
biru dan Hannia sama-sama terdiam mendengar apa yang ibunya Hanni katakan, Hanny benar-benar tidak tahu harus berkata apa lagi, dua kali disakiti dengan hal yang sama adalah hal yang tak bisa Hanni lupakan begitu saja. Kadag cinta membuat kita bodoh, seperti yang Jigar lakukan, dia begitu mencintai Hanny, hanya karena cinta itu, ia ingin menikahi wanita yang menjadi penghalang untuk Hanny bahagia.
Waktu terus berjalan, Biru kembali dengan tangan yang kosong, Hanni masih belum memberikan jawaban yang asti
akan ajakannya untuk rujuk, tanpa mereka sadari pernikahan Jigar dan Zahra sudah akan terjadi.
''Salam tante, salam paman,'' ucap Zahra ketika Jigar membawanya menemui orang tuanya.
''Aku tinggal dulu,'' uca Jigar seraya eninggalkan Zahra di bawah bersama orang tuanya. Mamanya Jigar faham, jika Zahra bukanlah wanita yang seperti gosiberitakan, mungkin bebar keduanya masih belum bisa menghapus rasa, tapi Zahra tak pantas untuk menjadi tersangka utama untuk masalah ini.
''Duduklah, nak!'' ucap mamanya Jigar.
''Terimakasih tante,'' ucap Zahra seraya duduk di samping mamanya Jigar.
''Apakah kau siap dengan pernikahan besok, karena tante tahu betul kau dan Jigar tidak siap dengan pernikahan ini, alasan konyol Jigar untk orang yang ia cintai, tapi mengorbankan kebahagiaanmu,'' ucap mamanya Jigar.
__ADS_1
''Bagiku pernikahan adalah hal yang sangat sakral tante, apapun alasannya pernikahan ini terjadi, aku akan etap berusaha ingin memberikan yang terbaik untuk Jigar, meskipun kami tidak saling kenal, mungkin denga egini gosip tentangku di luar bisa redup, tapi tante, saya juga tidak bisa memaksa seseorang untyk menyukai saya, ataupun mencegah mereka yang membenci saya, saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri, mungkin setelah Biru dan Hanni bersama kembali, Jigar akan melepaskan saya, saya juga ikhlas tante,'' ucap Zahra membuat mamanya Jigar merasa terharu dan tersentuh.
''Pa, aku yakin Jigar akan bahagia bersama Zahra, iya kan, pa?'' tanya sang istri pada sang suami.
''Kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka, selebihnya biar takdir yang akan membawa mereka,'' ucap papanya Jigar.
''Yang sabar ya mengadapi Jigar, tapi dia baik kok,'' ucap mamanya Jigar, terlintas dalam ingatan Zahra, bagaiaman Jigar menampar dirinya bahkan pernah mencekik lehernya, namun Zahra faham, mungkin Jigar dalam pengarush amarah yang sangat luar biasa. Beberapa saat kemudian, Jigar kembali dan menghampiri mereka semua.
''Kalian akan pergi kemana?'' tanya mamanya Jigar.
''Ketika ia menjadi istriku, dia tidak akan aku bolehkan untuk bekerja, ma,'' ucap Jigar membuat Zahra terkejut dan langsung menoleh kearahnya.
''Dia setuju atau tidak aku tetapkan tidak akan mengijinkan dia bekerja,'' ucap'' Jigar seraya menoleh kearah Zahra. Tatapan keduanya kini saling beradu, seolah ada peperangan dalam tatapan itu.
Sejenak ruangan itu tiba-tiba menjadi sunyi, Jigar dan Zahra tidak lagi bersua.
__ADS_1
'Apa aku harus berkorban pekerjaanku juga? Kenapa sebesar ini?'bathin Zahra yang menjerit menangis, namun ia berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh.
*****
Malam semakin larut, hanya ada hati yang terasa sakit, Hanni berdiri didekat jendela, berfikira aa semua keputusan yang akan ia ambil, di sisi lain, Biru menatap langit, menyesali akan semua yang lakukan, di tempat berbeda ada Zahra yang kini menanis meratai nasib apa yang akan ia hadapi nanti ketika pernikaha itu terjad, jika saat ini saja Jigar sudah membatasi kehiduannya, lalu bagaiaman nanti?
'Oh Tuhan, tunjukkan jalan yang terbaik untukku, jangan biarkan aku membawa penderitaan untuk adikku,'bathin Zahra seraya menatap langit dengan derai air mata.
[Aku minta maaf atas apa yang sudah terjadi dalam kehidupanmu, aku akan bicara dengan Jigar agar tidak memaksamu u ntuk menikah dengannya, maafka aku Zahra, maafkan aku atas apa yang terjadi padamu] pea itu membuat Zahra terdiam. Hanny tidak salah, hati istri mana yang tak sakit jika melihat sang suami memeluk wanita lain, apalagi wanita itu adalah mantan kekasih yang masih di bilang saling mencintai.
[Bukan salahmu, Nona. Jangan katakan apapun ada Jigar, biarkan ini terjadi, aku ingin membukaikan padanya, jika aku bukan wanita seperti yang ia katakan, jangan katakan apapun dan untuk nona Hanny dan tuan Biru, aku berharapa kalian bersatu, aku mohon maafkan tuan Biru] balas Zahra
Dalam kehidupaan, seseorang pasti pernah merasakan sedih, terluka, yang membuat hati kecewa. Saat perasaan kecewa itu menyelimuti hati, membuat seseorang merasa buruk dalam menjalani hari-harinya.
Kecewa, mungkin itu yang Hanny dan Zahra rasakan, karena kehidupan yang mereka jalan tak sesuai dengan harapan mereka. Semua orang pasti melalaui roda kehidupan,terkadang diatas dan terkadang juga di bawah, ketika sesuau yang kita rencanakan ta berjalan sesuai harapan, seeorang akan cenderung terpuruk dan kecewa.
__ADS_1
Dulu, Zahra menaruh harapan besar pada Biru yang pada ahirnya ia yang telah menoreh luka yang begitu dalam dihatinya,dan saat ini menaruh harapan, ia tahu jika Jigar menikahinya bukan karena cinta, tapi ia berharap bisa selalu bertahan dalam pernikahannya ini.
' Setidaknya aku sudah berjuang, selebihnya aku akan pura-pura bahagia ketika hati ini selalu terluka,'bathin Zahra.