Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 39 Tiga Hati Yang Tersakiti


__ADS_3

"Aku dengar, Hanny sekarang ada di kantor, anak itu sudah mulai mengenal kan Hanny pada publik, bahwa dia istrinya," ucap Tuan Tara


"Aku percaya sama anakku, meskipun ia menolak, tapi ia tidak akan mengingkari setiap sumpah dan janjinya, Ayah jangan terlalu keras padanya," ucap Bundanya Biru


"Bunda, Ayah tidak keras padanya, hanya saja ... Ayah mengajarkan sebagai lelaki harus tegas, Wanita yang bernama Zahra, juga sangat lah baik, dan perlu Bunda tahu, Jigar menyukai Hanny, hanya saja ... menantu kita itu tidak tahu akan perasaan Jigar," ucap Tuan Tara seraya tatapannya menatap langit-langit rumahnya. Ia ingat apa yang di katakan orang tua Jigar tentang parah hatinya Jigar saat itu.


"Jigar, sudah Bunda anggap seperti anak Bunda juga yah, dia baik ... pasti akan ada wanita baik pula nantinya," ucap Bunda nya Biru.


"Ayah juga berharap begitu, Bun. agar hidup anak kita Biru dan Hany bisa berjalan dengan baik, Zahra ... dia sangatlah lapang dada melepaskan Biru, jika wanita lain, mungkin mereka akan mempertahankan Biru," ucapan Tuan Tara membuat Bundanya Biru tersenyum


"Ajaklah dia bertamu disini, setidaknya ... Bunda ingin mengenal wanita yang pertama bisa masuk kedalam hati anak kita," ucap Bundanya Biru


"Jangan sekarang, hubungan Biru dan Hanny, masih sensitif, tunggu saat Biru membawa Hanny bulan madu, aku juga ingin minta maaf pada Zahra, karena sempat menilai rendah cintanya," ucap sesal Tuan Tara


"Ayah kebiasaan, Baiklah ... kita harus berangkat sekarang, takut nya, Ibunya Hanny sudah menunggu kita, kasihan dia sudah masak banyak untuk kita," ucap Bundanya Hanny


"Baiklah ... baiklah, Ayo!" ucap Tuan Tara penuh cinta pada sang Istri.


*****


"MMM ... boleh aku jalan-jalan di luar, sebentar saja," ucap Hanny yang kini berdiri di depan meja Biru.


"Biar Zahra yang menemanimu," ucap Biru


"Tidak usah, Nona Zahra juga masih ada pekerjaan, aku tidak akan tersesat juga," ucap Hanny dengan senyuman nya


"Baiklah, jangan terlalu jauh," ucap Biru


"Siap, permisi," ucap Hanny seraya jalan mundur dengan bibir yang masih tersenyum


"Permisi Nona Zahra," ucap Hanny saat ada di depan meja Zahra


"Eh, nanti saya nyusul, Nona. Ini masih tinggal dikit," ucap Zahra

__ADS_1


"Jangan terburu-buru, baiklah ... kalau sudah selesai, kau boleh nyusul," ucap Hanny dengan tersenyum


"Siap,Nona" jawab Zahra dengan tersenyum penuh keindahan.


Dua wanita yang kini sama-sama melempar senyuman indahnya, membuat Biru tersenyum dalam ketenangan. Zahra wanita yang paling tegar yang pernah ia kenal.


Saat Hanny sudah hilang dari balik pintu, barulah Biru sadar dan kembali pada pekerjaan nya.


Hanny menatap setiap ruangan yang ada di perusahaan itu, Namun tiba-tiba


Bruk ...


"Aww" pekik Hanny yang terjatuh.


"Eh, kalau jalan itu lihat kedepan, Pakai tuh mata, jangan pakai dengkul," maki yang menabrak Hanny


Hanny berusaha bangun dari jatuhnya, Ia menatap wanita cantik yang usianya nya jauh di bawahnya


"Kau, kau mau menyalahkan saya, begitu! kau tidak tahu siapa saya,hah!" bentak wanita itu membuat Hanny menggeleng kan kepalanya. Tidak ingin membuat kekacauan, Hanny lebih memilih diam, karena Hanny bisa melihat, wanita di depannya ini adalah wanita yang tak suka di salahkan.


"Baiklah, Maafkan saya," ucap Hanny


"Nah gitu, makanya kalau jalan itu lihat-lihat, untung aku gak jatuh, kalau sampai aku jatuh, udah aku tuntut kau," ucap wanita itu seraya menunjuk ke arah wajah Hanny, setelah itu ... ia melanjutkan langkah kakinya.


Hanny menatap wanita itu dengan kepala masih menggeleng.


"Sabar, Nona. dia memang begitu kalau datang kemari, Sombong banget," ucap karyawan yang tidak sengaja melihat kejadian itu


"Dia siapa, mbak?" tanya Hanny penasaran


"Dia sepupunya Tuan Biru, tapi ... saya dengar-dengar dia naksir sama Tuan Biru, bahkan ... Nona Zahra sering kena semprot sama dia," ucap karyawan itu


"Oh gitu ya, Mbak. Ya sudah Terimakasih ya, Mbak," ucap Hanny tersenyum pada karyawan itu, dia tidak tahu dengan siapa dia bicara, sehingga keberanian mengatakan Wanita itu naksir Tuan Biru lolos begitu saja.

__ADS_1


*****


"Kenapa kakak tega," ucap Wanita yang tadi menabrak Hanny, Ya ... dia saat ini ada di ruangan Biru, dia adik sepupu Biru, sama dengan Jigar, hanya saja ... Ia ada di luar negeri saat hari pernikahan Biru.


"Tuan, saya permisi dulu, mau nyusul, Nona," ucap Zahra yang ingin menghindar dari wanita di hadapannya saat ini


"Kau, dasar wanita kecentilan, kau mau kabur dariku kan, Bagaimana ... apakah kau sedih karena kakakku sudah menikah, seharusnya kau berkaca, siapa kau itu, kau_"


"Cukup, Dea. Kalau kau datang kesini hanya ingin membuat keributan, sebaiknya kau pergi, sudah cukup kau menghina Zahra selama ini, tapi apa balasan Zahra, Apakah dia melawan mu, aku yang mencintai nya saat itu, kalau kau ingin marah, marahlah padaku!" bentak Biru pada wanita di depannya. Sehingga membuat Dea terdiam seketika.


"Saya permisi, Tuan" ucap Zahra seraya jalan mundur dan kini sudah keluar dari ruangan itu.


Zahra menghela nafas dalam-dalam saat sudah berada di luar ruangan, lalu melangkah untuk mencari Hanny.


*****


"Dia seorang dokter, apakah cantik, lebih cantik mana Dea dan dia,?" tanya gadis kecil itu pada Biru


"Dea, sudah kakak katakan dengan beribu cara padamu, meskipun kau wanita tercantik sedunia ini, tapi kakak tidak mungkin mencintai mu, berhentilah dengan sikap obsesi kamu, ya ... dia dokter, dia cantik, dan juga ... baik, tapi kakak mohon, jangan lakukan hal yang pernah kau lakukan pada Zahra," ucap Biru


"Siapa yang memilih wanita itu, Bibi, apa Paman?" Tanya Dea dengan Isak tangisnya .


"Keduanya yang memilih dia," ucap Biru


"Apa kurangnya aku di mata kakak, aku benar-benar mencintai kakak, aku bahkan menolak semua pria yang mendekati ku hanya karena kakak, apa kakak tidak bisa melihat perasaan ku," Dea menangis seraya menundukkan wajahnya


"Dea, cinta yang kau rasakan itu salah, seperti yang kakak katakan tadi, Kakak mencintai Zahra, sayang nya ... aku dan Zahra tidak jodoh, aku malah menikah dengan orang yang tidak aku kenal sama sekali, tapi percayalah ... Tuhan sudah memberikan jodoh yang terindah buat kita," ucap Biru seraya memegang kedua pundak Dea.


"Kita saudara, juga tidak mungkin kita bersatu, kita hanya akan mendapatkan dosa karena itu," nasehat Biru pada Dea


"Kenapa aku harus menjadi saudara kakak, aku benci keadaan ini," ucap Dea dengan bodoh .


"Dea, dengarkan aku baik-baik, Kau hanya belum melihat luasnya jiwa luar, tersenyum dan Lihatlah dunia, maka kau akan terlepas dariku" ucap Biru

__ADS_1


__ADS_2