pun masuk ke dalam rumahnya ia sekarang menuju ke dapur untuk membuatkan sarapan pagi.
Hani tidak tahu apa sarapan pagi kesukaan sama suami Iya hanya memasak sayur bening dan juga ikan goreng. Iya berharap bahwa suaminya akan menyukai masakannya ini.
Di saat Hani sudah menyelesaikan tugasnya Ia pun segera naik ke atas untuk membangunkan suaminya. Padahal Saga sudah bangun dari tadi, Ia sudah mencium bau gorengan yang mengganggu Indra penciumannya.
__ADS_1
"Mas, Sarapan nya sudah selesai," suara Hanny bersamaan dengan ketukan pintu kamar Saga. Saga yang memang ada di dekat pintu membuka pintu kamarnya, Ia melihat penampilan Hanny yang berdaster, menampakkan leher putih mulusnya, Penampilan sederhananya menambah pesona baru buat Saga. Menilai Hanny adalah sosok yang berbeda dari yang lain. Zahra saja tidak pernah memakai daster meski di rumahnya.