Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 34 Tiga Hati Yang Tersakiti


__ADS_3

Rombongan Hanny sudah sampai di tujuan nya. Mereka sudah di tunggu oleh para kader dan bidan dari puskemas terdekat. Dan juga beberapa staf kelurahan di tempat itu juga menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang, dokter " ucap pimpinan tempat itu.


"Terimakasih atas sambutan nya, Pak. Apakah semuanya sudah datang, Pak?" tanya Hanny


"Sebagian sudah datang,dok. Sebagiannya lagi masih dalam perjalanan kemari " ucap ketua kader.


*****


"Kami sangat tersanjung, karena Tuan Biru bisa meluangkan waktu untuk berkunjung langsung kerumah sakit kami" ucap kepala rumah sakit.


" Maafkan saya, dokter. Selama ini saya tidak ikut, saat Ayah berkunjung, Tapi bagaimana ? Apakah semua kebutuhan sudah terpenuhi ?" tanya Saga yang mana ia sudah melewati ruangan Hanny. Namun ... Hanny tidak ada di ruangan nya.


"Alhamdulillah, Tuan. Rumah sakit kita sudah menjadi rumah sakit terbesar dan terlengkap alat medis nya, semua itu tak akan terwujud tanpa bantuan dari Tian Biru dan Tian Wilantara " ucap kepala dokter itu dengan bangga.


" Selamat, dok. pertahankan apa yang sudah kalian raih, dan pelayanan yang baik adalah, mengutamakan pasien," ucap Saga


"dok, jika boleh tahu, kemana dokter Hanny sekarang,?" tanya Biru (Saga) tak tahan ingin tahu keberadaan sang istri.


Zahra yang mendengar nya serasa ada sesuatu yang menanggal di tenggorokan nya. Senyum yang selalu ia pertahankan dari tadi akhirnya surut juga.

__ADS_1


"dokter Hanny ada kunjungan di daerah Cilandak, Tuan, Saya juga sudah menjadwalkan anda akan menyusul kesana, Tuan" ucap Zahra yang tiba-tiba menjawab pertanyaan Biru pada dokter


"Oh, baguslah, Zahra. dokter ... kalau begitu ... kami permisi dulu ya,dok" ucap Biru seraya berjabat tangan dengan dokter itu. yang mana Bima sudah menunggu di mobil Biru (Saga).


"Zahra, kirimkan uangnya segera" titah Biru pada Zahra. tentu Zahra faham itu, Assisten tuan Wilantara sudah menjelaskan semuanya pada Zahra.


Zahra hanya mengangguk kan Kepala nya, tanda bahwa Zahra mengerti bahwa Saga ingin segera menyusul keberadaan istrinya. Senyum gambar lagi dan lagi terlihat di wajah Zahra.


Biru melihat itu, Ia tahu ... tapi itu memang akan terjadi baik sekarang ataunoun nanti.


"Hai, aku cari Hanny, kok tidak ada, kalian sudah bertemu dengan Hanny ?" tanya Bima


"Ya, ingin sekali menemaninya, disaat hatinya sakit lagi nanti kayak waktu itu"ucap Bima seraya mengingat kejadian malam itu.


"Itu tidak akan pernah terjadi lagi, Bim. ak yg salah, jadi jangan sampai kau berfikiran Seperti itu lagi" ucap Biru


"Lalu kalian akan kemana lagi ? " tanya Bima


"Menyusul Hanny ke daerah Cilandak, kau mau ikut juga?" tanya Biru Seraya melangkah kan kakinya yang diikuti Zahra dan Bima.


"Ya ikutlah, udah terlanjur Bratang kemari juga, kau sih ... " cebik Bima kesal mengingat malam itu.

__ADS_1


Akhirnya merekapun kini sudah berada di dalam mobil bertiga. sopir yang membawa Biru dan Zahra kini telah membawa mobil Bima yang terparkir di halaman rumah sakit. Ya ... Bima membawa mobil sendiri, karena Juan ada urusan lain.


*****


Banyak balita dan juga anak-anak yang datang untuk di berikan vitamin dan imunisasi.


"Baiklah, Bu. jika anak ibu tidak ingin makan apapun kecuali makanan yang ibu sebutkan tadi, ibu gunakan cara lain, misal, jelly yang ibu maksud, wadah nya ibu ambil, dan gunakan lagi dengan cara membuat dengan olahan ibu, dan itu lebih terjamin, kesehatan nya, misalnya ya, Bu. Kita tahu takaran gula yang di pakai, dan pastinya tidak ada pemanis buatan di dalamnya " ucap Hanny.


"Baiklah, Bu. ini obat untuk.panas danbatuknya, minum hingga habis ya" ucap Hany seraya membelai kepala anak kecil yang ada dalam gendongan Ibunya.


Ibu itu mengangguk faham dengan apa yang sudah Hanny ucapkan, tanpa Hanny sadari ada beberapa pasang mata yang menatap kearah nya. Ya ... Biru dan Zahra serat Bima sudah sampai di tempat. Biru tersenyum melihat pemandangan itu, sedangkan Zahra menatap Biru yang tersenyum tanpa sadar kearah Hanny, Bima juga menatap kedua manusia yang ada di sampingnya bergantian menatap kearah Hanny.


Biru melangkah kan kakinya mendekati para dokter itu, Namun ... Nina yang melihat siapa yang datang langsung mentoel lengan Hanny


"Han, bukankah itu suamimu, ah sweet banget sih sampai di datangi kemari" ucap Nina dengan rasa kagumnya.


Hanny yang sudah menyuntikkan imunisasi pada balita, langsung mengusap.lemgut bekas suntikan itu dan melihat kearah yang nona maksud.


"dokter, Dialah investor yang kita bicarakan tadi, salah satu pemegang saham rumah sakit, biasanya ayahnya yang datang tapi saat ini, anaknya lah yang datang " ucap salah satu perawat pria atau bisa di sebut Ners. Rasa Keterkejutan Hanny masih terlihat jelas, sebelum akhirnya ia berdiri dan menganggukkan kepalanya memberi hormat pada Biru, yang mana ia lihat Biru dan Zahra berdiri beriringan.


Menyadari akan wajah Hanny yang tertunduk dan mengalihkan pandangannya, Zahra memilih untuk mundur dari samping tubuh Biru. ketegangan mulai terlihat saat para warga juga kagum akan kedatangan sosok lain ke daerahnya.

__ADS_1


__ADS_2