
Zahra tersenyum kecut kala melihat gambarnya sudah tak ada.
'Memang seharusnya begitu, Zahra. Saga mu sudah ada yang memiliki, Kau juga berusahalah melupakan semuanya, Kau ingat, Sagara akan menggantikan posisi ayahnya, ayahnya akan membiarkan kau ikut dengan Sagara asalkan Saga mau menikah, Tapi ... Zahra. kau akan tersiksa dan terluka setiap hari jika kau terus-terusan berada dalam satu ruangan dengannya, mintalah jabatan yang lain' bathin Zahra seraya menghela nafasnya.
Tidak lama kemudian suara pintu terbuka membuatnya sadar akan lamunan dan pikirannya.
Ia menoleh dan melihat sosok yang amat ia cintai sudah masuk dengan tampilan jauh lebih tampan.
Sagara tersenyum pada Zahra, namun ... bukan senyum layak nya seorang kekasih pada kekasih hatinya. Tapi senyum bagaikan karyawan dan atasannya
"Zahra, bagaiamana? Semuanya susah kau jadwalkan?" tanya Sagara seraya duduk di kursinya dengan melepaskan kancing di tangannya
"Sudah, Tuan. Tuan Banu akan datang jam 8:15 menit, dan Tuan akan ada kunjungan ke rumah sakit ...rumah sakit Nona Hanny, sebagai_"
"Aku mengerti, duduklah, Oh iya ... buatkan aku kopi" ucap Sagara seraya tersenyum
Saat Zahra ingin melangkah kan kakinya,
"Sampai kak kabar ke semua karyawan, Mereka boleh memanggilku dengan sebutan Biru, Panggil Tuan Biru, " ucap Sagara yang mana berhasil membuat Zahra tertegun.
"Tuan Biru? Apa ada alasannya, Tuan?" tanya Zahra dengan tak percaya
"Tidak ada, hanya saja ... mungkin butuh suasana baru, kau juga bisa melakukan itu" ucap Saga seraya menatap Zahra
Zahra tersenyum saat mendengar ucapan itu. Bukankah ini yang Zahra inginkan. Suasana baru untuk situasi baru.
"Baik Tuan, akan saya umumkan" ucap Zahra
"Terimakasih, Zahra. " ucap Sagara yang kini tersenyum.pada Zahra.
Zahra pun keluar dari ruangan Sagara atau yang kini maunya di panggil Biru, Dulu Zahra ingin sekali memanggil dengan nama Biru, hanya saja ... Saga tidak menginginkan nya, ia lebih suka di panggil dengan nama Sagara. Hanya saja ... Panggilan tadi pagi yang Hanny tak sengaja sebutkan, membuat Sagara terdiam dan memikirkan satu hal, Panggilan Biru, mungkin bisa mengubah hubungan nya dengan Hanny.
__ADS_1
Sagara Biru Wilantara, ingin mempertahankan rumah tangganya, Ia menyadari ... bahwa disini bukan hanya dirinya yang merasa tersiksa akan pernikahan itu, tapi juga Hanny. Jika Hanny berusaha menerima dan masuk kedalam dunia nya, Kenapa ia tak mencoba. Apalagi saat Biru melihat bagaimana pria di sekitarnya begitu mendambakan sang istri. Bukankah itu sangat melukai perasaannya.
*****
"Hai, kau ada acara gak, pas makan siang nanti?" tanya Jigar
"dokter Jigar, ngagetin aja tau, Makan siang nanti, aku ada janji bertemu dengan seseorang, dok" ucap Hanny
"Saga?" tanya Jigar
"Tidak, bukan. Aku ada janji dengan temanku, oh iya ... kita ada kunjungan ke puskesmas untuk memberikan imunisasi untuk para anak-anak di daerah Cilandak, dokter Jigar ikut?" tanya Hanny
"Ah iya lupa, tentu aku ikut, lagian aku juga gak ada pasien hari ini" ucap Jigar sebagai alasan agar bisa bersama dengan Hanny.
"Baiklah, kalau begitu ... aku akan siapkan semuanya, dokter Nina juga harus ikut, saya dapat informasi kalau di sana banyak anak yang kekurangan gizi" ucap Hanny Seraya berjalan beriringan dengan Jigar
"dokter Hanny jangan cemas, donatur rumah sakit ini juga akan berkunjung ke daerah itu, setelah dari sini, mereka akan menyusul kita, jadi kita harus siap kan anak-anak agar berpakaian rapi dan memerintahkan warga agar membersihkan daerah sekitar, " ucap dokter Nina tiba-tiba yang datang dari arah belakang Hanny dan Jigar
"Aku dengar investor itu ganteng, Han. Ah ... ingin dandan yang cantik, siapa tahu dia terpikat denganku, kalau kau jangan macam-macam, sudah ada Tuan Sagara ya!" ancam Nina pada Hanny membuat Hanny tersenyum, sedangkan Jigar langsung menyentil kening Nina
"Aw, sakit tau, dok" keluh Nina seraya memegang dahinya
:Biar kau sadar akan khayalan mu itu, makanya jangan sering baca novel, gini kak otakmu" ucap Jigar seraya mendahului Hanny dan Nina.
Hanny masih tersenyum nyaris tertawa mendengar pertengkaran kecil antara Nina dan Jigar.
"Baiklah, aku ke ruanganku dulu, kau juga harus bersiap" ucap Hanny seraya menyentuh pundak Nina.
Tak butuh waktu lama, mobil yang akan membawa Nina, Hanny dan Jigar serta ada dua suster pendamping, yang ikut serta dengan rombongan Hanny.
******
__ADS_1
Pertemuan antara Biru dan Tuan Banu kini sudah berlangsung, mereka sangat fokus membahas masalah kerja sama, Tuan Banu bangga dengan kecekatan dan pemikiran yang Biru dan Zahra presentasi kan, Biru dan Zahra selalu kompak dalam urusan pekerjaan, karena itulah, Biru atau yang biasa kita sebut Sagara bisa mencapai kesuksesan dalam waktu yang dekat.
"Tuan Biru, panggilan anda sangatlah membuat saya semakin yakin bahwa kerja sama kita akan berjalan.lancae dan sukses sesuai nama anda yang biru cerah" ucap basa-basi Tuan Banu
"Tuan hanya terlalu memuji, Saya juga berharap kerja sama ini akan lancar dan tidak ada hambatan" ucap Biru seraya berdiri dari duduknya, bertanda ia akan segera berlalu
"Baiklah, senang bekerja sama dengan anda Tuan, maafkan saya ... saya ada kunjungan ke rumah sakit, setelah ini, mari kita adakan pertemuan kembali" ucap Biru (Saga)
"Tidak masalah, Tuan. Saya tahu ... anda pastilah sangat sibuk, kalau begitu ... saya permisi, Tuan" ucap Tian Banu seraya berjabat tangan dengan Tuan Biru
"Terimakasih, Tuan Banu" ucap Zahra seraya mengantarkan Tuan Banu hingga keluar dari perusahaan.
Biru (Saga) sangat bersemangat untuk melakukan kunjungan itu, Ini adalah pertama kalinya ia akan menggantikan Ayahnya datang sebagai Donatur di rumah sakit dimana sang istri bekerja.
Biru (Saga) yang tidak pernah merasakan hal seperti ini, kini ia terlihat tidak sabar.
"Tuan,Tuan Bima mengatakan kalau ia ingin ikut dalam kunjungan ini, katanya dia ada perlu juga dengan Nona Hanny" ucap Zahra saat membaca pesan dari Bima
"Bima ada perlu dengan Hanny? perlu apa? ya sudah, suruh tunggu di lokasi, kita Sebaiknya segera berangkat" ucap Biru (Saga)
"Akan saya sampaikan, Tuan" ucap Zahra yang benar saja, ia berjalan seraya mengetik pesan untuk Bima.
Langkah Biru (Saga) yang panjang, membuat Zahra kewalahan mengimbangi nya, sehingga ia sedikit tertinggal dari Biru (Saga)
*****
"Paman, Biru mengatakan kalau aku harus nyusul langsung ke rumah sakit, aku sama Aman saja ya, lagian ... kita searah juga, di sana ada Zahra nantinya, aku kan ingin melindungi Zahra dan Hanny secara bersamaan" ucap Bima keceplosan.
Juan tahu bahwa pernikahan itu adalah perjodohan, tapi Juan tidak tahu, kalau fakta sebenarnya, ada wanita lain dalam hati Biru ( Saga)
Bagaimana pertemuan mereka nanti ?
__ADS_1