
Jigar kini memulai operasi yang harus ia tangani bersama tim-nya, Banyak yang salt pada Jigar, karena setelah menikah aura Jigar makin terlihat.
''Selamat ya dok, bebeapa hari ini anda sudah sukses dengan tiga operasi, padahal ini adalah fase anda menikmati masa-masa awal pernikahan,'' ucap kepala rumah sakit.
''Terimakasih Dok, berkat tim juga,'' ucap Jigar
''Tentu berkat dukungan istri juga ya, dok?'' tanya kepala dokter, seketika Jigar ingat pada Zahra, sudah beberapa hari ini nia tidak bertutur sapa dengan Zahra, apalagi ketika Jigar ingat jika Zahra masih membantu Arsel, meskipun itu menjadi yang terakhir kalinya, namun Jigar tidak suka jika apa yang ia larang masih di langgar.
''Kau memang suamiku, aku memang ada di bawah tanggung jawabmu, tapi aku juga ojnya kewajiban sebelum akk menikah denganmu Tuan Jigar. Aku harus menyelesaikan tanggung jawabku yang sudah aku janjikan sebelum aku menjadi istrimu, Kau boleh egois padaku, tapi kau tidak berhak menghancurkan masa depan perusahaan tuan Arsel hanya karena ego-mu Tuan.''
Itu adalah kata-kata dimana perselisihan terjadi antara Jigar dan Zahra, setelah itu mereka tidak lagi terlihat bicara sampai saat ini. Bahkan hanya sekedar menyapa saja mereka seolah gak ada waktu.
Jigar pulang hanya membersihkan diri lalu menghabiskan waktu di ruang baca, begitulah yang terjadi setiap harinya, Zahra hanya menyiapkan pakaiannya tanpa bicara.
******
"Zahra, kau tidak sibukkan, Nak? " tanya sang Mama mertua.
"Nggak ma, Ada apa? " Tanya Zahra
"Ikut mama ya, kerumah Hanny, maksudnya Mama kerumah paman Arga, " Ucap Mamanya Jigar.
"Baik, Ma, " Jawab Zahra, Zahrapun berlalu ke kamarnya untuk berganti pakaian. Jigar meskipun tidak bicara ia selalu mentransfer uang kadang seminggu sekali padahal Zahra tidak ikut belanja namun.... Jigar sangat royal dalam masalah keuangan.
(Tuan, yang yang nada berikan selama ini masih utuh, jangan transfer lagi tuan,) Zahra mengirimkan pesan pada Jigar, Padahal Jigar mengirimkan uang sebagai tanda minta maaf, tapi ia seolah merasa sangat gengsi untuk mengatakan maaf, Jigar todak tahu harus memulai bicara apa dengan Zahra, dan beruntungnya Zahra mengirimkan pesan. terlebih dahulu sehingga Jigar memiliki alasan untuk menanyakan aktifitasnya.
__ADS_1
(Itu uang nafkah dariku, jadi jangan halangi aku memberikan nafkah pada istriku) balas Jigar, awalnya Zahra tersenyum membaca pesan itu namun ia jigar sedih, bukankah nafkah itu ada dua, tapi selama pernikahan ini terjadi, Jigar tidak pernah menyentuhnya.
(Iya saya tahu, tapi nafkah bukan hanya itu yang harus anda berikan, ada nafkah lain yang harus anda berikan tapi... jangankan nafkah itu, bicara saja anda seolah tidak sudi, iya kan?) balas Zahra
Lama Jigar membalas pesan Zahra, karena apa yang Zahra tulis sangatlah benar. Jigar selalu menghindar dari Zahra.
(Kau ada dimana sekarang?) tanya Jigar dalam pesan
(Ikut mama kerumah pan Arga) balas langsung Zahra.
(Ngapain kesana Apakah akan bertemu dengan Biru? ) tanya Jigar.
(Saya tidak tahu tuanku, Mama yang ngajak, kenapa anda selalu menyangkut pautkan semua hal dengan tuam Biru, Apakah anda masih menuduh saya yang tidak-tidak?) tanya Zahra
Jigar lagi dan lagi. merasakan sulit membalas pesan Zahra. Kenapa ia menuduh Zahra akan bertemu dengan Biru, bukankah Biru dan Hanny sudah tinggal dirumah masing-masing.
'Aku yang terlalu takut, bahkan aku selalu mencurigai Zahra, padahal... jelas-jelas itu tidak mungkin, Zahra... maafkan aku, ' bathin Jigar seraya tersenyum.
'Kenapa aku masih selalu berpikiran buruk padanya, padahal dia sudah menuruti semua keinginanku, ' bathinnya lagi. Belum selesai Jigar melamun suara ketukan pintu membuat. lamunannya buyar dan yang semakin membuat ia terkejut adalah tamu yang datang.
Dia adalah adik iparnya, adiknya Zahra.
"Hai, kau... masuklah! " Ucap. Jigar seraya tersenyum pada adik iparnya.
''Apakah kau menyukai kakakku?'' tanya anak yang kini masih duduk di bangku kelas 6 SD
__ADS_1
''Kenapa kau bertanya seperti itu?'' tanya Jigar setaya duduk di sampingnya.
''Yahh aku tahu, orang yang menikah adalah orang yang saling mencintai kakak sudah menikah dengan kakak iparku, tapi kenapa kakak tudak mencintai kakakku? Apakah kakakku ada salah?'' tanya anak laki-laki itu.
''Aku sudah sering melihat kakakku menangis, dulu karena kak Biru dan sekarang karena kakak Jigar, Apakah kakakku di dekati hanya untuk di buat nangis? Hanya kakak yang aku punya, aku ingin sekali saja melihat kakakku bahagia, dia sudah lelah mengurusku mulai dari kecil, aku sangat sedih karena aku tidak bisa melakukan apapun untuk kakakku, dia sudah sering disakiti, di tuduh yang tidak-tidak oleh semua orang, padahal... kakakku adalah orang yang baik, '' ucap anak kecil itu membuat Jigar tertegun.
''Apa kau melihat kak Zahra menangis?'' tanya Jigar.
''Sering, dan itu karena kakak Jigar, kalau kakak tidak mencintai kakaku, biarkan kami pergi, tapi jangan sakiti kakakku lagi, aku mohon.... !'' pinta adik Zahra setaya mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya.
Jigar sangat tersentuh dengan apa yang anak kecil itu katakan untuk kakaknya.
''Aku marah pada diriku sendiri kak, Karena saat ini aku masih kecil kapan aku besarnya agar aku bisa melindungi kakakku, aku tidak punya siapapun lagi selain kakakku, aku mohon jangan sakiti dia lagi, dia tidak salah.... Jangan sakiti kakakku lagi!'' mohon adiknya Zahra membuat relung hati Jigar sakit tak bertepi.
...****************...
''Apakah semuanya sudah kau catat?'' tanya Biru pada Hanny
''Sudah, coba mas cek, takutnya ada yang kurang, '' ucap Hanny seraya memberikan catatan belanja bulanan untuk keluarganya dan juga untuk ibunya Hanny.
Biru menatap wajah Hanny, wajah yang selama ini ia buat menangis.
''Terimakasih karena sudah mmeenrikan aku kesempatan, maafkan aku atas semua yang sudah aku lakukan, Zahra... aku juga minta maaf padamu, karena aku.... Kau mendapatkan banyak masalah, semoga kaj bahagia dengan rumah tanggamu, Jigar adalah laki-laki jang baik, dia tidak sebej*at diriku, jadi aku yakin kau akan. bahagia' bathin Biru seraya terus menatap Hanny.
''Mas, Ada apa? Pakah ada yang salah?'' tanah Hanny ketika menyadari jika Biru dari tadi menatapnya..
__ADS_1
''Tidak ada, kau cantik bahkan sangat cantik, '' ucap Biru yang mana membuat Hanny langsung menoleh kearah sekitar, benar saja ... Banyak yang senyum-senyum ketika mendengar ucapan Biru.
''Mas, ini di depan umum loh, '' ucap Hanny pelan.