
Lama Zahra dan Jigar berada dj kediaman Bundanya Biru, hingga Ayah-nya Biru pun datang dan bergabung dengan mereka.
"Maafkan Paman, karena sudah sangat keras padamu, Zahra. Ayahnya Hanny adalah sahabat Paman, dia melakukan pengorbanan besar untuk pamam, kamu juga menjodohkan Biru dan Hanny sejak kecil, Wasiat itu tidak bisa paman ingkari, Paman tahu kalaon saling cinta dan bukan salahmj hanya saja keegoisan paman telan membuatmu sakit hati, maafkan paman, '' ucao tuan Tara ketika ia berdua saja dengan Zahra.
''Tidak apa-apa yuan, semua sudah menjadi masa lalu, sekarang aku juga sudah memiliki rumah tangga sendiri, aku hanya berharap baik tuan bJru dan aku bisa menjalani kehidupan kami masing-masing tanpa bayangan masa lalu lagi, aku hanya yakin semua yang sudah Tuhan takdirkan adalah hal yang terbaik buat kita, '' ucap Zahra.
''Kau memang wanita yang bijaksana Zahra pantas saja jika Putraku sangat menyukaimu dan juga pantas jika perusahaanku maju pesat ketika kau menjadi sekretaris anakku,'' ucap Tuan Tara.
''Tuan terlalu memuji, Terimakasih tuan, '' ucap Zahra seraya membungkukkan tubuhnya.
''Kita keluarga sekarang, awalnya paman sangat terkejut ketika Jigar ingin menikahimu, karena Paman tahu jika selama ini Jigar menyimpan rasa pada Hani, tapi benar apa yang kau katakan bahwa Tuhan memiliki cara dan takdirnya masing-masing, '' ucap tuan Tara.
''Awalnya paman berpikir bahwa Jigar ingin menikahimu karena ingin balas dendam atas apa yang menimpa Hanny selama ini tapi setelah paman melihat malam ini, Jigar begitu memperhatikanmu, Selamat menempuh hidup baru Zahra, '' ucap tuan Tara lagi.
Semua percakapan antara dirinya dan tuan Tara, masih teringat jelas dalam ingatanmu Zahra.
Zahra begitu mengagumi sosok Tuan Tara, dan kekaguman itu masih ada sampai saat ini.
''Kenapa kau senyum-senyum?'' Tanya Jigar
''Tidak, perlahan semua sudah membaik, mungkin kisah kkta akan berganti judul,'' ucap Zahra.
''Ya, mungkin seperti itu lebih bagus'' ujar Jigar.
"Kau dan aku, sudah di takdirkan bersama Zahra, meski Jalan awalnya sangat menyakitkan Tapi percayalah jika kita berusaha untuk menjadi lebih baik lagi maka Tuhan akan memberikan jalan kemudahan itu,''
''Aku. percaya itu, Mas. Kita akan memulai semuanya dari awal,'' balas Zahra.
Hingga Tmtanpa mereka sadari kini mereka sudah sampai di depan kediaman rumah Jigar. Jigar pun menggendong tubuh adiknya Zahra yang sudah tertidur nyenyak di mobil, dan meletakkannya di kamarnya.
__ADS_1
''Bagaimana keadaan bibimu, Jigar?'' Tanya mamanya Jigar.
''Bibi sudannjauh lebih baik, Ma. Apalagi ketika melihat kamu semua berkumpul, '' ucap Jigar.
''Syukurlah kalau begitu, itu berarti Hani dan Biru juga ada di sana?'' tanya mamanya Jigar.
''Mereka datang lebih awal dari kami, Ma. Lagian aku percaya bahwa semuanya sudah berakhir dan kita sudah bisa menerima takdir kita masing-masing, aku udah Zahra sudah sepakat untuk memulai semuanya dari awal, dan aku juga bisa melihat kebahagiaan di mata Hanny, '' ucap Jigar
''Semoga kalian selalu di berikan kebahagiaan, Jigar. Baiklah... kau kembali lagi ke kamarmu temani Zahra dengan baik Mama lihat dia belum sehat betul,'' ucap mamanya Jigar.
Jigar pun menuruti apa yang dikatakan oleh mamahnya, dia melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya, dengan pelan Ia membuka pintu kamarnya dan menemukan Zahra yang sudah berganti pakaian.
''kau sudah mandi?'' Tabya Jigar seeaya mendekati Zahra dan memegang pinggangnya.
''Sudah mas, kau mau mandi? Biar aku siapkan air hangat dulu, '' ucap Zahra.
''Apaakh kau sudah siap?'' bisik Jigar seraya menyingkirkan rambut-rambut Zahra. Sejenak Zahra terfiam, ia tahu akan apa yang dk maksud oleh Jigar.
''Zahra, aku tidak menyentuh bukan karena aku benci atau tak cinta, namun... Aku ingin menggaulimu dengan penuh kesadaran dan rasa yang sepenuhnya. Karena aku ingin menjadukanmu yang pertama dan terakhir dalam pernikahan ini, '' ucap lembut Jigar tepat di daun telinga Zahra.
Jigar memberi sentuhan demi sentuhan untuk membuat Zahra terhipnotis dengan suasana. Zahra memejamkan matanya ketika Jigar memberinya ciuman pertamanya pada Zahra tepat di bibirnya. Mungkin bagi Zahra ini bukan lah yang pertama namun bagi Jigar ini adalah yang pertama.
Ciuman itu kini makin turun ke leher jenjang Zahra, dengan penuh ha*sr*at Zahra menengadah kepalanya hingga Jigar dengan leluasa menyapu leher itu. Memberinya tanda-tanda merah bukti perasaannya.
Perlahan... Jigar membawa Zahra ke ranjang dan membaringkannya dengan lembut.
''Aku menginginkanmu malam ini, Zahra! Semoga malam ini akan menjadi awal yang baik dalam rumah tangga kita, '' bisik Jigar bersama-sama dengan lepasnya pakaian Zahra yang perlahan Jigar lepaskan sedikit demi sedikit.
Suara indah Zahra kini menggema di penjuru kamar.
__ADS_1
''jangan di tahan sayang keluarkan suaramu, '' ucap Jigar ketika ia memompa tubuh Zahra.
Mendapatkan hal seperti itu, Zahra sudah tidak malu untuk mengeluarkan kata-kata dan irama yang indah yang semakin membangkitkan ha*sra4t Jigar.
Setelah drama beberapa waktu berlalu akhirnya Jigar dan Zahra kini resmi menjadi pasangan suami - istri yang wajar.
Jigar kini terjatuh tepat di atas tubuh Zahra.
''Selamat malam pertama istriku, '' bisik Jigar dengan perasaan puas, deru nafasnya masih tersenggal-senggal. Jigar mengusap kening Zahra yang penuh dengan keringat membasahi.
Zahra benar-benar menikmati permainan asing ini dengan sang suami.
''Istirahatlah dulu, karena nanti jam 1malam aku akan memintanya lagi, '' bisik Jigar membuat mata Zahra melotot.
Ia menatap Jigar dengan tatapan terkejut, namun sangat lucu bagi Jigar.
''Jangan melotot, itu akan membuat rezeki kita lancar sayang, percaya deh... Jika kita rajin berhubungan seperti ini, maka rezeki kita makin lancar asal dengan orang yang sah ya sayang, '' ucap Jigar.
''Aku mengeriti, Mas. Baiklah... !. kalau begitu aku mau memejamkan mataku ya, Mas. Rasanya sangat ngantuk dan capek, "ucap Zahra.
"Meet istirahat sayangku, '' ucap Jigar seraya mencium wajah sang istri.
Ketika Zahra merasakan kelelahan namun beda dengan apa yang dirasakan oleh Jigar, Jigar malah merasa bahwa staminanya makin bertambah ketika ia sudah selesai berhubung*an ba4da*n, dan ini sangat dan sangat menakjubkan bagi Jigar.
Jigar berdiri di dekat jendela seraya membawa minuman di tangannya. Jigar menatap langit yang indah saat ini, malam yang di penuhi dengan cahaya yang paling banyak penghuninya,.
Tidak ada yang tahu akan nasib seseorang bagaiman kedepannya, seperti roda yang akan terus berputar.
Benci jadi cinta, kini telah Jigar alami. Kebencian Jigar berlangsung membawa cintanya makin bersemi lagi.
__ADS_1
Setelah minuman di tangannya habis, Jigar kembali ke ranjangnya dan mengelus punggung Zahra yang sudah tertidur nyenyak.