
"Bagaimana keadaan nya, dok?'' tanya Arsel saat dokter datang dan memeriksa Zahra.
" Nona hanya kelelahan, dan mungkin ia stres karena banyak hal yang ia fikirkan, '' ucap dokter itu pada Arsel
''Ini adalah obat yang harus tuan berikan pada Nona, " dokter itu pun menyerah kan resep obat pada Arsel, lalu Arsel menyerahkannha pada asisten nya.
''Baiklah, dokter. terimakasih, " ucap Arsel seraya berjabat tangan dengan dokter itu.
''Sama-sama, tuan. jika terjadi sesuatu... kabari saja, '' ucap dokter itu.
''Baik, dok'' ucap Arsel seraya memberi kode pada asisten, agar mengantarkan dokter uty hingga keluar dari rumah sakit.
__ADS_1
''Kalau begitu, saya permisi tuan, semoga lekas sembuh, '' ucap dokter itu.
Dokter itupun keluar dari ruangan Arsel dengan di antar oleh asistennya. Setelah kepergian Asistennya dan dokter itu, Arsel langsung duduk membaringkan tubuh Zahra diatas pangkuan nya.
''Andai bisa aku membantumu untuk menghilangkan semua keasdiahan mu, aku pasti akan selalu ada untumu, ''gumam Arsel, bersamaan membuka matanya.
Arsel merapikan rambut Zahra yang terbawa emosi.
''Kau pasti bisa Zahra, yang kuat, kau adalah seorang Zahra Latifa, wanita yang memiliki sinar yang mampu menerangi hidup ini, '' gumam Arsel lagi.
''Aku kenapa, '' tanya Zahra seraya hendak bangun dari tiduran nya.
__ADS_1
''Jangan banyak bergerak dulu, menyandarlah!" pinta Arsel pada Zahra.
Zahra pun bersandar di sandaran sofa, seraya menatap Arsel yang kini ada di hadapannya.
"Apakah aku membuat masalah lagi, aw... !" pekik Zahra seraya memegang kepalanya.
"Minumlah, !" pinta Arsel seraya menyerahkan air putih pada Zahra.
"Jika masih pusing, istirahat lah, jangan paksakan, " ucap Arsel
"Memiliki seseorang yang membuatmu tertawa dan menyemangati ketika kamu sedang jatuh adalah berkah yang luar biasa. Terima kasih, tuan Arsel , karena telah menjadi seseorang yang berharga dalam hidupku, dan ada di saat aku benar-benar sendiri, " ucap Zahra dengan mata yang berkaca.
__ADS_1
"Sebagai manusia, kita menjalani kehidupan tentunya kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya masalah. Ya, masalah memang tidak bisa diprediksi dan terkadang datang dalam berbagai macam bentuk yang senantiasa membuat hidup manusia semakin sulit, baik secara fisik maupun mental. Jadi... aku harap kau sudah menyiapkan mental itu," ucap Arsel
''Terkadang tantangan dalam hidup kita bisa dibilang “biasa” bila dibandingkan tantangan yang dialami oleh orang lain yang terus berusaha lebih keras dari kita menghadapi masalah yang lebih besar. Semua usaha yang kamu lakukan tidak akan sia-sia asalkan kamu tidak menyerah dan mampu menghadapinya sampai akhir. Jangan sampai berhenti berusaha karena kamu berpikir bahwa usahamu akan sia-sia. Ingat bahwa masih banyak orang-orang di luar sana yang memiliki masalah lebih berat darimu namun tidak pernah menyerah untuk menghadapinya.'' Imbuh Arsel seraya memegang tangan Zahra, Zahra tersentuh, diakah lelaki yang selalu di nilai buruk karena selalu bergonta-ganti wanita? Diakah sosok yang di nilai curang saat berbisnis, tapi kenapa dia memberikan kata bijak padaku, ' bathin Zahra menatap Arsel dengan penuh ketidak percayaan.