
Suasana rumah sakit kini begitu ramai, Terutama di bagian ruangan anak-anak, tentu Hanny menjadi tambah sibuk. Ia bisa melupakan masalah pernikahannya dengan Sagara, bicara dengan anak-anak dan melimpahkan kasih sayangnya pada mereka adalah salah satu cara Hanny untuk melupakan setiap masalah dalam hidupnya.
"Sekarang kalian istirahat lah, besok Kak Hannya akan datang lagi kemari, Oke" ucap Hanny pada beberapa anak yang ada di ruangan itu
"Oke kakak Dokter yang cantik" ucap mereka serempak
"Pintar, Selamat malam anak-anak" ucap Hanny sebelum keluar dari ruangan itu
Bayangan Hanny pun berlalu dari ruangan itu, Hanny melangkah menyusuri lorong rumah sakit yang sudah mulai sepi, Ia melihat ke jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Jarum itu sudah menunjukkan pukul 10 malam pantas saja kalau sekarang sudah mulai sepi. Hanny pun masuk kedalam ruangannya dan membereskan mejanya, Setelah itu ia menyambar tas yang ada di kursi nya. dan segera keluar dari ruangan nya. Masih ada beberapa sister yang berjaga.
"Selamat malam Dokter Hanny" sapa suster
"Selamat malam juga Sus, kalau begitu ... aku pamit pulang dulu ya, Sus" ucap Hanny
"Hati-hati Dokter, " ucap ramah Suster itu. Ya ... banyak yang menyukai Dokter Hanny, selain ia cantik ia juga sangat ramah pada siapapun. Tapi ... ia sangat sulit membuka hati pada seorang Pria. Sudah banyak para Dokter hebat yang menyatakan cinta pada Dokter cantik itu, sayangnya ... mereka di tolak secara halus dan memilih untuk berteman saja. Termasuk Dokter Jigar.
Dalam perjalanan Hanny merasa perutnya sedikit lapar, Ia ingat ... bahwa ia memiliki riwayat lambung. Dengan segera ia menghentikan mobilnya dan berhenti di depan warung yang masih buka. Saat ia duduk dan memesan makanan, ia tak sengaja melihat sepasang kekasih yang sedang bicara serius, Sang wanita menangis namun ... di paksakan tersenyum. Sedangkan sang Pria terus menggenggam erat tangan sang wanita.
'Entah masalah apa yang menimpa mereka tapi ... aku yakin, mereka saling mencinta' bathin Hannya seraya terus menatap kearah mereka m, Namun ... Hanny langsung mengalihkan pandangannya saat pesanan nya sudah datang, dan bertepatan dengan sang wanita melihat kearah Hanny.
*****
:Aku susah melakukan tugasku sebagai kekasih, Mas ... aku tidak apa-apa, Aku tahu ... kalau banyak orang mengatakan kalau Cinta tak harus memiliki, Percayalah, Mas. Jika kita jodoh, mau kita di pisahkan dengan cara apapun, kita akan tetap bersatu, begitu juga sebaliknya l, Meskipun kita berusaha memperjuangkan hubungan ini, Jika kita tak jodoh, Kita akan tetap berpisah. Aku mohon jangan lagi bertengkar dengan orang tuamu, Mas." ucap Wanita itu yang tidak lain lagi adalah Zahra Latifa, Wanita yang begitu Sagara cintai, Inilah Zahra yang memiliki kedewasaan dan ketegaran yang kuat biasa. Saga begitu mencintai nya, hingga kisah ini membuat relung hati Saga sakit berpuluh kali lipat.
"Maafkan aku, Karena aku tidak bisa menepati semua janjiku padamu," Sagara tertunduk dengan penuh luka.
"Tidak apa-apa, Kau sudah melakukan yang terbaik, Terimakasih karena sudah mengisi hati ini dengan penuh kebahagiaan, Kau akan tetap menjadi yang terindah " ucap Zahra dengan senyuman nya.
"Baiklah, Mas. Kita pulang ya, Tidak enak meninggalkan Adikku sendirian" ucap Zahra
__ADS_1
"Baiklah, Kau akan datang ke acara itu?" tanya Saga
"Tentu, Aku akan melihat orang yang paling aku sayang, orang yang paling baik padaku, orang yang paling istimewa bagiku, Bahagia dan tersenyum indah di atas bersama Nona Hanny Queen Sidqia" ucap Zahra dengan tersenyum begitu indah. Sekuat itukah hati Zahra?
'Aku tahu, Kau juga sama dengan ku, sakit dan terluka, Tapi kenapa kau begitu kuat, Zahra. Kenapa kau tidak bisa pura-pura tersenyum seperti mu, Terbuat dari apakah hatimu,?' bathin Sagar seraya terus menatap kekasih yang sebentar lagi akan menjadi 'Mantan'
_____
Hanny menikmati makan malam nya yang tertunda, Saat ia melihat sosok yang sedari tadi ia lihat, ia sedikit terkejut karena ia tahu akan wanita itu, Dia adalah kakak dari pasiennya. Dan mereka cukup kenal, meski hanya sekedar bertutur sapa saat bertemu.
'Bukankah itu kakaknya_' bathin Hannya, Namun pikiran nya berhenti saat dering ponsel nya menyadarkan akan lamunannya.
"Assalamualaikum, Ibu" ucap Hanny
"Belum pulang,Nak?" Tanya Ibunya Hanny cemas
"Kau akan mengambil cuti besok kan, Nak? kita harus melakukan persiapan" ucap Ibunya Hanny
"Iya, Bu. Besok Hanny sudah curi, karena itu Hanny pulang nya malam hari ini" ucap Hanny
"Ya sudah, Cepatlah pulang, hati-hati, Nak" ucap Ibunya Hanny
"Pasti, Ibuku tersayang" Jawab Hanny seraya berdiri dan membayar makanannya.
"Baiklah, Bu. Hanny tutup dulu ya, ini sudah mau pulang" ucap Hanny
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" .
__ADS_1
Langkah Hanny selalu menjadi perhatian semua orang, Wajahnya yang begitu cantik dan senyum yang selalu ia tampilkan membuat semua orang terpana akan sosok nya, Pantas anak-anak begitu menyukai Dokter Hanny.
*****
"Saga, Kau ada dimana, Cepatlah pulang!" ucap sang Ayah.
"biarkan aku malam ini, dua hari lagi aku sudah menikah dan tak akan bisa menemuinya seperti ini, bisakah aku minta waktu malam ini saj, berbagi senyuman dengannya,?" ucap Saga saat sudah sampai di depan rumah Zahra, Zahra sudah turun, Namun ... Saga menerima panggilan dari sang Ayah. Terdengar sang Ayah yang mendes*h kesal, mungkin menahan kesal.
"Hanya malam ini, dan ingat jaga kehormatan keluarga kita" Ancam sang Ayah seraya mematikan ponselnya secara sepihak. Saga menghela nafasnya dan berbalik menatap Zahra yang tersenyum kearahnya. Tentu Saga membalas senyuman itu.
"Dari Tuan Tara?" tanya Zahra
"Aku sudah izin padanya, untuk malam ini" ucap Agar menyentuh pipi Zahra
"Tapi, Mas. Ini sudah malam, besok kita juga harus bekerja, Kan. lusa kau sudah cuti" ucap Zahra mengingat kan agenda Saga, Terdengar Saga menghela nafas beratnya.
"Kau istirahat lah, aku hanya ingin melihatmu sepuasnya, Ayo masuk. Kalau kau sudah tertidur, Kau pasti akan kembali" ucap Saga yang mana membuat Zahra membukakan pintu untuk Sagara
"Baiklah, tapi jangan di rekam ya kalau aku ngorok," ucap Zahra dengan terkekeh
Saga tersenyum lalu membelai kepala Zahra dengan lembut seraya masuk kedalam rumah Zahra
Saga melihat kearah sekeliling rumah yang sudah ia renovasi beberapa bulan yang lalu, semua desain adalah pilihan Sagara.
'Aku akan merindukan rumah ini' bathin Saga
'Tapi tentu yang paling aku rindukan adalah kamu Zahra' bathin Saga seraya duduk di kursi ruang tamu itu. Zahra juga ikut duduk, lalu ia membaringkan tubuhnya di sofa yang mana kepalanya ada di pangkuan Saga.
"Tidur lah, aku akan memindahkan mu setelah kau benar-benar terlelap," ucap Saga seraya membelai kepala Zahra.
__ADS_1