
"Bagaimana kabarmu, ?'' tanya Hanny
''Aku sangat baik, kamu sendiri bagaimana, Apakah liburmu menyenangkan, ?'' tanya Jigar
''Mmmm, sangat menyenangkan, apalagi bisa ikut seminar dokter Juan,'' ucap Hanny dengan senyum indahnya.
''Aa terjadi seseutau saat aku pergi, ?'' tanya Hanny, Karena Hanny ingin Jigar yang bercerita duluan tentang Zahra.
''Tidak ada, semuanya berjalan dengan semestinya, '' ucap Jigar tersenyum lalu memalingkan wajahnya, Karena Jigar paling tidak bisa berbohong pada Hanny.
Akhirnya langkah mereka berhenti di dekat kolam ikan milik Ayah Hanny, Hanny duduk di tepi kolam seraya menatap kearah Jigar.
__ADS_1
''Kau berbohong padaku, katakan... jangan ada yang di sembunyikan dariku, " ucap Hanny
''Apa yang harus aku katakan, Hanny... kau fokuslah pada kebahagiaan mu, '' ucap Jigar seraya duduk di samping Hanny dan menatap nya dengan senyuman.
''Kau tak ingin jujur padaku, '' tanya Hani lagi pada Jigar.
''Kau mencintaiku, Kalau begitu mari kita menikah, '' ucap Hanny yang langsung membuat Jigar menatap kearah nya.
''Apa yang kau katakan, Apakah karena liburan otakmu jadi geser, " ucap Jigar saat menyadari jika ucapan ahok Hanny adalah sebuah candaan.
''Kau benar -benar mengajak Zahra menikah?'' pertanyaan itu mampu membuat detak jantung Jigar seolah berhenti seketika. Dari mana Hanny tahu, apakah Zahra yang mengatakan nya, Apakah dia mau mencari perlindungan dengan menceritakan semua ini pada Hanny?.
__ADS_1
''Siapa uang mengatakan pada mu, apakah wanita itu, ?'' tanya Jigar
''Kau marah, Jangan salahkan Zahra, aku dan dia belum bertemu sama sekali, Bukan dia yang mengatakan tapi temannya Zahra, Tuan Arsel, "ucap Hanny kembali menatap tajam Jigar.
''Kenapa, dia tidak salah, Jigar. Ini sudah takdir, aku tidak apa-apa, Jigar... apa yang membuat mu mengambil keputusan itu, pernikahan bukanlah hal yang mudah, menikah dengan orang yang tidak kita cintai itu tidak seindah yang kita bayangkan, Jigar. Akan banyak hal yang harus kita adaptasi kan, jangan lakukan hal itu karena aku tidak ingin kau merasakan apa yang aku rasakan,'' ucap Hanny
'' Apa kau melakukan ini demi aku, agar Zahra dan Mas Biru tidak kembali, ?''tanya Hanny seraya menatap ke arah Jigar. Kini tatapan keduanya saling bertemu, terkunci dengan waktu cukup lama.
''Ya, aku akan menikahinya, Papa dan Mama juga menyetujui nya, mereka semua menilai Zahra adalah wanita yang baik,'' ucap Jigar.
''Tapi aku tidak mencintai nya, Jigar. Mana bisa kau bahagia, " ucap Hanny
__ADS_1
''Selepas kisahku ini, bukankah kau mengalami terlebih dahulu, tapi cinta itu datang kan, kau sudah mencintai Biru, Hanny. Kau bahkan sangat mencintai nya saat ini, " ucap Jigar membalas tatapan Hanny.
''' Aku ingin kau bahagia Hani, aku tidak ingin keberadaan Zahra akan membuat kehidupanmu terluka, ini bukan masalah aku berkorban untukmu atau tidak, Tapi aku melakukan apa yang ingin hatiku lakukan, dan aku sudah memikirkan keputusanku ini, ya aku memang mencintaimu bahkan sangat mencintaimu, hanya saja takdir tidak menghendaki kita untuk bersatu, kau di jodohkan dengan saudaraku sendiri, Aku ingin menghapus rasa itu hanya saja, Mungkin dengan cara aku menikahi Zahra maka semua rasa yang aku miliki untukmu bisa tergantikan dengannya, aku dan Zahra sama-sama memiliki orang yang paling kita cintai menikah dengan orang lain, mungkin dengan begitu kita saling memahami satu sama lain,'' ucap jigar