Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 82


__ADS_3

Hanya karena memikirkan bahagia Hanny, Jigar dan ahra berkorban sejauh in, ia merasa tidak enak dengan orang tua Jigar.


''Maafkan Hanny tante, karena Hanny ... Jigar harus menkah dengan Zahra, tapi Hanny yakin jika Zahra adalah gadis yang baik,'' ucap Hanny


''Tante dan Om tidak menyalahkan siapapun dalam hal ini, malah tante sangat bersyukur dan berterimakasih karena dengan begini Jigar tidak perlu di paksa untuk menikah lagi, Hanny ,... Semua kejadian pasti akan ada hikma yang bisa kita ambil, kami malah minta maaf atas apa yang kamu alami karena sikap dari keponakan kami, kau adalah wanita yang di cintai Jigar, tapi Jigar sadar jika cintamu hanya untuk Biru, disini kalian harus belajar jauh lebih dewasa lagi untuk menkalukkan perasaan kalian, jangan sampai cinta yang mengontrol kalian tapi kalian lah yang harus bisa mengontrol cinta kalian, karena jika cinta sudah salah langkah maka akan ada hati yang tersakiti, tentunya kau sudah mkerasakan itu, tante bukan hanya menasehatimu tapi juga untu Bir, jangan sia-siaakn kesempatan yang sudah keluarga Hanny berikan, pernikahan bukanlah hal yang bisa d buat mainan, pernikahan adalah hal sangat sakral, jika bisa dipertahankan maka pertahankan, jika sudah tak bisa maka lepaskan, itu jauh lebih baik,'' ucap Mamanya Jigar, Hanny terkejut karena saat ini sudah ada Biru yang berdiri di dekat Hanny.


Selama ini Hanny tidak pernah jatuh hati sama siapapun, tapi semenjak pernikahan itu terjadi, Hanny berusaha membuka hatinya untuk suaminya meskipun ia tahu suaminaya saat itu juga tak mencitainya, ketika cinta itu datang malah bersamaan dengan luka yang hadir.


''Biru berjanji untuk ang terakhir kalinya, tante. Biru tidak akan agi menyakiti Hanny, apapun sikap Hanny pada Biru, Biru berjanji akan terus berjuang untuk meluluhkannya lagi,'' ucap Biru

__ADS_1


''Itu harus Biru, mungkin hati Hanny di ibaratkan dengan kertas yang mungkin saat ini suda kusut dan ta mungkin kembali mulus lagi, tapi jika setiap saat kau menyetrika kertas itu mungkin bisa lurus kembali meskipun tidak semulus awal,'' ucap mama Jigar.


''Yang paling penting lagi sekarang adalah kesehatan Bundamu, kesehatannya juga sudah mulai membaik, setidaknya kalian harus bersikap baik-baik saja agar kesehatannya cepat pulih,'' ucap Mamanya Jigar.


''Jka kalian ingin istirata, istirahatlah, kasihan Hanny dia pasti sangat lelah,'' imbuh Mamanya Jigar.


''Menyebalkan,'' gerutu Jigar seraya memperbaiki posisi Zahra agar terbaring penuh di sofa, sejenak Jigar menatap wajah Zahra, wajah yang sudah berusia namun terlihat masih seperti remaja.


''Wajah ini yang suda berhasil meluluhakan hati Biru, wajah ini yang sudah berhasil membuat Hanny terluka, apakah aku salah jika aku juga menggunakan wajah ini untuk membalas apa yang sudah Biru lakukan pada Hany,'' gumam Jigar seraya terus menatap wajah Zahra.

__ADS_1


''Mungkin kau membenciku saat ini, Zahra, bencilah aku karena aku ingin kau merasa marah dan tersiksa setiap bersamaku,'' imbuh Jigar, tanpa ia tahu ... Takdir tidak ada yang tahu, mungkin saat ini kita membencnya taopi kita tidak tahu bagaimana takdir melakukan tugasnya di esok hari.


******


''Apakah tuan masih memikirkan nona Zahra?'' tanya asisten Arsel


''Ckkkk, Zahra adalah harta kita dan kita sudah kehilangannya, bukankah wajar jka aku kepikiran?'' tanya Arsel dengan kesal, memang benar sekali, semua tugas yang Zahra tangani pasti akan sukses di tangannya, tapi sayangnya hanya sebentar Zahra memberikan keuntungan di perusahaan Arsel. Sang Asisten hanya bisa diam ketika mendengar jawaban  Arsel.


''Menurutmu apa yang harus aku lakukan sekarang, ah sial ... kacau semua harapanku untuk menaklukkan Zahra agar menjadikan perusahaan ini trending di nomor 1,'' gerutu Arsel, padahal hanya sebentar lagi akan ada kerja sama antara perusahaan luar negeri dengan perusahaannya, jika mereka gagal, maka akan gagal total, dan Zahra sudah tahu akan hal itu, dia juga sudah menyiapkan semua yang harus ia gunakan untuk presentase ketika pertemuan itu terjadi.

__ADS_1


__ADS_2