Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 11 Tiga Hati Yang Tersakiti


__ADS_3

Lama keheningan tercipta lagi, Sagara tidak menyangka bahwa wanita yang baru saja 'Sah' menjadi istri nya memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan tak mudah sakit hati. Bukan Hanny tak sakit hati, hanya saja ... ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan pria yang berstatus suaminya ini.


"Baiklah, Mas. Mas istirahat lah, aku akan keluar untuk menemani Ibu serta orang tuanya, Mas" ucap Hanny setelah melepaskan semua riasan aksesoris yang menghiasi kepalanya tadi.


"Kau ingin keluar dan meninggalkan aku sendiri saat ini? Lalu apa yang akan kau jawab ketikan mereka menanyakan, Kenapa kau tidak berdua denganku,?" Sagara berbicara dengan tatapan yang penuh tajam. Namun Hanny lagi dan lagi hanya tersenyum, dengan tenang membalas semua ucapan menohok sang suami.


"Kenapa? Mas takut? Mas jangan khawatir, aku tahu apa yang harus aku lakukan" ucapan Hanny yang tak menjawab pertanyaan Sagara malah membuat Sagara semakin bingung, Belum Saga sadar dari pikirannya, suara pintu tertutup sudah menyadarkan nya.


"Loh, kok gak istirahat, Nak? Apakah Saga berkata kasar padamu, atau_?"


"Tidak, Bunda. Hanya saja, Hanny tidak bisa tidur di jam segini, biarkan Mas Saga istirahat" ucap Hanny yang kini ikut duduk bersama keluarga Sagara.


"Kalau tidak salah, Jigar dan kamu satu rumah sakit kan,?" tanya Alina


"Iya, Kak. Dokter Jigar adalah senior bagiku " ucap Hanny seraya tersenyum pada Jigar yang sedari tadi menatapnya tanpa berkata, menerima senyuman itu, Jigar membalasnya.


"Benar, Alina. Kami satu rumah sakit, Dia Dokter anak yang terbaik di rumah sakit," puji Jigar seraya terus tersenyum pada Hanny


"Wah, keren kan sayang,?" tanya Alina pada tunangannya Agam.


"Setelah ini, kau akan tinggal bersama kami, Nak. Kami harap, kau betah dirumah kami" ucap Tuan Tara menatap Hanny dengan mata yang berkaca, Karena menatapnya, ia seakan menatap Almarhum sahabatnya.

__ADS_1


"Hanny adalah milik Mas Saga, Ayah. Kemana pun Mas Saga membawa Hanny, Hanny pasti akan betah" ucap Hanny membuat keluarga Sagara tersenyum bahagia, mereka tak salah memilih istri untuk anaknya. Begitulah pikiran Bunda dan Ayah Saga. serta Agam yang kagum akan kedewasaan sikap Hanny. Meskipun Agam tahu, adiknya itu pasti sudah mengatakan hal yang tidak-tidak pada Hanny, tapi Hanny dengan pintarnya menyembunyikan itu dari semua orang.


"Jigar, kau sudah tahu, bahwa Hanny sekarang adalah istri dari sepupu mu, Om sangat berharap, kau bisa menjaga Hanny saat ada di rumah sakit" ucap Tuan Tara


"Tanpa Om minta pun, Jigar akan selalu menjaganya, Om" ucapan Jigar membuat Agam dan Alina saling pandang, tentu ... anak muda seperti mereka faham dengan ucapan dan tatapan seorang Jigar.


Namun saat ini, bukanlah waktu yang tepat untuk membahas hal semacam itu.


*****


Di kamar yang bernuansa Peach, seorang gadis menatap pantulan dirinya dari kaca hiasnya. Matanya bengkak karena menangis, Namun ... ia berusaha untuk tersenyum.


'Sekarang, tersenyumlah, nanti malam kau harus tampil bahagia, jangan perlihatkan wajah sedihmu itu pada Saga, kau paling tahu kan? bahwa Saga tidak bisa melihat wajah sedih mu, apalagi melihat air matamu' ucap Zahra seraya menatap dirinya sendiri, air matanya terjatuh lagi, sekuat-kuatnya dia, tapi hatinya tetap sakit dan terluka, ia sedih ... ia sakit hati, ia terluka, tapi apa yang bisa ia lakukan, inilah yang terbaik untuk Saga dan dirinya.


'Mencintai bukan berarti memiliki'


Itu adalah kata yang selalu Zahra pegang saat ini. Setidaknya ... dengan begitu, ia bisa lebih tenang. Saat Zahra masih menatap dirinya dengan air mata yang berlinang, notifikasi pesan masuk, sejenak, Zahra melihat dari siapa pesan itu, Ia semakin menangis kala melihat nama Mas Saga yang tertera.


'Berbahagialah mas Saga, Cinta itu akan tetap hidup sebagai kenangan terindah dalam hidupku' bathin Zahra seraya mengabaikan pesan dari Saga. Tentu Saga tahu, Wanita yang begitu ia cintai itu saat ini pasti menangis. Tapi apa yang bisa Saga lakukan, Ia memukul dinding dekat ia berdiri saat ini. Dadanya naik turun, terlihat jelas amarahnya. Sedangkan diluar sana, ia bisa mendengar tawa bahagia keluarga nya. Sungguh dilema yang sangat menyakitkan bagi Sagara. Antara kebahagiaan keluarga nya dan tangisan wanita yang ia cintai.


Saga duduk pinggir ranjang tempat Hanny mengistirahatkan tubuhnya, Ia menundukkan kepalanya dengan tertahan oleh kedua tangan nya, tanpa ia rasa, air matanya jatuh. Sakit yang ia rasakan kini amat ia rasakan.

__ADS_1


'Zahra, Maafkan aku sayang, maafkan aku karena tak bisa memenuhi semua janjiku padamu, kau harus bahagia, Zahra ' bathin Saga saat menatap layar ponselnya, yang mana yang menjadi wallpaper nya adalah Zahra saat tersenyum begitu cantik.


'Bagi mereka, dia adalah yang tercantik, tapi bagiku, kaulah yang paling cantik,aku sangat mencintaimu, Zahra Latifa' bathin Saga lagi saat sudah mengangkat kepalanya, menghapus jejak air mata yang tanpa ia rasa sudah terjatuh. Ia tak tahu harus bagaimana nantinya, Tapi Saga memiliki cara sendiri, Ia ingin hidup terpisah dengan Ayah dan Bundanya, agar mereka tak melihat semua sikap dan kegaringan pernikahan nya setelah ini. Hanya itu rencana yang terbesit di pikiran Saga saat ini.


Dengan cepat, Saga menghubungi sahabatnya, Yaitu Bima


"Carikan aku apartemen atau rumah yang sekiranya nyaman" ucap Saga


"Widih, yang baru saja menjalankan akad, udah gak sabaran ya," goda Bima


"Ckkk, aku tak ingin mendengar ucapanmu saat ini, setidaknya besok sudah bisa aku tempati " ucap Saga


"Kenapa tidak minta bantuan Zahra, bukankah dia ahli_"


"Kau masih waras kan? Bima ... jangan bicara yang membuatku akan marah padamu " ancam Saga yang mana membuat Bima bungkam.


"Baiklah, aku cari sekarang, Mau cari yang dekat kantor, apa yang dekat dengan rumah sakit tempat Nona Hanny kerja" tanya Bima


"Terserah kau sajalah " ucap Saga lalu mematikan ponselnya secara sepihak, membaut Bima mengernyitkan dahinya.


'Aku tahu, Saga. Kau masih sangat mencintai Zahra, begitu juga dengan Zahra. Tapi percayalah, pilihan orang tuamu juga baik, Aku harap kau dan Zahra bisa mengatasi rasa itu, karena akan ada hati lain yang tersakiti nantinya, ' bathin Bima yang tahu bagaimana perasaan Saga dan Zahra.

__ADS_1


__ADS_2