Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 9 Tiga Hati Yang Tersakiti


__ADS_3

Malam yang sepi membuat hembusan angin terdengar di telinga, Hanny menikmati suasana malam yang menurutnya sangat menenangkan, mengingat akan malam yang tenang terlintas acara pernikahan yang akan segera tiba, Akankah ia akan mendapatkan ketenangan itu lagi.


'Ayah, Apakah pilihan Ayah ini adalah yang terbaik? Ayah Hanny sayang Ayah, semoga pilihan Ayah adalah calon yang baik dan imam yang baik untuk Hanny,' bathin Hanny yang ternyata tanpa dirasa ia sudah sampai di pekarangan rumahnya.


Waktu berjalan dengan begitu cepat, Kakaknya Sagara dan calon iparnya Sagara juga sudah sampai di rumahnya. Mereka pulang karena mendengar kabar bahwa adiknya akan menikah.


"Selamat,Kau akan merasakan duluan bagaimana jadi seorang suami, ingatlah Sagara ... ! Meskipun kau tidak mencintai nya saat ini, tapi jangan sakiti dia, Jaga hatinya, jangan sampai kau menampakkan kebersamaan mu dengan wanitamu itu, dan itu sama saja dengan pengkhianatan, dan kau tahu ... kakak paling benci dengan orang yang berkhianat, Jadi ... jika kau belum siap dengan konsukuensi nya, Janganlah lakukan pernikahan ini, Dan pergilah sejauh mungkin, biar Bunda dan Ayah aku yang akan urus," ucap sang kakak saat berada di dalam kamar Sagara, Kakaknya mendengar semua itu dari Bundanya.


"Kakak, aku juga mencintai Bunda, Bunda jatuh sakit saat aku mengatakan hal itu"Ucap Sagara seraya menatap langit dari jendela kamarnya


"Itu resiko, Saga. Kau jangan labil, Jika kau meneruskan pernikahan ini, Kau juga harus siap dengan menjaga hatimu untuk wanitamu itu, Tapi dengarkan aku baik -baik. Hanny wanita yang baik, bahkan sangat baik, dia tidak pernah pacaran dan tentunya penuh dengan kasih sayang, kau tidak akan menemukan wanita seperti itu lagi" ucap sang kakak.


"Kakak tahu dari mana?" tanya Saga


"Kau lupa, siapa kakak? aku selalu membuat majalah tentang orang-orang yang hebat, salah satunya adalah calon istri mu itu, Bahkan dia tidak mau gambarnya tersorot media, banyak pria mapan jauh lebih sukses darimu yang sudah mendekatinya, Tapi sayangnya hati Hanny tak bisa menerima orang sembarangan"


"Kakak sudah kenal dia dengan baik, Kenapa bukan kakak saja yang menikah dengannya, Anak Ayah bukan hanya aku saja kan? dan juga ... Ayahnya Hanny dan Ayah tidak menyebut kan nama salah satu dari kita" ucap Saga yang langsung mendapat kan tatapan sinis dari kakaknya.


"Aku tidak ingin berdebat denganmu saat ini, besok pagi kau sudah akan menikah, Jangan bicara ngawur jika tak ingin maka segera katakan, dan bawalah jauh-jauh wanitamu, Karena ayah tidak akan mungkin melepaskan kalian,!" Ancam Kakaknya Sagara yang bernama Agam Wilantara.


Sagara terdiam, membuat pilihan yang sama-sama mematikan itu lah kakaknya yang memiliki sifat seperti Ayahnya. Tapi Kenapa semua orang menyukai Hanny? Apa keistimewaan dia? bukankah wanita cantik itu sudah biasa? Zahra juga cantik? bathin Sagara. Akhirnya Sagara mengacak rambutnya sendiri karena frustasi.

__ADS_1


*****


"Apakah kakak bahagia? aku tahu, Kalau Tuan Saga adalah lelaki yang tampan, bahkan sangat tampan,"ucap Adiknya Hanny yang masih duduk di bangku SMA


"Kau tahu dari mana?" tanya Hanny seraya menoleh kearah adiknya


"Fotonya udah bertebaran kak, banyak majalah yang mengambil gambarnya sebagai lelaki paling muda, tersukses di kota ini, Aku bangga akhirnya dia jadi Kakak ku, aku bisa memamerkan pada teman-teman ku nantinya," Adiknya Hanny jelas sekali sangat bahagia. Hanny menggeleng kan kepala nya saat melihat tingkah adiknya yang menurutnya masih terlalu kekanak-kanakan.


"Baiklah, sekarang kau istirahat lah, ini sudah sangat malam" ucap Hanny seraya mengacak kepala adiknya dengan gemas.


"Kakak juga, besok kakak harus tampil fresh " ucap adiknya Hanny yaitu Hana.


Melihat adiknya sudah berlalu, Hanny juga berdiri dari duduknya, Menatap foto sang Ayah dan Ibu nya yang terpajang di ruang tamu dengan begitu besar.


Waktu berlalu dengan begitu cepat, akad nikah di adakan di rumah Hanny, Namun nanti malam , ada acara juga di kediaman Sagara, Yaitu acara dimana para undangan akan datang memberi selamat, meski hanya sedikit yang di undang tapi itu sudah membuat Saga tak nyaman, Karena ia tahu bahwa sang kekasih pasti juga datang.


*****


"Alhamdulillah, Ya Allah, Hari yang bunda tunggu akhirnya datang" ucap bahagia sang Bunda


"Bunda, Apakah Bunda sangat yakin dengan perjodohan ini? Maksud nya Alina, Sepertinya Saga kurang suka dengan perjodohan ini" ucap Alina tunangan anak pertamanya .

__ADS_1


Seketika raut wajah bahagia itu berubah sayu.


"Apa yang kau katakan benar, Sayang. Tapi Bunda begitu menyukai Dokter Hanny, Bunda sangat yakin, Nak." ucap Bunda Saga seraya menatap menantu nya itu


"Dan untuk kalian, segeralah Sah kan hubungan kalian, Bunda sudah sangat menginginkan cucu dari kalian" ucap sang Bunda yang mana di dengar oleh anak pertamanya yaitu Agam.


"Betul itu, Bun. Alina ... kita menikah juga ya ... " ucap Agam pada Tunangannya


"Kita kan sudah sepakat Sayang, Kita akan menikah setahun lagi" ucap Alina yang di balas helaan nafas kasar oleh Agam. Sudah satu tahun mereka bertunangan dan kini Alina meminta waktu setahun lagi, Agam hanya bisa menyetujui permintaan sang Kekasih tersayangnya.


Semua orang terdiam saat melihat Saga turun dari tangga bersama dengan sang Ayah. Bagaikan pinang di belah dua, Namun beda Versi, begitulah Saga dan Tuan Tara. Karena itulah Ayahnya begitu menyayangi Saga ketimbang sang anak pertama, Namun ... bukan berarti Ayahnya membedakan kedua anaknya itu.


"Semuanya sudah siap kan? Kita jemput mempelai wanitanya" ucap Tuan Tara dengan senyum yang tak pernah mereka lihat.


'Apakah pernikahan ini membuat kalian begitu bahagia ? seberarti itukah arti dari kedatangan seorang Hanny di kehidupan kalian?' Bathin Saga saat melihat senyum Ayah dan Bundanya.


Mereka pun berangkat semua, Hanya ada mereka dari keluarga sang pria, karena acaranya nanti malam, Tak perduli dengan Saga yang sedari tadi hanya diam, Sedangkan Hanny sudah di rias dengan begitu cantik. Riasan tipis yang membuatnya tampil sangat elegan, Sanggul dengan rambut terurai sedikit sebagai hiasan di setiap kanan dan kirinya, membuat ia begitu mempesona, Gaun kebaya putih yang semakin membuatnya terlihat mempesona. Jangankan orang lain, periasnya pun kagum dengan ciptaan Tuhan yang saat ini menjadi objek hiasan mereka..


"Nona adalah pengantin tercantik yang pernah kami hias selama ini" puji penghias pengantin yang di perkirakan usianya sudah 40 tahun keatas.


"Tante bisa saja, semua wanita cantik, karena mereka di ciptakan dengan begitu sempurna " ucap Hanny yang membuat dua perias itu makin kagum

__ADS_1


"Nak, Apakah sudah selesai ? Keluarga Tuan Tara sudah ada dalam perjalanan, dan kemungkinan sebentar lagi mereka akan sampai " ucap Ibunya Hanny yang baru masuk kedalam kamar Hanny, Namun ucapannya terhenti saat melihat sang putri yang begitu cantik, Air matanya jatuh begitu saja.


__ADS_2