Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 56


__ADS_3

Tak ada hati yang tak terbuka saat kita di beri perhatian lebih dari orang yang sudah menjadi pasangan sah kita. Entah kenapa Biru mengubah jadwal penerbangan nya jauh lebih pagi, Sehingga saat Ayahnya sudah sampai di kefiaman Biru, rumah Biru sudah mulai sepi.


"Anak itu, Ah ... Zahra, bukankah ia ada, mungkin bicara dengannya dulu bisa menemukan cara untuk mengatasi masalah ini," gumam Ayahnya Biru.


Namun ... kenyataan pahit yang ia terima, Karena ia juga mendapat kan rumah Zahra yang sepi.


"Apakah doa sudah jalan ke kantor, Itu gak mungkin, ini masih jam 6 pagi," papar Ayahnya Biru, berbagai kecurigaan kini telah menguasai pikiran nya.


Ayahnya Biru pun menghubungi Hanny.


"Mas, Ayah nelfon," ucap Hanny pada Biru, sedangkan Biru melihat sosok yang begitu ia kenali.


"Angkatlah, Aku lihat teman lama, Kau hampiri dia, Kau tunggulah disini,".ucap Biru tanpa melihat kearah Hanny, Hanny yang mengikuti tatapan Biru menjadi heran, Karena Hanny hanya melihat anak kecil. Namun ... Karena Ayah mertua menelfon nya, Fokus Hanny pun teralihkan.


"Hallo, Ayah," ucap Hanny


"Kalian, Maksud Ayah, Apakah kalian sekarang sudah_"


"Kami masih berada di Bandara, Yah. Kami sengaja jalan pagi untuk menikmati suasana," ucap Hanny


"biru mana? Ayah hubungi tidak di angkat," ucap Ayah Biru


"Dia baru saja melihat teman lamanya, Jadi ... Mas Biru mendatangi nya, Yah, Bentar, Hanny samperin Mas Biru, nanti Hanny telfon balik ya yah," ucap Hanny


"Baiklah," ucap sang Ayah


Hanny pun mematikan ponselnya dan mencari sosok Suaminya, Namun ... ia tak melihat sosok itu.


'Dimana Mas Biru,?' bathin Hanny. Namun ... sesaat Ia melihat anak kecil yang tadi ia lihat dari belakang, dan ternyata ia adalah sosok yang paling Hanny kenal. Tiba-tiba perasaan Hanny merasa tidak nyaman, Kenapa hatinya merasa kacau saat melihat anak itu.


Hanny dengan ragu mendekati anak kecil itu, Belum sempat ia bertanya, Ia sudah melihat sosok yang ia kenal memeluk seorang perempuan.


Deg ... Deg ... Deg


Hati Hanny hancur, saat ia melangkah semakin dekat dengan kedua manusia yang saling menangis.


"Biarkan aku dan adikku pergi, Karna ku semalam kau sudah di pukul oleh saudaramu, dan ... aku tidak mau lagi membuat kau kesusahan," ucap Zahra seraya berusaha melepaskan pelukannya.


"Zahra, bukan kau yang membuatku begini, Tapi inilah kekuatan cinta kita, Zahra.


Hanny semakin menekan kan pegangan nya ke dadanya, Rasanya sangat sesak, Air matanya mengalir deras.


'Jadi ... luka itu, dan semalam ... '

__ADS_1


langkah Hanny menjadi mundur perlahan.


'Tega kalian, Kalian munafik ... kenapa kau tidak melepaskan aku jika kau masih ingin bersama nya Mas ... kenapa kau malah membuat skenario untuk menjadi suami yang sudah mencintai istrinya,' bathin Hanny, Langkah mundur Hanny menjadi terhenti kala tubuhnya ada yang menahan nya. Sejenak Hany terdiam, tatapannya masih fokus pada dua manusia di hadapannya.


Suara tepukan tangan membuat kedua manusia itu tersadar.


Dan betapa terkejutnya Biru dan Zahra saat sudah melihat Hanny dengan air matanya.


"Hanny"


"Nona"


Ucap Biru dan Zahra bersamaan, Namun ... Hanny sudah tak lagi bisa berdiri di hadapan mereka.


Hanny menyobek tiket yang atas nama Biru,


"seharusnya kalian katakan, Jika masih ingin bersama, Munafik kalian, " ucap Hanny seraya meninggalkan mereka yang ada, Meski Hanny tahu jika Yang ada di belakang tubuh nya adalah Jigar, Tapi luka hatinya sudah tak bisa ia tahan, Jika ia masih bertahan .. ia cemas akan melakukan hal yang tidak - tidak, Hal yang akan bisa membuat ia kehilangan harga dirinya sebagai wanita yang punya kehormatan.


"Hanny, jangan salah faham ... Han ... " Namun ... pukulan di wajah Biru menghentikan Langkah Biru,


"Tuan jangan, kau slaah faham, kami _"


Plak ...


"Awalnya, aku menyesal karena sudah menamparmu semalam, Tapi hari ini .. aku ingin sekali membuat kalian hancur Bahkan sehancur- hancurnya. Zahra ... ! kau sangat tahu, Pria yang kau peluk tadi adalah pria yang sudah beristri, dan kau tahu ... lihat! lihatlah dengan matamu, Apa yang telah Hanny rasakan sekarang, Kau juga Biru ... Sekali manusia tak berhati akan tetap tak berhati, lihat saja ... kalian bisa kena pasal perselingkuhan jika hal ini ku bawa ke Rana hukum," ucap Jigar


"Apa, kau ingin memukulku, lihtlah ... banyak kamera yang tertuju kemari, dan bersiap lah, nama kalian akan trending, dan kau Biru ... bersiaplah untuk kehilangan Hanny, bahkan bisa juga kau akan kehilangan keluarga mu, demi wanita yang suka menggoda suami orang," ucap Jigar dengan mulut yang tanpa kontrol.


Setelah itu ia pun meninggalkan Zahra dan Biru yang terpaku, Apalgi banyak kamera ponsel yang sedang merekam kejadian itu.


"Dasar manusia gak punya hati, Si lakinya kurang bersyukur, si wanitanya kegatelan," ucap ibu-ibu yang merekam aksi mereka.


"Ini bukan seperti yang kalian pikirkan, Aku bukan wanita seperti itu, ... !" teriak Zahra seraya berteriak dalam tangisnya.


"Matikan kamera kalian, apakaah kalian suka melihat masalah orang lain!" teriak Biru


"Cih, kalau sudah ketahuan selingkuh malah merasa kayak kalian yang di sakiti, Ingat ... ! menyakiti hati orang lain hidupnya tak akan bahagia," celetuk yang lainnya.


"Cantik, kalem tapi sayang ... Pelakor," cebik Ibu-ibu seraya berlalu, Sedangkan Jigar sudah tak menemukan Hanny dimanapun.


"Ah ... Sial! Hanny ... Dimana kamu" ucap Jigar frustasi.


Terlihat Biru yang berlari kearah nya.

__ADS_1


"Dimana Hanny?" tanya Biru


"Kau masih menanyakan itu padaku, Ceraikan Hanny, secepat nya, kau mengerti !" ucap Jigar seraya berlalu meninggalkan Biru yang kebingungan. Zahra datang saat Jigar sudah berlalu


"Bagaimana ? Apakah Nona Hanny ada?" tanya Zahra, yang di balas gelengan kepala oleh Biru. Seketika tubuh Zahra merosot dan terduduk di lantai bandara. Sedangkan pesawat yang akan membawa Hanny dan Biru bulan madu sudah berlalu, Ia lepas landas beberapa menit yang lalu.


Mengapa terlalu cepat


Engkau akhiri cinta kita


Hati mulai sedang berbunga


Musnah cinta tanpa sebab karena


Air mata tetesi bumi


Gagalku denganmu merangkai hati


Hilang cinta di bakar api


Karena kau telah mengingkari janji


Sedang sayang sayangnya


Diriku engkau tinggalkan


Kau buat aku merana


Sengsara di buai dusta


Mengapa kau beri rasa


Jika kau tak menjaganya


Kini kau entah kemana


Tiada rasa bersalah


Apa ujungnya cinta ini


Tanpa penjelasan engkau pergi


Jangan kau menggantung cinta ini

__ADS_1


Agar ku tak menunggu yang tak pasti


Lagu itu kini mewakili tangis Hanny yang semkain menjadi. Sakitnya lebih sakit dari pertama kali ia mengetahui hal itu, Karena saat ini, hati Hanny sudah jatuh cinta pada Biru, Cinta yang baru tumbuh namun langsung di tumbangkan kedasar akarnya.


__ADS_2