
Sagara terus meyakinkan Hanny, untuk memberi kesempatan pada hubungan pernikahan mereka.
"Aku sudah berusaha masuk dalam duniamu, tapi kau yang membatasi, Aku ingin menyerah saja, Aku ... aku tak bisa seperti ini terus" ucap Hanny yang kini sudah pecah tangisannya, Hanny menundukkan kepalanya, dengan linangan air mata.
"Aku tahu, ini adalah permintaan Ayahku, Kau jangan menghapus cinta itu, tetaplah, biar aku yang mundur, aku dan kamu sudah melakukan permintaan orang tua kita, Tapi takdir tidak mendukung, Aku ikhlas ... talak aku sekarang " ucap Hanny seraya menghapus air matanya dan menatap kearah Saga yang terkejut. Awalnya Saga menginginkan itu, tapi kenapa sekarang ia malah tidak ingin akan hal itu.
Saga memegang tangan Hanny, dan tangan satunya menyentuh kepala Hanny.
"jangan katakan itu, perceraian sangatlah di benci sang pencipta, aku belum mencoba nya, berikan waktu lagi untuk ku, nanti malam bukankah Bunda mengundang kita untuk makan malam, besok juga hari weekend, Kita akan menghabiskan waktu bersama, saling mengenal dan saling masuk dalam dunia kita, Hanny ... maafkan aku" ucap Saga dengan nada yang sangat lembut.
Pria yang berwajah tampan itu menatap lekat pada Hanny. Tatapan nya seolah dalam ingin menembus luka hati Hanny
"Kau ingin kerumah sakit? aku antar ya ... mobilmu biar aku yang bawa, nanti pulangnya aku jemput, percayalah ... aku dan Zahra sudah sama-sama mengikhlaskan semuanya, dan kau bukan orang ketiga, takdir yang telah membuat naskah untuk kita" ucap Saga
"Aku mohon ... jangan menangis lagi, aku minta maaf" Imbuh Saga, ingin membantu mengusap air mata Hanny, tapi tangannya menggantung.
Saat Hanny masih terdiam, suara dering ponsel nya membuat Hanny sadar dan melihat nomor dokter Nina yang menghubungi nya.
"Assalamualaikum, dok" ucap Hanny
"waalaikumsalam, dokter Hanny, Abi ... akan pulang hari ini, tapi dia tak ingin, karena dia ingin berpamitan dengan dokter Hanny" ucap dokter Nina
"ah, iya ... aku.lupa, baiklah ... sebentar lagi aku akan sampai di rumah sakit kok, " ucap dokter Hanny
"baiklah, kalau begitu akan aku sampaikan" ucap dokter Nina dan setelah itu ... sambungan telfon itu pun terputus.
"Apa ada yang terjadi ?"tanya Saga
"Aku ingin kerumah sakit" ucap Hanny seraya meletakkan ponselnya di dalam tasnya.
Tanpa menunggu lagi, Saga membawa mobil Hanny menuju kerumah sakit.
Saga mengaktifkan handset bluetooth yang ada di telinganya.
"Hallo, saya akan sedikit terlambat, jadi ... tangani semuanya " ucap Saga lalu memencet tombol off nya.
"Aku merepotkan mu?" tanya Hanny
"Tidak, Apa yang terjadi di rumah sakit ? kau terlihat cemas?" tanya Saga
"Tidak ada yang terjadi, hanya saja ... ada anak yang di rawat, ia tidak ingin pulang sebelum aku datang" ucap Hanny seraya menyandarkan kepalanya yang terasa sakit.
__ADS_1
Saga melihat sekilas wajah Hanny yang terlihat sembab, Hanny memejamkan matanya. Hingga tanpa Saga sadari, mereka sudah memasuki kawasan rumah sakit besar itu. Saga ragu untuk membangun kan Hanny. Namun ... Hanny yang tak tidur, langsung mengangkat kepalanya.
"Sudah sampai" ucap Hanny yang terlihat lemas
"Kau baik-baik saja kan?" tanya Saga
"Aku baik-baik saja, kau pergilah ke kantormu, " ucap Hanny seraya membuka pintu mobilnya
"Aku ikut dengan mu" ucap Saga yang kini juga sudah turun dari mobilnya, tentu beberapa orang dan Suster melihat kearah pasangan yang kini terlihat bersama untuk pertama kalinya di rumah sakit.
"dokter, anda sudah di tunggu di ruangan Abi, dia menangis dari tadi " ucap suster
"Terimakasih, Sus" ucap Hanny seraya melangkah kan kakinya menuju keruangan pasien yang bernama Abi, tentu ... Saga setia di samping nya. membuat para suster itu melihat pasangan yang serasi itu.
Jigar yang melihat Saga di rumah sakit, seakan tidak percaya, sehingga tatapan Saga dan Jigar saling bertabrakan.
Terlihat Saga tersenyum miring pada Jigar yang mana pandangan Jigar terus mengarah kepada dirinya.
"Kau begitu di cintai disini" ucap Saga
"tapi aku tidak di cintai oleh suamiku " ucap Hanny dengan terus melangkah.
"Kak Hanny ... " teriak Abi seraya berlari memeluk Hanny
"Hai sayang ... Abi sudah sembuh, Sehat terus ya sayang ... " ucap Hanny membelai kepala Abi
"Kak Hanny punya janji sama Abi, untuk jalan-jalan sama Abi nanti kalau Abi sembuh" ucap Abi
"Iya, Kak Hanny masih ingat, sekarang ... Abi pulang dulu sama Papa, nanti ... Kak Hanny akan main ke rumah Abi dan membawa Abi jalan-jalan " ucap Hanny seraya melihat kearah Papanya Abi yang tersenyum melihat anaknya sedekat itu dengan seorang wanita, Abi tidak menyukai wanita selama ini, hanya Hanny yang mampu dekat dengannya.
"Maafkan Abi, dokter. Ia terlalu menyusahkan dokter selama ini" ucap Papanya Abi
"Tidak juga, Tuan. Abi anak yang baik, jaga kesehatan nya dan hindari makanan yang menjadi pantangannya " ucap Hanny
"Baik dokter, sekali terimakasih " ucap Papanya Abi
"Sama-sama, Tuan" ucap Hanny bersamaan dengan Abi melepas kak pelukannya dari Hanny.
"Dia siapa kak?" tanya Abi seraya menunjuk kearah Saga.
"Dia_"
__ADS_1
"Hai anak tampan, Kenalkan ... Saya suami Kak Hanny," ucap Saga Seraya duduk mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Abi
"Suami? " tanya Abi seraya menatap kearah Hanny,
"Abi, ayo kita pulang sayang, Kakek dan Nenek serat Tante sudah menunggu Abi di rumah" ucap Papa nya Abi yang merasa tidak nyaman dengan sikap Abi pada Hanny dan suaminya.
"Baik, Papa" ucap Abi
"Da kak Hanny ... da ... Kakak suaminya kak Hanny" ucap Abi melambaikan tangannya pada Hanny dan Saga
Hanny dan Saga tersenyum melihat tingkah konyol Abi, Hingga kini Saga berdiri di samping Hanny dan melihat senyuman Hanny yang masih terlihat nyata dan indah.
"Bahkan adik Zahra juga mencintai mu, kau suka menarik perhatian anak-anak" ucap Saga
Hanny hanya tersenyum masam dengan ucapan Saga, kenapa dengan Saga, Setelah kejadian barusan di kantornya,ia mendadak banyak bicara dengannya.
Hanny dan Saga kembali berjalan beriringan, dan kembali menjadi pusat perhatian semua orang.
"Hai Tuan Saga, wah ... Begini ya kalau pesona pengantin baru, bawaannya ... ceria Mulu, dokter Hanny, pasti sangat kelelahan, matanya sampai kayak mata panda gitu" goda dokter Nina yang kini ada di dekat Hanny dan Saga.
"Hai juga,dokter Nina " balas Saga dengan membaca nama dokter Hanny di bagian bajunya.
"Baiklah, aku titip istriku, Aku ke kantor dulu" ucap Saga pada Hanny, ingat kalau saat ini ada dokter Nina, Hanny pun tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
Hanny mendapatkan senggolan di lengannya dari dokter Nina.
"Apa sih, dok" ucap Hanny seraya menahan senyumnya.
Namun .. dapat 4 langkah Saga, ia. menghentikan langkahnya lalu berbalik menghampiri Hanny.
"Apa ada yang ketinggalan ?" tanya Hanny pada Saga
"Tidak ada, aku hanya ingin bilang, jam 5 aku akan sampai disini" ucap Saga dengan gugup
"Baiklah" ucap Hanny,
Saga pun kembali meninggalkan Hanny, awalnya Saga ingin mencium kening Hanny, hanya saja ... ia ragu dan gugup.
*****
'Zahra, kau harus siap, kau juga harus terima undangan Nona Hanny untuk bertemu berdua saja denganmu, kau jelaskan semuanya ' bathin Zahra seraya menyiram wajahnya dengan air.
__ADS_1