Tiga Hati Tersakiti

Tiga Hati Tersakiti
Bab 80


__ADS_3

 Mungkin Biru terbilang laki-laki yang plin-plan, ia masih menykai mantannya namun tak ingin kehilangan istrinya. Saat ini mereka semua harus berkorban akan perasaan yang tidak mereka inginkan.


''Apa yag kau lamunkan, lalu bagaiaman dengan jawaban Hanny?'' tanya Agam - sang kakak.


''Hanny hanya diam, kak. Mungkin ia belum percaya jika aku akan berubah,'' ucap Biru


''Itu wajar, sudah dua kali kau memberinya harapan palsu, saranku ... Kau buktikan ucapanmu, beri dia bukti jika kau benar-benar memilihnya sebagai istri,'' ucap Agam


''Caranya?'' tanya Biru


''Kau bukan lagi laki-laki yang lugu, Biru. Kau sudah pernah pacaran dan usiamu juga bukan ABG lagi,jadi ak yakin kau bukannya tidak tahu untu membuktikan itu,'' ucap Agam.


''Yang harus kau ingat, Hanny bukanlah wanita yang bodoh, ia akan tahu mana yang pura-pura berubah dan mana yng tidak, mumpung semua ini belum berjalan, kau pikirkan lagi semuanya, jangan buat hatinya sakit untuk ke yang tiga kalinya,'' ucap Agam.

__ADS_1


Sejenak keuanya terdiam, Biru membenarkan aa yang Agam katakan, ia juga harus memikirkan ulang apa yang sebenarnya hatinya inginkan, ia benar-benar tak ingin pisah dengan Hanni, namun ia juga tak bisa berbohong bahwa rasa untuk Zahra masih ada, sulit memang untuk melupakan cinta pertama, apalagi tanpa ada kesalahan mereka berpisah.


Disis lain, Zahra kini sedang berada di kamar sang adik, entah kenapa ia ingin tidur dengan sang adik.


[Apakah kau yakin dengan keputusanmu, Kau akan berhenti dari perusahaan hanya karena Jigar yang meminta?] tanya Arsel lewat pesan


[Iya, Tuan. Mungkin ini tidak masuk akal, tapi percayalah aku sudah memikirkan ini berulang kali, tapi aku harap jika semuanya sudah selesai, dan aku kembali di campakkan aku harap tuan masih menrima saya bekerja disana] balas Zahra, Sungguh Arsel merasa kagum dengan sosok Zahra, awalnya  Arsel ingin mendekati Zahra hanya untuk balas dendan dan mengalahkan Biru, tapi setelah ia tahu kenyataannya dan mengetahui akan kisah Zahra, ia merasa simpati bahkan sangat kagum dengan setiap sikap dan keputusan yang ia ambil.


[Jika hanya ingin membuktikan kalau kau sudah tak ingin kembali pada Biru, Kau bisa pura-pura menikah  denganku, tidak perlu dengan Jigar, Zahra!] balas Arsel.


[Cukup kau bahagia itu sudah cukup, Zahra. Baiklah ... Aku akan melihatmu dari kejauhan, jika kau butuh bantuanku, kau bisa langsung hubungi aku atau asistenku] Pesan dari Arsel.


Di sisi lain, Hanny sudah melaksanakan tugasnya, dengan begitu ia merasa jauh lebih tenang, ia sudah bisa berfikir jernih, jika ia tidak kembali ke Biru, maka pengorbanan Jigar dan Zahra akan sia-sia.

__ADS_1


''Kenapa kalian harus menikah hanya untuk melihat kami kembali?'' gumam Hanny. Begitu juga dengan Jigar, ia sudah berfikir puluhan kali dan keputusan yang ia ambil sudah menjadi keputusan yang sangat tepat untuknya.


''Hufff, Jigar! Yakinlah ini adalah jalan yang trbaik untukmu dan Hanny, yakinlah dengan begini Hanny akan bahagia dengan cintanya tanpa ada yang mengganggunya,'' gumam Jigar


''Hanny, aku tahu jika kau begitu mencintai Biru, dia adalah cinta pertamamu, sama halnya aku, kau adala cinta peramaku, dan sama halnya Biru da Zahra, kita akan ada dalam belenggu hubungan yang rumit tapi aku berharap kita bahagia setelah ni dan melupakan masa saa ini,'' uap Jigar seraya menaap gambar Hanny yang ada di galerinya.


***


****


''Saya terima nikahnya dan kawinnya Zahra Latifa binti Almarhum pak Barok dengan mas kawin tersebut, Tunai!'' ucap Jigar dengan lantang.


''Bagaiman para saksi, sah?''

__ADS_1


''Sah ... Sah ... Sah'' ucap para saksi termasuk Papanya Biru yang menjadi saksi dalam pernikahan Jigar dan Zahra. Dengan adanya banyak air mata yang menetes termasuk Zahra, Biru, Hanny dan Jigar.


__ADS_2