
"Malam Dokter Hanny, Kau datang kemari? bukankah kau masih cuti?" tanya Dokter yang bagian Sift malam
"Ada anak yang susah minum obat, dan sakitnya lumayan, Dia hanya mau aku yang memberinya obat, Mana tega aku membiarkan anak itu menunggu ku, Dok" dokter Hani Seraya terus melangkahkan kakinya berdampingan dengan dokter lainnya.
"dokter Hani memang yang paling terbaik tentu saja anak-anak banyak yang suka yang sama dokter Hanny, Bahkan semua pasien menyukai nya, By the way, Bagaimana malam pertamanya, Dok?" goda para Dokter lainnya
"Saya permisi dulu, Ya?" ucap Dokter Hanny dengan bibir tersenyum, tapi hatinya nyeri.
Di tanyakan tentang malam pertama adalah hal yang menurutnya tidak perlu ia jawab, selain itu masalah pribadi tapi juga itu adalah hal yang menyakitkan baginya. Karena pada malam itu, Suaminya tidak menyentuhnya sama sekali. Semua Dokter melihat senyuman itu mengira bahwa Hany malu akan pertanyaan itu, sehingga mereka juga ikut-ikutan tersenyum.
"Hai sayang, Kak Hanny lama ya datangnya,?" sapa Hanny pada pasiennya
"Kak Hanny, Abi gak mau sama yang lain, Abi maunya sama Kak Hanny" Pasien Hanny yang bernam Abi itu langsung memeluk Hanny dari ranjang pasiennya.
"Dokter, Maafkan kami, Kami tahu jika Dokter masih cuti karena pernikahan Dokter, Tapi anak saya sudah mengganggu, Dokter " ucap Ayah Abi yang baru tiba juga di rumah sakit
"Tidak masalah, Pak. kesehatan Abi yang terpenting, Abi sayang ... sekarang Abi makan dan minum obat ya, Abi masih ingat gak? Katanya Abi ingin cepat sembuh dan cepat besar, biar bisa main sama Kak Hanny? Sekarang Abi makan ya sayang " ucap Hanny mengambil makanan dan menyuapi nya pada Abi. Benar saja, Abi hanya nurut pada Hanny, bahkan untuk minum obat pun tidak ada kata rewel sama sekali.
"Abi menunggu kak Hanny mulai kemaren, Tapi Kak Hanny gak datang, Kak Hanny janji ya, akan datang setiap hari " ucap Abi setelah minum obat
"Pasti sayang, Maafkan Kak Hanny ya,".ucap Hanny mengelus punggung tangan Abi.
Semua keluarga Abi tersenyum dengan air mata yang berjatuhan. Abi adalah anak pertama dari pengusaha kuliner terbesar di kota ini, sayangnya dia mengalami sakit lambung dan hanya mau Dokter Hanny yang merawatnya.
"Baiklah, Tuan. Abi sudah tidur, kalau boleh saya ingin undur diri keruangan saya" pamit Hanny pada Ayah Abi
"Baiklah, Dokter. Terimakasih banyak atas semuanya " ucap Ayah Abi
Dokter Hanny hanya tersenyum dan pamit undur keruangannya.
__ADS_1
Sesampainya di ruangannya ia melihat jam susah menunjukkan pukul 8 malam, Hanny menundukkan wajahnya dengan di papang kedua tangannya.
"Hanny, Kau bisa, Oke !" seru Hanny seraya melihat laporan kesehatan pasiennya yang sudah dua hari ia tinggal kan.
Sedangkan Sagara ia menyusuri apartemen yang baru saja ia tempati, Hanny sudah menyiapkan makan malam untuk Saga, Tinggal Saga menghangatkan nya saja.
'Ah .. kenapa dia baik ? Mengapa ia tidak jahat saja, sehingga aku bisa mengabaikan dia terus,' rutuk Saga saat melihat semua yang sudah Hanny siapkan.
Saga duduk di meja makan setelah menghangatkan masakan Hanny dan menyantapnya. Tiba-tiba ponselnya berdering ia melihat nama Bima yang tertera
"Bagaimana tempatnya, Apakah kalian suka ?" tanya Bima
"Lumayanlah, Kami hanya tinggal berdua, Kapan-kapan akan aku undang kalian semua kemari, Hanny pintar masak, Kalian pasti menyukai nya" pujian itu tiba-tiba lolos dari mulut Saga, Bahkan Saga sendiri terkejut dengan ucapan nya
"Wah ... benarkah ? Udah pas dong jadi istrimu yang suka milih akan masakan, Ini pertama kalinya loh, Kau memuji masakan orang lain" goda Bima
"Lupakan! Maksud ku, dia bisa masak, jadi kau bisa request masakan kesukaan mu padanya nanti" ucap Saga gugup, Ia tak percaya ... kenapa bisa dia mengeluarkan pujian itu
"Zahra akan di undang juga?" tanya Bima
Sejenak Saga terdiam, Ia menghentikan tangannya yang ingin memasukkan sendok yang berisi masakan Hanny.
"Tentu, Tentu dia juga, Dia Sekertaris ku kan? Bukan hanya kalian, Tapi juga Dito, Dia sudah menerorku karena tidak mengundang nya dalam pernikahan kemaren" ucap Saga seraya menikmati makanannya
"Kau sedang makan? Pantas saja kau memujinya, Kau masih menikmati masakan nya ya, Ah baiklah ... aku akan bilang ke Dito dan juga Zahra"ucap Bima
"Oke, Uangnya sudah aku transfer ke rekening mu," Ucap Saga, lalu mematikan sambungan telefon nya.
Setelah makan, Saga meletakkan piringnya, Saat ia hendak pergi, Ia menoleh lagi ke piring yang kotor lalu berbalik dan mencuci nya, Ini pertama kakinya Saga menyentuh hal semacam itu. Saga baru ingat akan ucapan Hanny.
__ADS_1
',Tidak usah memakai jasa pembantu jika hubungan kita seperti ini, Aku masih bisa melakukan pekerjaan rumah setelah datang dari rumah sakit'
Itu perkataan Hanny, Karena Hanny tidak ingin ada yang tahu akan hubungan rumah tangganya yang menurut logika itu tidak masuk akal.
Di saat Saga ingin menaiki tangga, suara ketukan pintu membuat ia menghentikan langkah nya.
'Siapa? Kalau Hanny tidak mungkin? Dia sudah membawa kunci cadangan nya kan?' bathin Saga.
Karena terus diketuk, Saga pun membukakan pintu dan ternyata yang datang adalah Jigar.
"Jigar, Kau!" ucap Saga seraya melihat kearah jam yang melingkar di tangannya
"Boleh saya masuk?" ucap Jigar tidak menjawab pertanyaan Saga
"Masuklah " ucap Saga saat menyadari akan Keterkejutan nya.
Jigar masuk seraya menatap ke sekeliling apartemen Saga.
"Duduklah, ada kepentingan apa? Ini bukan dirimu, bertamu di jam yang sudah bukan waktunya " ucap Saga
"Kau benar, Saga ... Kau pasti sudah tahu kan, Kalau aku dan istrimu adalah teman kerja, satu rumah sakit dan teman yang baik" ucap Jigar menatap intens pada Saga
"Ya, lalu ... ?" tanya Saga
"Jangan sakiti dia, Sagara Wilantara !" teriak Jigar membuat Saga terhenyak.
"Kau bahkan tidak ada rasa khawatirnya saat istri belum pulang bekerja, Apakah kau seorang suami? Aku bisa tahan saat kemaren kau meninggalkan Hanny di depan rumahmu, padahal dia masih baru menginjakkan kakinya di sana, aku bisa terima saat kau mengacuhkan dia di setiap hal, mungkin kau masih butuh waktu atau beradaptasi, Tapi tidak untuk malam ini, Saga!" ucapan Jigar terhenti yang mana Saga juga terkejut dengan penuturan itu. Saga baru ingat ... bahwa ia pernah meninggalkan Hanny saat itu.
"Aku melihatnya menangis' di ruangannya, dan itu tangisan pertama kali yang aku lihat dari seorang Hanny Sidqia" imbuh Jigar
__ADS_1
"Aku dan yang lainnya, sangat tahu akan sosok Hanny, Wanita yang tak pernah menampakkan kesedihan nya pada siapapun, Dan apa yang aku lihat tadi, tubuhnya bahkan sampai terguncang karena tangisannya, Saga!" ucapan Jigar bagaikan cambuk yang kini mengecam tubuh Saga.
Sekejam itukah aku? Sesakit itukah hati Hanny?' bathin Saga