Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 53


__ADS_3

Setelah menyaksikan Zahra tak terlihat, Biru pun menghela nafasnya dalam-dalam, Ia merasa bersalah pada Hanny dan juga Zahra.


'Kau egois Biru, kau menginginkan Hanny tapi kau juga tak ingin melepaskan Zahra, seserakah itukah kau menjadi seorang pria,? atau egomu merasa di rendahkan saat istrimu di sukai banyak pria? sedangkan kau masih mencintai kekasihmu,' bathin Biru


Setelah itu, Biru membayar semua makanan yang sudah ia pesan, Namun ... tak di sentuh oleh Zahra.


Biru pun kembali membawa mobilnya menuju keperusahaan nya. Ia merasa Hatinya semakin merindukan sosok Zahra, Hingga ia duduk di kursinya semua pikirannya terpenuhi oleh Zahra.


...****************...


"Apakah kalian masih punya hubungan di belakang istrinya Biru?" ucap tiba-tiba seseorang yang kini berdiri di pintu ruangan Zahra.


Zahra yang aslinya terkejut dengan hal itu, berusaha menutupi keterkejutan nya.


"Maksud bapak apa? aku tidak mengerti," ucap Zahra salah tingkah


"Aku melihat kau dengan Biru, jadi kau jangan menyangkal nya lagi," ucap orang itu yang pastinya adalah Arsel.


"Bapak Arsel yang terhormat, Saya batu tahu ... jika ada pimpinan yang tak memiliki pekerjaan seperti anda, sehingga bisa mengurusi maslaah pribadi karyawan anda, Apa anda selalu memantau semua urusan pribadi karyawan anda,?" tanya Zahra emosi


"Aku bukannya mengurus urusan pribadi mu, tapi jika itu bisa membuat maslaah pada perusahaan dengan berita viral kalian, Apakah kalian bisa mempertanggung jawabkan konsekuensinya ?" ucap Arsel seraya menatap tajam pada Zahra, wajah mereka berdekatan , bahkan Zahra bisa merasakan nafas Arsel yang berhembus di wajahnya.


"jika ingin selingkuh, jangan lakukan di sekitar perusahaan, Cari tempat yang jauh, oke!" Ical Arsel seraya mengangkat tubuh nya agar menjauh dari Zahra. Entah kenapa ada rasa kecewa di hati Arsel terhadap Zahra.


Setelah mengucapkan kata itu, Arsel keluar dari ruangan Zahra, membiarkan Zahra dengan perasaan nya yang sakit.


'Selingkuh? aku tidak ada niatan untuk berbuat seperti itu, aku bukan wanita seperti itu,' bathin Zahra seraya memegang dadanya yang terasa sakit.


'Aku tahu diri juga, Aku mencintai Biru, tapi bukan berarti bapak bisa menghina cintaku dengan kata perselingkuhan, ' bathin Zahra lagi seraya terduduk dengan air mata yang menetes.


Konsentrasi Zahra kini sudah teralihkan, Hingga jam menujuk kan pukul 5 sore, Zahra masih bergelut dengan pekerjaan nya yang tertunda karena ia sedari tadi hanya melamun dan melamun saja.

__ADS_1


Disisi lain, Hanny sudah berada di kediaman Bundanya Biru.


Mereka terlihat begitu bahagia saat memasak bersama di dapur.


"Terimakasih ya sayang, karena sudah menyempatkan diri untuk datang menjenguk Bunda, sayangnya Biru gak ada," ucao Bundanya Biru


"Iya, Bun. Mas Butuh juga mengatakan kalau ia akan telat pulang," ucap Hanny


"Kalian katanya mau berlibur, bukan madu ... kapan bulan madunya,? Bunda sudah gak sabar pengen nimang cucu ," ucap Bunda nya Biru


"Besok, Bunda ... mungkin, karena itu Mas Biru telat pulang, agar pekerjaan nya selesai dan kami bisa tenang berliburnya," ucap Hanny menebak alasan Biru telat pulang.


"Bunda berharap kalian bisa bahagia, hingga tua nanti, beri kami cucu yang banyak, Kakak kalian juga akan menyusul nantinya," ucao Bunda seraya menghidangkan makanannya di meja.


"Bunda doakan saja yang terbaik teruntuk kami, anak adalah titipan dan hadiah, semoga kami di percaya kak akan titipannya itu," Hanny tersenyum dengan meletakkan semua masakan nya.


"Wah menantu dan mertua lagi masak bersama nih ... pasti enak sekali," puji Ayahnya Biru


"Semoga Ayah dan Bunda suka dengan masakan Hanny," ucap Hanny


Saat mereka sudah ada di ruang makan, Ada beberapa tamu yang sudah berjalan kearah mereka. ya ... dia adalah keluarga Jigar. Jigar tak berkedip menatap Hanny yang selalu cantik akan pandangan nya, Semua seakan berhenti bergerak, Hanya Langkah Jigar yang bergerak. Jigar tak tahu jika hatinya masih menyimpan nama dokter cantik itu.


"Hai dokter Jigar," sapa Hanny saat mereka sudah bertatapan


"Hai juga, Biru mana?" tanya Jigar


"Dia masih lembur di perusahaan," ucap Hanny dengan senyuman, Seketika Jigar tertegun mendengar ucapan Hanny. Karena jam 5 kurang, Jigar mendapati Mobil Biru sudah keluar dari perusahaan nya.


"Kau yakin dia lembur,?" tanya Jigar memastikan


"iya, tadi siang dia datang kerumah sakit, Kau tidak ada, jika kau ada ... kita kan bisa makan siang bareng, Mas Biru mengatakan kalau malam ini telat pulang," ucap Hanny seraya mengekori langkah Jigar yang menuju ke tempat meja makan.

__ADS_1


'Kau tak berubah Biru, Kau masih menemui Zahra rupanya,' bathin Jigar seraya mengepalkan tangannya.


...****************...


"Kau masih marah sama kak Biru, Karena kak Biru menikah dengan wanita lain dan bukan dengan kak Zahra,?" tanya Biru pada adiknya Zahra


"Tidak, Kak Zahra bilang ... itu berarti kakak dan kak Zahra gak jodoh," ucao adiknya Zahra


"Nando mau gak kakak jadian lagi sama kak Zahra,?" pertanyaan itu tentu membuat Zahra menatap tajam pada Biru.


"Mas ... kau jangan bicara sembarangan dengan Nando, ia tak tahu apapun dan jangan rusak pikiran dia dengan hal yang salah," ucap Zahra


"Aku serius, Zahra. Mari kita menikah siri, Aku mencintaimu dan kau masih mencintai ku, aku tahu ... ini salah, tapi hatiku tersiksa saat tidak melihat mu," ucap Biru do hadapan adiknya Zahra.


"Bisakah kau pikirkan dulu sebelum berkata, Menikah tanpa izin dari istri pertama itu bisa di pidana, Mas ... Stop Mas, Stop membuatku teringat akan kisah kita, Aku sudah bisa hidup tanpamu tapi kenapa kau masih terus saja menggangguku," ucap kesal Zahra


"Bagaimana perasaan Nona Hanny jika tahu akan hal ini, Bukankah kau yang memutus kan untuk memilih dia saat itu, jangan permainkan perasaan nya, Mas ... " ucap Zahra


"Nona Hanny sudah minta untuk melepaskan hubungan kalian, aku berharap kau menerima itu, Tapi kenyataan nya ... saat itu kau mau menjawab akan berusaha membuka hati, lalu sekarang ? aku tak ingin menyakiti hati wanita sebaik Nona Hanny, mas" ucap Zahra


"Bagaimana perasaan Nona Hanny jika ia tahu kau ada disini saat ini," ucap Zahra


"Kau akan tetap menjadi Pelakor dan kau akan menjadi bajingan, Biru" Ucap tiba-tiba seseorang dari arah pintu yang terbuka.


Betapa terkejutnya Biru dan Zahra saat mendengar suara itu, Suara yang begitu Biru kenal, suara yang asing bagi Zahra. Namun ... ucapannya sangat mengancam dirinya dan Biru, Apalagi ia kini menatap lekat padanya.


...**************** ...


Sekali berbohong akan terus membuat kebohongan, hanya untuk menutupi kebohongan yang lainnya.


Lebih baik jujur meskipun menyakitkan, dari pada berbohong namun ... menghancurkan.

__ADS_1


__ADS_2