
Pembicaraan antara Zahra dan Biru makin serius.
"Sudah tidak ada hal yang bisa kuta bahas masalah pengunduran diriku, aku harap, kau mengerti semua alasan ku itu," ucap Zahra
"Baiklah, aku minta maaf atas semua yang telah terjadi, ini semua salahku, sehingga kau mengalami hal seperti ini, tapi Zahra. ingatlah! perusahaan ini akan selalu terbuka untukmu, kapanpun kau mau kembali, kami akan menerima mu," ucap Biru
"Terimakasih, karena kau sudah mengerti keinginan ku, Kau berharap ... kau bahagia,"ucap Zahra memberanikan diri untuk menatap Biru, Begitu juga dengan Biru.
"Kau tahu, aku bahagia ... melihat kau sudah membuka hatimu untuk Nona Hanny, ku harap ... kau setia padanya, menjadi sosok yang masih aku kagumi seperti dulu, mungkin ini bedanya, antara wanita dan laki-laki, Laki-laki akan mudah berpaling, sedangkan wanita _"
"Zahra, aku sama sulitnya denganmu, aku juga butuh keberanian untuk mengambil langkah ini, Kau tahu sendiri ... aku tak bisa mendekati wanita manapun tanpa hati, aku berusaha membuat jalan kita lebih mudah, tapi tidak untuk mengeluarkan mu dari Perusahaan, Kita masih ada jalan lain, misal ... kau menjadi di rektur di bagian Keuangan atau di bagian lainnya," ucap Biru memotong ucapan Zahra, Zahra tersenyum mendengar ucapan itu.
"Terus aku akan bertemu denganmu lagi di setiap kegiatan perusahaan, itu yang ingin aku hindari,Biru. Aku ingin menghindarimu,aku ingin tidak melihatmu,Aku ingin melupakanmu, agar aku benar-benar bisa lepas dari masa lalu, sepertinya pembahasan kita sudah selesai,dan waktu istirahat pun sudah habis,kalau begitu aku kembali ke ruanganku dulu"ucap Zahra Seraya berdiri dari duduknya.
Biru terdiam dan membiarkan Zahra meninggalkannya seorang diri di meja makan,semua yang Zahra katakan terngiang di telinganya. Biru membenarkan apa yang Zahra katakan, jika Zahra berada di perusahaan ini otomatis mereka akan bertemu setiap hari dan Zahra lah yang paling tersakiti disini.
Biru menundukkan wajahnya kala ia melihat genangan air di pelupuk mata Zahra, padahal Ia sudah berjanji tidak akan membuat Zahra menangis tapi saat ini Birulah penyebab air mata itu sering berjatuhan ke pipi Zahra.
*****
Hanny kini terlihat begitu ceria menangani setiap pasiennya, membuat anak-anak semakin menyukai Hanny.
Hanya saja ... masih ada beban yang Hanny pikirkan. Yaitu perasaan Zahra. Biar Bagaimanapun Hanny adalah wanita, Zahra ... ia sudah menjalin hubungan dengan Biru selama hampir 2 tahun, pasti sangat sakit jika ada di posisi Zahra.
'Ya Tuhan, aku tak ingin bahagia di atas penderitaan wanita lain,' bathin Hanny
Namun ... Hanny berusaha tetap tersenyum di depan.para pasiennya. Tanpa sengaja ... Jigar lewat di depan ruangan dimana Hanny sedang memeriksa pasiennya. Jigar berhenti sejenak, untuk menatap wajah yang begitu ia rindukan. Hanya saja ... ia tahu, ia sudah tak ada kesempatan untuk menggapai nya.
Bahagia jika kita ikhlas dalam segala hal, Sabar adalah kuncinya.
__ADS_1
'Hanny, semoga kau bahagia, aku akan melakukan apapun asal kau bahagia meski bukan dengan ku,' bathin Jigar sedikit tersenyum pada arah Hanny.
"dokter .... dokter, kenapa dokter tersenyum pada dokter cantik, dokter suka ya sama dokter cantik itu?" tiba-tiba ada yang menarik-narik jas putih Jigar, yang ternyata pasiennya Hanny yang mengamati nya.
Jigar yang mendengar hal itu tersenyum, Lalu ia duduk mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh anak itu.
"Kau suka dengan dokter Hanny?" tanya balik Jigar pada anak itu
"Suka," jawab anak itu
"Kenapa suka?" tanya Jigar
"Karena dokter Hanny baik dan cantik," jawab polos anak itu
"Sama, dokter juga menyukai dokter Hanny, karena dia baik smaa semua orang," ucap Jigar yang membuat anak itu terdiam sejenak lalu menatap lagi kearah Jigar
"Apakah dokter dan dokter Hanny akan menjadi pasangan seperti Ibu dan Ayahku?" tanya polos anak itu, Jigar tersenyum lalu mengelus kepala anak itu dengan lembut.
"Apakah setampan dokter?" tanya anak itu lagi
"Ya, dia tampan dan juga gagah," ucap Jigar dengan bibir yang terus tersenyum
"Baiklah, aku akan segera sehat, lalu mencari pasangan seperti dokter Hanny, cantik dan baik," ucap anak itu
"Kau pasti sembuh, semangat !" ucap Jigar
"Semangat " balas anak itu, yang mana interaksi antara anak kecil dan Jigar di lihat oleh Hanny, Hanny tersenyum lalu mendekati arah mereka.
"Lucky, kamu disini sayang, yuk minum.
__ADS_1
obatnya dulu," ucap Hanny seraya mengulurkan tangannya pada Lucky, nama anak kecil yang sedang bersama Jigar.
"Hai, dokter Jigar, beberapa hari ini, aku lihat ... kau tidak masuk, kenapa?" tanya Hanny
"Oh itu, aku sedikit kurang enak badan, di paksa masuk juga tidak baik, jadi Mama dan Papa menyarankan agar aku istirahat saj di rumah," ucap Jigar gugup
"Kenapa tidak menghubungi ku, dnegan begitu ... aku dan yang lain bisa menjengukmu kan,dok?" tanya Hanny
"Tidak usah, hanya lelah dan masuk angin saja, " ucap Jigar seraya tersenyum kearah Hanny, tanpa di sadari mereka berjalan berdoa masuk keruang pasien anak-anak.
*****
"Kenapa kau.membiarkan Zahra keluar dan bekerja di perusahaan Marsel, Biru!" ucap geram Bima kala mendengar bahwa surat pengunduran diri Zahra sudah di terima
"Apa yang harus aku lakukan, menyuruh nya bertahan disini, lalu menyiksa hatinya secara terus-menerus, aku sangat mengerti apa yang Zahra rasakan,Bima. Dia dan aku.masoh belum bisa menerima kenyataan ini, Ya .. aku menerima Hanny, tapi bagaimana dengan Zahra? Zahra pasti bisa menjaga dirinya sendiri, Marsel jika di perusahaan tidak akan berani berbuat hal mesum, aku tahu ... dia sangat profesional dalam pekerjaan, mesumnya dia hanya di luar kantor, dan tidak menganggu karyawan nya sendiri," ucap Biru pada Bima
"Tapi kan, Biru ... Ah sudahlah, ingatkan.pada Zahra, jangan sampai membongkar rahasia Perusahaan mu," ucap Bima ketus
"Zahra bukan orang seperti itu, aku sangat percaya padanya," ucap Biru meyakinkan Bima
"Tapi, orang yang sakit hati, apapun bisa dilakukan,Biru. Kau jangan enteng begini," ucap Bima
"Iya, aku tahu ... tapi, percayalah .... Zahra tidak akan melakukan hal semacam itu," ucap Biru dengan sangat yakin.
"Ah, terserah kau lah," ucap kesal Bima
Yang mana Zahra kini sudah ada di ruang HRD untuk mengambil uang pesangon nya.
Namun ... Pihak HRD sangat menyayangkan jika Zahra keluar dari perusahaan yang telah membuat namanya begitu di kenal di kalangan bisnis.
__ADS_1
Saat mereka menanyakan perihal pengunduran dirinya, Zahra hanya beralasan lelah. dan ingin istirahat sejenak.
Zahra yang notabene nya pendiam, lebih banyak bekerja dari pada bicara, membuat Pihak HRD tidak lagi banyak bertanya.