Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 86


__ADS_3

''Kau masih marah?'' Tanya Biru


''Tidak, hanya saja belum bisa melupakan, '' ucap Hanny.


''Boleh aku bertanya sesuatu yang pribadi padamu?'' tanya Hanny.


''Mmm, Silahkan, '' ucap Biru.


''Sejauh apa hubunganmu dengan Nona Zahra? Aku tahu... kalian memiliki sebuah janji untuk masa depan kalian,'' ucap Hanny.


''Kau tidak akan percaya, jika hubungan kami yang paling jauh hanay berpelukan seperti yang kau lihat di Bandara, Percayalah, kami tidak seperti yang kalian pikirkan, '' ucap Biru


''Tidak, aku tahu jika Nona Zahra adalah wanita baik-baik, karena itulah dia bisa menaklukkan hati seorang Sagara Biru Wilantara, " ucap Hanny seraya tersenyum dengan senyuman yang menyimpan luka.

__ADS_1


Biru menghentikan mobilnya di tepi jalan, membuat Hanny tekejut dan gelisah.


'Kenapa berhenti disi.... '' Belum. Hanny meneruskan kata-katanya, Biru menarik tubuh Hanny dan membawanya dalam pelukannya.


''Aku mohon, Maafkan aku telah menorehkan luka yang begitu dalam untukmu, sehingga nggak begitu sulit untuk memaafkanku, Hani aku tahu apa yang sudah aku lakukan sangat melukai hatimu apalagi di saat pertama kali kita menikah, aku benar-benar minta maaf, '' ucap Biru seraya tetap memeluk Hanny, Hanny masih ayok dengan apa yang Biru lakukan, mungkin mereka sah-sah saja berpelukan tapi bagi Hanny, ini adalah hal yang mengejutkan.


''Bisakah kita nmr lupaa kejadian yang lalu?'' tanya Biru, namun Hanny tetap belum bisa menjawab, Ini tidak mudah baginya.


''Aku tahu ini tidak mudah bagimu, tapi percayalah ini adalah kesempatan terakhir untukku, '' ucap Biru.


''Apakah Mama yakin, Jigar akan memperlakukan Zahra dengan baik, Mama kan tahu sendiri, jika Jigar menikahinya hanya untuk membuat Hanny dan Biru bersama lagi, '' Ucap papanya Jigar.


''Mama tahu, Pa. Mama sangat mengenal .... Bagaimana karakter Jigar, mungkin benar di hatinya ada rasa benci pada Zahra, Tapi percayalah dengan seiringnya waktu dan seringnya mereka bersama Jigar bisa melihat bagaimana diri Zahra sebenarnya. Mama bisa melihat bahwa Zahra adalah wanita yang baik-baik, Karena itulah Mama sangat setuju jika Jigar menikah dengannya,'' ucap mamahnya Jigar.

__ADS_1


''Ah iya, Dimana anak itu, Apakah sudah tidur?'' tanya mamanya Jigar.


''Iya, aku suruh pelayan untuk menemaninya,'' ucap Papanya Jigar.


Di sisi lain Jigar tidak bisa memejamkan matanya apalagi Iya terus terbayang dengan kostum baju tidur Zahra.


'' Kenapa kau belum tidur? "tanya Jigar pada Zahra


''Kau benar-benar tidak akan memberikan aku berkas perjanjian seperti yang aku katakan tadi, nanti jika aku berbaring di dekatmu kau akan menendangku ke bawah, "ucap Zahra


''Kau benar-benar sudah termakan oleh Novel yang kau baca, sekarang jangan banyak bicara dan tidurlah! aku sudah sangat mengantuk dan ingat jika kau tidak ingin ditendang maka ingatlah batasan garis ini, kau paham?" tanya Jigar.


"Sangat faham, tapi jika kau yang melewati batas maka kau yang akan aku tendang oke! "ucap Zahra.

__ADS_1


"Cklkk, kita lihat saja nanti, " ucap Jigar seraya tersenyum penuh dengan rencana usilnya. dengan ragu Zahra pun mendekati ranjang di mana Jigar sudah mulai memejamkan matanya, perlahan Zahra naik ke atas dan masuk ke dalam selimut yang sama dengan Jigar, ada rasa cemas dan gugup yang kini Zahra rasakan.


Melihat tidak ada respon dari Jigar Zahra pun bisa bernafas lega, ia menatap langit-langit kamar itu dan mengingat semua kejadian yang sudah ia alami.


__ADS_2