Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 63


__ADS_3

Hanny menatap pemandangan lautan dari sebuah balkon tempat ia dan Dokter Juan mengadakan acara. Angin berhembus membuat rambut nya terurai dengan begitu indah. Kecantikan yang banyak kaum adam memuji, kini semua itu tak ada guna bagi Hanny. Karena ia sendiri merasa kalah karena gagal memikat hati suaminya sendiri.


"Lagi memikirkan suamimu,?" Tanya seseorang yang kini berdiri tepat di samping Hanny.


"Siapa lagi yang aku fikir kan jika bukan dirinya, Kak" Ucak Hanny seraya tersenyum kearah nya.


"Kau terbaik, Hanny. Biru pasti menyesal karena telah menyakiti hati istri sebaik kamu, " Ucap Juan setaya kjki menatap Hanny setaya menyandarkan tubuh nya di pembatas balkon.


"Baik menurut kaka tapi belum baik menurut Mas Biru, penilaian seseorang berbeda-beda kak, aku juga tidak bisa memaksa orang lain menyukai ku, tapi untuk Mas Biru, aku susah memaksanya, karena aku tahu dia suamiku, tapi untuk saat ini... Entahlah, aku bingung, aku juga tidak mah terus menerus menjadi diri dalam hubungan Mas Biru dan Nona Zahra, " ucap Hanny seraya tersenyum kearah Biru.


Sejenak Juan terdiam, Ia semakin mengagumi sosok yang kini ada di samping nya.


'Andai kau bisa melihat, masih banyak lelaki yang menginginkan dirimu, Tapi kenapa kau hanya melihat Biru saja, ' bathin Juan


'Aku sadar, Mas Biru bukanlah milikku , bahkan raganya belum ku sentuh, aku hanya menjadi milik nya di atas kertas, memperjuangkan nya aku sudah melakukan nya, sekarang aku ingin menyerah, Apakah aku bisa? ' bathin Hanny seraya mengenggam erat pembatas Balkon.


'Berbulan-bulan sudah kita bersama, berikrar sumpah janji sugi, tidak aku menyangka dirimu seperti ini' Hanny

__ADS_1


'Maafkan kasih, tidak mampu ku menjaga, dirimu yang begitu setia selama ini, ' Biru


'Mengapa teganya dirimu padaku, mengapa kau tak melepaskan ku saja,' Hanny


******


Biru menatap foto pernikahan nya dengan Hanny.


Ia tersenyum saat menyadari betapa Hanny sudah sangat sabar akan dirinya.


"Kembalilah sayang, maafkan aku sudah membuat luka itu kembali perih, Maafkan aku karena kebodohan ku, Aku tidak bisa menjelaskan apapun, aku tak tahu harus mengatakan bagaimana padamu, aku tak ingin melepaskan mu, tapi aku juga tersiksa dengan kenangan masa lalumu, bagaimana aku harus hadapi masa depan dan masa lalu kj secara bersamaan, katakan padaku Hanny, bagaimana? " Ucap Biru seraya menatap foto Hanny yang berbalut gaun pengantin, sungguh snagatlah cantik.


Hatinya sakit saat mengingat bagaimana Bundanya mengatakan jika ia sangat kecewa dengannya.


"Bunda tidak tahu, jika kau begitu terluka dengan pernikahan mu bersama Hanny, tapi Bunda sangat kecewa karena kau malah melakukan hal rendahan seperti itu, Biru. Kau lelaki, kau punya kuasa untuk menjatuhkan talak pada Hanny jika kau ingin bersama dengannya, Tidak ada wanita yang ingin berbagi, Biru. Termasuk Hanny" Ucapan itu masih terngiang jelas di ingatan Biru.


******

__ADS_1


[Maafkan aku, aku sama sekali sudah melarang mas Biru datang, Nona Hanny... Pulang lah, Mas Biru menunggu mu, dia tidak niat menyakiti mu, Nona] pesan itu baru saja Zahra kirimkan pada Hanny, dan kini pesan itu susah centang biru, yang sudah pasti Hanny sudah membaca nya. Sudah 10 menit tapi pesan itu belum Hanny balas. Zahra memijit pelipis nya karena merasa pusing.


[ Nona Zahra tidak perlu cemas, saya juga tidak menyalahkan Nona, sama sekali tidak, Saya malah merasa bersalah pada Nona dan Mas Biru, Saya minta maaf, dan saya pasti akan menyelesaikan semuanya, Maafkan aku karena tidak dewasa menghafapi masalah ini ] pesan yang Hanny kirimkan malah semakin membuat Zahra merasa bersalah.


Tok... Tok... Tok


Suara ketukan pintu membuat Zahra sadar akan lamunannya.


"Tuan Jigar, anda? " Ucap Zahra seraya berdiri saking tekejut nya ia melihat sosok yang menampar nya saat itu.


Sosok laki-laki yang sudah mencacinya dengan sebegitu rupa. Sosok laki-laki yang telah memberi kan perlawanan terbesar bagi Nona Hanny atas apa yang sudah Biru lakukan.


"Tuan, anda_


" Nona Zahra, apakah kau sudah melihat kekacauan yang sudah anda dan kekasih anda lakukan? Bundahya Biru terbaring di rumah sakit, Istrinya Biru entah ada dimana bahkan sudah mengirim kan pengacara untuk menggugat cerai Biru, dan ketiga Ibunya Nona Hanny, istri nya Biru juga mengalami syok yang besar, seharusnya siang itu anda tidak datang, jika memang anda tidak ingin memberikan harapan pada Biru, rapi anda datang bahkan pada malam itu, anda membukakan pintu rumah anda, ckkk ... Tapi kau berlagak seolah kau tidak melakukan kesalahan," Ucap Jigar seraya menyanggah tubuhnya dengan kedua tangannya yang ada di atas meja Zahra.


Zahra terpaku mendengar semua apa yang sudah Jigar katakan, sehingga ia mengingat semua serentetan kejadian itu. Semua yang di katakan Jigar benar.

__ADS_1


"Tu... Tuan benar, se... Semua yang tuan katakan benar aku yang salah, aku yang salah tuan, Maafkan aku, maaf kan aku... Hiks... Hiks... " Zahra menangis sstaya menutup mulutnya.


"A... Apa yang harus saya lakukan, bagaimana saya harus minta maaf, " Ucap terbata-bata, derai air matanya sudah tak terbendung lagi, Namun semua itu di tanggapi dengan seringai oleh Jigar.


__ADS_2