Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 48 Tiga Hati Yang Tersakiti


__ADS_3

Mentari kini menyambut dengan begitu ceria, Dan hari ini adalah hari dimana Zahra akan bekerja di tempat yang berbeda. Ada rasa sedih dan sakit saat mengingat semuanya, Tapi .. inilah yang terbaik baginya dan juga untuk Biru, Cinta mereka susah usai, biarkan itu menjadi sebuah kenangan terindah. Zahra tidak Ingin ... Kenangan bersama Biru berubah menjadi petaka yang harus ia lupakan. Biar lah dia yang mengalah demi sesuatu yang jauh lebih besar yaitu Kenangan indah.


Biru yang sudah terbiasanya dengan keberadaan Zahra kini merasa seakan kehilangan sesuatu yang sangat berharga, selalu di tatapnya bangku kosong yang ada dalam ruangannya, Ia tersenyum kala mengingat semua candaan yang ia lewati bersama Zahra.


'Zahra ... semoga kau bahagia di manapun kau berada, Maaf kan aku,' bathin Biru


Biru juga tidak bisa menahan Zahra, Karena biar bagaimanapun. . Biru juga ingin melupakan Zahra. Ia tak mungkin menempatkan dua wanita dalam hatinya. Meski keputusan Zahra tidak pernah biru sukai, hanya saja dia percaya bahwa Arsel tidak mungkin akan melakukan hal yang tidak senonoh pada karyawannya.


Hani yang menyadari kegelisahan Biru, ingin sekali ia mendekat dan bertanya padanya. hanya saja Hani mengurungkan niatnya karena ia sadar bahwa saat ini dia masih proses pendekatan dengan suaminya ia ingin memberikan waktu pada Biru, untuk bisa menceritakan sendiri masalah yang ia hadapi.

__ADS_1


Namun Biru mengerti dengan tatapan Hanny. Biru mendekati wanita yang sudah berstatus istri nya itu. mencium keningnya.


"Kau ingin bertanya akan kegelisahan ku? Kau akan cemburu kalau mendengar nya," ucap Biru


"Apa masalah Nona Zahra?" tanya Hanny


"Dia sudah mengundurkan diri dari kantor, dan pindah ke perusahaan saingan, Bukan masalah dia pindah yang menjadi beban pikiran ku, tapi ... Karena pemilik perusahaan itu sangatlah mesum," ucap Biru


"Nona Zahra adalah wanita baik-baik, aku yakin ... semesum apapun pria itu, Jika sanga wanitanya tidak menanggapi nya, maka tidak akan berpengaruh, Mas . Kau percaya kalau Nona Zahra adalah wanita baik dan baik-baik, maka percayalah ... bahwa dia bisa menjaga kehormatannya," ucap Hanny seraya menatap kearah Biru, Benar dengan apa yang di katakan Hanny. sebuah hubungan tidak akan terjadi jika salah satu dari mereka tidak melayani nya.

__ADS_1


"Terima kasih karena sudah mengerti, Kau sangat baik," ucap Biru


"Laki-laki akan melihat siapa yang akan ia goda Mas ... Nona Zahra selalu menjaga penampilan nya dengan sopan, ia juga tidak memakai pakaian yang terbuka , Jadi ... amanlah buatnya ," imbuh Hannya yang langsung mendapatkan pelukan dari samping tubuhnya.


"Terimakasih karena kau sudah mau mengerti ku, dan tidak cemburu saat Pikiran ku bercabang seperti tadi," ucap Biru


Biru menatap wajah Hanny, lalu mendarat kan ciuman di keningnya. Hanny tersenyum, Yang paling terpenting dalam hubungan itu adalah kejujuran, Semua akan menjadi salah jika kita sudah berbohong, Karena sekali berbohong maka akan tercipta kebohongan yang lainnya, Hanny merasa lega karena sang suami telah mau berkata jujur, meski itu akan menyakiti hati sang istri


Malam makin terasa semakin lambat, Biru dan Hanny belum siap melakukan hubungan layaknya suami istri, Bukan karena cinta yang belum datang, ada rasa yang canggung masih terasa, Hanny dan Biru sama-sama belum bisa memberikan seluruh hidup pada hubungan yang masih baru berjalan

__ADS_1


__ADS_2