Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 6 Tiga Hati Yang Tersakiti


__ADS_3

Sagara menjauh dari kamar Bundanya, yang mana saat ia menjauh, Dokter dan Ayahnya keluar dari kamar itu dan terlihat ayahnya menyalami dokter pengganti sepupu nya itu. Niatnya untuk meninggalkan rumahnya kini harus ia kubur, Ia tak tahu harus bagaimana? Mengapa ... apakah ini takdirnya? tapi kenapa dengan orang lain, tidak bisakah bersama orang yang ia cintai ?


Sagar menatap langit dengan mata yang memerah, menahan amarah dan sakit hatinya, ia tak tahu harus berkata apa saat ia memberikan harapan lagi pada sang kekasih.


Di saat Sagara melihat sang Ayah masuk keruang kerja nya, Sagara mengambil kesempatan itu untuk masuk kedalam kamar Bundanya. Ia ingin melihat keadaan Bundanya.


"Bunda," ucap Sagara disaat ada di sisi Bundanya, Namun ... Bundanya memalingkan wajahnya dengan air mata yang sudah mengalir


"Kau ingin pergi meninggalkan Bunda,? Kenapa? Apakah dia begitu berarti ? Kalau begitu pergilah, perjuangkan cintamu dan tinggalkan,Bunda. Bunda sudah tak berarti bagimu, Pergilah ... raihlah kebahagiaan mu, jangan pikirkan Bunda, Bunda masih ada kakakmu, dia akan datang lusa" ucap Bundanya dengan wajah yang masih berpaling. Sagara begitu mencintai Bundanya, lalu ia duduk menggenggam tangan Bundanya, mencium telapak tangan itu meski pemilik nya masih Abai.


"Apakah pernikahan ini begitu Bunda inginkan? Apakah dia begitu berharga bagi, Bunda?" tanya Sagara


"Bunda tidak usah menjawabnya, kau anak yang cerdas, bukankah kau sudah tahu jelas bagaimana Bunda" ucap Bundanya


Sejenak Sagara diam, ia mencerna setiap ucapan sang Bunda. Bundanya sangat menginginkan pernikahan ini, itu yang Sagara tangkap dari semua ucapan Bundanya.


"Bunda begitu menginginkan pernikahan ini, Baiklah ... Sagara akan menikah dengannya," ucap Sagara dengan mata yang memerah, menahan amarah dan sedih secara bersamaan.


Ya ... dia mengaku kalah dengan hatinya dan sayangnya pada Bundanya. Sagara kalah dalam cintanya.


Bundanya tersenyum mendengar ucapan Sagara, begitu juga dengan Ayahnya yang tak sengaja mendengar nya saat ia ingin masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


'Kau terluka dengan keputusan Ayah dan Bunda, Tapi, percayalah Saga, Hanny adalah wanita yang sangat baik, cantik dan berpendidikan, Ayah yakin ... kau akan menyukai nya suatu saat nanti ' bathin Ayahnya dari balik pintu yang sedikit terbuka. Tidak ingin merusak Momen antara Bunda dan anaknya, Ayahnya pun berlalu, kini ia pergi dari rumahnya membawa mobilnya dengan sopir yang selalu menemaninya.


Tuan Tara tahu, wanita yang berhasil membuat putranya jatuh cinta pastilah wanita baik-baik, dan tentu sangat spesial, Ayahnya tidak bisa menyangkal akan hal itu, Tapi sumpah dan janjinya pada mendiang sahabat nya adalah sebuah hutang baginya dan juga bagi istrinya.


'Dia baik, Ayah tahu itu. Tapi Hanny juga baik, kau pasti akan menerima nya suatu saat nanti' ucap Tuan Tara saat masih ada di perjalanan menuju ke suatu tempat.


"Kita sudah sampai di alamat yang Tuan maksud," ucap Sopir Tuan Tara, membuat Tuan Tara melihat ke luar jendela, Rumah sederhana yang masih menyala lampunya. Tuan Tara pun turun dan mendekati rumah itu. Ia mengetuk pintu rumah itu, sampai suara kata 'tunggu' terdengar di telinga Tuan Tara. Tuan Tara membelakangi arah pintu dengan tangan yang masuk kedalam saku nya. Sehingga ia mendengar suara pintu terbuka, Tuan Tara melihat, bahwa anak kecil yang membuka pintu itu. Tuan Tara yakin, dialah adik yang begitu wanita itu sayangi.


"Tuan cari siapa?" Tanya anak kecil itu


"Kakak mu ada, kalau ada ... panggilkan dia segera," ucap Tuan Tara


"Silahkan masuk Tuan, biar saya panggil kan Kakak dulu," ucap anak kecil itu. Tuan Tara masuk dan melihat kearah sekeliling. ruang sederhana tapi tataan ruangan itu begitu indah, dan semua warna cat dinding adalah kesukaan Saga, Apakah Sagara yang merekomendasikan warna dan tataanya,? pikir Tuan Tara, sehingga muncullah wanita yang begitu terkejut saat pandangan nya saling bertemu dengan Tuan Tara.


"Selamat malam, Nona Zahra. Duduklah ... ada hal yang ingin aku bicarakan" ucap Tuan Tara


"Biar aku buatkan minum untuk,Tuan" ucap Zahra


"Tidak usah, Duduklah!" ucap Tuan Tara yang serius pada Zahra


Zahra pun duduk di hadapan Tuan Tara dengan hanya terhalang meja kecil dai hadapan nya. .

__ADS_1


"Berapa yang kau inginkan untuk bisa meninggalkan cinta mu untuk anakku ?" ucap Tuan Tara


"Maksud Tuan?" tanya Zahra


"Aku sudah tahu hubungan kalian, tentu Saga sudah menceritakan bahwa ia di jodohkan, kau harus memastikan Saga menerima perjodohan ini, jika kau masih ingin bekerja sebagai sekertaris nya, Wanita yang aku pilih, aku sudah tahu jelas akan dirinya, ku harap kau mengerti, ini ada uang buat kau gunakan untuk pengobatan adikmu, jika kau masih saja menggoda anakku, bukan hanya kau yang aku singkirkan tapi juga adikmu itu, jangan korban kan adikmu yang masih kecil hanya karena cintaku pada Sagara " ucap Tuan Tara seraya bangkit dari duduknya


"Maafkan saya Tuan, Saya tulus mencintai Tuan Saga, hanya saja ... melepas nya aku juga ikhlas, aku tidak butuh uang ini, tapi aku kan memastikan kalau Tuan Saga akan menikah dengan Nona Hanny Queen Sidqia " ucap Zahra yang juga bangkit dari duduk nya, dan menyerahkan uang itu kembali.


"Tuan, saya masih dapat bekerja di sana sudah bersyukur, Anda benar ... jangan mengorbankan adik demi cinta, akan aku lakukan itu, Tuan jangan cemas. Cintaku tak bisa Tuan beli pakai uang, " ucap Zahra dengan berani meletakkan uang itu di tangan kekar pria yang mungkin sudah berumur 50 tahun lebih, namun ... garis ketampanan dan kegagahannya masih terlihat jelas.


Tuan Tara tersenyum melihat sikap Zahra. Pantas saja anaknya jatuh cinta pada Sekertaris ini.


Tuan Tara pergi dengan tangan yang masih menggenggam uang, Namun ... Tuan Tara memberikan uang itu pada Adiknya Zahra yang ada di luar.


"Ambillah, ini buat biaya sekolah mu" ucap ramah Tuan Tara pada Adik nya Zahra


:Wah, paman baik sekali, Terimakasih paman ... terimakasih " ucap Adiknya Zahra dengan membungkukkan tubuhnya.


"Belajar lah yang rajin" ucap Tuan Tara seraya menyentuh kepala adiknya Zahra. Sedangkan Zahra kini menangis di dalam kamarnya, ia tak menyangka bahwa ayah dari orang yang ia cintai datang dan merendahkan cintanya.


' Aku mencintai mu bukan karena hartamu, Mas. Aku tahu, Nona Hanny adalah wanita yang baik, karena itulah aku rela melepas kamu demi kebahagiaan mu dan juga keluarga mu, aku bukannya takut untuk di pecat, Mas. tapi kau takut kau akan perselisihan antara kau dan Ayahmu, Maafkan aku,Mas. Aku tahu ... kau telah berjuang, karena itulah, Ayahmu datang kemari, aku takkan membuat masalah lagi untukmu ' bathin Zahra.

__ADS_1


Hai, siapa nih pendukung Saga dan Hanny atau Saga dan Zahra?


__ADS_2