Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
43 Tiga Hati Yang Tersakiti


__ADS_3

Tak akan ada usaha yang mengkhianati hasil. Biru mengambil kesempatan menatap wajah Hanny dalam tidurnya yang begitu nyenyak, Menatap setiap garis wajah Hanny yang tidak ada satupun yang bisa di cela seseorang.


'Aku akan belajar semuanya, Hanny. Aku akan belajar mencintai mu seperti aku yang mencintai Zahra, kau yang paling berhak atas diriku dan hatiku saat ini, Aku harap kau pun begitu ... meskipun ... banyak pria yang jauh lebih mapan yang menunggumu, aku harap kita bisa menjalani rumah tangga ini, hingga Samawa dan Mawadah serta Warahmah datang dan selalu bersama kita, Terimakasih karena sudah bersabar selama ini, terimakasih karena sudah menjadi istri bagiku,' Bathin Biru seraya terus menatap wajah Hanny, Hingga tanpa ia sadari, Ia mencium kening Hanny untuk pertama kakinya tanpa ada sandiwara dan paksaan.


"Selamat beristirahat, Hanny" gumam Biru seraya tersenyum, seakan belum puas memandang wajah yang polos itu.


*****


"Bima," panggil Juna


"Apalagi paman, Biru memang belum mencintai Hanny, tapi bukan berarti Paman ingin membuat mereka berpisah kan? semuanya butuh proses, Paman. begitu juga dengan Biru, dia butuh waktu untuk membuka hatinya, Biru pria yang baik, dia bukan bajing*n, wajarlah jika Biru sulit mencintai Hanny, Karena Biru memiliki kekasih dan sekarang dia masih proses membual hatinya, Paman ... aku sudah mengatakan, jika Biru belum bisa mencintai Hanny dalam waktu setengah tahun, aku yang akan mengatakan pada orang tua Biru untuk melepas kan Hanny sebagai menantu," ucap Bima


"Sudah puas kau bicara, aku tidak ingin bertanya tentang Hanny atau Biru sahabat mu itu, aku hanya ingin mengatakan jika Zahra melamar pekerjaan di kantor Arsel, dan dia sudah di terima, Zahra Sidqia, kekasih maksudku mantan kekasih Biru, melamar kerja di tempat lawan bisnis Biru," ucap Juan dengan meninggi kan suaranya di hadapan Bima yang seolah ingin menghakiminya karena ia berfikir menanyakan Biru adalah ingin mengusik hubungan mereka berdua, nyatanya Juan hanya ingin memberikan informasi mengenai Zahra.


"Aku memang mencintai Hanny, tapi aku masih punya moral yang ingin menjadi Pebinor dalam hubungan Biru dan Hanny, Kau terlalu rendah menilai perasaan ku, Bima," ucap Juan lalu meninggalkan Bima yang terpaku karena merasa bersalah pada pamannya.


"Tunggu, tunggu ... Zahra melamar pekerjaan di kantor Arsel? bukankah Zahra tahu kalau Arsel adalah saingan bisnis Biru," gumam Bima pada diri nya sendiri


"Ah sial, Zahra ... semoga kau tak melukai Biru dengan berkhianat dalam perusahaan," gumam Bima seraya meninggalkan tempat ia berdiri dan menuju ke kamarnya, Ia mengambil ponselnya, mencari kontak yang berna Zahra, ia ingin Zahra menjelaskan semuanya pada dirinya sebelum Biru mengetahui kabar ini.


Namun ... saat Bima melihat jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul 11 malam, Zahra pasti sudah Istirahat,pikirnya


Bima memutuskan untuk mengirim kan Zahra pesan, berharap Zahra membacanya nanti.


[Jelaskan, apa maksud mu melamar pekerjaan di Perusahaan Arsel?]


[Berikan jawaban sebelum Biru tahu dari orang lain,]


Setelah mengirim kan pesan itu, Bima melemparkan ponsel nya ke ranjangnya, Ia juga menjatuhkan bobot tubuhnya di ranjangnya.

__ADS_1


'Aku ingin Zahra dan Biru putus, tapi ... kenapa aku sedih?' Bathin Bima


'Zahra sudah sangat berjuang untuk mencapai karir nya seperti saat ini, dia pasti mengundurkan diri demi menjaga perasaan Hanny dan perasaan nya karena belum bisa move on dari Biru, Apa yang harus aku lakukan, aku juga tidak mau, kalau Zahra sampai benar-benar bekerja di tempat Arsel yang mesum.dqb playboy itu,' Bathin Bima lagi.


Hingga tanpa ia sadari, Ia terlelap di waktu yang sudah menunjukkan pukul 1 malam.


******


Pagi yang indah menyapa, Semua insan yang beristirahat kini sudah mendapatkan tenaga mereka kembali.


Sinar matahari kian memancarkan sinar yang begitu cerah, secerah hati Biru dan Hanny.


Hanny masih terbayang dengan adegan tadi pagi yang telah menjadi kan ia senyum-senyum sendiri saat ini.


Dimana saat Hanny membuka matanya, ia sudah berada di pangkuan Biru, tangan Biru menjadi bantal kepalanya, Kaget ... pasti, karena seingat Hanny, ia tidur dengan jarak yang begitu jauh, tapi kenapa ... bangunnya malah berdempetan. Sebelum Biru bangun dan mengetahui kejadian ini, Hanny bangun dengan begitu pelan, agar Biru tidak terbangun.


Sehingga ... saat Hanny berjalan dengan kaki yang berjinjit agar tak membangunkan Biru, Biru ternyata sudah membuka matanya dan mengulas senyum yang nyaris tertawa.


*****


'Di penjara kita akan terkurung dan terhukum dan berteman akan sepi, seperti itulah hatiku saat ini, aku akan terkurung oleh cinta darimu,Biru. Jika aku masih bertahan di tempat yang sama di dekatmu, di depanmu, aku tak yakin, Apakah hatiku masih bisa bertahan dan tegar, Maafkan aku,' Bathin Zahra saat membaca pesan dari Bima


[Aku benar-benar tidak tahu kalau itu adalah perusahaan Tuan Arsel, Temanku yang memasukkan aku disana,] balas Zahra pada Bima


[Itu adalah perusahaan cabang milik Arsel, Tapi ... kalau bisa, jangan bekerja di sana, Kenapa kau mau keluar dari kantor,Biru?] Bima membalas pesan dari Zahra


[ Baiklah, aku akan cari pekerjaan di tempat lainnya,] Zahra membalas pesan Bima, tapi tidak menjawab pertanyaan Bima, seharusnya Bima tahu akan jawaban yang tak harus ia pertanyakan, Karena Bima tahu akan hubungan Zahra dan Biru, Kenapa ia masih bertanya.


Zahra kini berdiri dan mendekati adiknya yang duduk di meja makan, menikmati masakan yang sudah Zahra siapkan.

__ADS_1


"Sudah, dek?" tanya Zahra


"Sudah kak, bentar ... aku taruh piring nya dulu," ucap Adiknya Zahra


"Biar kakak saja, kau pakai sepatumu lalu kita berangkat, ya" ucap Zahra seraya mengusap kepala adiknya.


"Baik, kakak" ucap adiknya lalu berlalu meninggalkan meja makan setelah menghabiskan segelas air putih di dekatnya.


Zahra tersenyum melihat adik nya yang sudah jauh lebih sehat dan kini tubuh nya sudah mulai berisi dari pada beberapa Minggu yang lalu


*****


"Seperti ini sarapan pagi kami, Nak Biru," ucap Ibunya Hanny


"Tidak apa-apa, Ibu. Malah Biru senang karena bisa menikmati masakan Ibu saat ini," ucap Biru seraya tersenyum pada Ibu mertua nya


"Ini masakan, Kak Hanny loh kak, Dia jago sekali kalau masak," celoteh Hana pada Biru


"Aku sudah tahu masakan kakakmu, Memang tidak ada duanya," ucap Biru mengecil kan suaranya kedekat Hana, Namun ... masih bisa di dengar oleh Hanny dan Ibunya Hanny. Sehingga membuat wajah Hanny tersipu malu.


"Mas, kau akan langsung ke kantor?" tanya Hanny mengalihkan pembicaraan


"aku akan mengantarmu dulu, baru ke kantor," ucap Biru


"Tapi, Kau akan terlambat," ucap Hanny


"Bahkan kak Biru mau mengantar Hana juga loh, Kak" ucap Hana yang mana membuat Hanny menatap Biru seolah ingin tahu jawaban Biru tentang ucapan Hana.


Biru hanya tersenyum mendapatkan tatapan yang mengandung pertanyaan.

__ADS_1


__ADS_2