Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 72


__ADS_3

Tanpa dirasa, Hany sudah sampai dj depan gedung perusahaan Arsel. Asisten Arsel langsung membukakan pintu untuk Hanny.


''Mari silahkan Nona,"Uca Asisten Arsel, Hanny turun tanpa mengeluarkan kata sepatah pun, Ia mengikuti langkah demi langkah Asisten Arsel, Hingga kini mereka berada di dalam sebuah lift yang akan membawa mereka ke ruangan Arsel.


''Mari silahkan, Nona, '' ucap lagi Asisten Arsel saat keluar dari lift. Hanny hanya tersenyum dan mengikuti arahnya.


Ada beberapa yang menatao ke arah Hanny dan tersenyum. Hanny membalasnya dengan ramah.


Asisten Arsel pun mengetuk pintu lalu membuka ruangan itu, Terlihat Arsel yang berdiri di dekat jendela, Asisten nya pun menutup pintu dan membiarkan Arsel dan Hanny bicara.


''Selamat datang Nona Hany, sangat beruntung bertemu dengan anda,'' ucap Arsel ramah

__ADS_1


''Terimakasih, tuan Arsel. Saya tidak tahu, apa yang ingin anda katakan tentang tuan Jigar dan Nona Zahra tapi satu yang saya tahu, anda adalah orangnya Nona Zahra, saya katakan lebih awal, saya tidak pernah menyalahkan Nona Zahra dalam masalah rumah tangga saya, Saya akui, akulah yang datang dan menjadi orang ketiga di antara mereka, hanya saja... saya menyayangkan kejadian di bandara, dan saya tahu... andalah yang menekan pihak media untuk menghapus postingan itu, iya kan tuan Arsel,?'' tanya Hanny.


Terlihat Arsel yang tersenyum mendengar semua yang Hanny katakan.


''Anda memang seperti yang di beritakan, Nona Hanny, pintar, cantik, dan juga hebat,'' ucap Arsel


''Ya, aku ingin bicarakan nitu dengan mu, Jiga mencintaimu," ucap Arsel yang mana membuat Hanny terkejut.


" Dia begitu mencintai mu, Nona Hanny. Apakah kau tahu, dua kali Jigar menampar Nona Zahra, dia begitu menjagamh menjagamu dari rasa sakitmu, Kahn beruntung memiliki orang yang begitu mencintai mu, Nona Hanny, tapi bagaimana dengan Zahra. dia yang kehilangan cinta nya, hatinya, tapi juga menjadi orang yang paling bersalah, padahal dia lah orang yang paling tersakiti antara kau, Biru dan juga dirinya_Zahra, tapi semua orang menyalahkan nya, kasihan sekali nasib nya, tapi itu bukan urusanku sih, Nona. Hanya saja... ucapan Jigar membuat ku harus ikut campur dalam masalah ini, Jigar meminta Zahra untuk segera menikah, bukankah itu hal yang paling gila, hanya karena ingin menjaga hubunganmu dengan Biru, kenapa harus Zahra yang berkorban begitu besar, Bukankah dia sudah mengorbankan perasaannya, hatinya bahkan pekerjaan nya, belum puaskah kalian menyalahkannya," Ucap Arsel.


Hanny terkejut bukan main, Ia tidak tahu jika Jigar akan berbuat sejauh itu untuk dirinya.

__ADS_1


"Mereka akan menikah, Jigar dan Zahra akan menikah," Ucapan Arsel malah membuat Hanny makin terkejut.


"Tidak, mereka tidak saling mencintai, Mana bisa mereka menikah, ?" tanya Hani


" Mereka ingin berkorban pada orang yang mereka cintai kau dan Biru, Hanya kamu dan Biru yang bisa menghentikan mereka berdua, karena, jika mereka menikah maka kebahagiaan itu jauh dari Jigar ataupun Zahra,'' ucap Arsel


'' Dari mana kamu mengetahui semuanya, Tuan Arsel,?"tanya Hani dengan tatapan kosong


''Zahra adalah karyawan sekaligus teman bagiku, Dia ada disini, dan Jigar menemuinya disni, di kantorku,'' ucap Arsel


''Dan Apakah Nona Hany ingin tahu bagaimana keadaannya saat ini, dia terguncang, dia stress, dia sudah mengalami tekanan bathin yang luar biasa. Ditambah lagi dengan apa yang dikatakan Jigar padanya, Saya hanya ingin mengatakan, jika Zahra dan juga Jigar berusaha untuk mengorbankan perasaan mereka demi cintanya, Apakah Nona Hani dan Biru akan membiarkan mereka menikah lagi, ?'' tanya Arsel

__ADS_1


__ADS_2