
Jigar terdiam dengan apa yang ammanya katakan, Namun... hatinya dan keegoisan nya masih ingin menyalahkan Zahra atas sakit yang Hanny rasakan saat ini, tanpa Jigar tahu bagaimana rasanya sakit hati yang Zahra rasakan.
''Mama akan menerima dan mendukung setiap apa yang kau lakukan, tapi untuk menyakiti hati seorang wanita dengan mengikat dia dalam sebuah ikatan pernikahan itu jangang sayang, Pernikahan bukanlah sesuatu yang bisa kita buat mainan, pernikahan adalah ikatan sakral yang tak boleh kita buat mainan, ada banyak tanggung jawab selalu kita mengejar qabul kan seorang wanita di hadapan Tuhan dan para wali, Mama juga tidak mengajarkan mu untuk menjadi laki-laki yang tidak bertanggung jawab, Tapi jika keputusan mu sudah bulat, mama hanya bisa brdoa, semoga cinta akan datang diantara kalian berdua,'' ucap sang mama.
Kini Jigar benar-benar dilema, Ia tak tahu harus bagaimana, tapi ini Satu-satunya jalan untuk Biru bisa menjauhi Zahra dan bisa dekat dengan Hanny.
...----------------...
''Tuan, besok ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi dari sekolah Nusantara Sukses yang akan magang, Salah satunya ada adik dari Nona Hanny, namaya Nona Hana, ''ucap Asisten Arsel.
"Mengapa ia tak memilih perusahaan kakak iparnya, Kenapa malah memilih perusahaan disini, ?'' tanya Arsel heran
''Saya kurang tahu, Tuan. Mungkin karena banyak temannya yang kemari, '' ucap Asisten nya lagi.
''Baiklah, Hufff.... Arsel berhentilah menjadi pria iseng, Oke' Gumam Arsel namun masih dj sebagai oleh Asisten nya.
''Tuan, bagaimana dengan Nona Zahra, Apakah anda akan membiarkan dia menikah dengan Tuan Jigar, bukankah anda mencintai Nona Zahra? "tanya Asisten nya, yang mana ia langsung mendapat kan lemparan berkas di wajahnya.
''Ngaco kalau ngomong, aku dan Zahra hanya berteman, Jika di fikir, bukankah bagus jika Zahra menikah dengan Jigar, dengan begitu, Biru merasa sakit saat Zahra dengan pria lain, meskipun akh berharap Zahra mau menikah denganku, tapi ya sudahlah.... intinya pernikahan Zahra akan menjadi luka bagi Biru, '' ucap Arsel
''Aku mengira, anda mencintai Nona Zahra, Tuan, " ucap Asisten nya.
"Zahra tak akan mau denganku, Tol*l. Tapi dia orangnya sangat menyenangkan, aku akan tetap selalu ada untuknya, menghormati setiap. keputusan nya, bukankah aku adalah teman yang baik, " ucap Arsel tersenyum pada Asisten nya, Asisten nya hanya bisa menganggukkan kepala nya dan membalas senyuman Arsel.
...----------------...
perlahan, Matahari mulai meninggalkan bumi, Menampakkan warna jingga yang begitu indah, Namun keindahan itu tak bertahan lama, karena kegelapan malam kini telah mengikuti.
__ADS_1
''Han, Mari kita makan, Nak, '' uca sang Ibu dari luar kamar Hanny
''Bentar Bu, '' ucap Hanny yang baru saja menyelesaikan kewajiban nya.
''Bisa tunggu sebentar lagi, Bu. dokter Jigar akan datang sebentar lagi, dia sudah ada di perjalanan, aku ssnagaj mengundangnya untuk makan malam, " ucap Hanny saat ia sudah membuka pintu kamar nya.
''Baiklah, Nak. Ibu ingat, kalau Nak Jigar sangat suka dengan acara buatan ibu, Ibu akan buatkan, kebetulan bahan-bahannya ibu juga punya, '' ucap Ibunya Hanny
''Biar Hanny bantu, Bu'' ucap Hanny tersenyum
Hanny pun mengikuti langkah Ibunya kedapur, Lalu membuat acar bersama.
''mmm, Hanny dengar-dengar, Besok adalah hari PKL Hana yang pertama kali ya, Bu?'' tanya Hanny
''Iya, Makanya dia minta makan lebih dulu tadi, '' ucap Ibunya
Disaat mereka sedang sibuk membuat acar, suara deru mobil terdengar.
''Biar Hanny yang buka, Bu. itu pasti Jigar, " ucap Hanny seraya meninggalkan Ibunya. Benar saja, yang datang adalah Jigar.
Sosok janb selalu menjadi orang pertama yang ada di hadapannya saat ia ada masalah. Sosok yang paling menghibur saat ia sedang sedih, Namun.. Hanny baru tahu, Jika semuanya karena cinta, bukan karena. persahabatan nya.
''Masuklah! Ibu sudah membuatkanmu acar kau harus makan banyak nanti, sebelum menerima omelanku," uca Hanny tersenyum pada Jigar
"Baiklah, Aku akan mendengar semua omelan mu, aku juga merindukan itu, " ucap Jigar seraya tersenyum juga pada Hanny.
...----------------...
__ADS_1
"Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin, Jangan sampai kepercayaan Ibunya Hanny padamu, kah balas dengan sikap yang sama, Jika kau ingin kembali pada Hanny, maka lupakan Zahra, begitu juga sebaliknya, Jika kau ingin bersama Zahra, segera ceraikan Hanny," ucap Agam sang kakak.
"Ayah sayang kecewa padamu saat ini, tapi percayalah... setelah kah berhasil mengambil kepercayaan Hanny lagi, Maka kepercayaan ayah kecewa Ayah, akan hilang dengan sendirinya," ucap Agam
Biru sangat ingat, sebelum nya ia mengirimkan pesan pada Ibunya Hanny, bahwa ia meminta untk di beri kesempatan agar bisa memperbaiki kesalahan nya untuk terakhir kalinya. Berulang kali Biru memikirkan itu, Ia juga meyakinkan hatinya untuk tetap bersama Hanny.
"Biru tidak akan mengulang kesalahan itu kak, Biru berjanji, bahkan Biru sudah menghapus semua kontak dengan Zahra, Maafkan Biru, " ucap Biru
"Minta maaflah pada Hanny, dia yang kau sakiti, dan bersumpah lah untuk tidak lagi menyakiti Hanny, Dia tidak salah, aku tahu kalian tidak salah, ini masalah takdir yang belum juga menghapus rasa itu, semangat lah, Kau anak terbaik bagi Ayah, akh yakin Ayah ingin yang terbaik untukmu, " ucap Agam.
...----------------...
'Mungkin ini jalan yang terbaik buatku, Menikah dengan tuan Jigar, Semoga setelah ini, Mas Biru dan Nona Hanny bisa bahagia tanpa ada bayang-bayang luka selama ini, ' bathin Zahra
'Menikah dengan pria lain memang lah jalan yang terbaik agar aku bisa melupakan rasaku, Mas... aku harap setelah ini kau bahagia.
' cintai dia Mas, berikan ia cinta yang murni, Aku berharap kau menyayangi Nona Hanny sepenuh hati, Anggaplah dia ganti diriku yang pernah ada dalam hatimu, mari kita lupakan semua cerita yang lama, Kita tutup buku kisah kita, dan mengganti dengan kisah yang lain, Semoga kita bisa menemukan pasangan yang kita impikan di buku dan kisah yang baru, ' bathin Zahra seraya menatap langit yang ki i terlihat begitu gelap, seolah tak ada cahaya seperti hatinya saat ini.
''Kakak belum tidur, ?'' tanya adiknya Zahra yang tiba-tiba ada di dekatnya, Zahra langsung mengusap air matanya dan tersenyum pada adiknya.
''Kamu kok belum tidur, ini sudah malam loh, " ucap Zahra
''Kakak menangis lagi, apa mereka menyakiti kakak lagi, ?'' tabya sang adik
''Tidak sayang, Kakak hanya merindukan Ayah dan Ibu, jika mereka masih ada, kita pasti tidak kesepian seperti ini, Iya kan?'' ucap Zahra seraya tersenyum.
''Sekarang kau tidur lah, jangan sampai angin malam membuat kau sakit, '' ucap Zahra seraya mengusap kepala adiknya, Satu-satunya keluarga yang ia miliki saat ini.
__ADS_1