
Betapa terkejutnya Hanny saat mendengar semua yang di katakan Arsel. Apakah Jigar akan berkorban sebesar itu, Apakah Jigar benar-benar mencintai nya, Bukankah mereka hanyalah bersahabat, Kenyataan apa yang ia terima saat ini.
Hanny keluar dari ruangan Arsel dengan wajah linglung, tatapannya kosong, semua yang Arsel. katakan seolah bermain di kepala nya. Langkah nya terhenti saat ia melewati sebuah ruangan yang pintunya terbuka sedikit.
Terlihat Zahra yang menatap kosong ke sebuah arah, Terlihat jelas tekanan yang ia rasakan. Hanny ingin menemui Zahra, namun... ia tahu, ini bukanlah waktu yang tepat.
Akhirnya Hanny pun berlalu dan kembali ke kediaman Ibunya, Disana ia langsung menuju ke kamarnya, tanpa menemui sang Ibu dan sang adik yang ia yakini ada di dapur.
Hanny berbaring dengan wajah yang ia tutupi dengan bantal, Pecah sudah tangis yang ia tahan dari tadi, Ia berteriak dengan suara ditahan oleh bantal, berharap tidak ada satupun yang mendengar nya.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan, Jika aku bercerai, Maka Jigar dan Zahra akan menjadi korban dari keegoisan ku, Kalau aku bertahan, Apakah aku masih bisa bersikap biasa, Jigar... ku mohon jangan lakukan itu, Kah sudah banyak membantuku selama ini, '' gumam Hanny.
[ Hanny, kau baik-baik saja, kan? aku dengar kau sudah pulang, benarkah? ] pesan itu masuk saat Hanny sedang melihat jam di ponselnya.
[ Hai Jigar, Ya, datanglah kemari nanti malam, ada banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu ] balas Hanny. Ia sudah yakin dengan apa yang akan ia katakan pada Jigar. Hanny menghela nafasnya. Hingga tanpa sadar, Hanny terlelap dalam lelahnya.
...----------------...
''mama sambat tahu, kalau kau begitu mencintai Hanny dan membenci Zahra, Tapi langkah yang kau ambil bukankah seharusnya sangat berlawanan dengan hatimu,? " ucap sang Mama
__ADS_1
''Pikirkan baik-baik, jangan gegabah sayang, '' ucap lagi sang Mama
''Jigar sudah berulang kali memikirkan ini, Ma. Awalnya Jigar meminta Zahra untuk menikah dengan orang lain, tapi ini Syarat yang Zahra berikan, Selama ini Jigar tekunci dengan hati Hanny, mungkin ini adalah jalan agar Jigat juga bisa melupakan Hanny, Ma. Hanny sudah jatuh cinta pada Biru, Jigar bisa lihat itu. Hanya saja mereka masih belum saling menyadari itu. mungkin ini adalah jalan untuk jika bisa melupakan Hani, ma,'' ucap Jigar tersenyum pada Mama nya.
'' Mama Jangan cemas, Aku tidak akan melakukan hal yang akan merugikan diriku sendiri,'' ucap jigar Seraya memegang kedua tangan mamanya memberi keyakinan pada sosok wanita yang pertama kali ia cintai dalam hidupnya.
'' tapi jigar kau tidak berhak untuk menghukum Zahra begini, dia wanita biasa, jigar... dia juga berhak bahagia dengan pilihannya sendiri,'' ucap sang mama.
'' sebenarnya semua wanita itu memiliki perasaan yang sama, wanita mana yang rela jika orang yang ia cintai, dimiliki oleh orang lain namun selama ini Mama mengamati, Zahra sangatlah tenang dalam menghadapi masalahnya, itu sudah menunjukkan bahwa dia memiliki pikiran yang dewasa,'' ucap sang Mana
__ADS_1
''Hewan pun tak sudi kasihnya dicuri apalagi dia yang punya mata hati, Hani wanita, Zahra pun wanita, mereka sama-sama memiliki rasa kasih dan cinta. Jangan menambah luka diatas luka yang Zahra rasa kan, '' ucap Mamanya Jigar yang selalu mensuport anaknya dalam segala hal.